Hujan September

Hujan September
*Episode 54


__ADS_3

"Abang ..." Kaysha tidak sanggup untuk


meneruskan Obrolan Mereka, Setelah


Ia memancing bahwa perempuan yang


Bernama Gladys itu kenal dengan


Suaminya.


Sakit .....


Jangan ditanya, Mana ada Perempuan


Yang tidak sakit saat Suaminya sang


Imam, kenal bahkan dekat dengan Perem


puan lain, Apakah Suaminya sudah menge


nal perempuan itu lama?


Ia tidak bisa mengetahuinya karena Perem


puan itu tidak mengatakan lebih detil,


Seakan menutupi hubungan Mereka,


Kaysha tidak ingin larut,


Otaknya berjalan, Ia ingin menyelidiki lebih


lanjut, Kebetulan Rangga menjemput Azzam


Dan Lisa untuk sekolah, Dan Kayla datang


Bersama Seandra untuk bertemu Gio kecil.


"Gio sayang ....Sini ikut Oma yuk !"


Ajak Kayla,


Ia menciumi bertubi - tubi wajah tembem


Nan putih milik Gio.


Mata Hazel itu menatap wajah Kaysha.


Ia seakan meminta persetujuan Dirinya.


"Tapi Teh ..Kan tahu Gio kayak Gimana?


Al takut teteh pasti capek nungguin Al "


Ujar Kaysha.


Gio yang berada dipangkuan Seandra


Merajuk.


"Nggak Pa - pa kali Al, Biar bibi ada kerjanya


Ngurusin yang berantakan akibat ulah Gio "


Potong Seandra.


"Ya kan Sayang ..?" Tanya Seandra.


Mata kecil itu menatap wajah Seandra,


Mata hazel yang sama yang dimiliki


Oleh Gio sama persis dengan mata yang


Dimiliki oleh Gio Almarhum dan Seandra


Warisan dari Ayah Seandra yaitu Andra.


Semua Orang mengira Gio adalah anaknya


Almarhum Gio, Namun tidak masuk akal


Jikapun Mereka masih mempunyai hubungan


Almarhum Gio meninggal 8 tahun yang lalu,


Dan itu jelas tidak mungkin, Segila - gilanya


Kaysha masih punya Etika dan akal sehat,


Ia tidak akan bisa menghianati Rayhan sang


Suami.


"Aku ingin selalu memandang Dirimu Al,


Aku selalu ingin disisimu, Dan Kamupun


Akan Selalu memandang dan menyayangiku


Seumur hidupku, Itu pintaku pada Tuhan...."


Lirih Gio disuatu hari.


"Dan nanti Aku akan mengutukmu "


Ujar Gio disuatu sore, Mereka sedang menik


mati sinar hangatnya senja di Musim semi.


"Ih seram....Kayak Emak yang marah


karena Anaknya nakal " Cicit Kaysha.


"Ya ... Karena Kamu anak nakal itu Al"


Bisik Gio, Ia merengkuh tubuh Kaysha


Yang sedang bersandar didadanya.


Mengurai lembut rambut Kaysha.


"Benarkah..." Tanya Kaysha menoleh,


Berbalik menatap dalam manik mata hazel


Milik Gio,


"Ya ... Karena Kamu yang sudah mengikat


Ku membuat Aku tidak bisa lepas dari


Kamu, ...Awas Aku pendidikan jangan


Pernah Kamu bermain hati, Apalagi punya


Yang lain, Kamu akan menyesal seumur


Hidupmu Al " Ucapnya lirih.


Dan kini Gio menepati janjinya jangankan


Waktu Pendidikan yang hanya beberapa


tahun, Ini bahkan seumur hidup Kaysha


Akan selalu mengingat Gio.


"Al....?" Panggil Seandra melihat Kaysha


Hanya termenung,


"Kamu ingat Putraku Al?" Tebak Kayla.


Wajah Kaysha menunduk, Setetes bening


Jatuh dipelupuk matanya, Kayla memeluk


Tubuh Kaysha erat.


"Maafkan teteh Al..." Bisiknya Kelu.


"Aku..Takkan bisa melupakan Aa,


Seumur hidupku Teh.... Bagaimana bisa ?"


Lirih Kaysha.


"Ya ...Kita tidak akan bisa apalagi kini


ada Aa kecil disini " Ucap Kayla, Mengurai


Pelukannya, Dan mengusapnya airmata


Kaysha lembut.


" Terimakasih Sayang ...!" Ucapnya.


Sedangkan Seandra anteng bersama Gio.


Sekarang Seandra dan Kayla bisa menik


mati masa tuanya dengan tenang, Karena


Perusahaan diambil oleh Gia dan Zenandra


Adik - adik Gio.


"Al...Nanti Ke mansion pulang dari kafe,


Bawa Suami dan Anak - anakmu, Menginap


Disana akan ada pengajian untuk Aa"


Ucap Kayla.


"Degg...!" Ini adalah hari dimana Gio mening


gal, Dan Kaysha sedikit lupa akan hal itu.


"Ya teh...Akan Aku kasih tahu Bang Ray"


Jawab Kaysha.

__ADS_1


"Kami tunggu ya....!" Pesan Seandra.


Sebelum pergi membawa Gio lebih dulu,


Karena Keluarga besar Mereka akan.berkum


pul di mansion Kevin.


Hari ini Kaysha pergi ke Kafe sepeninggal


Kayla dan Seandra, Dan waktu makan siang


Ia izin pada pegawainya untuk ke kantor


Rayhan mengantarkan makan siang untuk


nya, Ia sengaja tidak memberi tahu pada


Suaminya tentang kedatangannya.


"Bapak sedang berada diluar Bu..,


Bersama tim nya, " Ujar anak buah Suaminya.


"Mungkin sebentar lagi Mereka pulang,


Ini sudah waktunya makan siang " Sambung


nya, Dan Kaysha akan menunggu Rayhan


Diruangannya.


"Mudah - mudahan Mereka tidak makan


Siang diluar " Do'a Kaysha.


Ia menaruh makan siang untuk Suaminya


Diatas meja kerjanya, Kaysha tersenyum


hangat melihat foto keluarga kecilnya


Diatas Meja, Dan foto Mereka berdua.


Sesaat Ia mengedarkan pandangannya


Kesekeliling ruangan, Ia melihat sebuah


Papperbag disudut hampir tidak terlihat.


Kaysha penasaran, Ia ingin melihatnya


perlahan, Ia membuka bungkusan itu


Pelan - pelan,


Betapa terkejutnya Dirinya, ..


"Ini punya Siapa?"Lirihnya


Satu stel pakaian seksi milik wanita,


Dan jelas itu bukan Dirinya, Dan satu kotak


Didalamnya berisi parfum perempuan,


Dan jelas itu bukan kepunyaannya.


Buru - buru Kaysha merapikannya,


Takut ketahuan oleh Suaminya, Ia akan


mencari tahu sendiri.


Taklama Pintu terbuka, Menampilkan


Wajah Suaminya.


"Assalamualaikum ...Sayang, Kenapa


tidak bilang ?" Ujar Rayhan sumringah


Dengan kedatangan Istrinya.


Kaysha meraih punggung tangan Rayhan,


Dan Salim.


"Surprise Bang.. Aku bawakan Makan siang,


Abang belum makan kan ?" Tanya Kaysha.


"Belum, ...Kan biasa nunggu Seseorang


yang nganterin makan siang kesini,


Eh kejutan yang punyanya sekarang ngan


terin, ..... Allhamdulillah mungkin Ia baru .


Punya waktu makan Siang bareng


Suaminya" Sindir Rayhan.


begitu lama tidak makan siang bersama


Karena kesibukan Dirinya.


"Maafkan Aku Bang .....!" Lirih Kaysha.


Rayhan meraih wajah Kaysha.


"Enggak segitunya honey,...Abang ngerti


Kamu sibuk, Maafin Abang juga seolah


Abang nuntut diperhatiin Kamu, Disini


Abang yang egois, Kamu mungkin terlalu


Lelah ngurusin pekerjaan, Dan ngurus


Anak - anak, Sayang ...Maafin Abang juga" .


Ucapnya, Ia merengkuh tubuh Istrinya,


"Maafin Al Bang..." Lirih Kaysha.


"Sudah ...Jangan dipikirkan, Abang lapar


makan yuk !" Ajaknya, Ia mengurai pelukan


nya, Mengecup bibir .ranum Istriya sekilas.


Taklama Mereka makan siang bersama,


Setelah itu Rayhan melihat jam ditangan


nya.


"Tumben Gio nggak ingin ikut, Biasanya


Kalau kemari Ia ingin ikut Al ?"


Tanya Rayhan.


"Ia dibawa teteh bareng Mas Sean,


Tadi Mereka kerumah menjemput Gio"


Jawab Kaysha seraya membereskan


Bekas Mereka Makan.


"Oh...Mungkin Mereka kangen sama Gio"


Ujar Rayhan.


"Kamu sudah shalat ?" Sambungnya.


Kaysha mengangguk.


"Sudah Bang..." Jawab Kaysha.


"Ya sudah...Abang tinggal shalat dulu "


Ujar Rayhan,


" Tunggu disini !" Pintanya.


Kaysha mengangguk, Rayhan berlalu dari


Ruangannya.


Kaysha duduk kembali, Ia anteng menatap


Fotonya Mereka, Senyuman hangat dan


begitu tulus dari Rayhan terpancar disana.


"Drrt,....drrt,...drrt!" Suara ponsel Suaminya


Rupanya Suaminya meninggalkan hpnya.


Disana.


Kaysha meraih hp Rayhan, Dan betapa


terkejutnya Dirinya bahwa yang menelfon


Adalah Perempuan yang tadi pagi Ia


Dapatkan nomor ponselnya disaku celana


Suaminya, Dengan foto profil yang sama.


Cantik dan terlihat masih muda.


Dada Kaysha berdesir hebat, Taklama


Bunyi hp itu berhenti sendiri saat Kaysha


Akan mengangkatnya, Taklama sebuah

__ADS_1


Notifikasi pesan masuk.


Betapa terkejutnya ketika Kaysha akan


membuka hp nya, Ternyata tidak bisa


Karena hpnya terkunci, Dan Kaysha tidak


Dapat membukanya karena sandinya


Telah berubah.


"Ada apa ini ?" Batin Kaysha.


Matanya sedikit memerah, Ia menahan


Amarah dan degup jantungnya yang sesak


menahan. perasaannya, Namun bukan


Kaysha namanya kalau ia tidak bersikap


Setenang mungkin.


Taklama Suaminya masuk.


"Bang ada telfon" Sahut Kaysha selembut


mungkin menahan sesak didadanya.


Wajah tampan Rayhan terhenyak.


Buru - buru Ia meraih telfon diatas meja,


"Tunggu sebentar ... honey!" Pintanya,


Seraya berlalu keluar ruangan kembali.


"Benar - benar ada yang tidak beres,


Sampai menelfon pun tidak ingin Aku


ketahui, " Ujar Kaysha dalam hatinya.


Apalagi tadi Ia melihat pakaian wanita


Dari dalam kotak dengan label sebuah


Butik ternama namun dari bentuk


Dan modelnya sudah tentu bukan untuk


Dirinya.


"Maaf menunggu ...honey !" Ucap Rayhan.


"Telfon dari Siapa Bang ?* Tanya Kaysha.


"Teman...Belum saatnya Kamu tahu


honey...Nanti Aku kenallin " Ucap Rayhan


Tidak ingin memberi tahu.


Kaysha tersenyum Kelu, Rayhan mulai


tidak jujur.


"Ya sudah,...Aku mau ke kafe lagi Bang,


Jangan lupa nanti malam Kita disuruh


Datang ke mansion.Daddy " Ujar Kaysha


memberitahu Suaminya.


Sesaat wajah itu terlihat gusar, Ia sedikit


menimang sesuatu.


"Maafkan Aku Sayang....Mungkin Kali ini


Abang tidak bisa datang, Kalau tidak


Menginap di mansion,


Nanti pulang minta diantar supir ya,...


Kamu pasti repot bawa anak - anak,


Abang tidak bisa jemput Kamu, Abang


ada pekerjaan" Ujar Rayhan merasa


tidak enak.


"Pekerjaan...?" Tanya Kaysha penasaran.


"Iya Sayang ....Jangan tunggu Abang


Malam ini " Ujarnya memeluk tubuh


Istrinya.


"Maaf...!" Lagi - lagi kata itu keluar dari


Bibirnya.


"Ya sudah ...Jaga kesehatan, Aku akan


pulang ke kafe " Ujar Kaysha.


Kaysha berusaha tenang, Bahkan tidak


ada yang berubah perlakuan Rayhan


Padanya, Ia mengecup keningnya sebelum


Pergi.


"Hati - hati Sayang" Ujarnya sebelum mobil


Yang dibawa Kaysha berlalu dari pelataran


Parkir.


Ketika menyetir didalam mobil, Kaysha


Menelfon Seseorang.


.


"Temui Aku sekarang ! " Titahnyaa pada


Seseorang diseberang sana.


Diperempatan jalan mobil Kaysha berbelok


Dari arah menuju kafe, Ia menuju ke suatu


tempat.


Dan taklama mobil Kaysha berhenti disebuah


taman yang sepi, Seseorang telah menunggu


nya.


"Ada apa Nona, ....?" Sambutnya.


"Tolong Kamu Awasi Suamiku, Dan Aku


minta Kamu cari tahu wanita ini secepat


nya dan berikan laporannya Padaku!"


Ujar Kaysha.


"Baik Nona...Saya akan lakukan perintah


Anda" Jawabnya.


"Satu hal ...Jangan sampai bocor pada


Keluagaku ataupun Keluarga Wijaya,


Ingat itu!" Ancam Kaysha tegas


"Ya Saya tahu Nona...!"Jawabnya,


Taklama Kaysha pergi dari tempat itu,


Pria itu memandang punggung nona


mudanya, Ia tahu dibalik sikap lembut


Nonanya ada Sikap tegas dan paling


Menakutkan disana jika Misinya sampai


Gagal ataupun bocor, Dan itu hasil dari


Didikan tuan mudanya Gio, Dan Dia adalah


Orang kepercayaan Gio yang ditugaskan


Almarhum Gio untuk membantu dan


Melindungi Kaysha, Dari apapun dan


Siapapun yang akan mengancam hidup


Nona mudanya.


"Ada tugas untukmu, Aku kirim fotonya


Sekarang Nona meminta Secepatnya"


Ujarnya menelfon anak Buahnya.


**********************************************


**Bersambung

__ADS_1


**Please like or comment 🙏😘


__ADS_2