Hujan September

Hujan September
*Episode 74


__ADS_3

"Ihh....Sst ngomongnya nggak asik


Ya Udah Aku mau cari janda aja ah.."


Ucap Rayhan menggoda istrinya yang


Terlalu mellow kini, Ia bangkit dari


Pangkuan Kaysha.


"Tegaa... !" Cebik Kaysha.


Ia memutar kursi rodanya, Wajahnya


Cemberut, Ia hendak pergi meninggalkan


Suaminya, Namun ditahan Rayhan.


"Abiis ngomongnya gitu,...Kemana Al


Yang kukenal, Yang tegar yang kuat


Dan nggak melow kayak gini " Ucap


Rayhan.


"Kehatimuu Bang ..." Goda Kaysha.


Rayhan hanya terkekeh gemas melihat


Semburat wajah cantik sang Istri.


Angin yang berhembus memainkan ujung


Rok yang dipakai Kaysha,


Kaysha bersandar di lengan Suaminya


Yang sedang berdiri, Taklama Ia menoleh


Mengusap bahu sang Istri Dan mengusap


Bahunya pelan.


"Tunggu sebentar!" Pintanya.


Ia masuk kedalam rumah, Taklama Ia mun


cul membawa sesuatu, Ia berjongkok diha


dapan Kaysha, Meraih Kaki putih Kaysha


Dan memasukannya kedalam kaos kaki


Yang dibawanya barusan.


"Udara sore dingin Sayang ....Kamu lupa


Tidak memakai Kaus kaki " Ujarnya.


Kaysha tersenyum Ia meraih wajah Rayhan


Didepannya, Mengusapnya perlahan,


"Terimakasih ....I love you "


Bisiknya lembut, Ia menaruh wajahnya


Diceruk leher Rayhan, Dan memeluknya


erat.


"Terima kasih mau bersamaku hingga


saat ini, Menemaniku dan mengisi


Hari - hari Kita dengan tangis maupun


Tawa, terima kasih .." Lirihnya.


"Tidak perduli dengan siapa Kita pertama


Jatuh cinta, Namun kupastikan Aku


Bersamamu sampai akhir hidupku,


Kamu Orang terakhir yang bertahta


Dihati ini..


I still remember you, ....Untuk sekarang


Ataupun nanti ..." bisiknya.


Rayhan membalas pelukan erat Kaysha


"Me too ...Honey" Jawabnya, Gurat sendu


ada diwajahnya saat beberapa kali badai


Menghantam Mereka, Dan beberapa kali


Ia akan kehilangan Kaysha.


"Jangan pernah berubah walau rambutku


Memutih, Jangan pernah marah jika


Aku melupakan berbagai hal karena


Sejatinya satu yang tak pernah berubah


Karena seiring waktu Kita akan menua


Namun satu yang pastinya takkan pernah


Berubah rasa cinta kasihku untukmu"


Kaysha melepaskan pelukannya,


Kini giliran Rayhan yang mengusap


Lembut wajah Kaysha menghapus


Setetes bening yang jatuh mengalir


Dipipinya,


"Dan satu hal yang selalu kupinta Padamu "


Ucap Rayhan.


"Apa ...humm?" Tanya Kaysha.


"Tetap berdirilah disampingku!" Pintanya


lembut, Kaysha tersenyum seraya mengang


guk.


Taklama air hujan turun menetes dengan


perlahan, Rayhan bangkit mendorong


Kursi roda Kaysha.


"Hujan Ayo Kita masuk " Ajaknya.


******


"Sayang ...Ini dari Bu Ramli " Ujar Rayhan.


Seraya meletakkan satu set rantang berisi


Makanan khas hari Raya.


"Siapa yang nganter yah ? " Tanya Kaysha


Yang tengah anteng memasak,


"Doni ...?" Sambungnya


Rayhan mengangguk.


"Baiklah semuanya belum matang, tolong


Nanti Doni suruh kembali jam 5 yah,


Sekalian kita mengembalikan rantang


Mereka" Ucap Kaysha,


Dimeja sudah berada 5 set rantang yang


belum dibuka.


"Siaap honey.." Jawab Rayhan menuju


ke depan.


Lebaran kali ini Kaysha dan Rayhan sudah


Kembali ke rumah ini, Mereka ingin menik


mati masa tua Mereka disini nanti.


"Al ...Jangan terlalu lelah," Pinta Rayhan


Seraya mengisi ketupat yang masih


kosong,

__ADS_1


Ia sangat menikmati hari - harinya disini


Seperti dulu, Berbaur dengan Masyarakat


Lebih tenang nan.damai,


"Aa mana Bang ?" Tanya Kaysha.


"Kan Kamu tadi suruh beli kelapa ke


Warung " Jawab Rayhan.


"Lama banget ? Apa belinya ke kota


Sambil ngabuburit ya?" Seloroh Kaysha.


"Iya Kali Al, ...Biar nyampe rumah udah


Bedug Maghrib " Jawab Rayhan asal.


Taklama yang diomongin datang


Membawa Dua butir Kelapa tua,


"A...Kok beli kelapa nya lama? Warungnya


Jauh ya?" Tanya Kaysha.


"Jauh Ibu...Aa nyarinya kepasar karena


Diwarung pada habis" Ujar Gio.


"Tadi aku dianter Om Endro mereka


mau jaga dipintu tol, Nganter Aku dulu


Kepasar karena Aku nggak tahu pasarnya


Dimana, Kan Aku nggak biasa Ibu, ...


Masih mending Aku belanja di supermarket


Dan ini ke pasar ..Bu ..Pasar " Ucap Gio


"Jadi Kamu nggak ikhlas bantuin Ibu,


Ceritanya" Tukas Kaysha.


"Nggak gitu juga Kali Bu....Aa cuma


Ngomong aja, Ternyata hanya demi


Dua butir kelapa perlu usaha juga "


Ucap Gio, Seraya memeluk sang Ibu


Dari belakang.


"Eh ..eh kenapa ini lagi" Ucap Kaysha.


"Ibu lagi masak ....Baju Ibu bau ..."


Sambungnya.


"Enggak Bu, ..Terima kasih selalu ada


Untuk Kami, Karena Aa nggak sanggup


Jika Ibu sampe nggak ada " Lirihnya


Mengingat kejadian yang menimpa


Kaysha terakhir kalinya


Kaysha mematikan kompor, Ia berbalik


Meraih wajah putranya lembut,


"Sayang ....Ibu ucapkan terimakasih juga


Untukmu karena jadi anak yang baik


Untuk Kami " Ucap Kaysha.


"Walaupun mimpi Aa berbeda nggak


Seperti Ayah ataupun Papa" Ujar Gio


Seraya menunduk.


"Dengar Sayang ... Kamu tetaplah anak


Kami terlepas itu seperti Ayah ataupun


Tidak, Karena semua itu mempunyai


Mimpi masing - masing ..." Ia menghujani


"Bu ...Udah Aa bukan Anak kecil lagi


Bu.." Protes Gio.


"Aa tetap anak kecil milik Ayah dan


Ibu, .....Iya kan Yah ?" Tanya Kaysha.


"Udah A..Bantuin Ayah itung - itung


Kamu teh ngabuburit " Titah Rayhan


Taklama muncul wajah kusut buyung


Sehabis bangun tidur, Ia baru sampai


Beberapa jam yang lalu, Dan tertidur


Akibat kelelahan selama perjalanan.


"Maafin Abang ....Bentar Abang ke


kamar mandi dulu, ...Nanti apa yang


Bisa Abang bantu" Ucap Buyung.


"Nggak pa - pa Bang, ...Ibu tahu Kamu


lelah " Ucap Kaysha.


Taklama Rayhan masuk membawa


Satu wadah besar berisi kentang


Yang telah dikupas dan dipotong


Oleh Dirinya dan Lisa, Lisa tidak


Diperbolehkan terlalu lelah karena


Sedang mengandung.


"Bu ini ditaruh dimana ?" Tanya Rayhan.


"Disitu saja Mas ....Nanti mau ibu goreng"


Jawab Kaysha.


"Mau Ibu bikin sambel goreng kentang


Pake Ati, Mau pake Pete ada yang protes"


Ujar Kaysha seraya melirik Gio.


"Aku nggak kuat baunya Bu..." Potong Gio.


Terlihat wajah pucat Kaysha, Kini Rayhan


Yang berbicara.


"Sini Anak Ayah berkumpul, Kita lanjutin


Tugas Ibu, Biar Ibu istirahat " Titah Rayhan


Pada Anak beserta menantunya.


"Duduklah Kami nggak mau Kamu


sakit Sayang ...Lagipula kasihan Bik Siti


Juga ingin Pulang kampung" Jawab


Rayhan Ketika Kaysha protes.


"Bagaimana Kalian Siap !" Tanya Rayhan


"Siaap Komandan!" Jawab Mereka.


Kaysha dan Lisa hanya menonton


Kegiatan Mereka, Mereka dengan sigap


Berbagi tugas.


"Bu... Kita punya Pasukan baru Ya ..


Lebaran kali ini " Ucap Lisa memandang


Haru mereka.


"Iya sayang ....Bentar lagi juga nambah


Anggota baru " Ujar Kaysha mengusap

__ADS_1


Perut buncit Putrinya.


"Ini suatu kebahagiaan Kami sebagai


Orang tuamu Nak, Kami Bahagia me


Lihat Kalian tersenyum bahagia"


Sambung Kaysha, Seraya mengambil


Bunga yang tadi Mereka beli dan


Menatanya diatas meja.


Sesaat Kaysha menghirup aroma wangi


Dari bunga sedap Malam yang akan


Semerbak tercium lebih kuat jika


Malam mulai datang.


Kaysha menyibakkan gorden jendela


Kamarnya saat melihat Iring - iringan


Orang yang bertakbiran, Sementara


Anak dan Suaminya bergiliran ke


Masjid.


"Hari raya datang, Entah berpuluh kali


Aku merayakan hari raya tanpamu,


Aku ingat saat dulu Kita mengejar


penerbangan hanya untuk merayakan


Lebaran ditanah air,...Ingin merasakan


Sensasi mudik seperti Orang lain"


Sesaat Ia termenung saat air hujan


Turun membasahi kaca jendela kamarnya,


Matanya tertutup sebentar seraya mengu


cap do'a yang selalu Ia titipkan Untuk


Seseorang.


Seperti biasa Ia akan menulis pengha


rapannya di kaca yang berembun...


Setelah itu Ia menghapusnya kembali.


"Al...Aku bahagia andai seumur hidup


ku akan kuhabiskan bersamamu, Mem


punyai anak yang banyak dan Cucu


Yang lucu, Aku sangat ingin" Ucap Gio


Ia mengusap perut datar Kaysha.


"Iya nanti Aku akan berperut buncit


Dan Aa akan ninggalin Aku " Cebik


Kaysha.


Gio duduk didepan Kaysha mencium


Tangannya lembut.


"Kamu itu ngomong suka ngelantur,


Aku nggak akan.ninggalin Kamu, Apalagi


Kamu hamil anak Aku masa Aku tinggalin


Ah ....Ngaco nih, Kecuali takdir yang bisa


Misahin Kita" Lirihnya ...


"Yaa dan Akhirnya Kamu juga ninggalin


Aku walau Aku tak mengandung buah


hatimu " Isak Kaysha.


Perlahan Rayhan masuk ke kamarnya,


Sepulang dari masjid bergantian dengan


Yang lain


"Assalamualaikum Bu?" Salamnya.


Namun tak ada jawaban, Kaysha terlelap


Diatas sofa, Rayhan tersenyum Ia meraih


Tubuh Istrinya dan memindahkannya


Ke Ranjang, Membaringkannya dengan


Lembut, Setelah itu Ia hendak menutup


Gorden namun terlihat Kata - kata indah


Untuk seseorang, dan rayhan tahu itu.


"Kamu akan selalu ada dalam kenangan


Seumur hidup Kami, Kami janji takkan


Pernah melupakanmu" Lirihnya.


Setelah itu jendela kamarnya tertutup


Rapat Karena malam sudah sangat


Larut, Ia naik keatas tempat tidur


Karena Ia kelelahan sehabis jadi koki


Dadakan.tadi, Hawa dingin yang terasa


Akibat guyuran hujan yang turun,


Membuat seorang Rayhan kedinginan


Ia memeluk istrinya lembut dibawah


Selimut,


Takbir berkumandang terdengar syahdu


Berbarengan air hujan yang turun mem


basahi bumi, Selalu mengingatkan Aku


akan hadirmu...Kini Aku mengerti apa


Arti dirimu bagiku,


"I still love you "


\*\*\*\*\*\*\* END \*\*\*\*\*\*\*


* Udah part akhir ya, ...Tadinya mau kemarin


Up 2 Part, Hanya saja ada keperluan yang


Mendadak jadi Gatot, Nah sekarang baru


Bisa, Maafin Aku Yaa๐Ÿ™


*Mungkin setelah cerita ini selesai, Aku


Mau rehat dulu mungkin nanti kapan -


Kapan Kita bertemu di karya receh ku yang


lain, Mungkin Nanti ya...


Terima kasih atas perhatian Kalian selama


ini terutama yang sudah sering meninggalkan


Jejaknya di karya recehku, Dan maaf jika


Masih banyak kekurangan, Karena Saya


terus belajar dan lebih belajar lagi.


Peluk sayang dari jauh dari Author untuk


Reader's tersayang, Terima kasih karena


Kalian telah menemani Author selama ini,


Jika berkenan nanti ketemu dikarya receh


Author yang lain๐Ÿ™๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2