Hujan September

Hujan September
*Episode 04


__ADS_3

"Dimana Orang tuamu, Atau Keluargamu


Bekerja samalah dengan Kami, Kami


Butuh penanggung jawabmu!" Tanya


Petugas Karena tidak adanya identitas


Apapun yang dibawa Kaysha,


"Pak... Orang tuaku sudah tenang disana,


Kumohon Jangan ganggu Mereka,


Aku disini bertanggung jawab atas diri


Sendiri, Aku tidak punya Kerabat disini "


Jawab Kaysha.


"Nona...Dimohon kerjasamanya"!" Pinta


Petugas.


Donny yang memperhatikan tingkah laku


Kaysha hanya tersenyum simpul,


Ia kagum pada Seorang Kaysha, Ia tidak


Gentar berhadapan dengan seorang Petu


gas, Ia menaruh tangannya bertumpu


Didada, Ia baru menemukan seorang


Perempuan yang tidak menye - menye


Dan memohon bantuan jika Dia menga


lami kesulitan, Dia setia kawan,


Dan Dia tetap bungkam tidak membawa


Hendra kesini,


"Kalian ini sekongkol ya...Membuat Kami


pusing dengan ulah Kalian !"


Ujar Petugas.


Kini Kaysha hanya bisa diam saja,


Terpaksa Mereka menginap di Kantor


Polisi karena tidak ada yang menjamin


Mereka.


"Don...Mana Keluargamu ?" Tanya Kaysha.


"Sama sepertimu Al" Jawab Doni singkat.


"Kok Samaan...?"


"Nggak percaya Gue ...!" Sambung Kaysha.


"Serah Elo dah ..." Ucap Dony.


"Nih Dingin kan ? Cewek nggak boleh kedi


nginan, Kenapa sih Elo nggak mau jujur ?'


Ujar Doni membuka jaketnya namun


Ditolak Kaysha Karena mungkin Donny


membutuhkannya juga,


Waktu terus berjalan hingga menjelang


Dini hari, Kaysha memegang tangannya


Dan menumpu didada, Walaupun akhir


nya Dirinya terlelap, Sedangkan Dony .


Terlelap sedari tadi, Ah menyesal Dirinya


Menolak jaket Dony tadi namun kalau


Ia ambil tentunya Dony kedinginan sekarang,


Tak terasa sebuah jaket menyelimuti


Tubuhnya yang dingin, Namun matanya


Enggan untuk terbuka, Ah palingan juga


Donny pikir Kaysha.


Sinar matahari pagi terasa hangat, Mulai


Terdengar hiruk pikuk suara Orang ber


lalu lalang...


"Anda sudah bangun Tuan muda ?" Tanya


Seseorang berbadan gempal dan Kepalanya


Agak botak,


"Ah ...Darimana Kamu tahu, Aku ada disini"


Tanya Donny.


"Pengawal Anda Tuan...!" Jawab Pria itu.


"Baiklah...Tadinya Aku masih ingin bersenang


- senang, Tapi Ya.. Sudahlah " Ujar Donny.


"Tapi bebaskan juga Dia,.. Keluarganya tidak


ada disini" Ucap Donny.


Kaysha hanya mengerjap ..Ia silau oleh


Sinar matahari pagi.


"Nggak perlu Don..Gue nggak pa - pa!"


Tolak Kaysha.


"Tapi Al..Nggak bisa begitu!" Tukas Donny.


"Saya Keluarga Kaysha Almira " Ucap .


Seseorang, Kontan Semuanya menoleh.


Seorang Pria jangkung, berambut cepak


menghampiri petugas jaga.


"Aa...!" Lirih Kaysha.


Donny memperhatikan Pria didepannya,


Taklama Merekapun dibebaskan dengan


jaminan.


"Don...Nih Gue kembaliin jaketnya,


Thanks ya !" Ucap Kaysha,


"No Al..Bukan punya Gue," Ujar Donny


Seraya menunjukkan jaket kepunyaannya.


"Lho ..Emang punya Siapa?" Selidik Kaysha.


"Itu punya Pak Polisi, Al masa nggak liat


logonya" Ucap Gio.

__ADS_1


"Tapi..Bentar Aku pulangin dulu !"Ujar Kaysha.


"Nggak sopan, Cuci dulu Napa, Itu bekas iler


Elo juga !" Tukas Donny.


"Kata Siapa Gue ngiler,?" Rungut Kaysha.


"Gue saksi hidupnya Al, Udah Ah Gue cabut,


Terima kasih ya ...Elo mau nemenin Gue


Nginep di hotel " Goda Donny, Seraya pamit


Taklama Merekapun berlalu.


"Ayo Al.." Ajak Gio


"Iya A..Kapan pulang ?" Tanya Kaysha.


"Tadi malem.!" Ujarnya..


"Darimana tahu Aku disini?"Tanya Kaysha.


"Hendra..!"Jawabnya singkat.


"Dasar cowok jadi - jadian, Bibir elo


lemes tuh !" Teriak Kaysha ketika dilihatnya


Hendra tengah tersenyum dibelakang


Kemudi.


"Maafin gue Al...Semalem sambil nungguin


Ibu Gue dioprasi si Aa nelfonin elo, Secara


Tas yeey ada diGue, Ya udah Gue angkat tuh


telfon dan Eykeh cerita sama misoa Eloh,


Eh ..Salah sama Aa Elo lah, ...


Eh nggak nyangka bedug Shubuh Dia udah


Nongol di Rumah Sakit tempat Ibu Eyke


Dirawat .,Sekalian aja Eyke Anter, Yeey


Jangan marah ya MIskah...!"Terangnya.


"Lain kali elo konfir dulu ke Gue, Ferguso !".


Ucap Kaysha tajam.


"Udah jangan ribut ...Ayo masuk!" Ucapnya


Seraya menggiring Kaysha kedalam mobil.


Terpaksa Kaysha duduk di jok belakang,


Tanpa kata mobil melaju dengan kecepatan


Sedang, Dan mengantar Mereka ke Apartemen


Kaysha, Sesekali Hendra melirik kebelakang,


Hening....Tak ada suara, Kaysha dan Gio


Tidak ada yang membuka suara, Masing


- masing hanya melempar pandangan


ke luar,


"Ini mobil Gue pinjem dulu, Lagian Si Aa


kayaknya belom istirahat, Ntar sore Gue


balikin !" Ucap Hendra,


"Serah Lo ...Bukan mobil Gue ini!" Ujar


Kaysha, Seraya membuka pintu mobil.


Apartemen Al, ...Ntar Aku balikin sore


ya..!" Ucap Hendra


Tak ada kata terucap hanya acungan jempol


Saja dari Seorang Gio, Ia berjalan mengikuti


Sang Aunty yang berbeda umur 2 tahun lebih


muda darinya.


Gio masuk mengkuti Kaysha lagi - lagi tidak


Ada kata yang terucap dari bibir Mereka,


Kaysha membuat kopi namun Gio mere


bahkan diri di sofa, Rasa kantuk menyerang


nya, Dari kemarin Ia belum tidur, Baru Sam


pai Ia menelfon Al supaya di jemput,


Namun yang jawab Hendra, Ia sangat khawatir,


Apalagi Al kini tinggal di Bandung sendirian,


Ia naik taksi menuju apartemen, Tidak


pulang ke mansion takut kejadian Al sampai


ke telinga keluarganya dan dipastikan heboh,


Al pasti akan mendapat hukuman lagi.


Dari sang Bunda.


Kini hatinya lega tidak terjadi apapun pada


Kaysha, Kini Ia sangat mengantuk, Dan


Dengan perlahan Ia terlelap.


Kaysha menaruh secangkir kopi di meja,


Terlihat wajah tampan Gio yang sedang


Terlelap buru - buru Ia memalingkan muka,


Tak ingin terhipnotis, Ia berlalu ke kamarnya,


Ia membersihkan diri, Ia sadar akan tugasnya,


Ia memakai seragam kafe nya, Karena sesuai


Aturan yang dibuat neneknya dulu, Tak ada


Perbedaan antara karyawan dan atasan


Jadi memakai seragam yang sama,


Ia mengambil selimut, Untuk Gio sebelum


Pergi, Ia tidak ingin jatuh lagi terlalu dalam,


Mengusap wajah tampan itu sesaat,


Kemudian Ia meraih high heelsnya,


Dan memakainya, Kemudian Ia keluar


Membiarkan Gio tidur sendiri di apar


temennya,


Waktu makan siang telah tiba sesaat Ia


Melirik jam dipergelangan tangannya,


Ia bergegas, Menuju apartemennya kembali

__ADS_1


membawa makan siang untuk mereka,


Begitu membuka pintu, Tak didapati Gio


Di sofa, Ia celingak - Celinguk namun Ia


lega karena Gio baru keluar kamarnya,


Sehabis mandi,


"Apa tuh Al ...Makan siang ?" Tanyanya


Kini Ia terlihat lebih segar.


Kaysha hanya mengangguk, Ia menuju


Dapur, Diikuti Gio dibelakang.


Taklama Ia duduk dikursi makan, Bersiap


Hendak makan siang, Karena Ia tadi me


ngantuk dan melewatkan sarapan.


Kembali hening yang dirasa, Hanya terde


ngar bunyi sendok yang beradu dipiring,


Taklama makan siang Merekapun selesai.


Kaysha membereskan piring dan menaruh


Diwastafel hendak mencucinya namun


Ditahan Gio.


"Biar Aa saja Al...Aa tahu Kamu lelah "


Ucap Gio menahan tangan Kaysha.


Kaysha mengalah, Ia kembali duduk.


"Al ...Ada yang mau Aa omongin ke Kamu!"


Ucapnya seraya memandang lekat wajah


Cantik Kaysha didepannya.


Kaysha hanya mengangguk.


"Aa pulang ... Karena Pertunangan Aa mau


Dilaksanakan Minggu depan !"Ujar Gio


Perlahan,


Kaysha hanya tersenyum,


"Selamat ya A,...Semoga Aa bahagia!".


Ucap Kaysha.


Gio hanya terdiam, Kembali ditatapnya


lekat wajah cantik itu.


"Udah Ah..Al mau masuk lagi, Nggak enak


Ninggalin lama kafe" Ujar Kaysha.


Ia berdiri, Hendak beranjak meninggalkan


Dapur.


Namun ...Tubuhnya ditahan Gio,


"Al...Kamu berhak marah pada Aa, Kamu


berhak menampar Aa, Namun jangan


Begini Al!" Lirihnya, Ia memeluk tubuh


Kaysha, Kaysha berusaha meronta namun


Tenaga Gio lebih besar.


"Jangan begini A,...Kita sama saja melukai


perasaan Teteh, ..Jangan lebai kayak


Hendra, Al nggak pa - pa, Al Sudah dewasa


Jangan lagi perduli, Kita mikirin kehidupan


Kita masing - masing" Ucap Kaysha.


Perlahan Ia melepaskannya,


"Dari awal hubungan Kita udah salah,


Dan selamanya tetap salah"


Ucap Kaysha.


"Aa dilema, Aa begitu egois,...Ingin semua


nya impian AA tercapai namun nyatanya


Aa hanya bisa melukai hati Orang - orang


Yang Aa cintai" Lirihnya.


Kaysha terdiam Gio memang tidak pernah.


Bisa bercerita dengan Orang lain,


Ia hanya bisa terbuka pada Kaysha seorang,


Kini Ia hanya bisa diam kembali menjadi


pendengar yang baik.


"Aa telah meraih impian Aa dengan mengor


bankan perasaan dan Impian Bunda,


Hanya saja Aa keliru, Kini Aa nggak bisa


meraihmu dengan mengorbankan Kem


Bali perasaan Bunda"Ucapnya


Serasa palu beribu menghujam jantung,


Kaysha hanya bisa terdiam.


"Maaf Al...Aa memang pengecut"


Ucapnya.


Kaysha menghela nafas dalam,


"Seperti Ucapan Aa dahulu sebelum pergi,


Lupakanlah Semua yang ada diantara


Kita!" Ucap Kaysha kini memutar kata


Yang diucapkan Gio dahulu.


"Al...!"Panggilnya,


Ketika Kaysha dengan perlahan melepas


pelukan Gio,


"Jangan perduli lagi,...Atau Aku takkan


pernah memaafkan Dirimu !" Ucap


Kaysha seraya berlalu.


*************************************************


**Bersambung


**Please like or comment 🙏😘

__ADS_1


__ADS_2