
"Ihh....Sst ngomongnya nggak asik
Ya Udah Aku mau cari janda aja ah.."
Ucap Rayhan menggoda istrinya yang
Terlalu mellow kini, Ia bangkit dari
Pangkuan Kaysha.
"Tegaa... !" Cebik Kaysha.
Ia memutar kursi rodanya, Wajahnya
Cemberut, Ia hendak pergi meninggalkan
Suaminya, Namun ditahan Rayhan.
"Abiis ngomongnya gitu,...Kemana Al
Yang kukenal, Yang tegar yang kuat
Dan nggak melow kayak gini " Ucap
Rayhan.
"Kehatimuu Bang ..." Goda Kaysha.
Rayhan hanya terkekeh gemas melihat
Semburat wajah cantik sang Istri.
Angin yang berhembus memainkan ujung
Rok yang dipakai Kaysha,
Kaysha bersandar di lengan Suaminya
Yang sedang berdiri, Taklama Ia menoleh
Mengusap bahu sang Istri Dan mengusap
Bahunya pelan.
"Tunggu sebentar!" Pintanya.
Ia masuk kedalam rumah, Taklama Ia mun
cul membawa sesuatu, Ia berjongkok diha
dapan Kaysha, Meraih Kaki putih Kaysha
Dan memasukannya kedalam kaos kaki
Yang dibawanya barusan.
"Udara sore dingin Sayang ....Kamu lupa
Tidak memakai Kaus kaki " Ujarnya.
Kaysha tersenyum Ia meraih wajah Rayhan
Didepannya, Mengusapnya perlahan,
"Terimakasih ....I love you "
Bisiknya lembut, Ia menaruh wajahnya
Diceruk leher Rayhan, Dan memeluknya
erat.
"Terima kasih mau bersamaku hingga
saat ini, Menemaniku dan mengisi
Hari - hari Kita dengan tangis maupun
Tawa, terima kasih .." Lirihnya.
"Tidak perduli dengan siapa Kita pertama
Jatuh cinta, Namun kupastikan Aku
Bersamamu sampai akhir hidupku,
Kamu Orang terakhir yang bertahta
Dihati ini..
I still remember you, ....Untuk sekarang
Ataupun nanti ..." bisiknya.
Rayhan membalas pelukan erat Kaysha
"Me too ...Honey" Jawabnya, Gurat sendu
ada diwajahnya saat beberapa kali badai
Menghantam Mereka, Dan beberapa kali
Ia akan kehilangan Kaysha.
"Jangan pernah berubah walau rambutku
Memutih, Jangan pernah marah jika
Aku melupakan berbagai hal karena
Sejatinya satu yang tak pernah berubah
Karena seiring waktu Kita akan menua
Namun satu yang pastinya takkan pernah
Berubah rasa cinta kasihku untukmu"
Kaysha melepaskan pelukannya,
Kini giliran Rayhan yang mengusap
Lembut wajah Kaysha menghapus
Setetes bening yang jatuh mengalir
Dipipinya,
"Dan satu hal yang selalu kupinta Padamu "
Ucap Rayhan.
"Apa ...humm?" Tanya Kaysha.
"Tetap berdirilah disampingku!" Pintanya
lembut, Kaysha tersenyum seraya mengang
guk.
Taklama air hujan turun menetes dengan
perlahan, Rayhan bangkit mendorong
Kursi roda Kaysha.
"Hujan Ayo Kita masuk " Ajaknya.
******
"Sayang ...Ini dari Bu Ramli " Ujar Rayhan.
Seraya meletakkan satu set rantang berisi
Makanan khas hari Raya.
"Siapa yang nganter yah ? " Tanya Kaysha
Yang tengah anteng memasak,
"Doni ...?" Sambungnya
Rayhan mengangguk.
"Baiklah semuanya belum matang, tolong
Nanti Doni suruh kembali jam 5 yah,
Sekalian kita mengembalikan rantang
Mereka" Ucap Kaysha,
Dimeja sudah berada 5 set rantang yang
belum dibuka.
"Siaap honey.." Jawab Rayhan menuju
ke depan.
Lebaran kali ini Kaysha dan Rayhan sudah
Kembali ke rumah ini, Mereka ingin menik
mati masa tua Mereka disini nanti.
"Al ...Jangan terlalu lelah," Pinta Rayhan
Seraya mengisi ketupat yang masih
kosong,
__ADS_1
Ia sangat menikmati hari - harinya disini
Seperti dulu, Berbaur dengan Masyarakat
Lebih tenang nan.damai,
"Aa mana Bang ?" Tanya Kaysha.
"Kan Kamu tadi suruh beli kelapa ke
Warung " Jawab Rayhan.
"Lama banget ? Apa belinya ke kota
Sambil ngabuburit ya?" Seloroh Kaysha.
"Iya Kali Al, ...Biar nyampe rumah udah
Bedug Maghrib " Jawab Rayhan asal.
Taklama yang diomongin datang
Membawa Dua butir Kelapa tua,
"A...Kok beli kelapa nya lama? Warungnya
Jauh ya?" Tanya Kaysha.
"Jauh Ibu...Aa nyarinya kepasar karena
Diwarung pada habis" Ujar Gio.
"Tadi aku dianter Om Endro mereka
mau jaga dipintu tol, Nganter Aku dulu
Kepasar karena Aku nggak tahu pasarnya
Dimana, Kan Aku nggak biasa Ibu, ...
Masih mending Aku belanja di supermarket
Dan ini ke pasar ..Bu ..Pasar " Ucap Gio
"Jadi Kamu nggak ikhlas bantuin Ibu,
Ceritanya" Tukas Kaysha.
"Nggak gitu juga Kali Bu....Aa cuma
Ngomong aja, Ternyata hanya demi
Dua butir kelapa perlu usaha juga "
Ucap Gio, Seraya memeluk sang Ibu
Dari belakang.
"Eh ..eh kenapa ini lagi" Ucap Kaysha.
"Ibu lagi masak ....Baju Ibu bau ..."
Sambungnya.
"Enggak Bu, ..Terima kasih selalu ada
Untuk Kami, Karena Aa nggak sanggup
Jika Ibu sampe nggak ada " Lirihnya
Mengingat kejadian yang menimpa
Kaysha terakhir kalinya
Kaysha mematikan kompor, Ia berbalik
Meraih wajah putranya lembut,
"Sayang ....Ibu ucapkan terimakasih juga
Untukmu karena jadi anak yang baik
Untuk Kami " Ucap Kaysha.
"Walaupun mimpi Aa berbeda nggak
Seperti Ayah ataupun Papa" Ujar Gio
Seraya menunduk.
"Dengar Sayang ... Kamu tetaplah anak
Kami terlepas itu seperti Ayah ataupun
Tidak, Karena semua itu mempunyai
Mimpi masing - masing ..." Ia menghujani
"Bu ...Udah Aa bukan Anak kecil lagi
Bu.." Protes Gio.
"Aa tetap anak kecil milik Ayah dan
Ibu, .....Iya kan Yah ?" Tanya Kaysha.
"Udah A..Bantuin Ayah itung - itung
Kamu teh ngabuburit " Titah Rayhan
Taklama muncul wajah kusut buyung
Sehabis bangun tidur, Ia baru sampai
Beberapa jam yang lalu, Dan tertidur
Akibat kelelahan selama perjalanan.
"Maafin Abang ....Bentar Abang ke
kamar mandi dulu, ...Nanti apa yang
Bisa Abang bantu" Ucap Buyung.
"Nggak pa - pa Bang, ...Ibu tahu Kamu
lelah " Ucap Kaysha.
Taklama Rayhan masuk membawa
Satu wadah besar berisi kentang
Yang telah dikupas dan dipotong
Oleh Dirinya dan Lisa, Lisa tidak
Diperbolehkan terlalu lelah karena
Sedang mengandung.
"Bu ini ditaruh dimana ?" Tanya Rayhan.
"Disitu saja Mas ....Nanti mau ibu goreng"
Jawab Kaysha.
"Mau Ibu bikin sambel goreng kentang
Pake Ati, Mau pake Pete ada yang protes"
Ujar Kaysha seraya melirik Gio.
"Aku nggak kuat baunya Bu..." Potong Gio.
Terlihat wajah pucat Kaysha, Kini Rayhan
Yang berbicara.
"Sini Anak Ayah berkumpul, Kita lanjutin
Tugas Ibu, Biar Ibu istirahat " Titah Rayhan
Pada Anak beserta menantunya.
"Duduklah Kami nggak mau Kamu
sakit Sayang ...Lagipula kasihan Bik Siti
Juga ingin Pulang kampung" Jawab
Rayhan Ketika Kaysha protes.
"Bagaimana Kalian Siap !" Tanya Rayhan
"Siaap Komandan!" Jawab Mereka.
Kaysha dan Lisa hanya menonton
Kegiatan Mereka, Mereka dengan sigap
Berbagi tugas.
"Bu... Kita punya Pasukan baru Ya ..
Lebaran kali ini " Ucap Lisa memandang
Haru mereka.
"Iya sayang ....Bentar lagi juga nambah
Anggota baru " Ujar Kaysha mengusap
__ADS_1
Perut buncit Putrinya.
"Ini suatu kebahagiaan Kami sebagai
Orang tuamu Nak, Kami Bahagia me
Lihat Kalian tersenyum bahagia"
Sambung Kaysha, Seraya mengambil
Bunga yang tadi Mereka beli dan
Menatanya diatas meja.
Sesaat Kaysha menghirup aroma wangi
Dari bunga sedap Malam yang akan
Semerbak tercium lebih kuat jika
Malam mulai datang.
Kaysha menyibakkan gorden jendela
Kamarnya saat melihat Iring - iringan
Orang yang bertakbiran, Sementara
Anak dan Suaminya bergiliran ke
Masjid.
"Hari raya datang, Entah berpuluh kali
Aku merayakan hari raya tanpamu,
Aku ingat saat dulu Kita mengejar
penerbangan hanya untuk merayakan
Lebaran ditanah air,...Ingin merasakan
Sensasi mudik seperti Orang lain"
Sesaat Ia termenung saat air hujan
Turun membasahi kaca jendela kamarnya,
Matanya tertutup sebentar seraya mengu
cap do'a yang selalu Ia titipkan Untuk
Seseorang.
Seperti biasa Ia akan menulis pengha
rapannya di kaca yang berembun...
Setelah itu Ia menghapusnya kembali.
"Al...Aku bahagia andai seumur hidup
ku akan kuhabiskan bersamamu, Mem
punyai anak yang banyak dan Cucu
Yang lucu, Aku sangat ingin" Ucap Gio
Ia mengusap perut datar Kaysha.
"Iya nanti Aku akan berperut buncit
Dan Aa akan ninggalin Aku " Cebik
Kaysha.
Gio duduk didepan Kaysha mencium
Tangannya lembut.
"Kamu itu ngomong suka ngelantur,
Aku nggak akan.ninggalin Kamu, Apalagi
Kamu hamil anak Aku masa Aku tinggalin
Ah ....Ngaco nih, Kecuali takdir yang bisa
Misahin Kita" Lirihnya ...
"Yaa dan Akhirnya Kamu juga ninggalin
Aku walau Aku tak mengandung buah
hatimu " Isak Kaysha.
Perlahan Rayhan masuk ke kamarnya,
Sepulang dari masjid bergantian dengan
Yang lain
"Assalamualaikum Bu?" Salamnya.
Namun tak ada jawaban, Kaysha terlelap
Diatas sofa, Rayhan tersenyum Ia meraih
Tubuh Istrinya dan memindahkannya
Ke Ranjang, Membaringkannya dengan
Lembut, Setelah itu Ia hendak menutup
Gorden namun terlihat Kata - kata indah
Untuk seseorang, dan rayhan tahu itu.
"Kamu akan selalu ada dalam kenangan
Seumur hidup Kami, Kami janji takkan
Pernah melupakanmu" Lirihnya.
Setelah itu jendela kamarnya tertutup
Rapat Karena malam sudah sangat
Larut, Ia naik keatas tempat tidur
Karena Ia kelelahan sehabis jadi koki
Dadakan.tadi, Hawa dingin yang terasa
Akibat guyuran hujan yang turun,
Membuat seorang Rayhan kedinginan
Ia memeluk istrinya lembut dibawah
Selimut,
Takbir berkumandang terdengar syahdu
Berbarengan air hujan yang turun mem
basahi bumi, Selalu mengingatkan Aku
akan hadirmu...Kini Aku mengerti apa
Arti dirimu bagiku,
"I still love you "
\*\*\*\*\*\*\* END \*\*\*\*\*\*\*
* Udah part akhir ya, ...Tadinya mau kemarin
Up 2 Part, Hanya saja ada keperluan yang
Mendadak jadi Gatot, Nah sekarang baru
Bisa, Maafin Aku Yaa๐
*Mungkin setelah cerita ini selesai, Aku
Mau rehat dulu mungkin nanti kapan -
Kapan Kita bertemu di karya receh ku yang
lain, Mungkin Nanti ya...
Terima kasih atas perhatian Kalian selama
ini terutama yang sudah sering meninggalkan
Jejaknya di karya recehku, Dan maaf jika
Masih banyak kekurangan, Karena Saya
terus belajar dan lebih belajar lagi.
Peluk sayang dari jauh dari Author untuk
Reader's tersayang, Terima kasih karena
Kalian telah menemani Author selama ini,
Jika berkenan nanti ketemu dikarya receh
Author yang lain๐๐
__ADS_1