
"Bang Ray....!" Terdengar sendu dan lolos
begitu saja dari bibir mungil Kaysha.
Bulir bening jatuh di pelipis Kaysha,
Keluar menyusuri pipinya dengan teman
- temannya, Seolah bergetar bibir itu
Hendak berucap.
Tangan Gio terulur Ini malam kedua Mereka
Tidur bersama dan sepertinya Kaysha me
Lewati malamnya selalu seperti ini.
Berulang kali Ia menawarkan diri untuk
Hidup bersama normal seperti yang lain
Namun satu jawaban yang Ia terima,
"Aku belum siap A....!"Jawabnya
Gio mengerti sebagian dari Mereka tidak
Mengerti apalagi status Kaysha yang
Notabene sebagai Tantenya, Namun
Saat Gio jujur dan dibantu Ayahnya Seandra
Berkas pengajuan bisa naik setelah menung
gu jeda waktu, Ia sangat berterima kasih
Kepada Ayahnya Seandra yang masih mau
Membantunya setelah melukai perasaan
Sang Bunda demi Kaysha, Dan itu yang
Terakhir Ia berhubungan dengan Keluarga
nya sendiri.
Ia mengusap kening Istrinya lembut,
Perlahan mata sendu itu terbuka, Gio sadar
Dengan keadaannya, Bibirnya Kaysha bergetar
Hebat beriringan dengan tubuhnya,
"A...Aku takut ...!" Ujarnya parau.
Gio meraih tubuh Kaysha lembut, Membawa
Kedalam pelukannya,
"Ada Aku ...Al, Jangan khawatir!" Ucap Gio
menciumi pucuk kepalanya,
Ia tahu kejadian yang menimpa Kaysha,
Ia yang lebih memilih bersama Kaysha
Dan membatalkan pernikahannya, Mem
buat sang Bunda Berang, Ia dikeluarkan
Dari keluarga Wijaya dan mencoretnya
Dari status sang Pewaris Utama, Namun
Rupanya Gio tidak bergeming, Ia pergi
Dari keluarga Wijaya sepenuhnya tanpa
Membawa apapun.
"Jangan menyentuh Karir dan pekerjaannya,
Setidaknya Aku takkan membiarkan Dirimu
Menyesal dikemudian hari, Apa Kamu tega
Membiarkannya kelaparan dijalan dan
Menjadi Pria tidak berguna !" Ujar Seandra.
"Lagipula Kita tidak punya kekuatan,
Gio bertanggung jawab Selalu terhadap peker
jaan yang diembannya, Biarlah setidaknya
Ia masih bisa berharga dengan mimpi
- mimpinya, Jangan.membuat Kita Orangtua
Semakin buruk karena bersebrangan.dengan
Keinginan Putranya !" Sambung Seandra.
Kayla terisak.
"Sejak awal Anak itu mempunyai mimpi
nya sendiri, Walaupun berulangkali Kita
Menekannya, Seorang Pria sejati takkan
Menukar mimpinya dengan apapun
Walaupun dengan harta dan tahta sekalipun"
Seandra menatap dalam wajah Kayla.
"Berarti Kamu menyesal menikah denganku
Mas !" Ucap Kayla terisak.
Seandra mendekat, Memeluk istrinya lembut.
"Sudah kukatakan Aku sebagai seorang Pria
Mencintai dan memilihmu, Dan Aku menya
dari konsekuensi mencintai Kamu sebagai
Nona Wijaya, Ingat kebahagian Seseorang
berbeda - beda jangan Ukur kebahagiaan
Kita sama dengan Putra Kita, Biarlah Dia
Menjalani kehidupan Sesuai mimpinya
Bersama Orang yang dicintainya, Do' akan
Saja Mereka bahagia, Toh Kita masih punya
Dua anak lagi, Jangan jadikan Kita sebagai
Orang tua terburuk, Hargai pilihannya
Dan temuilah Bunda, Ayah dan Daddy Mereka
Merasa Merekalah yang paling salah disini "
Titah Seandra pada Istrinya mengingatkan.
"Beri Aku waktu Mas,....!"
**
__ADS_1
"A...Kita shalat shubuh, " Pinta Kaysha,
"Sebentar lagi Sayang !" ucapnya tanpa
membuka mata, Sesudah shalat malam
Gio memaksanya tidur kembali karena
Ingin memeluknya erat, Hawa dingin pe
gunungan ditambah lagi sisa guyuran
Hujan semalam, Membuatnya semakin
Enggan melepaskan tubuh Istrinya,
"A... Setidaknya shalat dulu, Kan masih
banyak waktu " Ucapnya.
"Ibuuu...Papa ...!" Ujar Lisa diluar,
Setengah loncat Gio turun dari tempat
Tidurnya mendengar putrinya memanggil,
Sekilas Ia mencium bibir Kaysha.
"Morning Al" Ucapnya seraya membuka
pintu.
"Putri Papa sudah bangun?" Sapa Gio
Ia berjongkok,
"Ini waktunya shalat shubuh Papa !"
Ingatnya.
"Siap Sayang ..Ayo Kita wudhu dan
Shalat bareng " Ajak Gio,
"Diajak shalat dari tadi susahnya minta
ampun giliran Putrinya yang ngajak
Dia tanpa diperintah langsung mau,
Dasar ...!" Ujar Kaysha.
"Duh...maafkan Aku A, ...!" Ujarnya
merasa berdosa telah mengumpat sang
Suami.
Terasa khusyuk apalagi ditengah hawa
Dingin yang menusuk, Gio tidur lagi
Bersama Lisa dikamar Lisa sedangkan
Kaysha setelah membaca surat pendek
Dan menemani Lisa menghapal hapalan
nya tidak tidur lagi, Ia membereskan rumah,
Dan halaman, Menyiram bunga yang didepan
Dan membereskan taman mini didepan
Rumahnya, Ia lakukan sebelum tetangganya
Pada keluar, Ia enggan berinteraksi disini
Karena statusnya, Padahal sudah diakui
Oleh Agama dan Negara Dirinya sebagai
ada.
Dokumen yang ditinggalkan oleh sang
Ayah kandung membantunya kini,
Posisi sang Ayah sebagai seorang Intel
Kepolisian dinegara asalnya menguntungkan
Dirinya, Seorang Polisi yang jatuh cinta
Terhadap Putri seorang kepala penjahat,
Walau tanpa restu mereka menikah dan
Mempunyai Dirinya, Hingga akhirnya hu
bungan Mereka ketahuan sang Ayah
Dan akhirnya Si Pria terbunuh saat menye
lamatkan Putrinya dan menyerahkannya
Pada Irham, Karena Pak Polisi tersebut
Seorang Yatim piatu tidak ada sanak
Keluarga yang bisa dititipi Putrinya.
Kaysha menjalani rutinitas pagi seperti
Dipondok Matanya tidak bisa terlelap
kembali, Setelah membereskan rumah
Ia mencuci Pakaian kotor dan melanjutkan
nya memasak sarapan.
"A mau kopi ?" Tawar Kaysha.
"Mau Kamu Al" Ujar Gio yang nangkring
Di meja makan sesudah dari kamar
mandi.
Blush ! Pipi Kaysha memerah seperti Anak
Abege yang sedang jatuh cinta.
Tanpa menjawab godaan Gio, Ia membuat
Kopi seperti biasanya dilengkapi sepiring
Pisang goreng hangat yang baru dibuatnya.
Saat dirinya menaruh dimeja Gio meraih
tangan Kaysha .
"Duduk dulu Al....!" Pintanya.
Mau tak mau Ia mengikuti keinginan Gio
Mungkin ada yang hendak dikatakannya.
"Al..Mau ya tinggal disini! " Pinta Gio
lembut.
Kaysha tidak menjawab, Ia hanya menunduk
"Al Kita menjalani rumah tangga hampir
4 tahun Al, Dan hubungan Kita tetap sama
__ADS_1
Seperti dulu bahkan kini terkesan canggung,
Aku rindu Kamu Al,...Aku ingin selalu bersama
Dengan Keluarga kecil Kita, Apa itu salah ?"
Tanya Gio lembut.
"Aku terlalu malu disini A..." Lirih Kaysha.
Gio menghela nafas.
"Itu hanya pikiranmu saja Sayang, ....
Disini tidak ada yang bersalah, Kamu dan
Rayhan berpisah karena tidak saling menya
kiti dan Kitapun tidak berselingkuh dibelakang
Suamimu sebelumnya, Lantas Apa yang salah
Dengan Kita, Kita menikah ini atas permintaan
Rayhan sendiri bukan, Kamu tahu itu Al "
Papar Gio, Namun Kaysha tetap dengan
pendiriannya, Kembali Gio menghela nafas.
"Baiklah jika Kamu tidak ingin tinggal disini,
Nanti Siang Kita lihat Rumah Pak Haji Jaka
Aku dengar rumah itu akan dijual, Lagipula
Itu dekat dengan Pondok bagaimana Kita
Akan membelinya ?" Tawar Gio.
"Kamu betah disini Al ?" Tanya Gio
Kaysha mengangguk,
"Sebagai Istriku mungkin Kita tidak akan
tinggal menetap di suatu tempat selamanya,
Namun setidaknya Kita mempunyai tempat
Untuk kembali nanti untuk keluarga Kita
Al, Setidaknya Kita mempunyai tempat
Yang Kita tuju nanti " Ujar Gio memandang
Lekat wajah.sang Istri.
"Maaf ...Gara - gara Aku, Aa kehilangan
segalanya " Lirih Kaysha,
Gio mendekat, Ia mengusap air mata Istri
nya lembut.
"Tidak.seburuk itu, Justru Kini Aku hidup
Dengan kedua tanganku sendiri, menikmati
Hasil kerja kerasku, Aku merasa berarti
Bisa berdiri di atas kedua kaki aku sendiri,
Namun Mungkin Kita akan hidup dalam
Kesederhanaan, Karena Aku kini tidak
punya apa - apa, Kemewahan seperti dulu
Tidak apa - apa kan ?" Tanya Gio lembut.
Kini Kaysha yang memeluk suaminya erat,
Ia tahu pengorbanan Suaminya begitu
besar untuk Dirinya dan Lisa,
"Maafkan Aku A...!" Kembali kata itu keluar
dari bibirnya.
"Sudah...Kita harus bahagia, Aku telah ber
janji pada Suamimu akan membahagiakan
Kamu dan Putrinya, Maka itu tersenyumlah "
Pintanya.
"Sekalian kerja bakti didepan,...Nanti Kita
lihat rumah Pak haji Jaka, Kamu bisa
dengan berjalan Kaki untuk mengajar ke
Pondok Abi dan Umi, Maaf untuk sekarang
Tabunganku hanya bisa membeli rumah
Sederhana itu Al " Ucap Gio.
"Atau Jika Kalian ingin rumah yang mewah
Aku bisa mengagunkan ...Dan membayar
Sisanya dengan mencicil " Tawar Gio.
Kaysha menggeleng,
"Sudah cukup A,...Jangan memaksakan diri,
Aku sangat bersyukur dengan hidupku,
Jangan memperberat keadaan Aku bahagia
Dengan Dirimu Saat ini " Lirih Kaysha jujur
Dari dalam hatinya.
"Aku akan lari pagi dulu, Nanti sesudah
Sarapan Kita ada kegiatan kerja bakti di
depan, Setelah selesai Aku ajak Kamu
Dan Lisa kesana " Ucap Gio.
"Sekarang Aku ingin Vitaminku ....!" Bisiknya
lembut.
**Gimana masih ada yang penasaran,
Atau kecewa ? 🙏
************************************************
**Bersambung
**Please Like and coment, ...Ngopi pagi
kayaknya enak nih....
Wilujeng enjing dan Selamat Pagi teruntuk
Reader' s tersayang semoga kebahagiaan
menyapa Kalian hari ini 🙏😘
__ADS_1