
"Dimana Orang tuamu, Atau Keluargamu
Bekerja samalah dengan Kami, Kami
Butuh penanggung jawabmu!" Tanya
Petugas Karena tidak adanya identitas
Apapun yang dibawa Kaysha,
"Pak... Orang tuaku sudah tenang disana,
Kumohon Jangan ganggu Mereka,
Aku disini bertanggung jawab atas diri
Sendiri, Aku tidak punya Kerabat disini "
Jawab Kaysha.
"Nona...Dimohon kerjasamanya"!" Pinta
Petugas.
Donny yang memperhatikan tingkah laku
Kaysha hanya tersenyum simpul,
Ia kagum pada Seorang Kaysha, Ia tidak
Gentar berhadapan dengan seorang Petu
gas, Ia menaruh tangannya bertumpu
Didada, Ia baru menemukan seorang
Perempuan yang tidak menye - menye
Dan memohon bantuan jika Dia menga
lami kesulitan, Dia setia kawan,
Dan Dia tetap bungkam tidak membawa
Hendra kesini,
"Kalian ini sekongkol ya...Membuat Kami
pusing dengan ulah Kalian !"
Ujar Petugas.
Kini Kaysha hanya bisa diam saja,
Terpaksa Mereka menginap di Kantor
Polisi karena tidak ada yang menjamin
Mereka.
"Don...Mana Keluargamu ?" Tanya Kaysha.
"Sama sepertimu Al" Jawab Doni singkat.
"Kok Samaan...?"
"Nggak percaya Gue ...!" Sambung Kaysha.
"Serah Elo dah ..." Ucap Dony.
"Nih Dingin kan ? Cewek nggak boleh kedi
nginan, Kenapa sih Elo nggak mau jujur ?'
Ujar Doni membuka jaketnya namun
Ditolak Kaysha Karena mungkin Donny
membutuhkannya juga,
Waktu terus berjalan hingga menjelang
Dini hari, Kaysha memegang tangannya
Dan menumpu didada, Walaupun akhir
nya Dirinya terlelap, Sedangkan Dony .
Terlelap sedari tadi, Ah menyesal Dirinya
Menolak jaket Dony tadi namun kalau
Ia ambil tentunya Dony kedinginan sekarang,
Tak terasa sebuah jaket menyelimuti
Tubuhnya yang dingin, Namun matanya
Enggan untuk terbuka, Ah palingan juga
Donny pikir Kaysha.
Sinar matahari pagi terasa hangat, Mulai
Terdengar hiruk pikuk suara Orang ber
lalu lalang...
"Anda sudah bangun Tuan muda ?" Tanya
Seseorang berbadan gempal dan Kepalanya
Agak botak,
"Ah ...Darimana Kamu tahu, Aku ada disini"
Tanya Donny.
"Pengawal Anda Tuan...!" Jawab Pria itu.
"Baiklah...Tadinya Aku masih ingin bersenang
- senang, Tapi Ya.. Sudahlah " Ujar Donny.
"Tapi bebaskan juga Dia,.. Keluarganya tidak
ada disini" Ucap Donny.
Kaysha hanya mengerjap ..Ia silau oleh
Sinar matahari pagi.
"Nggak perlu Don..Gue nggak pa - pa!"
Tolak Kaysha.
"Tapi Al..Nggak bisa begitu!" Tukas Donny.
"Saya Keluarga Kaysha Almira " Ucap .
Seseorang, Kontan Semuanya menoleh.
Seorang Pria jangkung, berambut cepak
menghampiri petugas jaga.
"Aa...!" Lirih Kaysha.
Donny memperhatikan Pria didepannya,
Taklama Merekapun dibebaskan dengan
jaminan.
"Don...Nih Gue kembaliin jaketnya,
Thanks ya !" Ucap Kaysha,
"No Al..Bukan punya Gue," Ujar Donny
Seraya menunjukkan jaket kepunyaannya.
"Lho ..Emang punya Siapa?" Selidik Kaysha.
"Itu punya Pak Polisi, Al masa nggak liat
logonya" Ucap Gio.
__ADS_1
"Tapi..Bentar Aku pulangin dulu !"Ujar Kaysha.
"Nggak sopan, Cuci dulu Napa, Itu bekas iler
Elo juga !" Tukas Donny.
"Kata Siapa Gue ngiler,?" Rungut Kaysha.
"Gue saksi hidupnya Al, Udah Ah Gue cabut,
Terima kasih ya ...Elo mau nemenin Gue
Nginep di hotel " Goda Donny, Seraya pamit
Taklama Merekapun berlalu.
"Ayo Al.." Ajak Gio
"Iya A..Kapan pulang ?" Tanya Kaysha.
"Tadi malem.!" Ujarnya..
"Darimana tahu Aku disini?"Tanya Kaysha.
"Hendra..!"Jawabnya singkat.
"Dasar cowok jadi - jadian, Bibir elo
lemes tuh !" Teriak Kaysha ketika dilihatnya
Hendra tengah tersenyum dibelakang
Kemudi.
"Maafin gue Al...Semalem sambil nungguin
Ibu Gue dioprasi si Aa nelfonin elo, Secara
Tas yeey ada diGue, Ya udah Gue angkat tuh
telfon dan Eykeh cerita sama misoa Eloh,
Eh ..Salah sama Aa Elo lah, ...
Eh nggak nyangka bedug Shubuh Dia udah
Nongol di Rumah Sakit tempat Ibu Eyke
Dirawat .,Sekalian aja Eyke Anter, Yeey
Jangan marah ya MIskah...!"Terangnya.
"Lain kali elo konfir dulu ke Gue, Ferguso !".
Ucap Kaysha tajam.
"Udah jangan ribut ...Ayo masuk!" Ucapnya
Seraya menggiring Kaysha kedalam mobil.
Terpaksa Kaysha duduk di jok belakang,
Tanpa kata mobil melaju dengan kecepatan
Sedang, Dan mengantar Mereka ke Apartemen
Kaysha, Sesekali Hendra melirik kebelakang,
Hening....Tak ada suara, Kaysha dan Gio
Tidak ada yang membuka suara, Masing
- masing hanya melempar pandangan
ke luar,
"Ini mobil Gue pinjem dulu, Lagian Si Aa
kayaknya belom istirahat, Ntar sore Gue
balikin !" Ucap Hendra,
"Serah Lo ...Bukan mobil Gue ini!" Ujar
Kaysha, Seraya membuka pintu mobil.
Apartemen Al, ...Ntar Aku balikin sore
ya..!" Ucap Hendra
Tak ada kata terucap hanya acungan jempol
Saja dari Seorang Gio, Ia berjalan mengikuti
Sang Aunty yang berbeda umur 2 tahun lebih
muda darinya.
Gio masuk mengkuti Kaysha lagi - lagi tidak
Ada kata yang terucap dari bibir Mereka,
Kaysha membuat kopi namun Gio mere
bahkan diri di sofa, Rasa kantuk menyerang
nya, Dari kemarin Ia belum tidur, Baru Sam
pai Ia menelfon Al supaya di jemput,
Namun yang jawab Hendra, Ia sangat khawatir,
Apalagi Al kini tinggal di Bandung sendirian,
Ia naik taksi menuju apartemen, Tidak
pulang ke mansion takut kejadian Al sampai
ke telinga keluarganya dan dipastikan heboh,
Al pasti akan mendapat hukuman lagi.
Dari sang Bunda.
Kini hatinya lega tidak terjadi apapun pada
Kaysha, Kini Ia sangat mengantuk, Dan
Dengan perlahan Ia terlelap.
Kaysha menaruh secangkir kopi di meja,
Terlihat wajah tampan Gio yang sedang
Terlelap buru - buru Ia memalingkan muka,
Tak ingin terhipnotis, Ia berlalu ke kamarnya,
Ia membersihkan diri, Ia sadar akan tugasnya,
Ia memakai seragam kafe nya, Karena sesuai
Aturan yang dibuat neneknya dulu, Tak ada
Perbedaan antara karyawan dan atasan
Jadi memakai seragam yang sama,
Ia mengambil selimut, Untuk Gio sebelum
Pergi, Ia tidak ingin jatuh lagi terlalu dalam,
Mengusap wajah tampan itu sesaat,
Kemudian Ia meraih high heelsnya,
Dan memakainya, Kemudian Ia keluar
Membiarkan Gio tidur sendiri di apar
temennya,
Waktu makan siang telah tiba sesaat Ia
Melirik jam dipergelangan tangannya,
Ia bergegas, Menuju apartemennya kembali
__ADS_1
membawa makan siang untuk mereka,
Begitu membuka pintu, Tak didapati Gio
Di sofa, Ia celingak - Celinguk namun Ia
lega karena Gio baru keluar kamarnya,
Sehabis mandi,
"Apa tuh Al ...Makan siang ?" Tanyanya
Kini Ia terlihat lebih segar.
Kaysha hanya mengangguk, Ia menuju
Dapur, Diikuti Gio dibelakang.
Taklama Ia duduk dikursi makan, Bersiap
Hendak makan siang, Karena Ia tadi me
ngantuk dan melewatkan sarapan.
Kembali hening yang dirasa, Hanya terde
ngar bunyi sendok yang beradu dipiring,
Taklama makan siang Merekapun selesai.
Kaysha membereskan piring dan menaruh
Diwastafel hendak mencucinya namun
Ditahan Gio.
"Biar Aa saja Al...Aa tahu Kamu lelah "
Ucap Gio menahan tangan Kaysha.
Kaysha mengalah, Ia kembali duduk.
"Al ...Ada yang mau Aa omongin ke Kamu!"
Ucapnya seraya memandang lekat wajah
Cantik Kaysha didepannya.
Kaysha hanya mengangguk.
"Aa pulang ... Karena Pertunangan Aa mau
Dilaksanakan Minggu depan !"Ujar Gio
Perlahan,
Kaysha hanya tersenyum,
"Selamat ya A,...Semoga Aa bahagia!".
Ucap Kaysha.
Gio hanya terdiam, Kembali ditatapnya
lekat wajah cantik itu.
"Udah Ah..Al mau masuk lagi, Nggak enak
Ninggalin lama kafe" Ujar Kaysha.
Ia berdiri, Hendak beranjak meninggalkan
Dapur.
Namun ...Tubuhnya ditahan Gio,
"Al...Kamu berhak marah pada Aa, Kamu
berhak menampar Aa, Namun jangan
Begini Al!" Lirihnya, Ia memeluk tubuh
Kaysha, Kaysha berusaha meronta namun
Tenaga Gio lebih besar.
"Jangan begini A,...Kita sama saja melukai
perasaan Teteh, ..Jangan lebai kayak
Hendra, Al nggak pa - pa, Al Sudah dewasa
Jangan lagi perduli, Kita mikirin kehidupan
Kita masing - masing" Ucap Kaysha.
Perlahan Ia melepaskannya,
"Dari awal hubungan Kita udah salah,
Dan selamanya tetap salah"
Ucap Kaysha.
"Aa dilema, Aa begitu egois,...Ingin semua
nya impian AA tercapai namun nyatanya
Aa hanya bisa melukai hati Orang - orang
Yang Aa cintai" Lirihnya.
Kaysha terdiam Gio memang tidak pernah.
Bisa bercerita dengan Orang lain,
Ia hanya bisa terbuka pada Kaysha seorang,
Kini Ia hanya bisa diam kembali menjadi
pendengar yang baik.
"Aa telah meraih impian Aa dengan mengor
bankan perasaan dan Impian Bunda,
Hanya saja Aa keliru, Kini Aa nggak bisa
meraihmu dengan mengorbankan Kem
Bali perasaan Bunda"Ucapnya
Serasa palu beribu menghujam jantung,
Kaysha hanya bisa terdiam.
"Maaf Al...Aa memang pengecut"
Ucapnya.
Kaysha menghela nafas dalam,
"Seperti Ucapan Aa dahulu sebelum pergi,
Lupakanlah Semua yang ada diantara
Kita!" Ucap Kaysha kini memutar kata
Yang diucapkan Gio dahulu.
"Al...!"Panggilnya,
Ketika Kaysha dengan perlahan melepas
pelukan Gio,
"Jangan perduli lagi,...Atau Aku takkan
pernah memaafkan Dirimu !" Ucap
Kaysha seraya berlalu.
*************************************************
**Bersambung
**Please like or comment 🙏😘
__ADS_1