
Perlahan keadaan Kaysha berangsur
Membaik, Ia bisa melalui masa kritisnya
Dan Kini Ia biisa membuka mata tanpa
Pusing menderanya, Bahkan Ia sudah bisa
Bernafas dengan normal, Walau masih
Terasa agak berat.
"Ayo bangun....Kita berjemur didepan"
Ajak Rayhan, Ia mengangkat tubuh ringkih
Kaysha dan membawanya kedepan
Dengan cara menggendongnya.
Didapur Rangga tengah memasak,
Allhamdulillah mungkin keadaan Mereka
Yang lagi Fit, Mereka baik - baik aja
Dibawah pengawasan Kenzo dan timnya.
Sinar hangat mentari pagi menyapa
Tubuh Kaysha, Tak henti wajah pucat itu
Tersenyum,
Taklama Rangga datang..
"Ray ini anak - anak nlp ..." Ujar Rangga
Seraya menyerahkan hp nya.
"Mereka ingin tahu keadaan Ibu Mereka"
Sambungnya.
Taklama Rayhan menerima hp dari
Tangan Rangga, Ia mengarahkan layarnya
Pada Kaysha, Senyum Mereka mengembang
Melihat keadaan Kaysha yang mulai mem
baik bersama sang Ayah disamping
Sang Ibu, Rasa kangen itu harus Mereka
Tahan sebelum Ibunya dinyatakan sembuh,
Dan menjalani Isolasi,
Sehari Mereka akan melihat Keadaan
Orang tua Mereka lebih dari satu kali
Senyum takluput dari wajah Mereka.
Sesaat Rayhan menutup perbincangan
Mereka, Dan melihat dilayar hp wallpaper
nya keluarga kecilnya namun tanpa Dirinya
Senyuman terukir di bibir Rangga,
Disampingngnya berdiri Kaysha dan Anak
- anak yang sedang duduk disofa,
Ada Rayhan, Azzam, Lisa dan Gio
Senyum bahagia tergambar disana,
Rayhan menilik perhatian sang Abang yang
Lebih untuk Istrinya, Bahkan dengan
Sukarela berada disisi dan Merawat
Istrinya padahal resikonya lebih besar.
Setelah mengurus sang Istri, Karena
Kini Rayhan sendiri yang mengurus
Kaysha tidak menyuruh perawat yang
Selalu mengurus Kaysha selama ini.
Dan Dirasa Kaysha telah tertidur, Rayhan
Berjalan keluar ruangan Kaysha.
Ia melihat Rangga sedang duduk didepan
Televisi, Ia sedang menonton siaran TV
Luar negri.
"Bang Kita harus bicara !" Pinta Rayhan.
Sesaat Rangga menoleh,
"Ada apa ? Apa Istrimu baik - baik saja?"
Tanya Rangga.
Rayhan mengangguk.
"Al sedang tertidur, Ada yang ingin Aku
tanyakan sama Abang " Ucap Rayhan
Ia duduk disofa dekat dengan Rangga.
"Ada apa ?" Ucap Rangga meraih Kacang
Atom bermerk terkenal diatas meja.
Cheese cake dari Rayhan masih berada
Diatas meja, Itupun baru Kaysha yang
Memakannya, Saat melihat wajah Rayhan,
Rayhan kecil memandang bahagia seka
ligus Nanar, Kebahagiaan Ibu Angkatnya
Telah kembali, Namun Dirinya rela
Karena kebahagiaannya adalah melihat
Ibu angkatnya sembuh dan bahagia.
__ADS_1
Bahkan Ia rela dititipi Buyung karena
Buyung belum hafal dengan keadaan
Kota ini, Mereka mengisi rumah Rangga,
"Apa ada yang saya lewatkan ketika
Saya tidak ada Bang ?" Tanya Rayhan.
"Maksudmu ?" Balik tanya Rangga.
"Maaf tapi ini mengganjal dihati saya
Bang, Apakah ada hubungan khusus
Antara Abang dan.....Al ?" Tanya Rayhan.
Rangga tersenyum kecut, Ia sudah
Menduga, Rayhan akan berprasangka
Demikian, Padahal pertanyaan Rayhan
Salah sasaran, Yang harusnya Rayhan
Khawatirkan adalah Rayhan muda yang
Selalu datang walaupun hanya berujung
Didepan pintu pagar, Hanya sekedar ber
tanya dan memastikan Kaysha baik -
baik saja, Namun biarlah rahasia itu
Rangga simpan rapat - rapat.
"Ray dengar...Tak ada hubungan apapun,
Antara Aku dan Al, Walau sejujurnya Aku
Tak menampik Aku suka dengan sifatnya,
Dan yang ada pada Dirinya, Aku juga
Lelaki normal Ray..." Ujar Rangga
Ia menjeda ucapannya, Ia ingin melihat
Reaksi Rayhan didepannya.
Sesaat wajah yang telah tampan dan
bersih kembali itu menunduk, Perlahan
Ia menghela nafas.
"Jika Kalian telah mempunyai hubungan,
Aku ikhlas, Mungkin Aku akan kembali
Ke kampung bersama Buyung, Aku
Hanya ingin memastikan bahwa keluarga
Ku baik - baik saja " Ucap Rayhan.
Kembali Rangga tersenyum.
"Benarkah, Kamu tidak ingin merebutnya
Kembali dariku ?" Tanya Rangga menggoda
Sesaat Rayhan menghela nafas, Rasa
Sedih bergelayut diwajahnya.
"Aku meninggalkan Istri dan Anakku
Terlalu lama, Aku berterima kasih
Abang telah menjaga keluargaku,
waktu yang lama bisa saja memberi
Ruang pada Kalian dengan sebuah rasa
Yang berbeda" Ujarnya parau.
"Ray...Apa Aku Setega itu Padamu "
Ucap Rangga.
"Dengar Aku Abangmu,..Apa seburuk itu
Dimatamu, Andai jika Al menikah lagi
Aku akan biarkan Dirinya mencari Orang
Yang tepat Dan itu juga bukan Aku,..
Walaupun Aku jatuh cinta Padanya,
Aku masih punya hati, Toh Akupun
Sudah dekat dengan Istrimu dan anak
- anakmu selama ini tanpamu,
Al menjadikan Aku tempat bersandarnya
Tanpa memberikan hatinya, Anak - anak
mu menganggap Aku Papanya tanpa
Merebut posisimu dihati Mereka.
Lagipula Aku sudah merasakan luka
Dua kali dalam rumah tanggaku' Papar
Rangga.
Kini wajah Rayhan berbinar bahagia.
"Aku tidak Setega itu, Meminta Al untuk
Menikah denganku, Tanpa Aku memberi
Status Al sudah menjadi Ibunya Azzam,
Aku bukanlah Orang yang serakah,
Karena tanpa melukai Siapapun Aku
Telah mempunyai keluarga utuh dan
Sosok Ibu bagi Azzam, Azzam telah
Menemukan figur Ibu dalam diri Al,
Dan putraku sudah mendapat kebahagiaan
__ADS_1
nya, lantas Aku mau apalagi " Ucap.
Rangga.
"Benarkah ? Sampai begitu rela Abang
Merawat Al, Walaupun tahu resikonya
Sangat besar?" Tanya Rayhan lagi.
"Ray...Al adalah Ibu dari Putraku,
Dan Al adalah kebahagiaannya Aku tidak
Ingin sesuatu terjadi padanya dan itu
Membuat Mereka sedih jika sesuatu
Yang buruk terjadi pada Ibu Mereka, Ray....
Aku tidak tega ...Lagipula Aku telah
Merebut Mita dari hidupmu dulu,
Masa sekarang Aku merebut Al,...
Dimana perasaanku Ray, Walaupun Al
Mempunyai pengganti Aku jamin itu
Bukan Diriku,Aku ingin menjaga tugas
ku sampai akhir, Menjaga Amanahmu "
Terang Rangga.
Kembali Rayhan bernafas lega,
Ternyata Ia berburuk sangka selama ini.
"Ray yang harus Kamu tahu selama ini,
Al menanggung rindu Padamu,
Ia tersiksa seumur hidupnya adalah
Setia padamu, Ia bilang Padaku
Walaupun hidupnya hancur sekalipun
Hanya ada dua pria dalam hidupnya,
Almarhum Gio dan Kamu, Setelah itu
Dia tidak yakin dengan perasaan Siapa
pun, ....Dari ucapannya Aku tahu takkan
ada celah bagi Pria manapun untuk
menggantikan Posisimu " Ucapnya
terdengar lirih.
Wajah Rayhan menunduk, Ia merasa
bersalah selama ini.
"Ray sekarang ada yang ingin Abang
tanyakan Padamu?" Tanya Rangga kini.
Mata Rayhan memandang balik wajah
Abangnya Rangga.
"Tentang Apa ?" Tanyanya.
"Tentang Anak yang memanggilmu Ayah,
Dan bersamamu kembali kemari "
Ucap Rangga.
"Siapa ..Buyung ?" Tanya Rayhan
"Ya..ya..Buyung namanya "
Jawab Rangga.
"Kamu tidak selingkuh ataupun menikah
lagi kan dibelakang Al ?" Tanya Rangga
Menusuk,
Sesaat Rayhan tertegun.
"Benarkan..... Kalau benar akan kupas
tikan hidupmu menderita walaupun
Kamu Adikku " Ancam Rangga.
Terlihat wajah itu tertunduk, Ada yang
berbeda dari raut wajahnya, .
"Mengenai Buyung.." Ucap Rayhan
Sesaat membuang nafas yang terasa berat.
"Bang Ray....." Panggil Kaysha dari dalam
Kamar.
"Bang ..." Ulangnya.
Buru - buru Rayhan bangun,
"Maaf nanti kujawab, Kaysha manggil aku
Bang " Izin Rayhan.
Yang dijawab anggukan oleh Rangga.
Setelah itu Rayhan menemui Kaysha,
Dan Rangga meneruskan kegiatanya
Menonton televisi, Walaupun segudang
Tanya bergelayut dalam benaknya,
Namun Ia harus bersabar untuk itu.
*************************************************
**Seperti Reader's yang penasaran
Sama Kayak Rangga, ....Sabar dulu Ya..
**Jejakmu Sayang .... Please 🙏😘
__ADS_1