
"Al..Aa pulang dulu, Bunda belum
tahu Aa udah Pulang..Cuti Aa nggak
lama, " Ujarnya seraya menghirup
Kopi,
Kaysha baru pulang, Dan baru selesai
Mandi, Ia mulai memasak untuk makan
Malam, Ia mengeluarkan sayuran yang
Baru saja dibelinya, Ia sangat tahu Gio
Lebih suka makan hasil olahan sendiri,
Dan Mereka telah terbiasa.
Kaysha mulai mencuci sayuran dan memotong
nya setidaknya ini untuk yang terakhir
Dirinya memasak untuk Gio, Dirinya
Ingin meninggalkan kesan yang baik
Untuk Gio diakhir kebersamaan Mereka.
"Al.." Panggilnya lirih.
Sesaat Kaysha menoleh,
Gio mendekat, Ia melingkarkan tangannya
Di pinggang ramping Kaysha, Kini Kaysha
Menolak, Namun kembali ditahan Gio.
"Al ...Diamlah kumohon !" Ucapnya.
"Tak ada yang berubah antara Dirimu dan
Aku, Kamu tetap seorang Al yang Aku
punya .." Ucapnya.
Mendengar perkataan Gio, Rasanya sakit
Mendera hatinya.
"Sreet...." Ujung pisau tak sengaja menge
nai jari lentik Kaysha dan membuatnya ter
luka.
"Al...!" Ujar Gio,
Buru - buru Ia melepaskan pelukannya,
Meraih jemari tangan Kaysha yang Ter
luka dan segera mencucinya di wastafel.
Dan serta - Merta mengambil plester di
kotak obat,
"Lain kali hati - hati ..!" Ujarnya.
"Sekarang Kamu diam, Biar Aku yang
masak !" Ujarnya.
Dengan terpaksa Kaysha duduk di kursi
Makan, Gio memakai Apron yang dipa
kai Kaysha tadi, Dengan cekatan Ia mema
sak karena Ia memang mandiri dan Sebagai
Prajurit Dirinya dituntut untuk Mandiri dan
Cekatan.
Tidak ingin terlalu terpesona, Ia memandang
Pemandangan diluar hujan yang jatuh di
Kaca jendela apartemennya,
Tak butuh waktu lama masakan sudah
Tersedia, Ia tersenyum melihat hasil
Dari masakan yang Gio masak untuk
Mereka,
Setelah berdo'a Mereka mulai memasukan
Makanan sesuap demi sesuap walau
Sebenarnya perasaan Mereka entah kemana.
Mungkin ini kebersamaan Mereka yang
Terakhir sudah cukup selama ini Gio
berada disisinya,
"Jalani dengan baik hidupmu, ...Agar Aku
tidak selalu khawatir Padamu Al ..!"
Kata perpisahan Gio yang terakhir, Dirinya
mengecup kening Kaysha untuk yang
Terakhir,
"Berbahagialah A..!" Lirih Kaysha.
Terlihat senyum yang dipaksakan tergambar
Disana, Berpuluh tahun hidup bersamanya
Kini sudah saatnya saling melupakan dan
Saling Merelakan...
"Aku ikhlas untuk mengatakan
Say goodbye untukmu A... Walaupun sakit
Ini harus kuterima..." rintih Kaysha sepening
gal Gio, Ia berlalu ke kamarnya dan menco
ba terlelap untuk hari ini, Ia ingin melupakan semuanya, Ia mencium wangi Gio yang ter
tinggal di bantalnya, Rupanya Gio tertidur
Tadi dikamarnya.
__ADS_1
Namun ketika Ia hendak terfidur, Ia iseng
membuka laci meja riasnya hendak
Menyimpan foto Mereka berdua,
Ia hendak melupakan semua yang ter
tinggal,
Namun sebuah kotak terdapat disana,
Kaysha membawa dan membukanya.
Sebuah kalung dengan liontin yang
Tertera huruf inisial Dirinya dan Gio,
"Mungkin ini hadiah yang Aku berikan
Padamu, Percayalah Al Kamu satu
Dan takkan pernah terganti,
Semoga Kamu dapat penggantiku,
Demi Bunda...Al, Akhirnya kini Aku
menyakitimu, Namun percayalah
Akupun tidak baik - baik saja,
Demi Aku berbahagialah !"
Secarik kertas berisi curahan hati Gio
Untuknya.
"Jangan begini A...Kamu selalu buat
Aku bapeeer!" Teriak Kaysha seraya
menangis.
"Tegaa Kamu A....Dengan entengnya .
Kamu mainin perasaan Aku ...
Apakah Aku bisa benar lepas darimu !"
Teriak Kaysha lagi.
Ia mencoba melepaskan bebannya,
Dengan mencoba berteriak di danau ini
Untung saja Danau lagi dalam keadaan
Sepi.
*******
"Yeey pasti lagi ada masalah ya..Cari Eyke,
Apose lagi beb ? Yeey jadi dicerein sama
Misoa elo yang ganteng bin gagah itu ?" .
Tanya Hendra.
Kaysha mencari Hendra di Rumah Sakit
Seraya menengok Ibu Hendra yang
baru selesai dioprasi.
"Aa...Milih benar - benar mutusin hubu
ngan Kami demi Teteh, ...Kami sendiri
ragu dengan hubungan Kami ini,
Bagi Mereka mungkin jika Mereka tahu
Hubungan Kami terlarang, Namun jika
Teteh tahu kenyataannya apakah Ia
Akan menyetujui hubungan Kami,
Aku adalah butiran debu yang tidak
sepadan dengan Putranya, " Lirih Kaysha.
"Beruntung Gue hidup disayang oleh
Mereka, Entah ..Gue nggak tahu jika
Ia tahu Kalau Gue ...." Sambung Kaysha.
"Udah dong Neng....Mungkin ini jalan yang
terbaik untuk Kalian, Yeey orang baik
Pasti Tuhan denger Do'a Yeey, Semoga
Yeey bisa menemukan Orang yang lebih
Dari Si Aa ganteng, Gue juga selalu
Do'ain elo Honey..Don' t be Cry,
Yeey kalo nangis jelek tahu kayak.kunti
Yang lagi beranak " Sahut Hendra.
"Elo tuh ngehibur gue kagak lucu - lucunya
bawa - bawa neng Kunti mentang - mentang
Elo pawangnya " Jawab Kaysha.
"Genderuwo dong Eyke ? "Cekikik Hendra.
"Nah ntu lu ngaku !" Seloroh Kaysha.
"Dasaar ...Sobat lucknut Luh....!" Ujar
Hendra seraya tertawa,
Entah kenapa bertemu Hendra yang ngaku
Sebagai Marimse istri siri Fernando,
Atau Siapalah yang sering diomongin
Dirinya di dunia ghoibnya, Tapi semua itu
Membuatnya terhibur, Kaysha nyaman
dengan segala kekurangan yang dimiliki
Oleh Hendra.
"Aku harus semangat !" Ucap Kaysha
pagi ini,
__ADS_1
"Selamat tinggal masa lalu,,,,!" Pekiknya
Dalam hati,
Hari ini Kaysha ingin menikmati hari libur
nya, Ia berdandan cantik namun tak ber
lebihan Sebuah dress selutut berwarna
Nude terlihat manis membalut tubuhnya,
Dipadukan dengan sepatu Kets nan simple,
Rambut panjangnya dibiarkan tergerai.
Semakin memancarkan Aura kecantikan
nya yang alami.
"Wuidiih,...Pantesan aja Si Aa nggak bisa
lepas dari Yeey selama ini, Kalo nggak
Inget nasib Eyke, Pasti Yeey Udah Eyke
Embat" Seloroh Hendra yang sering ter
kesima melihat penampilan seorang
Kaysha.
"Udah Ah elo ngegombal terus, ...Jalan yuk!"
Ajak Kaysha.
"Kemana Kita hari ini?" Tanya Hendra,
Kini Ia didapuk menjadi supir sekaligus
Teman kencan untuk.Seorang Kaysha.
"Kantor Polisi " Jawab Kaysha.
"Ada masalah Apa lagi Al?" Tanya Hendra.
"Mau mulangin ini jaket, Ndra...
Masa mau nyari cinta!" Jawab Kaysha.
"Nggak pa - pa kali, Kali aja Yeey ketemu
Pak Pol ganteng disana apa salahnya sih "
Ujar Hendra.
"Mau Gue temenin kedalam ?" Tawar Hendra.
"Udah...Elo tunggu ni mari ya! " Tolak Kaysha
Kaysha melenggang masuk kedalam kantor
Polisi, Dirinya tidak peduli dengan tatapan
Orang - Orang disekelilingnya.
"Oh Jaket itu punya Pak Rayhan Mbak"
Jawab Pak Polisi yang sedang berjaga.
"Oh ya ...Ada Bapak Rayhan nya?"
Tanya Kaysha.
"Waduh kebetulan hari ini Pak Rayhan tidak
Masuk, Karena Anaknya masuk rumah sakit"
Jawab Pak Petugas lagi.
Taklama Kaysha keluar menghampiri
Hendra,
"Ndra... Kita ke Rumah sakit xxxxx"
Ajak Kaysha.
"Siapa yang sakit beb?"Tanya Hendra.
"Anaknya yang punya jaket, Kita nengok
Sekalian Kita balikin tuh jaket"
Ajak Kaysha.
"Ah...Nanti Istri tuh Pak Pol salah paham
ntar gimenong beb?" Tanya Hendra.
"Nggak bakalan ...kali aja!" Jawab Kaysha.
"Lho kok jawabannya begindang ?"
Tanya Hendra seraya dahinya berkerut.
"Ya iyalah secara istrinya Udah meninggal
3 tahun yang lalu, Ia Orang tua tunggal
Buat Anaknya, " Jawab Keysha,
"Oh Duda donk.... Wooow!"Mata Hendra
terbelalak.
"Yeey radar Lo langsung muter, Kalo
Denger gituan " Ujar Keysha.
"Ih ...Mudah - mudahan aja ganteng,
Bisa jadi Dia jodoh sebenarnya yang Tuhan
Kasih buat Elo " Seloroh Hendra.
"Jahat lu Ndra....Kalo Do'a Lo bener - bener
terkabul, Tapi Kalo ganteng bisa dibicarain "
Sahut Kaysha.
"Nah gitu dong belajar move on,,,,,Eyke
Dukung, ..Mas Duda I am coming !"
Teriak Hendra.
"Husst...Lo bikin malu gue!"
"Song Jong Ki....I am coming " Sambung
Kaysha terkikik.
************************************************
**Bersambung
__ADS_1
**Please like or comment 🙏😘