Hujan September

Hujan September
*Episode 03


__ADS_3

Hari ini Kaysha masuk kedalam ruangan


Kerjannya di Kafe dengan perasaan lelah.


"Drrt....Drrrt....Drrt!" Suara panggilan masuk


Di handphone nya.


Tertera "Teteh Cantik " Nama dilayar hp


nya, Ia segera mengangkatnya.


"Ya teh,...Ada apa ?" Tanya Kaysha,


Setelah melepas rindu lewat kata bareng


Sang kakak.


"Begini Al...Minggu depan Pulang Ya,...


Karena hari itu Aa pulang sekaligus mau


Tunangan" Ucap Kayla diseberang sana.


"Aa tunangan ....!" Ujarnya seraya menahan


Gemuruh didadanya, Namun Ia mencoba


Menahan suaranya.


"Iya Al,... Kebetulan teteh Punya kolega


Yang punya anak gadis seorang Dokter


lulusan luar negeri" Ucap Kayla.


"Ya...Coba aja teteh jodohin sama Aa,


Kan masa Dia jomblo terus, Urusan nikah


Bisa diatur setelah masanya Aa dibolehin


Nikah itung - itung belajar saling mengenal


Diantara Mereka" Papar Kayla.


"Gimana?"Sambungnya.


"Ya ..Baguslah teh...!" Jawab Kayla.


"Kalian kan Udah besar, Udah saatnya Kalian


milih pasangan Kalian masing - masing,


Masa mau saling ketergantungan terus!"


Ucap Kayla.


"Iya Teh....Teteh jangan khawatir"


Ucap Kaysha.


"Beneran Al....Nggak Pa - pa ya?" Tanya Kayla.


"Iya Teh...Nggak Pa - pa!" Jawab


Kaysha.


Taklama percakapan Mereka terhenti,


Karena Kayla harus menghadiri rapat.


Dan Kaysha pun sedang memeriksa la


poran keuangan Kafe.


Sesaat Ia menghela nafas berat, Sesaat


Ia membuka kunci hp nya dan tersenyum


Memandang wallpaper foto Dirinya ber


dua, Terlihat senyum bahagia disana


"Mungkin Ini yang terbaik bagi Kita


A ...Aku harus ikhlas !" Lirihnya


Taklama Seseorang masuk, Terlihat wajah


Hendra disana, Ia nampak lusuh.


"Kenapa lagi Lo?" Tanya Kaysha.


"Al...Bisa tolongin Gue kali ini " pintanya.


"Apalagi ...Ndra?" Tanya Kaysha.


"Elo mau turun ke turnamen nggak?"


Tanya Hendra.


"Gue insyaf Ndra,....".Ucap Kaysha.


"Tapi ini menantang, Bantuin Gue ...


Gue butuh tim buat ngalahin si Doni,


Lagipula bayarannya gede, Gue butuh


Buat biaya Operasi Ibu Gue" Ucap Hendra.


"Elo butuh berapa?"Tanya Kaysha.


"Gue nggak mau make uang lu, Gue malu


Minta bantuan terus sama elo !" Ucap


Hendra


"Gue hanya minta elo dampingin Gue,


Kalo ada apa - apa, Gue titip salam


Bakti Gue pada Ibu Gue, Mau kan ?" Tanyanya


lagi.


"Ndra Drama banget sih ...Hidup Lo!"


Ujar Kaysha.


"Ya jelas aja ...Kasta Kita aja udah beda


Neng ...!" Ujar Hendra.


"Mulai....!" Delik Kaysha.


"Mau bantuin Gua nggak ?" Tanyanya lagi.

__ADS_1


"Oke lah Gua kan setia kawin Orangnya"


Ucap Kaysha melihat tatapan Hendra


"Oke Sist ...Eyke tunggu di jalan....." Jawab


Hendra menunjukan sebuah alamat.


Mata Kaysha terbelalak.


"Gila Luh ini sih jalan Raya, Bukan Sirkuit "


Hampir saja Kaysha berteriak.


"Ini sih namanya balap Liar !" Ucap Kaysha.


"Sst ...Jangan keras - Keras dong Beb...


Ini yang dimauin Dony Andrealinnya beda"


Jawab Hendra.


"Ya...Elo mah cuma nemenin doang, Mau


ya !" Pinta Hendra.


Akhirnya Kaysha mengangguk, Karena seben


tar lagi Ia akan kedatangan tamu manager


pabrik teh yang kini dikelolanya,


"Besok Gue jemput ya Cinta. .Sekarang Gue


Balik ke tempat kerja gue dulu " Ujarnya


Seraya pamit, Pulang kembali ke tempat


Kerjanya yang tidak jauh dari lokasi Kafe


Punya Kaysha.


"Masuk....!" Ucap Kaysha dari dalam


Setelah mendengar Seseorang mengetuk


Pintu ruangannya.


Taklama pintu terbuka, Seseorang dengan


Seragam Kafe memasuki ruangannya,


"Ya Mbak Rani ada apa?" Tanya Kaysha.


"Itu Non Al,...Tamu yang dari perkebunan


Udah nunggu di private room "Ujar Mbak


Rani yang jadi manager Kafe sekarang.


"Oh ya ..Baiklah Aku kesana sekarang !"


Ujarku seraya mengikutinya.


********


"Elo yakin ini tempatnya ?" Tanya Kaysha.


"Beneran Al...Tuh Mereka!" Ucap Hendra.


Taklama Motor yang dikendarai Oleh Hendra


Taklama Mereka menyapa Donny and the gank


nya, Setelah berbasa - basi sebentar,


Mereka menerangkan aturan permainan


Beserta rute yang akan dilewatinya.


"Gila ini mah Ndra....Gimana dengan pekerjaan


Elo ?" Tanya Kaysha


"Sorry Gue kepepet lagian Donny nawarin


hadiahnya gede banget, " Ucap Hendra.


"Tapi kan elo bisa pinjem ke Gue!" Ujar Kaysha.


"Gue malu Al...Gue sering nyusahin elo !"


Lirihnya tertunduk.


"Tapi elo kan terikat sama tempat elo Kerja,


Gimana kalau elo Ketahuan, Nasib Ibu Lo


Bagaimana? Dan Elo mau dikeluarin dari


Kerjaan Elo !" Ucap Kaysha


"Sekarang Otak Gue buntu, ...Yang lebih


penting sekarang Ibu Gue harus Operasi


Dulu, Entar itu Gue mikirnya belakangan"


Ucap Hendra.


Akhirnya Kaysha menghela nafas berat,


Ia meraih kunci ditangan Hendra.


"Eh ...Jangan nekat Lo !" Ujar Hendra.


"Udah jangan banyak omong, Siniin kunci


nya, ....Elo, Hidup elo tuh terlalu beresiko,


Kalau ada pa- pa, Setidaknya nggak ada


Yang bakal berani mecat Gue, Dan Orang


Tua Gue akan baik - baik saja tanpa Gue"


Papar Kaysha.


"Al...!" Potong Hendra.


"Udah kalo ada Polisi elo lari bawa uangnya,


Jangan mikirin Gue, Apapun urusannya Gue


Akan selalu aman, Elo tahu Gue Siapa kan ?"


Ucap Kaysha.


"Al.....!" jawab Hendra.

__ADS_1


Namun karena Donny udah bersiap - siap


Kaysha mengibaskan tangannya supaya


Hendra menjauh, Dan mengacungkan


Jempolnya memberitahu bahwa Dirinya


Baik - baik saja.


Mau tak mau Hendra menuju pinggir jalan


Sedikit menjauh dari track yang akan dilalui


Oleh Mereka.


"Maafkan Aku ...! Aku tidak bisa memenuhi


janjiku pada Kalian, Terutama padamu A,..


Aku ingin melepas sedikit sedihku disini,


Aku ingin melepas beban ku sedikit, Jika


Sesuatu terjadi Padaku satu hal yang kupinta


Maafkan Aku !" Lirihnya Seraya menambah


Kecepatan motornya


Hendra hanya bisa berdo' a disisi Arena,


Ia memohon pada Tuhan agar menyelamat


kan Sahabat terbaiknya.


Akhirnya Kaysha memenangkan turnamen,


Ia mendapatkan bayaran dalam sebuah


Amplop yang diserahkan pada Hendra


"Thank you Bro ..!"Ucap Hendra.


"Jangan dulu pulang,...Kita selesain putaran


Terakhir sebagai pertemanan Kita, Elo mau


kan ...Gue salut ...Elo lihat juga !" Ucapnya.


"Tapi...!" Potong Kaysha.


"Sudah...Jangan khawatir, Hendra tahu Gue


Bukanlah pemain curang lagian temen - temen


Gue bukan Orang sembarangan " Ujarnya.


"Lagian hadiahnya udah dipegang Hendra"


Ujar Doni.


Akhirnya dengan ragu Kaysha menyetujui per


mintaan Donny.


"Kalau ada apa - apa , Elo jangan merduliin


Gue, Kalo elo nggak lari Gue takkan maafin


Elo Ndra !" Ucap Kaysha Sebelum menaiki


motornya


"Tapi Al....!" Potong Hendra.


"Udah ...Kamu harus ingat Omongan Gue !"


Pinta Kaysha seraya menaiki motor Hendra


Kembali.


Taklama Mereka mengelingi rute kembali


Namun dari Arah yang tak diduga muncul


Beberapa motor berseragam coklat,


Dan tak lama sirine berbunyi nyaring.


"Berhenti ...Tempat ini sudah Kami kepung!"


Teriak Seseorang.


Kontan anak buah Donny kocar - kacir,


Sedangkan Donny bersama Kaysha


Terpaksa menghentikan laju motor


Mereka, Seraya turun dari Motor Mereka


Dan mengangkat kedua tangan Mereka


Keatas.


Donny dan Kaysha disuruh melepas helm


Yang Mereka kenakan.


Dengan malas Kaysha membuka helmnya


Kontan mata mereka terbelalak


Apalagi Donny yang tidak menyadari bahwa


lawannya adalah Seorang perempuan.


"Kamu teh Wanita ...?" Ujar Donny tidak


Percaya.


"Biasa aja kelles ....!"Potong Kaysha.


Taklama Mereka digiring ke Kantor Polisi,


Yang dapat cuma sedikit karena sebagian


Sudah berhasil melarikan diri,


.


Kaysha bernafas lega karena Hendra sudah


Tidak ada disama.


**************************************************


**Bersambung

__ADS_1


**Please like or comment 🙏😘


__ADS_2