
*4 tahun kemudian
"Ibu ayo Lisa pengen ketemu Papa..!"
Wajah bulat berbalut kerudung itu menuntun
jemari Kaysha lembut,
"Nggak Papa lagi ada pertemuan, Nanti sore
Kita kesana, Bisakan Sayang !"Bujuk Kaysha.
"Sekarang ke Ummi dulu, Waktunya Ibu ngajar
Para santri udah nunggu " Sambungnya.
"Ah ...Ibu nggak asiik " Bibirnya mengerucut.
"Sayang ...!" Bujuk Kaysha.
Taklama perempuan parubaya datang dari
Arah dapur,
"Ada apa lagi nih..Cucu Umi ?" Tanyanya
lembut,
"Lisa pengen ketemu Papa Ummi, Cuma
Kata Ibu Ndak boleh " Ujar anak perempuan
lucu tersebut,
Ummi tersenyum, Ia berjongkok mensejajar
kan wajahnya dengan mahluk cantik mengge
maskan yang berada didepannya, Seraya
Memberi isyarat pada Kaysha untuk pergi,
"Ibu masuk kelas dulu, Tunggu Ibu nanti
Kita ke tempat Papa, Assalamualaikum "
Ujar Kaysha seraya mencium pipi Putri
nya lembut, Setelah itu Ia berlalu menuju
Kelas dimana Santrinya sudah menunggu.
Disinilah kini Kaysha berada, Menjadi seo
rang pengajar bahasa Inggris disekolah
Yang diadakan untuk Para Santri,
Kaysha merasakan ketenangan disini,
Keadaan yang lebih bersahabat, Dengan
Orang - Orang ramah yang menerima Dirinya.
Kaysha ingin menutup lembaran masa lalu
nya tanpa Siapapun yang mengenalnya,
Ada insiden yang membuatnya pergi
Dari keluarga Gunawan dan Wijaya,
Ia ingin terlepas dari semuanya, Ia ingin
Hidup tenang dan bahagia tanpa Siapapun
Bersama Putrinya "Raisha Namira Adipraja"
Yang dipanggil Lisa.
"Ummi sebel deh sama Ibu, ...Kalo ketemu
Papa suka nggak boleh, ....Kan itu Papa
Lisa sendiri Ummi, Bukan Papa Orang lain"
Seloroh Lisa Ia dituntun sang Ummi ke
arah dapur terdapat beberapa Orang sedang
memasak dan mengolah makanan.
"Ada apa lagi ini teh Neng Geulis ?"Tanya
Bik Asih, Seraya tersenyum melihat Lisa
yang dituntun Ummi, Ia terkekeh melihat
Wajah cemberut yang sedang dituntun Sang
Istri pemilik Pondok Pesantren tempat
tinggalnya kini.
"Biasa lagi kangen Papanya " jawab Ummi
Seraya tersenyum.
"Oh...Ayo Atuh Neng Lisa dianter Bibi, Biar
Bibi bisa ketemu sama Om - om ganteng
Disana " Celetuk Bik Asih.
"Bohong ketang Neng ....Ini lagi masak
Entar para santri kelaparan, Nanti Neng
Lisa dimarahin sama Abi gara - gara
ngajakin Bik Asih pergi " Ujar Santri yang
lain yang sedang kebagian piket di
dapur.
"Mending nanti sama teteh aja,...Nanti
Udah selesai masak Teteh anter" Ujar
Seorang santri.
"Jangan mau Neng....Dia mah modus
mau deketin Om - Om yang lagi jaga
disana " Cekikik yang satu.
"Sudah ....Sudah Ayo Kita kerja lagi, Biar
Lisa bareng Ibunya aja, Iyakan Sayang
Sabar ya ....Nunggu Ibu ngajar, Lagipula
Papanya ada pertemuan kata Ibu jadi
jangan diganggu dulu" Ujar Ummi lembut.
"Ayuk bantuin Ummi masak biar nggak
kerasa nunggu Ibu, Sekalian nganter makan
Malam buat Papa, Mau nggak ?" Tanya
__ADS_1
Ummi,
"Mau Ummi ....Mau banget " Ucap Lisa mata
nya berbinar bahagia.
"Ya udah...Ayo !" Ajak Ummi.
Sementara itu Kaysha duduk termenung di
mejanya, Ia merenungi nasibnya, Cintanya
Bahkan hidupnya, Ia jatuh cinta pada tempat
Ini, Disini Ia merasakan ketenangan bathin
Dan kebahagiaan hidup, Ia menemukan
Dirinya sendiri disini.
"Aku udah selesai Bu !" Ucap Seorang santri
Yang menjadi muridnya Ia mengacungkan
Jarinya.
"Bawa sini kedepan, Nanti taruh di meja
Ibu ya !" Titah Kaysha lembut.
"Baik Bu!" Jawab sang Murid, Ia berdiri
Dari bangkunya dan berjalan menuju
Meja sang Guru untuk mengumpulkan
Tugasnya,
"Good job Rai ...!" Ujar Kaysha seraya
tersenyum, Santri tampan itu tersenyum
Namun taklama Ia menundukkan kepala
nya.
"Raihan " Nama yang mirip dengan Nama
Suaminya Anak itu tampan persis seperti
Suaminya mungkin Karena bernama sama
Setelah Kaysha memeriksa dan memberi
Nilai Ia menyerahkan kembali buku punya
Raihan.
"Kembali ke tempatmu Rai " Titah Kaysha.
"Baik Bu ....!" Jawabnya seraya meraih
bukunya dan berlalu ke tempat duduknya
Kembali.
"Ayooo....Siapa lagi yang sudah ?" Tanya
Kaysha pada Murid - muridnya.
Hening.....
Rupanya murid - muridnya sedang serius
Mengerjakan tugasnya, Karena Raihan
Berbeda Ia murid terpandai dikelasnya
Jadi Ia dapat mengerjakan soal darinya
Nunggu beberapa menit barulah bebera
rapa Siswa maju kedepan seraya mem
bawa bukunya,
Itulah seorang Kaysha sekarang, Ia dikenal
Seorang guru muda yang cantik dan bersa
haja di pesantren ini, Banyak yang kagum
Padanya namun sayangnya Mereka mundur
Karena Kaysha telah bersuami dan mem
punyai seorang Putri.
Hingga waktu menjelang sore, Waktu
mengajar di beberapa kelas telah usai,
Kaysha berjalan menuju lingkungan
Pondok pesantren yang menjadi tem
Pat tinggalnya
"Assalamualaikum Bu Al ...Cari Lisa ?"
Tanya Naima salah satu Santri yang
Sedang piket didapur.
"Waalaikum sallam, ...Betul sayang dimana
Lisa sekarang ?" Tanya Kaysha seraya meraih
Segelas air yang disodorkan Naima padanya.
"Ia dibawa Ummi menemui Abi yang baru
pulang dari kota karena merengek terus
Ingin ke Papanya Bu" Jawab Naima.
"Iya Bu ...Tadi juga Ummi sampai kewala
han, Kenapa kok nggak dianterin seperti
Biasanya Bu ?" Tanya Sinta yang ikut
nimbrung.
"Nggak enak Papanya lagi ngurusin buat
Acara tujuh belasan yang sebentar lagi,
Ia lagi sibuk masa bawa Anak, Malu dong
Sama anak buahnya " Jawab Kaysha
Yang duduk sebentar didapur sedikit
melepas lelahnya, Karena sudah tahu
Lisa ditempat Abi.
"Iya ya ... Padahal Mau Aku kalo disuruh
buat nganterin Lisa ketempat Papanya
Karena bisa ngeceng Om gagah disana"
__ADS_1
Cerocos Sinta, Namun tangannya disenggol
Naima.
"Huss....Nggak boleh itu !" Ujar Naima
mengingatkan.
Kaysha hanya tersenyum, Ia bangkit
Seraya mengusap bahu dua santrinya
"Sudah...Maaf Ibu tinggal mau ke tempat
Abi dulu mau nemuin Lisa, Nanti deh
Ibu salamin ya ...kali aja Om nya ada
Yang jomblo " Ucap Kaysha seraya ter
senyum, Terlihat binar bahagia terbit
Dari wajah cantik dua murid didepannya,
Kaysha mengerti usia seperti Mereka
Lagi menikmati masa pubertas.
"Beneran ya Bu..!" Ujar Mereka.
"Insyaallah...Sudah Ya Ibu tinggal dulu,
Assalamualaikum " Ucap Kaysha seraya
Berlalu,
"Waalaikum sallam ...!" Dua gadis itu
memandang kagum terhadap sang guru
Yang terlihat Anggun dan cantik terlihat
Berbalut gamis berwarna nude dengan
Kerudung lebar berwarna sama sangat
Serasi dengan kulitnya yang putih.
Ia ditaksir para ustadz yang masih sen
diri dan berharap dapat mengkhitbahnya
Namun sayang Ibu muda itu sudah tidak.
Sendiri lagi dan sudah dikaruniai seorang
Putri cantik, Pribadi yang hangat dan ter
buka, Humble pada siapapun terutama
Para Muridnya membuatnya menjadi
Guru yang sangat disayangi oleh Para
Muridnya.
"Lisa pengen ketemu Papanya, Sampai lupa
Sama Abi .." Goda Abi sang pemilik pesantren
Yang sudah menganggap Kaysha putrinya
Sendiri.
"Iya Umi sampai kewalahan tadi, Untung
Abi keburu datang Al " Terang Umi.
"Duuh Maaf jadinya merepotkan Kalian"
Ujar Kaysha merasa tidak enak.
"Nggak Pa - pa malahan Kami seneng kok,
Kenapa Papanya nggak kemari, Biasanya
Kan Ia datang saat makan siang ?" Tanya
Abi.
"Iya Abi,...Sekarang Papanya Lisa sedang
Sibuk mempersiapkan acara untuk tujuh
belasan yang sebentar lagi " Jawab Kaysha.
Abi mengangguk,
"Iya sama seperti Anak Pondok, Mereka
Antusias untuk acara tujuh belasan nanti "
Ucap Abi.
"Sebentar lagi sore Ummi, Saya mau
Ke kamar dulu ....Mau mandiin Lisa
Udah sabar ingin ketemu Papanya, Pada
hal tiap hari ketemu " Pamit Kaysha.
"Iya ...Sekalian tadi Abi bawa sedikit oleh
- Oleh tolong bawa kesana mungkin Papa
nya mau mencicipi " Ujar Abi Pada Kaysha
Ummi dengan sigap memberi sebuah
Kantung berwarna putih Pada Kaysha.
Ketika Kaysha hendak menerimanya,
Taklama Seseorang sudah berdiri di sisi
Pintu depan rumah Abi.
"Assalamualaikum ....? " Ucap sallam
Seseorang.
"Papaaa.....!" Teriak Lisa dari dalam.
"Jawab dulu sallam dari Papa, Sayang !"
Ujar Seseorang yang yang menyongsong
Dengan pelukan, Tubuh mungil yang tengah
Berlari kearahnya.
Siapa hayoo, Rayhan kah ?
************************************************
**Bersambung
**Please like or commentnya ya,
Bingung ya,....Biasa kalo cerita Author pasti
loncat alurnya dan bikin bingung, Tapi nanti
__ADS_1
juga ngerti dan ketahuan ya 🙏😘