
*4 tahun kemudian.
"Gio Fahrizi Adipraja, Where Are you?"
Terdengar lengkingan suara Ibu muda yang
Cantik.
Ia melihat diseluruh ruangan yang terlihat
berantakan, Bantal sofa berceceran tidak
pada tempatnya, Apalagi mainan semuanya
Berada hampir di seluruh ruangan,
Bik Siti hanya menggeleng - gelengkan
Kepalanya, Seraya ikut mencari tuan
mudanya yang asyik bersembunyi,
Terlihat wajah lelah sang nyonya rumah,
"Sayang dimana Kamu.....?" Tanya Kaysha.
"Kamu tahu Ibu Lelah,. ... Honey" Ucap
Kaysha.
Hari ini betul - betul Dirinya harus extra
Sabar, Ia mengurus dua kafe sekaligus,
Karena baru saja launching Kafe yang
baru, Ia merasakan hari ini begitu lelah,
Ia pulang menuju rumah, Sementara
Lisa dan Azzam dijemput Rangga.
Karena Rayhan sibuk dengan peker
jaannya malah Kini Ia sering pulang
malam.
Terdengar suara pintu dibuka didepan,
Bik Siti tengah anteng mulai membersihkan
Bagian rumah yang berantakan,
"Neng Al coba cari dikamar, Siapa tahu
Aden ngumpet dikamar " Ujar Bik Siti.
"Iya Bi...Al akan cari" Ucap Kaysha.
"Assalamualaikum ...." Salam Mereka di
ambang pintu yang menuju ruang tengah.
"Ada Apa Al ?" Tanya Rangga.
"Biasa Bang...Jagoan Bang Ray bikin ulah"
Ucap Kaysha.
Rangga tersenyum melihat wajah sang adik
Ipar.
"Kamu lelah Al,...Biar Abang cari " Ucap
Rangga.
"Iya Buna,,...Nanti Azzam sama Lisa bantu cari "
Ucap Azzam ketika Salim bareng Lisa.
"Oh terima kasih ...Kalian Kakak yang the
best lah " Ucap Kaysha mengacungkan
Dua jempolnya.
"Nggak ganti baju dulu Kak ?" Tanya Kaysha
"Nggak Bu...Kasihan Adek Bu, Takut Ia
nggak bisa keluar " Ucap Lisa.
Teringat kejadian Kemarin sang adik yang
Terperangkap dalam sebuah lemari.
"Baiklah...Kita cari sama - sama " Ujar
Kaysha.
"Bik... Lanjutkan beberesnya, Biar Kami
Yang mencari Gio" Ucap Kaysha.
Namun taklama terdengar suara ribut
Dari lantai dua rumah Kaysha,
Terlihat Gio sudah berada dalam pundak
Rangga, Dia tertawa lepas dan terlihat
bahagia,
"Papa turunkan Aku...!" Pinta Gio,
Ketika melihat Kaysha dengan tatapan yang
Tak biasa,
"Bu,...Adek ngumpet di kamar Bang Azzam
Bu " Adu Lisa.
"Oh ya...." Ujar Kaysha.
"Dia berada dipojok didekat jendela, Dibela
kang meja belajar Azzam Buna" Sambung
Azzam.
Gio meminta turun, Lantas Ia menghampiri
Kaysha menarik ujung rok yang dipakai
Kaysha.
"Sayang ...Cukup!, Ibu minta jangan
Sembunyi lagi, Ibu hanya takut ...."
Ucap Kaysha memeluk Putranya.
"Maaf Bu,...Ibu Ndak marah? " tanyanya
matanya mengerjap lucu, Mata hazel
mirip Seseorang, Dan mata itu selalu
mengingatkannya.
" Ibu tidak marah, Hanya saja Ibu
takut,....Ibu minta jangan Kamu ulangi
lagi ya ..." Pinta Kaysha lembut pada
Putranya.
"Iya deh Ibu Sayang ...Tapi nggak janji
ya...!" Ucap Gio seraya mundur kebelakang
Mencari perlindungan, Dibalik Kaki Rangga.
"Gio...Nakal Kamu ya...!" Ujar Kaysha.
Lisa dan Azzam hanya geleng - geleng
Kepala, Melihat kelakuan adiknya yang
Super Aktif, Kemudian Mereka duduk
Disofa .
Sedangkan bik Siti hanya tersenyum,
Seraya menata makanan dimeja makan.
"Papa toloooong !" Teriak Gio
Karena dihujani Ciuman yang bertubi - tubi
Dari sang Ibu,Rangga hanya terkekeh.
Taklama Setelah selesai drama disore hari,
__ADS_1
Mereka makan malam bersama,
"Terima kasih Al...Aku pulang tinggal tidur"
Ucap Rangga.
"Tapi ...Bang susul Rania ... Nggak baik
Kalian terus ribut" Ucap Kaysha.
Sesaat Rangga menghela nafas.
"Baiklah Al ..Abang coba pertimbangkan,
Ini untuk yang kesekian kali Ia kabur dari
Rumah, Abang sudah memintanya berkali
- kali namun Ia tidak mengerti, Tiap ada
Masalah Ia selalu pulang ke rumah Orang
Tuanya, Walaupun Abang nggak ngerti
kesalahan Abang apa ?" Ujarnya
"Apa masalah Azzam yang ingin tinggal
Denganku ?" Tanya Kaysha,
Ini memang menjadi persoalan dimana
Azzam tidak mau tinggal bareng Ayah
dan Ibu sambungnya, Padahal beberapa
Kali sudah dicoba, Bahkan dulu ketika
Kaysha depresi pun Azzam terus berada
Disisinya tidak mau meninggalkan Dirinya.
Kini setelah Mereka pindah kemaripun
Azzam masih enggan untuk tinggal
Bersama Rangga dan Rania.
"Bang Cobalah Rania mau mengerti kei
nginan Azzam seperti apa, Tolong bangun
Komunikasi yang baik, ..Antara Ibu dan
Anak ...Kan udah Al bilang, Abang peka
lah sedikit tentang perasaan Rania,
Dan satu hal yang harus Abang sadari
Usia Rania yang masih muda,.." Papar
Kaysha.
"Cobalah Abang tanya apa kemauannya,
Seraya Al akan bujuk Azzam untuk mau
tinggal bersama Kalian, Eh kapan ..
Kalian akan memberikan Azzam seorang
Adik ?" Tanya Kaysha.
"Justru itu...Mungkin Kami belum dikasih
Rezeki lagi, Padahal Kami sudah berusaha,
Apalagi Kami baru pulang dari Pulau K..
Selama Kami tinggal beberapa tahun
Disana adat dan kebiasaan manja Rania
Susah hilang ..." Keluh Rangga.
Ia terbiasa curhat pada Kaysha, Selain Ia
merasa nyaman Ia merasa Kaysha seperti
Adik perempuannya sendiri, Kadang Ia
Suka mendapat masukan yang lebih
Dewasa dari seorang Kaysha, Padahal
"Abang bersemangatlah, ...Bujuk Rania
kembali ...Nggak baik, Abang sebagai
Kepala Keluarga tentunya sudah tahu
Abang mesti gimana ?" Ujar Kaysha.
Rangga mengangguk, Ini rumah tangga
Yang kedua Ia akan berusaha..
Ia tidak ingin Rumah tangganya gagal.
Setelah Shalat Isya dari mesjid bersama
Azzam, Rangga pamit pulang.
Sedangkan Azzam dilanjut belajar bareng
Lisa dibimbing Kaysha.
Sedangkan Gio sudah terlelap dipangkuan
Sang Ibu.
Terlihat wajah tampan nan lucu Putranya
Yang terlelap, Kaysha merasakan damai
Disana, Menatap wajah yang mirip sekali
Sang Ayah, Kadang Ia iri ketika wajah
Rayhan mendominasi wajah putra -
Putrinya disana.
"Ka ...Udah selesai ?" Tanya Kaysha
pada Putrinya Lisa.
"Sebentar Bu, Sedikit lagi " Jawab Lisa.
"Biar Abang yang bantuin Lisa Bu,..
Kasihan Gio nya ditidurin dulu " Ucap
Azzam.
"Makanya Dek ....Jangan inget Kak Ray
mulu " Sentil Azzam.
"Apaan sih Bang....!" Ucap Kaysha pipinya
memerah.
"Ada apa Kak ?....Apa ada yang Ibu lewatin ?"
Tanya Kaysha menyelidik.
"Itu Buna, Lisa pengen ke pondok biar
ketemu sama Kak Ray lagi " Ucap Azzam.
"Benarkah itu Ka?" Tanya Kaysha pada
Putrinya.
"Kamu itu masih SD,....Nggak baik me
mikirkan pada hal yang bukan saatnya"
Ucap Kaysha.
"Dan juga kamu Bang, ....Jangan mentang
- mentang udah SMP udah kenal sama
Lawan jenis, Kayaknya Ibu keberatan deh,
Umur Kalian masih kecil banyak yang
harus kalian pelajari bukan hanya itu,
Nanti juga akan ada saat dimana Kalian
Bertemu dengan Seseorang dan merasakan
nya tapi bukan sekarang saatnya Sayang"
Papar Kaysha.
__ADS_1
"Nooh denger kata Ibu Bang " Ucap
Lisa.
"Kamu juga dek....Masih kecil "
Balik Azzam.
"Sudah...! Lanjutkan belajarnya, Ibu mau
Menidurkan dulu Gio, Pegel nih badannya
makin subur aja " Ucap Kaysha.
"Mau Abang bantu ?" Tawar Azzam.
"Nggak Bang Ibu masih kuat gendong,
Udah dilanjut aja belajarnya" Ucap Kaysha.
Ia berlalu kelantai dua, Ia memasuki kamar
Gio yang berdampingan dengan kamar
Azzam, Menyalakan lampu dan menidur
kannya ditempat tidur.
Kaysha menarik selimut untuk menutupi
Tubuh mungil Gio, Ia mencium keningnya
Sesaat.
"Selamat malam sayang, ...Mimpi yang
indah" Bisiknya lembut.
Sesaat Ia memandang wajah itu.
Ia teringat perkataan Gio, Kini Ia mewu
judkan mimpi Gio, Ia akan menjadi Sese
Orang yang ingin disayang dan menjadi
Seseorang yang kembali berarti di hidup
Kaysha, Dan dengan persetujuan Rayhan
Ia menyematkan nama Gio disana.
Menjelang tengah malam Rayhan baru
pulang, Ia masuk kedalam kamarnya,
Setelah lebih dulu melihat kamar Putra
- Putrinya, Terlihat wajah cantik itu sudah
Terlelap, Ia mencium kening Istrinya
Setelah itu mengambil baju ganti,
Tumben suaminya tidak mandi, Kaysha
Menyelidik Suaminya seraya pura - pura
Tertidur, Apakah sebegitu lelahnya Rayhan
Sampai lupa untuk mandi, Padahal itu
Menjadi kebiasaannya dalam kondisi
Apapun.
Setelah selesai Rayhan naik ketempat
Tidur, Memeluk tubuh Kaysha dari belakang,
Tak lupa melingkarkan tangannya di pinggang
Istrinya,
"Maaf....." Lirih Rayhan.
"Degg....!" Jantung Kaysha berdetak lebih
Cepat tidak biasanya Suaminya berujar demi
kian, Tidak biasanya Rayhan berujar maaf,
Namun Kaysha mencoba menepis
perasaannya, Ia membalikan tubuhnya,
Dan membalas pelukan Rayhan, Seperti
Biasa Ia menelusupkan wajahnya di dada
Bidang sang Suami.
Dan saat inipun sesudah shalat shubuh
Rayhan pamit pergi lagi, Karena ada
panggilan mendadak,
"Maaf kesibukan Abang akhir - akhir ini"
Ucap Rayhan.
"Aku ngerti kok Bang...Hanya saja Al
minta jaga kesehatan, Jangan lupa
makan dan shalatnya ya !" Pinta Kaysha.
"Pasti ..Sayang !" Ucap Rayhan.
Ia memagut lembut bibir ranum Istrinya.
"Sudah...Nanti telat, Aku antar kedepan "
Ucap Kaysha.
Ia mengantarkan Rayhan ke depan hingga
Ia berlalu dengan mobilnya, Kaysha mema
tung ada rasa tak biasa dihatinya kali ini,
Namun Ia menepisnya lagi, Ia berusaha
Positif thinking.
Namun semangat itu sirna saat Ia mengam
bil seragam kotor beserta jaketnya yang
Dipakai Suaminya tadi malam, Kaysha
Mencium parfum wanita menempel
Disana dan itu bukanlah parfum dirinya.
Yang lebih parah Kaysha menemukan
Secarik kertas tertera angka - angka
Disana dan Kaysha menyimpulkan itu
Sebuah nomor telepon.
Dengan gemetar Kaysha meraih smart
Phone nya dan menekan angka disana,
Ia mencoba menahan perasaan dan
Mencoba tenang dan tidak berburuk
Sangka.
Namun semua itu sirna saat....
"Ya ....Dengan Siapa ini ?"
"Hallo ...."
Terdengar suara wanita nan manja dise
berang sana...
***********************************************
**Bersambung ya ....
**Maaf kemarin nggak Up, Soalnya ada
kegiatan, Biasa Emak rempong ya ..
Maafkan daku, 🙏
"Seperti biasa tolong tinggalkan jejak
Reader' s tercintahku, Wilujeng enjing
Dan selamat pagi 🙏😘
__ADS_1