
"Mas Zaa....!" Saat Ia menoleh,
Sesaat Zain menatap sang adik seraya
Terpana, ...
"Al....Ini Kamu kan Al...!" Sahutnya tak
percaya.
Kaysha tersenyum lembut, Kini Ia tidak
bisa lari, Apalagi kini Ia sudah mengandung
Anak Gio yang lambat laun pasti suatu
Saat Ia akan bertemu lagi dengan Mereka
Baik Keluarga Wijaya ataupun Gunawan
Sendiri.
Kemarin hasil pemeriksaan dokter dirinya
Mengandung 8 Minggu, Ia dan Gio tidak
Percaya namun hasilnya mengatakan
Demikian, Disini Gio dan Lisa yang paling
Bahagia, Apalagi Umi dan Abi, Ia ingin
Memberi tahukan pada Ayah Irham
Namun Dirinya tidak kuasa,
Spontan Zain memeluk adiknya,
Rasa rindu karena kesibukan dan Suatu
Masalah menjadikan Ia tidak pernah
Bertemu sejak pernikahan Gio dan Kaysha.
Ia kecewa pada keduanya yang memilih keluar
Dari keluarga bukannya berusaha meraih
Restu dari Orang tua Tercinta.
Perbedaan pendapat menjadikan Mereka
Dua kubu yang berbeda, Gio kukuh
Dengan Ucapan dan Pilihannya, Sedangkan
Anggota keluarga menyayangkan pilihan
Gio yang lebih memilih Kaysha daripada
Keluarganya sendiri.
"Mas tolong lepas, Jika Mas Zaa disuruh
Ayah ataupun Daddy untuk membawa
Aa silahkan saja jika Aa berkenan "
Lirih Kaysha Ia mengira Zain akan memi
sahkan Mereka lagi.
"Al...Nggak mungkin Al, Kok Kamu
ngomongnya gitu " Ujar Gio tidak terima.
Zain tertegun.dengan ucapan Kaysha,
Padahal Ia betul - betul sangat rindu sang
Adik, Tidak bermaksud dengan yang lain.
"Al...!" Sahut Zain, Ia terpaksa mengurai
Pelukannya,
"Itupun jika Mas Zaa tega mau memisahkan
Ayah dan anaknya yang sedang kukandung "
Ucap Kaysha tegar, Sudah cukup Dirinya
Terluka apalagi Kayla dan Keluarga lebih
Memilih Seorang Indira, Walau Ia sadar
Dirinya tidak ada apa - apa seperti Indira yang
Seorang Nona besar, Karena Dirinya bukan
Siapa - siapa tanpa nama keluarga Gunawan,
Apalagi Dirinya cucu dari seorang penjahat.
Kaysha merasa rendah apalagi statusnya
Sebagai Seorang janda, Hingga Ia kabur
meninggalkan rumah dan tersesat dengan
Perut besarnya ke Pondok Pesantren ini,
Dan dirawat oleh Abi dan Umi, Hingga
Gio yang belum sembuh benar menemukan
Dirinya yang hendak bersalin,
"Saya Suaminya !" Aku Gio ketika di Klinik
bersalin, Pada Saat itu Gio memutuskan
lebih memilih Kaysha dengan Putrinya
Sesuai amanat Rayhan dan tidak mungkin
Bagi Dirinya Membiarkan Al sendirian.
"Al ..Kamu sedang mengandung anak Gio ?"
Tanya Zain.
"Tolong tanyakan pada Gio, Maaf sekarang
waktunya Saya menjemput Lisa, Mas Zaa
Saya permisi" Ucap Kaysha,
Ia ingin pergi dan menghindar.
"Tunggu Al,...Ayah sedang sakit karena
Selalu merindukan Dirimu, Apa Kamu
Tidak ingin bertemu dengan Ayah...?"
Tanya Zain.
Kaysha menahan laju air matanya,
Ia ingat Ayah Irham lebih memilih tidak
membuat Kayla menangis daripada
Dirinya, Padahal kalau ditanya pendapatnya
Waktu itu tentu Kaysha akan menolak
Gio yang memilih melamarnya, Karena
__ADS_1
Kaysha sendiri melepas cintanya untuk
Gio sebagai salah satu balas Budi untuk
Keluarga yang telah merawatnya, Ia lebih
Memilih menikah dengan Rayhan,
Walaupun akhirnya takdir berkata lain.
Kaysha tersenyum getir.
"Mas Zaa..Titip salam saya saja untuk
Ayah, Aku selalu berdo' a Kalian.selalu
diberi kesehatan dan Panjang Umur,
Sampaikan salam dan Maaf Saya untuk
Ayah ...Aku selalu menyayanginya dan
Ayah Irham tetap sebagai Ayah yang
Terbaik untuk Al, " Lirih Kaysha.
"Al...!" Hampir bersamaan Gio dan Zain
memohon.
"Mas Zaa maaf Al tinggal, Karena takut
Lisa menunggu " Ujar Kaysha lembut,
Kemudian Ia berbalik dan berjalan ke
luar rumah.
"Al..." Teriak Zain, Ia akan menyusul
Kaysha, Namun Dirinya ditahan oleh Gio.
"Pakde,...Tolong berikan Al waktu, Ia
sedang menata hati dan menyembuhkan
Lukanya, Tolong sampaikan salam dan
maaf Kami untuk Opa Irham, Aku akan
bujuk Al .,,," Ucap Gio.
"Karena disinilah Aku yang bersalah Pakde"
Jujur Gio, Ia menghela nafas panjang.
"Aku yang Egois...Membuat jurang diantara
Kalian, Aku yang bersalah karena mengede
pankan perasaanku sendiri, Tanpa memikir
kan perasaan Kalian, Namun salahkah Aku
Jika Aku peduli dan selalu mencintai Al,
Dengan segala lebih dan kurangnya?"
Papar Gio ditengah kebisuan seorang Zain.
"Cinta Kami memang tidak sempurna,
Namun percayalah takkan ada yang bisa
memisahkan Kami lagi, Kecuali ajal
yang menjemput, Maaf Pakde ....Aku
Akan menyusul Al,..Aku khawatir Pada
nya " Ujar Gio.
Juga Zain yang bersalah menekan sang
Adik tanpa tahu perasaannya yang terdalam
Betapa hancur Ia kehilangan Seorang Rayhan
Dan membutuhkan sandaran, Namun dengan
Teganya Dirinya dan Keluarga menuduh Kaysha
Yang bukan - bukan atas aduan seorang Indira,
Yang kecewa atas sikap Gio yang lebih memi
lih Kaysha daripada Dirinya, Hanya seorang
Kenzolah yang lebih bijak dan netral bertin
dak waktu itu.
"Baiklah sampaikan maaf Pakde, Izinkan
Pakde terus menemui Al, Sampai Al me
maafkan Pakde jujur Pakde lakukan waktu
Itu murni kesalah pahaman saja " Ucap
Zain.
Lalu dengan Perlahan Ia pamit meninggal
kan rumah Gio, Sesaat Zain memandang
Rumah sederhana milik Gio.
'Kamu bahagia A?" Tanya Zain.
"Sangat ...Dan Kami akan selalu berjuang
meraih restu Kalian, Terutama Bunda"
Ucap Gio mantap, Zain mengusap pundak
Gio,
"Semangat dan berusahalah Kita mulai
perbaiki semuanya, Ibumu pasti bahagia
Akan punya cucu dari Kamu" Ucap Zain.
"Terima kasih " Ucap Gio.
Taklama Zain pergi disusul sang Ajudan
Dibelakang.
Gio segera menyusul Kaysha buru - buru
memasuki kawasan Pondok Pesantren,
Ini belum waktunya Lisa pulang, Gio
mencari Kaysha berkeliling kerumah Umi,
kedapur ke taman belakang, Ataupun ke
tempat yang biasa Ia kunjungi, Namun
Ia tadi bertanya pada pihak keamanan
Di depan, Kaysha memang masuk kemari,
Ia masuk ke komplek Sekolah yang masih
Sepi disudut taman Ia melihat Kaysa yang
__ADS_1
Sedang duduk sendirian disisi kolam dekat
Air mancur, Suara air mancur menyamarkan
Isakan yang tertahan dari bibirnya.
Ia menunduk, Sesekali menyeka air matanya,
Gurat sedih dan kecewa tergambar jelas di
wajahnya. Sesekali bahu Kaysha terlihat
Terguncang, Ia merasakan sakit yang sama
Saat Dirinya melihat Kaysha seperti ini.
"Al...!" Panggil Gio lembut,
Ia tahu sifat Kaysha, Ia takkan pernah menangis
Jika itu tidak terlalu menyakiti hatinya, tidak
Terlalu membuatnya sedih, Apalagi nasib yang
Menimpanya,
"A....Salahkah Aku ketika Aku dilahirkan ?"
Lirihnya bergetar.
Gio meraih wajah istrinya menangkupnya
lembut, Perlahan dengan lembut mengusap
Airmata Bumilnya dengan Ibu jarinya.
Dan dengan perlahan pula tanpa kata
Memeluknya erat.
"Sst..... Sudah Sayang kasihan Anak Kita,
dan Lisa Jangan buat Mereka bersedih,
Aku berjanji Aku akan selalu berada disisimu "
Lirih Gio.
Ia mengusap Punggung Bumilnya supaya
Tenang, Seperti dulu saat Mereka sedih
Mereka mencari satu sama lain, Begitupun
Saat bahagia, Mereka awalnya tidak menyada
ri bahwa cinta itu telah tumbuh dari dulu,
"Hanya satu hal yang Aku sesali kenapa Bang
Ray pergi, Kenapa Ia menitipkanku Padamu,
Bukan pada Bang Rangga ataupun Raffa "
Ujarnya terisak.
"Dan Jika Aku memilih saat itu, Aku lebih
Ingin Ikut bersamanya, Kalau tidak ingat
punya Lisa, A....Aku sangat sakit, Aku
Sangat patah...Aku patah hati saat Bang
Ray pergi dan Aku ditinggal pas rasa sayangku
lebih besar untuknya, A...Apa Kalian bertanya
padaku tentang Perasaanku ?" Lirih Kaysha
Perlahan Gio membungkam isakan dari
Mulut Kaysha dengan Ci ***** lembut namun
Tidak menuntut, Hatinya pun terlalu sakit
Melihat Kaysha yang kembali hancur dan
terpuruk.
"A.." Kaysha tertegun dengan serangan yang
Dilakukan Gio secara tiba - tiba.
"Dengar ...Aku lebih hancur melihatmu ber
sedih dan terluka !" Ucap Gio seraya kembali
Memeluknya lebih erat.
"Masa depanku kini bersamaku, Jangan
pernah melihat masa lalu kalau itu
menyakitimu, Aku Akan berusaha mem
buatmu bahagia dengan caraku dan se
mampuku " Ucapnya tegas,
Ia membetulkan kerudung Kaysha
Dan menghapus kembali sisa air
mata dipipi Istrinya.
"Aku yang akan melindungi Dirimu
Dan keluarga Kita, Takkan kubiarkan
Seseorang membuatmu menangis lagi"
Janji Gio dihatinya, Walau kini Dia tidak
mempunyai apapun sekalipun, Ia aka
mempertahankan Istrinya untuk selalu
Disisinya dan membuatnya bahagia
Dengan caranya.
Untung saja ....Disana lagi sepi dan nggak
ada Orang ketika terjadi romansa romantis
Secara life sepasang suami Istri muda Ter
sebut ....Jadi aman ya...!
*Hati hancur ketika ditinggal pas lagi sayang
Sayangnya,....ada yang pernah ngalamin nggak ?
Enggak deh, Dan jangan ah kayaknya karena
reader' s semua orang yang beruntung dan
Bahagia,
Author Do'akan ya 🙏😘
****************************************************
**Bersambung
**Please like or comment 🙏😘
**Wilujeng enjing, Wilujeng ngopi kasadayana
__ADS_1
( Selamat pagi, Selamat ngopi untuk semuanya )