Hujan September

Hujan September
*Episode 05


__ADS_3

"Al..Aa pulang dulu, Bunda belum


tahu Aa udah Pulang..Cuti Aa nggak


lama, " Ujarnya seraya menghirup


Kopi,


Kaysha baru pulang, Dan baru selesai


Mandi, Ia mulai memasak untuk makan


Malam, Ia mengeluarkan sayuran yang


Baru saja dibelinya, Ia sangat tahu Gio


Lebih suka makan hasil olahan sendiri,


Dan Mereka telah terbiasa.


Kaysha mulai mencuci sayuran dan memotong


nya setidaknya ini untuk yang terakhir


Dirinya memasak untuk Gio, Dirinya


Ingin meninggalkan kesan yang baik


Untuk Gio diakhir kebersamaan Mereka.


"Al.." Panggilnya lirih.


Sesaat Kaysha menoleh,


Gio mendekat, Ia melingkarkan tangannya


Di pinggang ramping Kaysha, Kini Kaysha


Menolak, Namun kembali ditahan Gio.


"Al ...Diamlah kumohon !" Ucapnya.


"Tak ada yang berubah antara Dirimu dan


Aku, Kamu tetap seorang Al yang Aku


punya .." Ucapnya.


Mendengar perkataan Gio, Rasanya sakit


Mendera hatinya.


"Sreet...." Ujung pisau tak sengaja menge


nai jari lentik Kaysha dan membuatnya ter


luka.


"Al...!" Ujar Gio,


Buru - buru Ia melepaskan pelukannya,


Meraih jemari tangan Kaysha yang Ter


luka dan segera mencucinya di wastafel.


Dan serta - Merta mengambil plester di


kotak obat,


"Lain kali hati - hati ..!" Ujarnya.


"Sekarang Kamu diam, Biar Aku yang


masak !" Ujarnya.


Dengan terpaksa Kaysha duduk di kursi


Makan, Gio memakai Apron yang dipa


kai Kaysha tadi, Dengan cekatan Ia mema


sak karena Ia memang mandiri dan Sebagai


Prajurit Dirinya dituntut untuk Mandiri dan


Cekatan.


Tidak ingin terlalu terpesona, Ia memandang


Pemandangan diluar hujan yang jatuh di


Kaca jendela apartemennya,


Tak butuh waktu lama masakan sudah


Tersedia, Ia tersenyum melihat hasil


Dari masakan yang Gio masak untuk


Mereka,


Setelah berdo'a Mereka mulai memasukan


Makanan sesuap demi sesuap walau


Sebenarnya perasaan Mereka entah kemana.


Mungkin ini kebersamaan Mereka yang


Terakhir sudah cukup selama ini Gio


berada disisinya,


"Jalani dengan baik hidupmu, ...Agar Aku


tidak selalu khawatir Padamu Al ..!"


Kata perpisahan Gio yang terakhir, Dirinya


mengecup kening Kaysha untuk yang


Terakhir,


"Berbahagialah A..!" Lirih Kaysha.


Terlihat senyum yang dipaksakan tergambar


Disana, Berpuluh tahun hidup bersamanya


Kini sudah saatnya saling melupakan dan


Saling Merelakan...


"Aku ikhlas untuk mengatakan


Say goodbye untukmu A... Walaupun sakit


Ini harus kuterima..." rintih Kaysha sepening


gal Gio, Ia berlalu ke kamarnya dan menco


ba terlelap untuk hari ini, Ia ingin melupakan semuanya, Ia mencium wangi Gio yang ter


tinggal di bantalnya, Rupanya Gio tertidur


Tadi dikamarnya.

__ADS_1


Namun ketika Ia hendak terfidur, Ia iseng


membuka laci meja riasnya hendak


Menyimpan foto Mereka berdua,


Ia hendak melupakan semua yang ter


tinggal,


Namun sebuah kotak terdapat disana,


Kaysha membawa dan membukanya.


Sebuah kalung dengan liontin yang


Tertera huruf inisial Dirinya dan Gio,


"Mungkin ini hadiah yang Aku berikan


Padamu, Percayalah Al Kamu satu


Dan takkan pernah terganti,


Semoga Kamu dapat penggantiku,


Demi Bunda...Al, Akhirnya kini Aku


menyakitimu, Namun percayalah


Akupun tidak baik - baik saja,


Demi Aku berbahagialah !"


Secarik kertas berisi curahan hati Gio


Untuknya.


"Jangan begini A...Kamu selalu buat


Aku bapeeer!" Teriak Kaysha seraya


menangis.


"Tegaa Kamu A....Dengan entengnya .


Kamu mainin perasaan Aku ...


Apakah Aku bisa benar lepas darimu !"


Teriak Kaysha lagi.


Ia mencoba melepaskan bebannya,


Dengan mencoba berteriak di danau ini


Untung saja Danau lagi dalam keadaan


Sepi.


*******


"Yeey pasti lagi ada masalah ya..Cari Eyke,


Apose lagi beb ? Yeey jadi dicerein sama


Misoa elo yang ganteng bin gagah itu ?" .


Tanya Hendra.


Kaysha mencari Hendra di Rumah Sakit


Seraya menengok Ibu Hendra yang


baru selesai dioprasi.


"Aa...Milih benar - benar mutusin hubu


ngan Kami demi Teteh, ...Kami sendiri


ragu dengan hubungan Kami ini,


Bagi Mereka mungkin jika Mereka tahu


Hubungan Kami terlarang, Namun jika


Teteh tahu kenyataannya apakah Ia


Akan menyetujui hubungan Kami,


Aku adalah butiran debu yang tidak


sepadan dengan Putranya, " Lirih Kaysha.


"Beruntung Gue hidup disayang oleh


Mereka, Entah ..Gue nggak tahu jika


Ia tahu Kalau Gue ...." Sambung Kaysha.


"Udah dong Neng....Mungkin ini jalan yang


terbaik untuk Kalian, Yeey orang baik


Pasti Tuhan denger Do'a Yeey, Semoga


Yeey bisa menemukan Orang yang lebih


Dari Si Aa ganteng, Gue juga selalu


Do'ain elo Honey..Don' t be Cry,


Yeey kalo nangis jelek tahu kayak.kunti


Yang lagi beranak " Sahut Hendra.


"Elo tuh ngehibur gue kagak lucu - lucunya


bawa - bawa neng Kunti mentang - mentang


Elo pawangnya " Jawab Kaysha.


"Genderuwo dong Eyke ? "Cekikik Hendra.


"Nah ntu lu ngaku !" Seloroh Kaysha.


"Dasaar ...Sobat lucknut Luh....!" Ujar


Hendra seraya tertawa,


Entah kenapa bertemu Hendra yang ngaku


Sebagai Marimse istri siri Fernando,


Atau Siapalah yang sering diomongin


Dirinya di dunia ghoibnya, Tapi semua itu


Membuatnya terhibur, Kaysha nyaman


dengan segala kekurangan yang dimiliki


Oleh Hendra.


"Aku harus semangat !" Ucap Kaysha


pagi ini,

__ADS_1


"Selamat tinggal masa lalu,,,,!" Pekiknya


Dalam hati,


Hari ini Kaysha ingin menikmati hari libur


nya, Ia berdandan cantik namun tak ber


lebihan Sebuah dress selutut berwarna


Nude terlihat manis membalut tubuhnya,


Dipadukan dengan sepatu Kets nan simple,


Rambut panjangnya dibiarkan tergerai.


Semakin memancarkan Aura kecantikan


nya yang alami.


"Wuidiih,...Pantesan aja Si Aa nggak bisa


lepas dari Yeey selama ini, Kalo nggak


Inget nasib Eyke, Pasti Yeey Udah Eyke


Embat" Seloroh Hendra yang sering ter


kesima melihat penampilan seorang


Kaysha.


"Udah Ah elo ngegombal terus, ...Jalan yuk!"


Ajak Kaysha.


"Kemana Kita hari ini?" Tanya Hendra,


Kini Ia didapuk menjadi supir sekaligus


Teman kencan untuk.Seorang Kaysha.


"Kantor Polisi " Jawab Kaysha.


"Ada masalah Apa lagi Al?" Tanya Hendra.


"Mau mulangin ini jaket, Ndra...


Masa mau nyari cinta!" Jawab Kaysha.


"Nggak pa - pa kali, Kali aja Yeey ketemu


Pak Pol ganteng disana apa salahnya sih "


Ujar Hendra.


"Mau Gue temenin kedalam ?" Tawar Hendra.


"Udah...Elo tunggu ni mari ya! " Tolak Kaysha


Kaysha melenggang masuk kedalam kantor


Polisi, Dirinya tidak peduli dengan tatapan


Orang - Orang disekelilingnya.


"Oh Jaket itu punya Pak Rayhan Mbak"


Jawab Pak Polisi yang sedang berjaga.


"Oh ya ...Ada Bapak Rayhan nya?"


Tanya Kaysha.


"Waduh kebetulan hari ini Pak Rayhan tidak


Masuk, Karena Anaknya masuk rumah sakit"


Jawab Pak Petugas lagi.


Taklama Kaysha keluar menghampiri


Hendra,


"Ndra... Kita ke Rumah sakit xxxxx"


Ajak Kaysha.


"Siapa yang sakit beb?"Tanya Hendra.


"Anaknya yang punya jaket, Kita nengok


Sekalian Kita balikin tuh jaket"


Ajak Kaysha.


"Ah...Nanti Istri tuh Pak Pol salah paham


ntar gimenong beb?" Tanya Hendra.


"Nggak bakalan ...kali aja!" Jawab Kaysha.


"Lho kok jawabannya begindang ?"


Tanya Hendra seraya dahinya berkerut.


"Ya iyalah secara istrinya Udah meninggal


3 tahun yang lalu, Ia Orang tua tunggal


Buat Anaknya, " Jawab Keysha,


"Oh Duda donk.... Wooow!"Mata Hendra


terbelalak.


"Yeey radar Lo langsung muter, Kalo


Denger gituan " Ujar Keysha.


"Ih ...Mudah - mudahan aja ganteng,


Bisa jadi Dia jodoh sebenarnya yang Tuhan


Kasih buat Elo " Seloroh Hendra.


"Jahat lu Ndra....Kalo Do'a Lo bener - bener


terkabul, Tapi Kalo ganteng bisa dibicarain "


Sahut Kaysha.


"Nah gitu dong belajar move on,,,,,Eyke


Dukung, ..Mas Duda I am coming !"


Teriak Hendra.


"Husst...Lo bikin malu gue!"


"Song Jong Ki....I am coming " Sambung


Kaysha terkikik.


************************************************


**Bersambung

__ADS_1


**Please like or comment 🙏😘


__ADS_2