Hujan September

Hujan September
*Episode 53


__ADS_3

*4 tahun kemudian.


"Gio Fahrizi Adipraja, Where Are you?"


Terdengar lengkingan suara Ibu muda yang


Cantik.


Ia melihat diseluruh ruangan yang terlihat


berantakan, Bantal sofa berceceran tidak


pada tempatnya, Apalagi mainan semuanya


Berada hampir di seluruh ruangan,


Bik Siti hanya menggeleng - gelengkan


Kepalanya, Seraya ikut mencari tuan


mudanya yang asyik bersembunyi,


Terlihat wajah lelah sang nyonya rumah,


"Sayang dimana Kamu.....?" Tanya Kaysha.


"Kamu tahu Ibu Lelah,. ... Honey" Ucap


Kaysha.


Hari ini betul - betul Dirinya harus extra


Sabar, Ia mengurus dua kafe sekaligus,


Karena baru saja launching Kafe yang


baru, Ia merasakan hari ini begitu lelah,


Ia pulang menuju rumah, Sementara


Lisa dan Azzam dijemput Rangga.


Karena Rayhan sibuk dengan peker


jaannya malah Kini Ia sering pulang


malam.


Terdengar suara pintu dibuka didepan,


Bik Siti tengah anteng mulai membersihkan


Bagian rumah yang berantakan,


"Neng Al coba cari dikamar, Siapa tahu


Aden ngumpet dikamar " Ujar Bik Siti.


"Iya Bi...Al akan cari" Ucap Kaysha.


"Assalamualaikum ...." Salam Mereka di


ambang pintu yang menuju ruang tengah.


"Ada Apa Al ?" Tanya Rangga.


"Biasa Bang...Jagoan Bang Ray bikin ulah"


Ucap Kaysha.


Rangga tersenyum melihat wajah sang adik


Ipar.


"Kamu lelah Al,...Biar Abang cari " Ucap


Rangga.


"Iya Buna,,...Nanti Azzam sama Lisa bantu cari "


Ucap Azzam ketika Salim bareng Lisa.


"Oh terima kasih ...Kalian Kakak yang the


best lah " Ucap Kaysha mengacungkan


Dua jempolnya.


"Nggak ganti baju dulu Kak ?" Tanya Kaysha


"Nggak Bu...Kasihan Adek Bu, Takut Ia


nggak bisa keluar " Ucap Lisa.


Teringat kejadian Kemarin sang adik yang


Terperangkap dalam sebuah lemari.


"Baiklah...Kita cari sama - sama " Ujar


Kaysha.


"Bik... Lanjutkan beberesnya, Biar Kami


Yang mencari Gio" Ucap Kaysha.


Namun taklama terdengar suara ribut


Dari lantai dua rumah Kaysha,


Terlihat Gio sudah berada dalam pundak


Rangga, Dia tertawa lepas dan terlihat


bahagia,


"Papa turunkan Aku...!" Pinta Gio,


Ketika melihat Kaysha dengan tatapan yang


Tak biasa,


"Bu,...Adek ngumpet di kamar Bang Azzam


Bu " Adu Lisa.


"Oh ya...." Ujar Kaysha.


"Dia berada dipojok didekat jendela, Dibela


kang meja belajar Azzam Buna" Sambung


Azzam.


Gio meminta turun, Lantas Ia menghampiri


Kaysha menarik ujung rok yang dipakai


Kaysha.


"Sayang ...Cukup!, Ibu minta jangan


Sembunyi lagi, Ibu hanya takut ...."


Ucap Kaysha memeluk Putranya.


"Maaf Bu,...Ibu Ndak marah? " tanyanya


matanya mengerjap lucu, Mata hazel


mirip Seseorang, Dan mata itu selalu


mengingatkannya.


" Ibu tidak marah, Hanya saja Ibu


takut,....Ibu minta jangan Kamu ulangi


lagi ya ..." Pinta Kaysha lembut pada


Putranya.


"Iya deh Ibu Sayang ...Tapi nggak janji


ya...!" Ucap Gio seraya mundur kebelakang


Mencari perlindungan, Dibalik Kaki Rangga.


"Gio...Nakal Kamu ya...!" Ujar Kaysha.


Lisa dan Azzam hanya geleng - geleng


Kepala, Melihat kelakuan adiknya yang


Super Aktif, Kemudian Mereka duduk


Disofa .


Sedangkan bik Siti hanya tersenyum,


Seraya menata makanan dimeja makan.


"Papa toloooong !" Teriak Gio


Karena dihujani Ciuman yang bertubi - tubi


Dari sang Ibu,Rangga hanya terkekeh.


Taklama Setelah selesai drama disore hari,

__ADS_1


Mereka makan malam bersama,


"Terima kasih Al...Aku pulang tinggal tidur"


Ucap Rangga.


"Tapi ...Bang susul Rania ... Nggak baik


Kalian terus ribut" Ucap Kaysha.


Sesaat Rangga menghela nafas.


"Baiklah Al ..Abang coba pertimbangkan,


Ini untuk yang kesekian kali Ia kabur dari


Rumah, Abang sudah memintanya berkali


- kali namun Ia tidak mengerti, Tiap ada


Masalah Ia selalu pulang ke rumah Orang


Tuanya, Walaupun Abang nggak ngerti


kesalahan Abang apa ?" Ujarnya


"Apa masalah Azzam yang ingin tinggal


Denganku ?" Tanya Kaysha,


Ini memang menjadi persoalan dimana


Azzam tidak mau tinggal bareng Ayah


dan Ibu sambungnya, Padahal beberapa


Kali sudah dicoba, Bahkan dulu ketika


Kaysha depresi pun Azzam terus berada


Disisinya tidak mau meninggalkan Dirinya.


Kini setelah Mereka pindah kemaripun


Azzam masih enggan untuk tinggal


Bersama Rangga dan Rania.


"Bang Cobalah Rania mau mengerti kei


nginan Azzam seperti apa, Tolong bangun


Komunikasi yang baik, ..Antara Ibu dan


Anak ...Kan udah Al bilang, Abang peka


lah sedikit tentang perasaan Rania,


Dan satu hal yang harus Abang sadari


Usia Rania yang masih muda,.." Papar


Kaysha.


"Cobalah Abang tanya apa kemauannya,


Seraya Al akan bujuk Azzam untuk mau


tinggal bersama Kalian, Eh kapan ..


Kalian akan memberikan Azzam seorang


Adik ?" Tanya Kaysha.


"Justru itu...Mungkin Kami belum dikasih


Rezeki lagi, Padahal Kami sudah berusaha,


Apalagi Kami baru pulang dari Pulau K..


Selama Kami tinggal beberapa tahun


Disana adat dan kebiasaan manja Rania


Susah hilang ..." Keluh Rangga.


Ia terbiasa curhat pada Kaysha, Selain Ia


merasa nyaman Ia merasa Kaysha seperti


Adik perempuannya sendiri, Kadang Ia


Suka mendapat masukan yang lebih


Dewasa dari seorang Kaysha, Padahal


"Abang bersemangatlah, ...Bujuk Rania


kembali ...Nggak baik, Abang sebagai


Kepala Keluarga tentunya sudah tahu


Abang mesti gimana ?" Ujar Kaysha.


Rangga mengangguk, Ini rumah tangga


Yang kedua Ia akan berusaha..


Ia tidak ingin Rumah tangganya gagal.


Setelah Shalat Isya dari mesjid bersama


Azzam, Rangga pamit pulang.


Sedangkan Azzam dilanjut belajar bareng


Lisa dibimbing Kaysha.


Sedangkan Gio sudah terlelap dipangkuan


Sang Ibu.


Terlihat wajah tampan nan lucu Putranya


Yang terlelap, Kaysha merasakan damai


Disana, Menatap wajah yang mirip sekali


Sang Ayah, Kadang Ia iri ketika wajah


Rayhan mendominasi wajah putra -


Putrinya disana.


"Ka ...Udah selesai ?" Tanya Kaysha


pada Putrinya Lisa.


"Sebentar Bu, Sedikit lagi " Jawab Lisa.


"Biar Abang yang bantuin Lisa Bu,..


Kasihan Gio nya ditidurin dulu " Ucap


Azzam.


"Makanya Dek ....Jangan inget Kak Ray


mulu " Sentil Azzam.


"Apaan sih Bang....!" Ucap Kaysha pipinya


memerah.


"Ada apa Kak ?....Apa ada yang Ibu lewatin ?"


Tanya Kaysha menyelidik.


"Itu Buna, Lisa pengen ke pondok biar


ketemu sama Kak Ray lagi " Ucap Azzam.


"Benarkah itu Ka?" Tanya Kaysha pada


Putrinya.


"Kamu itu masih SD,....Nggak baik me


mikirkan pada hal yang bukan saatnya"


Ucap Kaysha.


"Dan juga kamu Bang, ....Jangan mentang


- mentang udah SMP udah kenal sama


Lawan jenis, Kayaknya Ibu keberatan deh,


Umur Kalian masih kecil banyak yang


harus kalian pelajari bukan hanya itu,


Nanti juga akan ada saat dimana Kalian


Bertemu dengan Seseorang dan merasakan


nya tapi bukan sekarang saatnya Sayang"


Papar Kaysha.

__ADS_1


"Nooh denger kata Ibu Bang " Ucap


Lisa.


"Kamu juga dek....Masih kecil "


Balik Azzam.


"Sudah...! Lanjutkan belajarnya, Ibu mau


Menidurkan dulu Gio, Pegel nih badannya


makin subur aja " Ucap Kaysha.


"Mau Abang bantu ?" Tawar Azzam.


"Nggak Bang Ibu masih kuat gendong,


Udah dilanjut aja belajarnya" Ucap Kaysha.


Ia berlalu kelantai dua, Ia memasuki kamar


Gio yang berdampingan dengan kamar


Azzam, Menyalakan lampu dan menidur


kannya ditempat tidur.


Kaysha menarik selimut untuk menutupi


Tubuh mungil Gio, Ia mencium keningnya


Sesaat.


"Selamat malam sayang, ...Mimpi yang


indah" Bisiknya lembut.


Sesaat Ia memandang wajah itu.


Ia teringat perkataan Gio, Kini Ia mewu


judkan mimpi Gio, Ia akan menjadi Sese


Orang yang ingin disayang dan menjadi


Seseorang yang kembali berarti di hidup


Kaysha, Dan dengan persetujuan Rayhan


Ia menyematkan nama Gio disana.


Menjelang tengah malam Rayhan baru


pulang, Ia masuk kedalam kamarnya,


Setelah lebih dulu melihat kamar Putra


- Putrinya, Terlihat wajah cantik itu sudah


Terlelap, Ia mencium kening Istrinya


Setelah itu mengambil baju ganti,


Tumben suaminya tidak mandi, Kaysha


Menyelidik Suaminya seraya pura - pura


Tertidur, Apakah sebegitu lelahnya Rayhan


Sampai lupa untuk mandi, Padahal itu


Menjadi kebiasaannya dalam kondisi


Apapun.


Setelah selesai Rayhan naik ketempat


Tidur, Memeluk tubuh Kaysha dari belakang,


Tak lupa melingkarkan tangannya di pinggang


Istrinya,


"Maaf....." Lirih Rayhan.


"Degg....!" Jantung Kaysha berdetak lebih


Cepat tidak biasanya Suaminya berujar demi


kian, Tidak biasanya Rayhan berujar maaf,


Namun Kaysha mencoba menepis


perasaannya, Ia membalikan tubuhnya,


Dan membalas pelukan Rayhan, Seperti


Biasa Ia menelusupkan wajahnya di dada


Bidang sang Suami.


Dan saat inipun sesudah shalat shubuh


Rayhan pamit pergi lagi, Karena ada


panggilan mendadak,


"Maaf kesibukan Abang akhir - akhir ini"


Ucap Rayhan.


"Aku ngerti kok Bang...Hanya saja Al


minta jaga kesehatan, Jangan lupa


makan dan shalatnya ya !" Pinta Kaysha.


"Pasti ..Sayang !" Ucap Rayhan.


Ia memagut lembut bibir ranum Istrinya.


"Sudah...Nanti telat, Aku antar kedepan "


Ucap Kaysha.


Ia mengantarkan Rayhan ke depan hingga


Ia berlalu dengan mobilnya, Kaysha mema


tung ada rasa tak biasa dihatinya kali ini,


Namun Ia menepisnya lagi, Ia berusaha


Positif thinking.


Namun semangat itu sirna saat Ia mengam


bil seragam kotor beserta jaketnya yang


Dipakai Suaminya tadi malam, Kaysha


Mencium parfum wanita menempel


Disana dan itu bukanlah parfum dirinya.


Yang lebih parah Kaysha menemukan


Secarik kertas tertera angka - angka


Disana dan Kaysha menyimpulkan itu


Sebuah nomor telepon.


Dengan gemetar Kaysha meraih smart


Phone nya dan menekan angka disana,


Ia mencoba menahan perasaan dan


Mencoba tenang dan tidak berburuk


Sangka.


Namun semua itu sirna saat....


"Ya ....Dengan Siapa ini ?"


"Hallo ...."


Terdengar suara wanita nan manja dise


berang sana...


***********************************************


**Bersambung ya ....


**Maaf kemarin nggak Up, Soalnya ada


kegiatan, Biasa Emak rempong ya ..


Maafkan daku, 🙏


"Seperti biasa tolong tinggalkan jejak


Reader' s tercintahku, Wilujeng enjing


Dan selamat pagi 🙏😘

__ADS_1


__ADS_2