
*Waktu lambat berdetak Tanpamu
Kata Indah penantian terus bersemayam
Mengikat Kalbu untuk terus mengingatmu
Walau hanya dalam sebuah kenangan.
Seiring waktu yang berlalu, Seiring masa
Yang terus berjalan, Cinta yang tersemat
Selalu dalam dada membuahkan selalu
Rindu yang teramat sangat Padamu.
Walaupun beberapa tahun berlalu kurasa
Berat tanpamu, Cinta yang indah masih
kurasa, .....
Lagu sendu berjudul " Penantian "
Milik Band Armada mengalun Lirih terdengar,
Serasa menusuk jantung Kaysha.
**
Temukan Dia untukku......
Pulangkan Dia Padaku....
Tunjukkan Jalan Padanya...
Bahwa ku tetap Disini....Untuknya....
Berharap Dia ...kembali Pulang Untukku...
Penantian ..Ini teramatlah panjang
Coba Kau rasakan Sayang....
Letihku diujung jalan...
Dia menghilang ...Membawa semua kenangan
Terindah yang kurasakan .....
Saat bersamanya Sayaang ,..
Hatiku pilu ....Sepilu - pilunya....
( Bagi yang tahu lagunya....Pasti makin
nyesek ...Seiring rindu yang sama dari
Othor untuk babang Ray, ...Walaaah...)
Perlahan air mata itu kembali mengalir.
Saat Remaja cantik berbalut seragam
Putih Abu itu muncul di depan ruangan
Sang Ibu...
Hatinya pilu saat melihat kesedihan sang
Ibu yang kini tak henti berharap akan
Kepulangan sang Ayah..
Ia tahu Ibunya akan menyembunyikan ke
sedihan Dirinya pada anak - anaknya.
Dirinya terlihat seolah tegar seperti keras
nya batu karang dilautan, Namun sebagai
Seorang wanita yang kini mulai mengerti
arti sebuah kata jatuh cinta, Ia sangat tahu
Perasaan Ibunya yang tidak lelah berhenti
Berharap kepulangan Ayahnya.
"Assalamualaikum Bu....?" Ucapnya
Sesaat wajah itu tersentak, Buru - buru
Ia menghapus air matanya,
"Waalaikum sallam ...Sayang "Jawab
Kaysha.
"Tumben jam segini udah pulang Ka ?"
Tanya Kaysha.
"Ih ..Ibu ya kalau sudah ujian ya...Bebas
Cuma absen doang Bu...." Jawab Putrinya
Setelah Salim.
"Oh ....Iya ya...!" Ujar Kaysha mengangguk.
"Nggak pulang ke rumah?" Tanya Sang Ibu.
"Nggak Bu, ...Dirumah sepi sendiri bareng
Bik Siti, Gio belum pulang sekolah, Mas
Azzam belum balik kuliah, Apalagi Dia
Baru berangkat, Dia hanji dengan dosennya
Siang Katanya...Papa juga belum pulang
Dinas jam segini "Bibirnya mengabsen setiap
Orang anggota keluarganya.
"Lho nggak jalan bareng Shila dan
Rima ?" potong Kaysha.
"Nggak Bu...Nggak mau jalan sama
kutu buku nemenin Mereka sama aja
Dengan jalan sendirian, Paling Diajak
Ke Perpus ...Atau nggak ke toko buku
Nyari buku baru, ......Ahh nggak
Asiik Bu. ..." Cicit Lisa.
Pada Dua keponakannya anak dokter
Raffa.
Kaysha mengusap kepala Putrinya
lembut.
"Terus temenmu pada kemana....?"
Tanya Kaysha lagi.
"Ih ....Ibu...Kan Mereka kalo abis Ujian
Ya punya acara masing - masing lah ...
__ADS_1
Bu...." Jawab Lisa.
"Ka...Gimana kalau nanti waktu liburan
Kita adventure lagi ke pelosok mau
nggak ...?" Tawar Kaysha.
"Emangnya semua ada waktunya yang
Sama gitu ?" Tanya Lisa.
"Apalagi Papa lagi sibuk, Mas Azzam
Lagi skripsi ... Emangnya Mereka punya
Waktu ...? " Sambung Lisa.
"Kan ada Aa ...Ka " Ucap Kaysha.
"Ah ...Gio masih kecil Bu...Ia masih
SMP" Potong Lisa.
Yang kadang tersenyum mendengar nama
Gio yang ingin dipanggil Aa, Karena dirumah
Besar semua memanggilnya demikian,
Jadi dirimahpun Ia ingin dipanggil dengan
nama yang sama.
"Huss....Cari perkara Kamu sama Adik
Sendiri, Ia akan marah jika disebut anak
Kecil ingat nggak saat Ia marah sama
Azzam" Ujar Kaysha.
Lisa terkekeh.
"Aa udah besar, Aa yang akan lindungin
Ibu ...Bukan Mas Azzam karena Aa
anak Ayah ...." Ucapnya seraya menatap
Nyalang pada Azzam padahal saat itu
Azzam hanya menggoda Gio, ..
"Iya Bu...Lisa ngerti kok Bu.."
Jawab Lisa.
"Terus gimana hubungan Kamu sama
Arga ?" Tanya Kaysha menyelidik.
"Aku galau Bu...." Lirihnya.
Dahi Kaysha bertaut,..
"Kamu telah suka padanya sejak Kalian
Masih SMP, Malah Ia berani menantang
Papa dan Azzam, Kenapa ? Apa Ia pindah
Kelain hati?" Tanya Kaysha.
Lisa menggeleng...
"And than...?" Sambung Kaysha.
Lisa menatap air hujan yang mulai turun
dari jendela.
Bu ..." Lirihnya pelan.
"Lantas...." Ucap Kaysha.
Wajah cantik Putrinya menunduk,
"Aku tidak ingin Arga seperti Ayah,
Pergi dan belum kembali sampai kini "
Ucapan Lisa menohok Perasaannya.
Ia memeluk Putrinya erat.
"Aku merasakan rindu Ibu setiap waktu,
Mengharapkan Ayah kembali Pulang,
Aku tahu Bu...Rasa sesak itu, Namun
Aku tidak bisa menghalangi mimpi...
Arga, ...Mungkin cara terbaik Kami
berpisah dan hidup dengan cara masing
- masing " Lirih Lisa.
Kaysha meraih tangan Putrinya lembut,
"Sayang....!Seseorang hidup dengan beda
Nasib dan Kehidupan, Nggak semuanya
Sama, Apa Kamu masih mencintainya?"
Tanya Kaysha.
"Justru karena Aku mencintai Dirinya. ..
Aku melepaskannya untuk meraih Mimpi
nya Bu" Lirih Lisa.
"Papa telah bilang mencintai tidak menun
tut untuk Kita selalu bersamanya, Kadang
Kita membiarkan Dirinya tersenyum
Bahagia dengan meraih Impiannya itu
bentuk ungkapan cinta Kita Bu..."
Lirih Lisa.
Kaysha mengangguk Ia mengerti arti
Ucapan itu.
"Mending Kamu terbuka dengan alasan
yang jelas, Coba Kamu pikirkan bagaimana
Perasaannya, Tanya dari sudut pandang
Dirinya, ...Walau pada akhirnya Kalian
Berpisah kan nggak uneg - uneg dihati,
Apalagi Arga itu gigih Ia rela dihukum Papa
Demi Kamu lho,... Padahal Papa Orangnya
Keras bisa luluh juga oleh Arga, Mosoo
baru satu tahun enggak deketnya, udah
__ADS_1
mau putus, Kan sayang Kak, ...
Padahal Kalian udah jatuh cinta dari dulu,
Bahkan Arga mupus rasa sukamu pada
Rayhan " Ucap Kaysha.
Lisa tersenyum getir
"Itu beda cerita Bu...Mas Rayhan punya
Seseorang yang Ia cintai sejak dulu,
Aku nggak mungkin bisa ngalahin
Seseorang itu..." Ucap Lisa.
"Oh ya...? Beruntung dong gadisnya
Ka....Dia ganteng udah Dewasa dan
bertanggung jawab, Malah Ibu berharap
Dia jadi mantu Ibu Ka..." Ucap Kaysha.
Lisa tersenyum getir, Ibunya tidak menya
dari kalau Rayhan menyukai Dirinya.
Entah sejak kapan yang tentunya Ia
Tidak tahu perasaan yang sebenarnya
Pada Sang Ibu benar cinta atau hanya
Obsesi semata, Mengingat umur Rayhan
Yang pantas menjadi Putranya.
Lisa tahu saat Rayhan memeluk Ibunya
Saat Ayahnya Pergi, Bukan perasaan
Anak kepada Ibunya namun perasaan
Seorang Pria.
Dan Lisa mengingatkan bahwa perasaan
Ibunya hanya untuk sang Ayah.
Namun Rayhan tidak bergeming,
"Jangan berkata tentang Usia karena
Sejatinya cinta tidak mematok umur
Berapa untuk saling mencintai, Dan
Kuharap Kamu dan Gio beserta Azzam
Menerima Aku sebagai Ayah sambung
Kalian...." Ujarnya kala itu menatap
Lisa dalam.
"Izinkan Aku menjadi sandaran Bu Al,
Aku ingin menghapus dukanya barang
Setitik saja, Aku ingin merasakan bahagia
Dikaruniai nama yang sama dengan
Ayah Rayhan.." Ucapnya jujur.
"Tapi Mas ..." Potong Lisa.
"Cukup ...Hanya Kita yang tahu,...
Aku ingin memberi kesempatan pada
Bu Al untuk melihatku sebagai Pria ...."
Ucapnya ada kesungguhan dimatanya.
"Ada apa Ka,...Kok jadi ngelamun ?"
Tanya Kaysha lembut.
"Itu Bu...." Jawab Lisa terpotong oleh
Ketukan pintu.
"Ya Masuk..." Jawab Kaysha.
"Ada tamu nunggu Ibu didepan..." Ucap
Sari sang manager.
"Oh baik Aku kedepan, " Jawab Kaysha.
"Siapa ?" Kali ini Lisa yang bertanya.
"Pria berseragam Bu .." jawabnya.
Kening Kaysha bertaut.
"Bang Rangga ?" Tanya Kaysha.
"Bukan Pak Rangga ini masih muda
Ganteng lagi Bu...." Jawab Sari masam
mesem.
"Mas Rayhan .." Tebak Lisa dalam hatinya.
"Ka...Tamu untukmu kali .." Ujar Kaysha
melempar tanya pada Lisa.
"Untuk Ibu . ...Bu, Bukan Arga" Jawab Lisa
Karena Ia sudah tahu jawabannya.
Dengan perlahan Kaysha berjalan menuju
Depan.
Matanya terbelalak lebar, Saat melihat
Senyum Pria muda kearahnya, Ia dengan
Gagahnya memakai seragam seperti Rangga.
"Bu Al...Aku pulang ...." Ujarnya tersenyum
manis.
"Rayhan....!" Panggil Kaysha tidak percaya.
***Oho..ho Mas berondong lewat, ...Reader's
Masih ingat Siapa yang bernama sama dengan
Suami Kaysha...?
*************************************************
**Bersambung
**Jejaknya please...So nikmati ya Reader's
Nanti juga bikin senyum sendiri, .. Hiburan
Dulu ...Guys 🙏🤭
__ADS_1