Hujan September

Hujan September
*Episode 40


__ADS_3

"Mas Zaa....!" Saat Ia menoleh,


Sesaat Zain menatap sang adik seraya


Terpana, ...


"Al....Ini Kamu kan Al...!" Sahutnya tak


percaya.


Kaysha tersenyum lembut, Kini Ia tidak


bisa lari, Apalagi kini Ia sudah mengandung


Anak Gio yang lambat laun pasti suatu


Saat Ia akan bertemu lagi dengan Mereka


Baik Keluarga Wijaya ataupun Gunawan


Sendiri.


Kemarin hasil pemeriksaan dokter dirinya


Mengandung 8 Minggu, Ia dan Gio tidak


Percaya namun hasilnya mengatakan


Demikian, Disini Gio dan Lisa yang paling


Bahagia, Apalagi Umi dan Abi, Ia ingin


Memberi tahukan pada Ayah Irham


Namun Dirinya tidak kuasa,


Spontan Zain memeluk adiknya,


Rasa rindu karena kesibukan dan Suatu


Masalah menjadikan Ia tidak pernah


Bertemu sejak pernikahan Gio dan Kaysha.


Ia kecewa pada keduanya yang memilih keluar


Dari keluarga bukannya berusaha meraih


Restu dari Orang tua Tercinta.


Perbedaan pendapat menjadikan Mereka


Dua kubu yang berbeda, Gio kukuh


Dengan Ucapan dan Pilihannya, Sedangkan


Anggota keluarga menyayangkan pilihan


Gio yang lebih memilih Kaysha daripada


Keluarganya sendiri.


"Mas tolong lepas, Jika Mas Zaa disuruh


Ayah ataupun Daddy untuk membawa


Aa silahkan saja jika Aa berkenan "


Lirih Kaysha Ia mengira Zain akan memi


sahkan Mereka lagi.


"Al...Nggak mungkin Al, Kok Kamu


ngomongnya gitu " Ujar Gio tidak terima.


Zain tertegun.dengan ucapan Kaysha,


Padahal Ia betul - betul sangat rindu sang


Adik, Tidak bermaksud dengan yang lain.


"Al...!" Sahut Zain, Ia terpaksa mengurai


Pelukannya,


"Itupun jika Mas Zaa tega mau memisahkan


Ayah dan anaknya yang sedang kukandung "


Ucap Kaysha tegar, Sudah cukup Dirinya


Terluka apalagi Kayla dan Keluarga lebih


Memilih Seorang Indira, Walau Ia sadar


Dirinya tidak ada apa - apa seperti Indira yang


Seorang Nona besar, Karena Dirinya bukan


Siapa - siapa tanpa nama keluarga Gunawan,


Apalagi Dirinya cucu dari seorang penjahat.


Kaysha merasa rendah apalagi statusnya


Sebagai Seorang janda, Hingga Ia kabur


meninggalkan rumah dan tersesat dengan


Perut besarnya ke Pondok Pesantren ini,


Dan dirawat oleh Abi dan Umi, Hingga


Gio yang belum sembuh benar menemukan


Dirinya yang hendak bersalin,


"Saya Suaminya !" Aku Gio ketika di Klinik


bersalin, Pada Saat itu Gio memutuskan


lebih memilih Kaysha dengan Putrinya


Sesuai amanat Rayhan dan tidak mungkin


Bagi Dirinya Membiarkan Al sendirian.


"Al ..Kamu sedang mengandung anak Gio ?"


Tanya Zain.


"Tolong tanyakan pada Gio, Maaf sekarang


waktunya Saya menjemput Lisa, Mas Zaa


Saya permisi" Ucap Kaysha,


Ia ingin pergi dan menghindar.


"Tunggu Al,...Ayah sedang sakit karena


Selalu merindukan Dirimu, Apa Kamu


Tidak ingin bertemu dengan Ayah...?"


Tanya Zain.


Kaysha menahan laju air matanya,


Ia ingat Ayah Irham lebih memilih tidak


membuat Kayla menangis daripada


Dirinya, Padahal kalau ditanya pendapatnya


Waktu itu tentu Kaysha akan menolak


Gio yang memilih melamarnya, Karena

__ADS_1


Kaysha sendiri melepas cintanya untuk


Gio sebagai salah satu balas Budi untuk


Keluarga yang telah merawatnya, Ia lebih


Memilih menikah dengan Rayhan,


Walaupun akhirnya takdir berkata lain.


Kaysha tersenyum getir.


"Mas Zaa..Titip salam saya saja untuk


Ayah, Aku selalu berdo' a Kalian.selalu


diberi kesehatan dan Panjang Umur,


Sampaikan salam dan Maaf Saya untuk


Ayah ...Aku selalu menyayanginya dan


Ayah Irham tetap sebagai Ayah yang


Terbaik untuk Al, " Lirih Kaysha.


"Al...!" Hampir bersamaan Gio dan Zain


memohon.


"Mas Zaa maaf Al tinggal, Karena takut


Lisa menunggu " Ujar Kaysha lembut,


Kemudian Ia berbalik dan berjalan ke


luar rumah.


"Al..." Teriak Zain, Ia akan menyusul


Kaysha, Namun Dirinya ditahan oleh Gio.


"Pakde,...Tolong berikan Al waktu, Ia


sedang menata hati dan menyembuhkan


Lukanya, Tolong sampaikan salam dan


maaf Kami untuk Opa Irham, Aku akan


bujuk Al .,,," Ucap Gio.


"Karena disinilah Aku yang bersalah Pakde"


Jujur Gio, Ia menghela nafas panjang.


"Aku yang Egois...Membuat jurang diantara


Kalian, Aku yang bersalah karena mengede


pankan perasaanku sendiri, Tanpa memikir


kan perasaan Kalian, Namun salahkah Aku


Jika Aku peduli dan selalu mencintai Al,


Dengan segala lebih dan kurangnya?"


Papar Gio ditengah kebisuan seorang Zain.


"Cinta Kami memang tidak sempurna,


Namun percayalah takkan ada yang bisa


memisahkan Kami lagi, Kecuali ajal


yang menjemput, Maaf Pakde ....Aku


Akan menyusul Al,..Aku khawatir Pada


nya " Ujar Gio.


Juga Zain yang bersalah menekan sang


Adik tanpa tahu perasaannya yang terdalam


Betapa hancur Ia kehilangan Seorang Rayhan


Dan membutuhkan sandaran, Namun dengan


Teganya Dirinya dan Keluarga menuduh Kaysha


Yang bukan - bukan atas aduan seorang Indira,


Yang kecewa atas sikap Gio yang lebih memi


lih Kaysha daripada Dirinya, Hanya seorang


Kenzolah yang lebih bijak dan netral bertin


dak waktu itu.


"Baiklah sampaikan maaf Pakde, Izinkan


Pakde terus menemui Al, Sampai Al me


maafkan Pakde jujur Pakde lakukan waktu


Itu murni kesalah pahaman saja " Ucap


Zain.


Lalu dengan Perlahan Ia pamit meninggal


kan rumah Gio, Sesaat Zain memandang


Rumah sederhana milik Gio.


'Kamu bahagia A?" Tanya Zain.


"Sangat ...Dan Kami akan selalu berjuang


meraih restu Kalian, Terutama Bunda"


Ucap Gio mantap, Zain mengusap pundak


Gio,


"Semangat dan berusahalah Kita mulai


perbaiki semuanya, Ibumu pasti bahagia


Akan punya cucu dari Kamu" Ucap Zain.


"Terima kasih " Ucap Gio.


Taklama Zain pergi disusul sang Ajudan


Dibelakang.


Gio segera menyusul Kaysha buru - buru


memasuki kawasan Pondok Pesantren,


Ini belum waktunya Lisa pulang, Gio


mencari Kaysha berkeliling kerumah Umi,


kedapur ke taman belakang, Ataupun ke


tempat yang biasa Ia kunjungi, Namun


Ia tadi bertanya pada pihak keamanan


Di depan, Kaysha memang masuk kemari,


Ia masuk ke komplek Sekolah yang masih


Sepi disudut taman Ia melihat Kaysa yang

__ADS_1


Sedang duduk sendirian disisi kolam dekat


Air mancur, Suara air mancur menyamarkan


Isakan yang tertahan dari bibirnya.


Ia menunduk, Sesekali menyeka air matanya,


Gurat sedih dan kecewa tergambar jelas di


wajahnya. Sesekali bahu Kaysha terlihat


Terguncang, Ia merasakan sakit yang sama


Saat Dirinya melihat Kaysha seperti ini.


"Al...!" Panggil Gio lembut,


Ia tahu sifat Kaysha, Ia takkan pernah menangis


Jika itu tidak terlalu menyakiti hatinya, tidak


Terlalu membuatnya sedih, Apalagi nasib yang


Menimpanya,


"A....Salahkah Aku ketika Aku dilahirkan ?"


Lirihnya bergetar.


Gio meraih wajah istrinya menangkupnya


lembut, Perlahan dengan lembut mengusap


Airmata Bumilnya dengan Ibu jarinya.


Dan dengan perlahan pula tanpa kata


Memeluknya erat.


"Sst..... Sudah Sayang kasihan Anak Kita,


dan Lisa Jangan buat Mereka bersedih,


Aku berjanji Aku akan selalu berada disisimu "


Lirih Gio.


Ia mengusap Punggung Bumilnya supaya


Tenang, Seperti dulu saat Mereka sedih


Mereka mencari satu sama lain, Begitupun


Saat bahagia, Mereka awalnya tidak menyada


ri bahwa cinta itu telah tumbuh dari dulu,


"Hanya satu hal yang Aku sesali kenapa Bang


Ray pergi, Kenapa Ia menitipkanku Padamu,


Bukan pada Bang Rangga ataupun Raffa "


Ujarnya terisak.


"Dan Jika Aku memilih saat itu, Aku lebih


Ingin Ikut bersamanya, Kalau tidak ingat


punya Lisa, A....Aku sangat sakit, Aku


Sangat patah...Aku patah hati saat Bang


Ray pergi dan Aku ditinggal pas rasa sayangku


lebih besar untuknya, A...Apa Kalian bertanya


padaku tentang Perasaanku ?" Lirih Kaysha


Perlahan Gio membungkam isakan dari


Mulut Kaysha dengan Ci ***** lembut namun


Tidak menuntut, Hatinya pun terlalu sakit


Melihat Kaysha yang kembali hancur dan


terpuruk.


"A.." Kaysha tertegun dengan serangan yang


Dilakukan Gio secara tiba - tiba.


"Dengar ...Aku lebih hancur melihatmu ber


sedih dan terluka !" Ucap Gio seraya kembali


Memeluknya lebih erat.


"Masa depanku kini bersamaku, Jangan


pernah melihat masa lalu kalau itu


menyakitimu, Aku Akan berusaha mem


buatmu bahagia dengan caraku dan se


mampuku " Ucapnya tegas,


Ia membetulkan kerudung Kaysha


Dan menghapus kembali sisa air


mata dipipi Istrinya.


"Aku yang akan melindungi Dirimu


Dan keluarga Kita, Takkan kubiarkan


Seseorang membuatmu menangis lagi"


Janji Gio dihatinya, Walau kini Dia tidak


mempunyai apapun sekalipun, Ia aka


mempertahankan Istrinya untuk selalu


Disisinya dan membuatnya bahagia


Dengan caranya.


Untung saja ....Disana lagi sepi dan nggak


ada Orang ketika terjadi romansa romantis


Secara life sepasang suami Istri muda Ter


sebut ....Jadi aman ya...!


*Hati hancur ketika ditinggal pas lagi sayang


Sayangnya,....ada yang pernah ngalamin nggak ?


Enggak deh, Dan jangan ah kayaknya karena


reader' s semua orang yang beruntung dan


Bahagia,


Author Do'akan ya 🙏😘


****************************************************


**Bersambung


**Please like or comment 🙏😘


**Wilujeng enjing, Wilujeng ngopi kasadayana

__ADS_1


( Selamat pagi, Selamat ngopi untuk semuanya )


__ADS_2