Hujan September

Hujan September
*Episode 35


__ADS_3

"Bang Ray....!" Terdengar sendu dan lolos


begitu saja dari bibir mungil Kaysha.


Bulir bening jatuh di pelipis Kaysha,


Keluar menyusuri pipinya dengan teman


- temannya, Seolah bergetar bibir itu


Hendak berucap.


Tangan Gio terulur Ini malam kedua Mereka


Tidur bersama dan sepertinya Kaysha me


Lewati malamnya selalu seperti ini.


Berulang kali Ia menawarkan diri untuk


Hidup bersama normal seperti yang lain


Namun satu jawaban yang Ia terima,


"Aku belum siap A....!"Jawabnya


Gio mengerti sebagian dari Mereka tidak


Mengerti apalagi status Kaysha yang


Notabene sebagai Tantenya, Namun


Saat Gio jujur dan dibantu Ayahnya Seandra


Berkas pengajuan bisa naik setelah menung


gu jeda waktu, Ia sangat berterima kasih


Kepada Ayahnya Seandra yang masih mau


Membantunya setelah melukai perasaan


Sang Bunda demi Kaysha, Dan itu yang


Terakhir Ia berhubungan dengan Keluarga


nya sendiri.


Ia mengusap kening Istrinya lembut,


Perlahan mata sendu itu terbuka, Gio sadar


Dengan keadaannya, Bibirnya Kaysha bergetar


Hebat beriringan dengan tubuhnya,


"A...Aku takut ...!" Ujarnya parau.


Gio meraih tubuh Kaysha lembut, Membawa


Kedalam pelukannya,


"Ada Aku ...Al, Jangan khawatir!" Ucap Gio


menciumi pucuk kepalanya,


Ia tahu kejadian yang menimpa Kaysha,


Ia yang lebih memilih bersama Kaysha


Dan membatalkan pernikahannya, Mem


buat sang Bunda Berang, Ia dikeluarkan


Dari keluarga Wijaya dan mencoretnya


Dari status sang Pewaris Utama, Namun


Rupanya Gio tidak bergeming, Ia pergi


Dari keluarga Wijaya sepenuhnya tanpa


Membawa apapun.


"Jangan menyentuh Karir dan pekerjaannya,


Setidaknya Aku takkan membiarkan Dirimu


Menyesal dikemudian hari, Apa Kamu tega


Membiarkannya kelaparan dijalan dan


Menjadi Pria tidak berguna !" Ujar Seandra.


"Lagipula Kita tidak punya kekuatan,


Gio bertanggung jawab Selalu terhadap peker


jaan yang diembannya, Biarlah setidaknya


Ia masih bisa berharga dengan mimpi


- mimpinya, Jangan.membuat Kita Orangtua


Semakin buruk karena bersebrangan.dengan


Keinginan Putranya !" Sambung Seandra.


Kayla terisak.


"Sejak awal Anak itu mempunyai mimpi


nya sendiri, Walaupun berulangkali Kita


Menekannya, Seorang Pria sejati takkan


Menukar mimpinya dengan apapun


Walaupun dengan harta dan tahta sekalipun"


Seandra menatap dalam wajah Kayla.


"Berarti Kamu menyesal menikah denganku


Mas !" Ucap Kayla terisak.


Seandra mendekat, Memeluk istrinya lembut.


"Sudah kukatakan Aku sebagai seorang Pria


Mencintai dan memilihmu, Dan Aku menya


dari konsekuensi mencintai Kamu sebagai


Nona Wijaya, Ingat kebahagian Seseorang


berbeda - beda jangan Ukur kebahagiaan


Kita sama dengan Putra Kita, Biarlah Dia


Menjalani kehidupan Sesuai mimpinya


Bersama Orang yang dicintainya, Do' akan


Saja Mereka bahagia, Toh Kita masih punya


Dua anak lagi, Jangan jadikan Kita sebagai


Orang tua terburuk, Hargai pilihannya


Dan temuilah Bunda, Ayah dan Daddy Mereka


Merasa Merekalah yang paling salah disini "


Titah Seandra pada Istrinya mengingatkan.


"Beri Aku waktu Mas,....!"


**

__ADS_1


"A...Kita shalat shubuh, " Pinta Kaysha,


"Sebentar lagi Sayang !" ucapnya tanpa


membuka mata, Sesudah shalat malam


Gio memaksanya tidur kembali karena


Ingin memeluknya erat, Hawa dingin pe


gunungan ditambah lagi sisa guyuran


Hujan semalam, Membuatnya semakin


Enggan melepaskan tubuh Istrinya,


"A... Setidaknya shalat dulu, Kan masih


banyak waktu " Ucapnya.


"Ibuuu...Papa ...!" Ujar Lisa diluar,


Setengah loncat Gio turun dari tempat


Tidurnya mendengar putrinya memanggil,


Sekilas Ia mencium bibir Kaysha.


"Morning Al" Ucapnya seraya membuka


pintu.


"Putri Papa sudah bangun?" Sapa Gio


Ia berjongkok,


"Ini waktunya shalat shubuh Papa !"


Ingatnya.


"Siap Sayang ..Ayo Kita wudhu dan


Shalat bareng " Ajak Gio,


"Diajak shalat dari tadi susahnya minta


ampun giliran Putrinya yang ngajak


Dia tanpa diperintah langsung mau,


Dasar ...!" Ujar Kaysha.


"Duh...maafkan Aku A, ...!" Ujarnya


merasa berdosa telah mengumpat sang


Suami.


Terasa khusyuk apalagi ditengah hawa


Dingin yang menusuk, Gio tidur lagi


Bersama Lisa dikamar Lisa sedangkan


Kaysha setelah membaca surat pendek


Dan menemani Lisa menghapal hapalan


nya tidak tidur lagi, Ia membereskan rumah,


Dan halaman, Menyiram bunga yang didepan


Dan membereskan taman mini didepan


Rumahnya, Ia lakukan sebelum tetangganya


Pada keluar, Ia enggan berinteraksi disini


Karena statusnya, Padahal sudah diakui


Oleh Agama dan Negara Dirinya sebagai


ada.


Dokumen yang ditinggalkan oleh sang


Ayah kandung membantunya kini,


Posisi sang Ayah sebagai seorang Intel


Kepolisian dinegara asalnya menguntungkan


Dirinya, Seorang Polisi yang jatuh cinta


Terhadap Putri seorang kepala penjahat,


Walau tanpa restu mereka menikah dan


Mempunyai Dirinya, Hingga akhirnya hu


bungan Mereka ketahuan sang Ayah


Dan akhirnya Si Pria terbunuh saat menye


lamatkan Putrinya dan menyerahkannya


Pada Irham, Karena Pak Polisi tersebut


Seorang Yatim piatu tidak ada sanak


Keluarga yang bisa dititipi Putrinya.


Kaysha menjalani rutinitas pagi seperti


Dipondok Matanya tidak bisa terlelap


kembali, Setelah membereskan rumah


Ia mencuci Pakaian kotor dan melanjutkan


nya memasak sarapan.


"A mau kopi ?" Tawar Kaysha.


"Mau Kamu Al" Ujar Gio yang nangkring


Di meja makan sesudah dari kamar


mandi.


Blush ! Pipi Kaysha memerah seperti Anak


Abege yang sedang jatuh cinta.


Tanpa menjawab godaan Gio, Ia membuat


Kopi seperti biasanya dilengkapi sepiring


Pisang goreng hangat yang baru dibuatnya.


Saat dirinya menaruh dimeja Gio meraih


tangan Kaysha .


"Duduk dulu Al....!" Pintanya.


Mau tak mau Ia mengikuti keinginan Gio


Mungkin ada yang hendak dikatakannya.


"Al..Mau ya tinggal disini! " Pinta Gio


lembut.


Kaysha tidak menjawab, Ia hanya menunduk


"Al Kita menjalani rumah tangga hampir


4 tahun Al, Dan hubungan Kita tetap sama

__ADS_1


Seperti dulu bahkan kini terkesan canggung,


Aku rindu Kamu Al,...Aku ingin selalu bersama


Dengan Keluarga kecil Kita, Apa itu salah ?"


Tanya Gio lembut.


"Aku terlalu malu disini A..." Lirih Kaysha.


Gio menghela nafas.


"Itu hanya pikiranmu saja Sayang, ....


Disini tidak ada yang bersalah, Kamu dan


Rayhan berpisah karena tidak saling menya


kiti dan Kitapun tidak berselingkuh dibelakang


Suamimu sebelumnya, Lantas Apa yang salah


Dengan Kita, Kita menikah ini atas permintaan


Rayhan sendiri bukan, Kamu tahu itu Al "


Papar Gio, Namun Kaysha tetap dengan


pendiriannya, Kembali Gio menghela nafas.


"Baiklah jika Kamu tidak ingin tinggal disini,


Nanti Siang Kita lihat Rumah Pak Haji Jaka


Aku dengar rumah itu akan dijual, Lagipula


Itu dekat dengan Pondok bagaimana Kita


Akan membelinya ?" Tawar Gio.


"Kamu betah disini Al ?" Tanya Gio


Kaysha mengangguk,


"Sebagai Istriku mungkin Kita tidak akan


tinggal menetap di suatu tempat selamanya,


Namun setidaknya Kita mempunyai tempat


Untuk kembali nanti untuk keluarga Kita


Al, Setidaknya Kita mempunyai tempat


Yang Kita tuju nanti " Ujar Gio memandang


Lekat wajah.sang Istri.


"Maaf ...Gara - gara Aku, Aa kehilangan


segalanya " Lirih Kaysha,


Gio mendekat, Ia mengusap air mata Istri


nya lembut.


"Tidak.seburuk itu, Justru Kini Aku hidup


Dengan kedua tanganku sendiri, menikmati


Hasil kerja kerasku, Aku merasa berarti


Bisa berdiri di atas kedua kaki aku sendiri,


Namun Mungkin Kita akan hidup dalam


Kesederhanaan, Karena Aku kini tidak


punya apa - apa, Kemewahan seperti dulu


Tidak apa - apa kan ?" Tanya Gio lembut.


Kini Kaysha yang memeluk suaminya erat,


Ia tahu pengorbanan Suaminya begitu


besar untuk Dirinya dan Lisa,


"Maafkan Aku A...!" Kembali kata itu keluar


dari bibirnya.


"Sudah...Kita harus bahagia, Aku telah ber


janji pada Suamimu akan membahagiakan


Kamu dan Putrinya, Maka itu tersenyumlah "


Pintanya.


"Sekalian kerja bakti didepan,...Nanti Kita


lihat rumah Pak haji Jaka, Kamu bisa


dengan berjalan Kaki untuk mengajar ke


Pondok Abi dan Umi, Maaf untuk sekarang


Tabunganku hanya bisa membeli rumah


Sederhana itu Al " Ucap Gio.


"Atau Jika Kalian ingin rumah yang mewah


Aku bisa mengagunkan ...Dan membayar


Sisanya dengan mencicil " Tawar Gio.


Kaysha menggeleng,


"Sudah cukup A,...Jangan memaksakan diri,


Aku sangat bersyukur dengan hidupku,


Jangan memperberat keadaan Aku bahagia


Dengan Dirimu Saat ini " Lirih Kaysha jujur


Dari dalam hatinya.


"Aku akan lari pagi dulu, Nanti sesudah


Sarapan Kita ada kegiatan kerja bakti di


depan, Setelah selesai Aku ajak Kamu


Dan Lisa kesana " Ucap Gio.


"Sekarang Aku ingin Vitaminku ....!" Bisiknya


lembut.


**Gimana masih ada yang penasaran,


Atau kecewa ? 🙏


************************************************


**Bersambung


**Please Like and coment, ...Ngopi pagi


kayaknya enak nih....


Wilujeng enjing dan Selamat Pagi teruntuk


Reader' s tersayang semoga kebahagiaan


menyapa Kalian hari ini 🙏😘

__ADS_1


__ADS_2