
**Untuk Part ini siapkan tisu juga boleh,
Ada kejutan ya, Mana pendukung bang
Rayhan.....Siap - siapkan Rindumu ya...,
Buat melepas kangen 😘
"Bang ...Kita makan bareng nunggu Aa
Pulang, Baru Abang boleh bawa Azzam "
Ucap Kaysha.
Ia memasak semua makanan kesukaan
Seseorang, Ia mematung didepan meja
Makan.
"Ada apa Al ?" Tanya Bang Rangga,
Ia telah mengganti baju kokonya
Dikamar Azzam, Ia baru shalat berjamaah
Di Pondok bareng Azzam, Sedangkan Rayhan
Dijemput oleh paman dan bibinya pulang
Ke rumah mereka.
Ia memandang adik Iparnya dengan
Perlahan ia menghampiri Kaysha.
"Nggak kok Aku masak kesukaan bang Rayhan
Semuanya, Apa mungkin kemarin Lisa bilang
kangen Ayahnya" Ujar Kaysha.
"Ya Sudah...Kamu duduk dulu Al, Kamu
jangan memaksakan diri, Jika memang
Itu bukan dari hatimu yang terdalam"
Ujar Bang Rangga, Ia menarik kursi supaya
Adik Iparnya duduk, Terdapat lengkungan
Senyum disudut bibir Rangga.
Kaysha terus merenung...
Rangga mengambil segelas air putih dan
Memberikannya pada adik Iparnya.
"Jika ini jalanMu, Tolong berikanlah jalan
Untuk kembali " Lirihnya,
"Al ...Yang tenang ya, Kamu minum air ini
Dulu !" Pinta Rangga.
"Tapi Aku nggak haus Bang !" Sanggah
Kaysha.
"Nggak Pa - pa, Minum aja supaya Kamu
Nggak dehidrasi, Kasihan Bayi Kalian kalau
Kamu kurang minum " Bujuk Rangga.
Akhirnya Kaysha minum air yang diberikan
Rangga untuknya.
Taklama Azzam datang bersama Lisa.
"Buna ada tamu untuk Buna didepan "
Ucap Azzam
"Siapa ?" Tanya Rangga.
"Nggak tahu Ayah...Dia nggak nyebutin
Namanya " Jawab Azzam
"Lisa juga nggak kenal, " Ujar Lisa .
"Kalian tunggu disini, Biar Ayah yang ke
depan !" Pinta Rangga, Ia berjalan menuju
Ruang tamu.
Dan Dirinya terhenyak mendapati Seseorang,
Berdiri menjulang disana.
"Untuk Apa Kamu kemari? Darimana Kamu
Dapat alamat disini ?" Hardik Rangga,
Kemarahannya sudah sampai keubun -
Ubunnya.
Pria jangkung berwajah tampan itu tidak
Menolak ataupun menghindar atas perla
Kuan Rangga Padanya.
"Maafkan Aku Bang,..Maafkan Aku !"
Ujarnya.
"Kita harus bicara !" Ujar Rangga.
Ia setengah menarik paksa tubuh Pria muda
Tersebut.
"Tapi Bang Aku ingin ketemu Al, ..,Aku ingin
Minta maaf Bang !" Ucap Pria itu.
"Untuk Apa ? Setelah semua yang Kamu
lakukan !" Ucap Rangga matanya menatap
Nyalang.
"Ampun Bang ....Ampun, Aku ingin bertemu
Al dan Rayhan Aku ingin minta maaf pada
Mereka, Bang " Ujarnya .
"Bugh...!"
Rangga melayangkan tinjunya pada wajah
Tampan itu, Namun Pria itu tidak membalas
nya, Ia jatuh terduduk memegang kaki
Rangga.
"Ampun Bang...., Aku tahu kesalahanku tak
Dapat diampuni, Namun Perasaan berdosa
Ku pada Al telah menggunung, Hidupku
Hancur, beserta karirku, Aku memang
Jahat Bang ....Aku berdosa " Lirihnya.
"Terutama untuk Aa dan Gia, Terutama
Kaysha dan Rayhan, Aku tidak tahu
Semuanya akan jadi begini" Ia menahan
Penyesalan didadanya, Sedangkan Rangga
Hanya terdiam.
"Semuanya sudah terlambat Gio tidak akan
pernah kembali dan Al entah sampai kapan
Ia tersadar dari ilusinya, Itu semua gara -
Gara Kamu dan Indira, Demi sebuah ambisi
Kalian tega menghancurkan hidup Kami,
Demi cinta sesaat Kalian tega membuat
Hidup Gia , Rayhan dan Al hancur
Sepeninggal Gio, Kamu tahu bagaimana
Rasanya hidup menjadi Orang lain,
__ADS_1
Kamu tahu rasanya Ada namun diangggap
Tiada, Kamu tahu apa yang dirasakan
Adikku .....Hah !!" Teriak Rangga Ia berang
Sudah habis kesabarannya.
"Ampun ...Bang, Aku mohon Ampun "
Ucap Pria itu terbata.
"Jangan karena Kamu bernama sama, Kamu
Bisa berbuat sekeji itu sama Kami, Apa Kamu
Tahu Siapa disini yang tersiksa, Kamu lihat
Al ....Dia hidup tapi bukan didunianya
Sekarang, Dia hidup dibawah bayang - bayang
Gio, Kamu tidak memikirkan perasaan adikku
Rayhan yang mendampingi Istrinya walaupun
Yang diingatnya adalah Gio bukan seorang
Rayhan Adipraja Suaminya, Yang akan me
meluknya dikala sedih, Yang selalu mengha
watirkan diri dan keadaannya sampai Ia
lupa pada dirinya sendiri" Ucap Rangga.
"Bang ....Benarkah itu,...Aa lagi ngantor,
Aa nggak pergi, Sebentar lagi Aa pulang "
Ucap Kaysha, Ia berdiri dibelakang tubuh
Rangga,
Wajah Pria itu tersentak mendengar ucapan
Kaysha, Ia menyadari kesalahannya ternyata
Sangat fatal, Ia menyebabkan hidup Orang
Yang tidak bersalah menderita.
"Al...!" Rangga menggedikkan kakinya
Mencoba melepaskan tangan Reyhan
Yang memegang Kakinya.
"Katakan Padaku...! Semua bohongkan
Aa baru masuk setelah cuti sepulang Dinas
Luar, Bahkan Kami botram bareng warga,
Abang bohong jangan mengada - Ngada !"
Lirih Kaysha ada nada bergetar dalam.
Nada ucapannya.
"Ibu....!" Panggil Lisa lirih,
"Al ....Maaf ,!" Ucap Rangga.
"Nggak Bang ...Aa nggak akan pergi,
Aku sedang mengandung Anaknya, Ia janji
Ia takkan pernah meninggalkan Aku ...
Takkan pernah, Ia bahkan ada disaat
Terburukku" Ucap Kaysha terisak pilu.
Reyhan menutup mata, Untuk menutupi
Perselingkuhan Dirinya dengan Diandra
Dari Gia, Ia mengorbankan Gio yang sedang
Koma karena tahu perasaan Gio untuk
Kaysha, Ia menuduh Kaysha berselingkuh
Dengan Gio dari Rayhan, Dan membuat
Keluarga besar Wijaya maupun Gunawan
Murka, Hingga sampai Gio meninggalpun
Dirinya sendiri, Karena sejak terluka Gio
Hanya bangun sesaat untuk menitipkan
Kaysha pada Rayhan suaminya supaya
Jangan pernah membuat Ksysha terluka
Dan pamit pada Keluarga besarnya.
Tanpa sempat tahu Ia sudah dikambing
Hitamkan oleh calon adik Iparnya yang
Bernama sama dengan Suami Kaysha.
"Ray ...Aku pinjam Istrimu kali ini, Jangan
Cemburu ya...!" Izin Gio, Disuatu hari.
Ia ingin jalan - jalan ditaman Rumah Sakit
Bersama Kaysha, Entah kenapa saat itu
Gio merasa sehat walaupun masih berada
Dikursi roda, Padahal baru kemarin Dirinya
Terbangun.
Semilir Angin senja sore itu berhembus,
Menyurai asal rambut panjang Kaysha,
Sesekali helaian rambut Kaysha menyapu
Wajah Gio yang masih pucat.
Kaysha membetulkan jaket dan syal
rajut buatan tangannya dulu melingkar di
leher Gio untuk menghalau angin senja.
"Kemari Al..!" Titah Gio
"Mau apa A?" Tanya Kaysha.
"Aku ingin mengikat rambutmu, Seperti dulu "
Pintanya.
"Sini ikat rambutnya!" Pinta Gio.
Entah kenapa Ia menurut, Ia menyerahkan
Sebuah ikat rambut pada Gio, Taklama Ia
berjongkok dan dengan lembut Gio mengikat
Rambut Kaysha.
Setelah selesai Ia duduk di bangku taman
Bersisian dengan kursi roda Gio,
Semburat sinar senja menyapa wajah
Keduanya,
"Al... Setelah semua yang terjadi Padamu
Aa minta satu hal," Ucapnya.
Kaysha menoleh, Ia menatap dalam manik
Hazel milik Gio, Gio meraih tangan Kaysha
Lembut kearah wajahnya menciumnya per
lahan dan menaruh dipipinya,
"Apa A...?" Tanya Kaysha serak.
Perasaannya merasakan firasat yang tidak
Enak.
"Berbahagialah Al ... Walau apapun yang
terjadi " lirih Gio
Bibirnya tersenyum Kelu,
__ADS_1
"Kadang Aku iri pada Rayhan, Ia dapat ber
sama Dirimu seumur hidupmu, ..." Gio
Menatap dalam wajah Kaysha seolah
Dirinya ingin mengucapkan kata perpisahan.
Mereka tidak menyadari bahwa beberapa
pasang mata disana,
"Kalian tega membohongi Bunda selama
ini, Aa baru juga sembuh Aa sudah bikin
Bunda Kecewa " Ucap Kayla
Kaysha beserta Gio menoleh,
"Terutama Kamu Al " Ucap Kayla meman
dang Kaysha tajam.
"Teh.....!" Ucap Kaysha tidak mengerti.
"Kenapa Bun?" Tanya Gio,
Ia memijat pelipisnya, Sakit kepala mulai
menyerangnya kembali.
Nampak sorot kecewa hadir dipelupuk mata
Keluarganya.
"Begini caramu membalas kasih sayang
Teteh Al.." Ucap Kaysha.
"Teh...!" Ucap Kaysha tak mengerti.
"Bunda ....!" Ucap Gio.
"Ada apa A..." Kayla tersentak Ia baru sadar
Putranya mengerang kesakitan.
"Cepat bawa putraku kembali keruangan
nya !" Teriak Kayla,
Gia dan Reyhan tunangannya mendorong
Cepat kursi roda Gio meninggalkan
Kaysha yang berjalan cepat dibelakangnya,
"Ada apa Al .." Rayhan kembali dari ruang
Dokter tempat Dirinya check up, Dia ngob
Rol sebentar dengan dokter Yang menangani
nya, Memberikan sedikit ruang untuk Kaysha
Dan Gio.
"Aa...Drop Bang " Jawab Kaysha,
Ia berdiri sebentar karena tangannya ditahan
Rayhan.
"Pelan - pelan, Ingat Kamu sedang mengan
dung anak Kita Al " Ucap Rayhan.
Kaysha tersadar, Ia berjalan beriringan ber
sama Suaminya, Namun ketika Ia melihat
Dari luar, Dokter yang tengah sibuk memberi
pertolongan pada Gio, Beberapa kali Dokter
menggunakan alat kejut jantung.
Sesaat mata Gio terbuka Ia menatap lurus
Kearah ambang pintu dimana Kaysha
Dan Rayhan berada, Matanya memandang
Sendu, Kaysha dan Rayhan mendekat,
Dengan terbata Ia menitipkan Kaysha,
Tangannya terulur hendak meraih wajah
Kaysha namun sayang belum sampai
Tangannya dipipinya, Tangan itu jatuh
Tanpa sempat menyentuhnya.
"Tiiiiiiit......."
Layar monitor menampilkan garis meman
Jang ....Bunyi nyaring begitu terdengar,
Sesaat mata Kaysha basah, Bibirnya bergetar
Ia mematung tak dapat berbicara apapun.
Sesaat Dadanya sesak, Terdengar suara
Jeritan Kayla.
"Aa...!" Lirihnya, Hatinya mencelos,
Ia seakan kehilangan dirinya, Dirinya luruh
Ia merasakan dunia ini runtuh, Tubuhnya
Tak dapat bertahan, Ia limbung dan tak
Sadar untung saja tangan kekar Suaminya
Menahan tubuh Kaysha supaya tidak terjatuh
Dan memeluknya erat.
Bayang - bayang kejadian itu kini tergambar
jelas dalam ingatannya.
"Tidak.....Aa...Sebentar lagi Aa pulang,
Aku akan menjemputnya !" Teriak Kaysha
menolak kenyataan.
Ia berlari kearah luar tanpa memakai alas
kaki.
"Ibu...!" Teriak Lisa memanggil
"Al ...Tunggu !" Panggil Rangga.
Kaysha menyusuri jalan ....Setengah berlari
Ia menuju kantor seseorang.
Ditengah jalan Seseorang berseragam coklat
Tengah berjalan dengan temannya.
"Sayang .....Ada apa ?" Ujarnya Ia pun
Kaget melihat istrinya berlari menghampiri
nya, Ia khawatir apalagi Kaysha tengah
Mengandung, Ia pun berlari menyongsong
Sang Istri.
Tubuh Kaysha oleng, Pandangannya pun
menggelap seperti dulu saat ia mengingat
Kejadian beberapa tahun yang lalu yang
Hilang dalam memorinya kini perlahan
Ingatan itu kembali ke saat yang seharusnya.
"Bang Rayhan...!" Lirihnya pilu,
************************************************
**Bersambung ya
**Kan kata Author juga sabar,.Orang sabar
Dicintai suaminya ya....Maaf agak lieur
Namun Othor yakin Readers disini pada pinter
lho.... Tinggalkan jejaknya dong biar cemungut
__ADS_1
🙏😘 Happy weekend ya ...!