Hujan September

Hujan September
*Episode 67


__ADS_3

Perlahan keadaan Kaysha berangsur


Membaik, Ia bisa melalui masa kritisnya


Dan Kini Ia biisa membuka mata tanpa


Pusing menderanya, Bahkan Ia sudah bisa


Bernafas dengan normal, Walau masih


Terasa agak berat.


"Ayo bangun....Kita berjemur didepan"


Ajak Rayhan, Ia mengangkat tubuh ringkih


Kaysha dan membawanya kedepan


Dengan cara menggendongnya.


Didapur Rangga tengah memasak,


Allhamdulillah mungkin keadaan Mereka


Yang lagi Fit, Mereka baik - baik aja


Dibawah pengawasan Kenzo dan timnya.


Sinar hangat mentari pagi menyapa


Tubuh Kaysha, Tak henti wajah pucat itu


Tersenyum,


Taklama Rangga datang..


"Ray ini anak - anak nlp ..." Ujar Rangga


Seraya menyerahkan hp nya.


"Mereka ingin tahu keadaan Ibu Mereka"


Sambungnya.


Taklama Rayhan menerima hp dari


Tangan Rangga, Ia mengarahkan layarnya


Pada Kaysha, Senyum Mereka mengembang


Melihat keadaan Kaysha yang mulai mem


baik bersama sang Ayah disamping


Sang Ibu, Rasa kangen itu harus Mereka


Tahan sebelum Ibunya dinyatakan sembuh,


Dan menjalani Isolasi,


Sehari Mereka akan melihat Keadaan


Orang tua Mereka lebih dari satu kali


Senyum takluput dari wajah Mereka.


Sesaat Rayhan menutup perbincangan


Mereka, Dan melihat dilayar hp wallpaper


nya keluarga kecilnya namun tanpa Dirinya


Senyuman terukir di bibir Rangga,


Disampingngnya berdiri Kaysha dan Anak


- anak yang sedang duduk disofa,


Ada Rayhan, Azzam, Lisa dan Gio


Senyum bahagia tergambar disana,


Rayhan menilik perhatian sang Abang yang


Lebih untuk Istrinya, Bahkan dengan


Sukarela berada disisi dan Merawat


Istrinya padahal resikonya lebih besar.


Setelah mengurus sang Istri, Karena


Kini Rayhan sendiri yang mengurus


Kaysha tidak menyuruh perawat yang


Selalu mengurus Kaysha selama ini.


Dan Dirasa Kaysha telah tertidur, Rayhan


Berjalan keluar ruangan Kaysha.


Ia melihat Rangga sedang duduk didepan


Televisi, Ia sedang menonton siaran TV


Luar negri.


"Bang Kita harus bicara !" Pinta Rayhan.


Sesaat Rangga menoleh,


"Ada apa ? Apa Istrimu baik - baik saja?"


Tanya Rangga.


Rayhan mengangguk.


"Al sedang tertidur, Ada yang ingin Aku


tanyakan sama Abang " Ucap Rayhan


Ia duduk disofa dekat dengan Rangga.


"Ada apa ?" Ucap Rangga meraih Kacang


Atom bermerk terkenal diatas meja.


Cheese cake dari Rayhan masih berada


Diatas meja, Itupun baru Kaysha yang


Memakannya, Saat melihat wajah Rayhan,


Rayhan kecil memandang bahagia seka


ligus Nanar, Kebahagiaan Ibu Angkatnya


Telah kembali, Namun Dirinya rela


Karena kebahagiaannya adalah melihat


Ibu angkatnya sembuh dan bahagia.

__ADS_1


Bahkan Ia rela dititipi Buyung karena


Buyung belum hafal dengan keadaan


Kota ini, Mereka mengisi rumah Rangga,


"Apa ada yang saya lewatkan ketika


Saya tidak ada Bang ?" Tanya Rayhan.


"Maksudmu ?" Balik tanya Rangga.


"Maaf tapi ini mengganjal dihati saya


Bang, Apakah ada hubungan khusus


Antara Abang dan.....Al ?" Tanya Rayhan.


Rangga tersenyum kecut, Ia sudah


Menduga, Rayhan akan berprasangka


Demikian, Padahal pertanyaan Rayhan


Salah sasaran, Yang harusnya Rayhan


Khawatirkan adalah Rayhan muda yang


Selalu datang walaupun hanya berujung


Didepan pintu pagar, Hanya sekedar ber


tanya dan memastikan Kaysha baik -


baik saja, Namun biarlah rahasia itu


Rangga simpan rapat - rapat.


"Ray dengar...Tak ada hubungan apapun,


Antara Aku dan Al, Walau sejujurnya Aku


Tak menampik Aku suka dengan sifatnya,


Dan yang ada pada Dirinya, Aku juga


Lelaki normal Ray..." Ujar Rangga


Ia menjeda ucapannya, Ia ingin melihat


Reaksi Rayhan didepannya.


Sesaat wajah yang telah tampan dan


bersih kembali itu menunduk, Perlahan


Ia menghela nafas.


"Jika Kalian telah mempunyai hubungan,


Aku ikhlas, Mungkin Aku akan kembali


Ke kampung bersama Buyung, Aku


Hanya ingin memastikan bahwa keluarga


Ku baik - baik saja " Ucap Rayhan.


Kembali Rangga tersenyum.


"Benarkah, Kamu tidak ingin merebutnya


Kembali dariku ?" Tanya Rangga menggoda


Sesaat Rayhan menghela nafas, Rasa


Sedih bergelayut diwajahnya.


"Aku meninggalkan Istri dan Anakku


Terlalu lama, Aku berterima kasih


Abang telah menjaga keluargaku,


waktu yang lama bisa saja memberi


Ruang pada Kalian dengan sebuah rasa


Yang berbeda" Ujarnya parau.


"Ray...Apa Aku Setega itu Padamu "


Ucap Rangga.


"Dengar Aku Abangmu,..Apa seburuk itu


Dimatamu, Andai jika Al menikah lagi


Aku akan biarkan Dirinya mencari Orang


Yang tepat Dan itu juga bukan Aku,..


Walaupun Aku jatuh cinta Padanya,


Aku masih punya hati, Toh Akupun


Sudah dekat dengan Istrimu dan anak


- anakmu selama ini tanpamu,


Al menjadikan Aku tempat bersandarnya


Tanpa memberikan hatinya, Anak - anak


mu menganggap Aku Papanya tanpa


Merebut posisimu dihati Mereka.


Lagipula Aku sudah merasakan luka


Dua kali dalam rumah tanggaku' Papar


Rangga.


Kini wajah Rayhan berbinar bahagia.


"Aku tidak Setega itu, Meminta Al untuk


Menikah denganku, Tanpa Aku memberi


Status Al sudah menjadi Ibunya Azzam,


Aku bukanlah Orang yang serakah,


Karena tanpa melukai Siapapun Aku


Telah mempunyai keluarga utuh dan


Sosok Ibu bagi Azzam, Azzam telah


Menemukan figur Ibu dalam diri Al,


Dan putraku sudah mendapat kebahagiaan

__ADS_1


nya, lantas Aku mau apalagi " Ucap.


Rangga.


"Benarkah ? Sampai begitu rela Abang


Merawat Al, Walaupun tahu resikonya


Sangat besar?" Tanya Rayhan lagi.


"Ray...Al adalah Ibu dari Putraku,


Dan Al adalah kebahagiaannya Aku tidak


Ingin sesuatu terjadi padanya dan itu


Membuat Mereka sedih jika sesuatu


Yang buruk terjadi pada Ibu Mereka, Ray....


Aku tidak tega ...Lagipula Aku telah


Merebut Mita dari hidupmu dulu,


Masa sekarang Aku merebut Al,...


Dimana perasaanku Ray, Walaupun Al


Mempunyai pengganti Aku jamin itu


Bukan Diriku,Aku ingin menjaga tugas


ku sampai akhir, Menjaga Amanahmu "


Terang Rangga.


Kembali Rayhan bernafas lega,


Ternyata Ia berburuk sangka selama ini.


"Ray yang harus Kamu tahu selama ini,


Al menanggung rindu Padamu,


Ia tersiksa seumur hidupnya adalah


Setia padamu, Ia bilang Padaku


Walaupun hidupnya hancur sekalipun


Hanya ada dua pria dalam hidupnya,


Almarhum Gio dan Kamu, Setelah itu


Dia tidak yakin dengan perasaan Siapa


pun, ....Dari ucapannya Aku tahu takkan


ada celah bagi Pria manapun untuk


menggantikan Posisimu " Ucapnya


terdengar lirih.


Wajah Rayhan menunduk, Ia merasa


bersalah selama ini.


"Ray sekarang ada yang ingin Abang


tanyakan Padamu?" Tanya Rangga kini.


Mata Rayhan memandang balik wajah


Abangnya Rangga.


"Tentang Apa ?" Tanyanya.


"Tentang Anak yang memanggilmu Ayah,


Dan bersamamu kembali kemari "


Ucap Rangga.


"Siapa ..Buyung ?" Tanya Rayhan


"Ya..ya..Buyung namanya "


Jawab Rangga.


"Kamu tidak selingkuh ataupun menikah


lagi kan dibelakang Al ?" Tanya Rangga


Menusuk,


Sesaat Rayhan tertegun.


"Benarkan..... Kalau benar akan kupas


tikan hidupmu menderita walaupun


Kamu Adikku " Ancam Rangga.


Terlihat wajah itu tertunduk, Ada yang


berbeda dari raut wajahnya, .


"Mengenai Buyung.." Ucap Rayhan


Sesaat membuang nafas yang terasa berat.


"Bang Ray....." Panggil Kaysha dari dalam


Kamar.


"Bang ..." Ulangnya.


Buru - buru Rayhan bangun,


"Maaf nanti kujawab, Kaysha manggil aku


Bang " Izin Rayhan.


Yang dijawab anggukan oleh Rangga.


Setelah itu Rayhan menemui Kaysha,


Dan Rangga meneruskan kegiatanya


Menonton televisi, Walaupun segudang


Tanya bergelayut dalam benaknya,


Namun Ia harus bersabar untuk itu.


*************************************************


**Seperti Reader's yang penasaran


Sama Kayak Rangga, ....Sabar dulu Ya..


**Jejakmu Sayang .... Please 🙏😘

__ADS_1


__ADS_2