Hujan September

Hujan September
*Episode 48


__ADS_3

**Untuk Part ini siapkan tisu juga boleh,


Ada kejutan ya, Mana pendukung bang


Rayhan.....Siap - siapkan Rindumu ya...,


Buat melepas kangen 😘


"Bang ...Kita makan bareng nunggu Aa


Pulang, Baru Abang boleh bawa Azzam "


Ucap Kaysha.


Ia memasak semua makanan kesukaan


Seseorang, Ia mematung didepan meja


Makan.


"Ada apa Al ?" Tanya Bang Rangga,


Ia telah mengganti baju kokonya


Dikamar Azzam, Ia baru shalat berjamaah


Di Pondok bareng Azzam, Sedangkan Rayhan


Dijemput oleh paman dan bibinya pulang


Ke rumah mereka.


Ia memandang adik Iparnya dengan


Perlahan ia menghampiri Kaysha.


"Nggak kok Aku masak kesukaan bang Rayhan


Semuanya, Apa mungkin kemarin Lisa bilang


kangen Ayahnya" Ujar Kaysha.


"Ya Sudah...Kamu duduk dulu Al, Kamu


jangan memaksakan diri, Jika memang


Itu bukan dari hatimu yang terdalam"


Ujar Bang Rangga, Ia menarik kursi supaya


Adik Iparnya duduk, Terdapat lengkungan


Senyum disudut bibir Rangga.


Kaysha terus merenung...


Rangga mengambil segelas air putih dan


Memberikannya pada adik Iparnya.


"Jika ini jalanMu, Tolong berikanlah jalan


Untuk kembali " Lirihnya,


"Al ...Yang tenang ya, Kamu minum air ini


Dulu !" Pinta Rangga.


"Tapi Aku nggak haus Bang !" Sanggah


Kaysha.


"Nggak Pa - pa, Minum aja supaya Kamu


Nggak dehidrasi, Kasihan Bayi Kalian kalau


Kamu kurang minum " Bujuk Rangga.


Akhirnya Kaysha minum air yang diberikan


Rangga untuknya.


Taklama Azzam datang bersama Lisa.


"Buna ada tamu untuk Buna didepan "


Ucap Azzam


"Siapa ?" Tanya Rangga.


"Nggak tahu Ayah...Dia nggak nyebutin


Namanya " Jawab Azzam


"Lisa juga nggak kenal, " Ujar Lisa .


"Kalian tunggu disini, Biar Ayah yang ke


depan !" Pinta Rangga, Ia berjalan menuju


Ruang tamu.


Dan Dirinya terhenyak mendapati Seseorang,


Berdiri menjulang disana.


"Untuk Apa Kamu kemari? Darimana Kamu


Dapat alamat disini ?" Hardik Rangga,


Kemarahannya sudah sampai keubun -


Ubunnya.


Pria jangkung berwajah tampan itu tidak


Menolak ataupun menghindar atas perla


Kuan Rangga Padanya.


"Maafkan Aku Bang,..Maafkan Aku !"


Ujarnya.


"Kita harus bicara !" Ujar Rangga.


Ia setengah menarik paksa tubuh Pria muda


Tersebut.


"Tapi Bang Aku ingin ketemu Al, ..,Aku ingin


Minta maaf Bang !" Ucap Pria itu.


"Untuk Apa ? Setelah semua yang Kamu


lakukan !" Ucap Rangga matanya menatap


Nyalang.


"Ampun Bang ....Ampun, Aku ingin bertemu


Al dan Rayhan Aku ingin minta maaf pada


Mereka, Bang " Ujarnya .


"Bugh...!"


Rangga melayangkan tinjunya pada wajah


Tampan itu, Namun Pria itu tidak membalas


nya, Ia jatuh terduduk memegang kaki


Rangga.


"Ampun Bang...., Aku tahu kesalahanku tak


Dapat diampuni, Namun Perasaan berdosa


Ku pada Al telah menggunung, Hidupku


Hancur, beserta karirku, Aku memang


Jahat Bang ....Aku berdosa " Lirihnya.


"Terutama untuk Aa dan Gia, Terutama


Kaysha dan Rayhan, Aku tidak tahu


Semuanya akan jadi begini" Ia menahan


Penyesalan didadanya, Sedangkan Rangga


Hanya terdiam.


"Semuanya sudah terlambat Gio tidak akan


pernah kembali dan Al entah sampai kapan


Ia tersadar dari ilusinya, Itu semua gara -


Gara Kamu dan Indira, Demi sebuah ambisi


Kalian tega menghancurkan hidup Kami,


Demi cinta sesaat Kalian tega membuat


Hidup Gia , Rayhan dan Al hancur


Sepeninggal Gio, Kamu tahu bagaimana


Rasanya hidup menjadi Orang lain,

__ADS_1


Kamu tahu rasanya Ada namun diangggap


Tiada, Kamu tahu apa yang dirasakan


Adikku .....Hah !!" Teriak Rangga Ia berang


Sudah habis kesabarannya.


"Ampun ...Bang, Aku mohon Ampun "


Ucap Pria itu terbata.


"Jangan karena Kamu bernama sama, Kamu


Bisa berbuat sekeji itu sama Kami, Apa Kamu


Tahu Siapa disini yang tersiksa, Kamu lihat


Al ....Dia hidup tapi bukan didunianya


Sekarang, Dia hidup dibawah bayang - bayang


Gio, Kamu tidak memikirkan perasaan adikku


Rayhan yang mendampingi Istrinya walaupun


Yang diingatnya adalah Gio bukan seorang


Rayhan Adipraja Suaminya, Yang akan me


meluknya dikala sedih, Yang selalu mengha


watirkan diri dan keadaannya sampai Ia


lupa pada dirinya sendiri" Ucap Rangga.


"Bang ....Benarkah itu,...Aa lagi ngantor,


Aa nggak pergi, Sebentar lagi Aa pulang "


Ucap Kaysha, Ia berdiri dibelakang tubuh


Rangga,


Wajah Pria itu tersentak mendengar ucapan


Kaysha, Ia menyadari kesalahannya ternyata


Sangat fatal, Ia menyebabkan hidup Orang


Yang tidak bersalah menderita.


"Al...!" Rangga menggedikkan kakinya


Mencoba melepaskan tangan Reyhan


Yang memegang Kakinya.


"Katakan Padaku...! Semua bohongkan


Aa baru masuk setelah cuti sepulang Dinas


Luar, Bahkan Kami botram bareng warga,


Abang bohong jangan mengada - Ngada !"


Lirih Kaysha ada nada bergetar dalam.


Nada ucapannya.


"Ibu....!" Panggil Lisa lirih,


"Al ....Maaf ,!" Ucap Rangga.


"Nggak Bang ...Aa nggak akan pergi,


Aku sedang mengandung Anaknya, Ia janji


Ia takkan pernah meninggalkan Aku ...


Takkan pernah, Ia bahkan ada disaat


Terburukku" Ucap Kaysha terisak pilu.


Reyhan menutup mata, Untuk menutupi


Perselingkuhan Dirinya dengan Diandra


Dari Gia, Ia mengorbankan Gio yang sedang


Koma karena tahu perasaan Gio untuk


Kaysha, Ia menuduh Kaysha berselingkuh


Dengan Gio dari Rayhan, Dan membuat


Keluarga besar Wijaya maupun Gunawan


Murka, Hingga sampai Gio meninggalpun


Dirinya sendiri, Karena sejak terluka Gio


Hanya bangun sesaat untuk menitipkan


Kaysha pada Rayhan suaminya supaya


Jangan pernah membuat Ksysha terluka


Dan pamit pada Keluarga besarnya.


Tanpa sempat tahu Ia sudah dikambing


Hitamkan oleh calon adik Iparnya yang


Bernama sama dengan Suami Kaysha.


"Ray ...Aku pinjam Istrimu kali ini, Jangan


Cemburu ya...!" Izin Gio, Disuatu hari.


Ia ingin jalan - jalan ditaman Rumah Sakit


Bersama Kaysha, Entah kenapa saat itu


Gio merasa sehat walaupun masih berada


Dikursi roda, Padahal baru kemarin Dirinya


Terbangun.


Semilir Angin senja sore itu berhembus,


Menyurai asal rambut panjang Kaysha,


Sesekali helaian rambut Kaysha menyapu


Wajah Gio yang masih pucat.


Kaysha membetulkan jaket dan syal


rajut buatan tangannya dulu melingkar di


leher Gio untuk menghalau angin senja.


"Kemari Al..!" Titah Gio


"Mau apa A?" Tanya Kaysha.


"Aku ingin mengikat rambutmu, Seperti dulu "


Pintanya.


"Sini ikat rambutnya!" Pinta Gio.


Entah kenapa Ia menurut, Ia menyerahkan


Sebuah ikat rambut pada Gio, Taklama Ia


berjongkok dan dengan lembut Gio mengikat


Rambut Kaysha.


Setelah selesai Ia duduk di bangku taman


Bersisian dengan kursi roda Gio,


Semburat sinar senja menyapa wajah


Keduanya,


"Al... Setelah semua yang terjadi Padamu


Aa minta satu hal," Ucapnya.


Kaysha menoleh, Ia menatap dalam manik


Hazel milik Gio, Gio meraih tangan Kaysha


Lembut kearah wajahnya menciumnya per


lahan dan menaruh dipipinya,


"Apa A...?" Tanya Kaysha serak.


Perasaannya merasakan firasat yang tidak


Enak.


"Berbahagialah Al ... Walau apapun yang


terjadi " lirih Gio


Bibirnya tersenyum Kelu,

__ADS_1


"Kadang Aku iri pada Rayhan, Ia dapat ber


sama Dirimu seumur hidupmu, ..." Gio


Menatap dalam wajah Kaysha seolah


Dirinya ingin mengucapkan kata perpisahan.


Mereka tidak menyadari bahwa beberapa


pasang mata disana,


"Kalian tega membohongi Bunda selama


ini, Aa baru juga sembuh Aa sudah bikin


Bunda Kecewa " Ucap Kayla


Kaysha beserta Gio menoleh,


"Terutama Kamu Al " Ucap Kayla meman


dang Kaysha tajam.


"Teh.....!" Ucap Kaysha tidak mengerti.


"Kenapa Bun?" Tanya Gio,


Ia memijat pelipisnya, Sakit kepala mulai


menyerangnya kembali.


Nampak sorot kecewa hadir dipelupuk mata


Keluarganya.


"Begini caramu membalas kasih sayang


Teteh Al.." Ucap Kaysha.


"Teh...!" Ucap Kaysha tak mengerti.


"Bunda ....!" Ucap Gio.


"Ada apa A..." Kayla tersentak Ia baru sadar


Putranya mengerang kesakitan.


"Cepat bawa putraku kembali keruangan


nya !" Teriak Kayla,


Gia dan Reyhan tunangannya mendorong


Cepat kursi roda Gio meninggalkan


Kaysha yang berjalan cepat dibelakangnya,


"Ada apa Al .." Rayhan kembali dari ruang


Dokter tempat Dirinya check up, Dia ngob


Rol sebentar dengan dokter Yang menangani


nya, Memberikan sedikit ruang untuk Kaysha


Dan Gio.


"Aa...Drop Bang " Jawab Kaysha,


Ia berdiri sebentar karena tangannya ditahan


Rayhan.


"Pelan - pelan, Ingat Kamu sedang mengan


dung anak Kita Al " Ucap Rayhan.


Kaysha tersadar, Ia berjalan beriringan ber


sama Suaminya, Namun ketika Ia melihat


Dari luar, Dokter yang tengah sibuk memberi


pertolongan pada Gio, Beberapa kali Dokter


menggunakan alat kejut jantung.


Sesaat mata Gio terbuka Ia menatap lurus


Kearah ambang pintu dimana Kaysha


Dan Rayhan berada, Matanya memandang


Sendu, Kaysha dan Rayhan mendekat,


Dengan terbata Ia menitipkan Kaysha,


Tangannya terulur hendak meraih wajah


Kaysha namun sayang belum sampai


Tangannya dipipinya, Tangan itu jatuh


Tanpa sempat menyentuhnya.


"Tiiiiiiit......."


Layar monitor menampilkan garis meman


Jang ....Bunyi nyaring begitu terdengar,


Sesaat mata Kaysha basah, Bibirnya bergetar


Ia mematung tak dapat berbicara apapun.


Sesaat Dadanya sesak, Terdengar suara


Jeritan Kayla.


"Aa...!" Lirihnya, Hatinya mencelos,


Ia seakan kehilangan dirinya, Dirinya luruh


Ia merasakan dunia ini runtuh, Tubuhnya


Tak dapat bertahan, Ia limbung dan tak


Sadar untung saja tangan kekar Suaminya


Menahan tubuh Kaysha supaya tidak terjatuh


Dan memeluknya erat.


Bayang - bayang kejadian itu kini tergambar


jelas dalam ingatannya.


"Tidak.....Aa...Sebentar lagi Aa pulang,


Aku akan menjemputnya !" Teriak Kaysha


menolak kenyataan.


Ia berlari kearah luar tanpa memakai alas


kaki.


"Ibu...!" Teriak Lisa memanggil


"Al ...Tunggu !" Panggil Rangga.


Kaysha menyusuri jalan ....Setengah berlari


Ia menuju kantor seseorang.


Ditengah jalan Seseorang berseragam coklat


Tengah berjalan dengan temannya.


"Sayang .....Ada apa ?" Ujarnya Ia pun


Kaget melihat istrinya berlari menghampiri


nya, Ia khawatir apalagi Kaysha tengah


Mengandung, Ia pun berlari menyongsong


Sang Istri.


Tubuh Kaysha oleng, Pandangannya pun


menggelap seperti dulu saat ia mengingat


Kejadian beberapa tahun yang lalu yang


Hilang dalam memorinya kini perlahan


Ingatan itu kembali ke saat yang seharusnya.


"Bang Rayhan...!" Lirihnya pilu,


************************************************


**Bersambung ya


**Kan kata Author juga sabar,.Orang sabar


Dicintai suaminya ya....Maaf agak lieur


Namun Othor yakin Readers disini pada pinter


lho.... Tinggalkan jejaknya dong biar cemungut

__ADS_1


🙏😘 Happy weekend ya ...!


__ADS_2