
Hawa dingin terasa sampai ke tulang
sum - sum, Sesudah shalat subuh
Rupanya Mereka enggan untuk bangun
Kembali, Azzam dan Lisa pun disuruh
Ke kamar kembali karena cuaca yang
Dingin menggigit, Hujan terus menggu
yur sejak tadi malam,
"Kasihan kalau hujan terus Anak - anak
Pasti liburan dirumah terus, Lagian
Aku udah seneng Aa giliran cuti, "
Desah Kaysha dibalik selimut tebalnya
Dengan paket komplit, Selimuti asli
Sama pelukan sang Suami.
"Hmm,....Gini aja lebih indah, Kita bisa
Lebih nikmatin, Siapa tahu kan.
Adiknya Lisa udah mulai hadir,
Kan Kalo musim hujan Kita lembur
terus " Ujar Gio, Setengah berbisik
Ditelinga istrinya.
"Iya ...Dan Kita harus selalu mandi
malam padahal udara udah dingin
begini" Sungut Kaysha.
"Iya deh maaf, ...Kan Kamunya juga
nikmatin Al" Ucap Gio.
"Hitung - hitung waktu Kita tinggal
Di Munich dulu, Musim dingin Aku
Sering kabur ke kamar Kamu lewat
balkon, Supaya tidur bisa meluk Kamu,
Kalo lewat Pintu pasti ketahan sama
Mereka, Aku bisa diusir dari Jerman
Dan pisah sama Kamu, Aku takut
kala itu, Tapi Aku suka " Ujar Gio
Mengingat kenangan Mereka hidup
Di Jerman, Bareng Kevin, Kinara dan
Irham dan bersekolah di sana.
"Tapi untungnya Kita nggak melakukan
Hal lebih, Cuma peluk C**m aja ya ,
Karena takut Opa Irham yang galak,
Namun anehnya walaupun lelah
Apalagi dari sekolah langsung mulai
belajar kerja di perusahaan Opa Kevin
Lelah pisan, Namun anehnya kalo
udah tidur meluk Kamu walaupun
Sembunyi - sembunyi rasanya ...
Aku nggak akan ngerusak Kamu
Tuh biar nanti setelah halal, Biar
Nggak dosa walaupun akhirnya Kamu
Nikah dengan Rayhan, Aku yang paling
Enggak terima walau beberapa kali
Hubungan Kita putus nyambung
Tetep aja Aku nggak bisa lupain Kamu !"
Cerita Gio.
"Ungkapan cinta nih ceritanya !" Potong
Kaysha.
Gio menyurai lembut rambut Kaysha yang
Semakin panjang, Rambut hitam legam
Yang Semakin panjang semakin indah,
Apalagi kini hanya Dirinya yang bisa
melihatnya, Gio merasa dirinya sangat
beruntung kini,
Dia tahu Bundanya akan baik - baik
saja tanpa Dirinya sekalipun, Karena
Masih banyak Orang - Orang tersayang
Disampingnya terutama Ayahnya Seandra
Namun Kaysha sendirian, Opa Irham
Dan Oma Kinara serta Daddy Kevin
Sudah Uzur, Lagipula Kaysha tidak
ingin terlalu merepotkan Mereka,
Dan Gio merasa Dirinya kini lebih
Mencintai Kaysha apalagi dengan
Hadirnya Lisa dihidup Mereka,
"Aku ke dapur dulu A,...Mau bikin
Sarapan, Kasihan anak - anak bangun
Pastinya laper, Lagian Aku mau benerin
Jemuran yang belom kering dari
Kemarin padahal udah dikeringkan pake
Mesin namun tetap aja susah kering
betul karena cuaca" Keluh Kaysha.
"Sabar Bu,...Kan udah musimnya
Sayang, Udah Kita pesan makanan
Aja ya !" Usul Gio.
"Nggak ah, Boros !" Tolak Kaysha.
"Sekali. - kalo boleh asal jangan
__ADS_1
keterusan, Sayang ..!" Bujuk Gio,
"Nggak ah, Persediaan makanan Kita
masih banyak dikulkas, Kemarin Umi
Ngasih hasil panen dari kebun,
Sayuran, kalau cuaca terik kata Abi
Mau ngabedahkeun Balong katanya
A..." Ucap Kaysha.
( Membuat surut air kolam untuk
memanen ikan )
"Mudah - mudahan Aa lagi ada dirumah
Supaya bisa ikut, Seneng tahu, Kan jarang
Al " Sahut Gio antusias.
"Dasar Orang kota " Ucap Kaysha.
"Lama - lama Kamu mirip Umi Al "
Goda Gio.
"Alhamdulillah,..Umikan wanita cantik,
Anggun dan lemah lembut walaupun
Usianya yang udah nggak muda lagi "
Ucap Lisa.
"Ngapung ....Da irungnna!" Goda Gio
( Terbang idungnya, perumpamaan ya)
"Jazzakallah Khairan katsiro ya Habibi "
Ucap Kaysha seraya mencium pipi Gio.
Gio meraih istrinya gemas, Kini Ia
Tidak punya segalanya namun serasa
Isi Dunia adalah miliknya, Dalam
Kesederhanaan Mereka menemukan
Kebahagiaan yang sebenarnya,
"Mudah - mudahan lebaran tahun ini
Kita nggak ditolak lagi oleh Bunda
Sayang...Rasanya masih ada yang
mengganjal tanpa restu dari Mereka"
Lirih Gio.
"Semangat A....!" Ucap Kaysha,
Kini Ia yang memeluk erat Suaminya,
Dibalas Gio dengan pelukan hangat
Seraya mencium lembut pucuk
kepala istrinya, Perlahan Kaysha
mendongak, Taklama tangan Gio
menyusuri pipi putih nan lembut
milik Istrinya tanpa sadar Mereka
Menikmati helaan nafas dan bertukar
Saliva, Bibir yang merekah selalu
Dari saat pertama Mereka mengenal
arti ci*****n , Hingga Kini selalu terasa
Begitu memabukkan.
****
Kaysha menggeser hanger jemuran
Supaya rapi, Ia memilah mana yang
masih basah dan setengah kering,
Gio sedang memberi makan ikannya
bersama Lisa dan Azzam depannya,
Sengaja ruang kosong walaupun kecil
Dilantai dua, Ia jadikan taman kecil
beserta kolamnya bersanding dengan
Tempat mencuci pakaian dan menje
murnya jadi semacam Rooftoop.
Karena terdapat kursi untuk bersantai
Di sana walaupun sederhana namun
Terlihat rapi, Membuat betah untuk
berada di sana.
"Papa strawberry nya udah mateng,
lihat warnanya udah merah " Ujar
Lisa seraya menunjuk pada Polybag
berisi tanaman Strawberry yang Mereka
tanam dalam beberapa plastik Polybag,
"Betul sayang ...Tapi kayaknya bentar
lagi manennya, tuh teman - temannya
belum semuanya merah " Jawab Gio.
"Papa kata Ibu minta tomatnya,
yang dikulkas udah abis " Pinta Azzam
Yang muncul dari tangga dari lantai
Satu rumah Mereka, Rupanya Kaysha
langsung ke dapur begitu urusan
Cucian beres.
"Buat sayur?" Tanya Gio.
"Kata Ibu buat sambel ' Jawab Azzam.
Gio mengangguk,
" Tuh yang merah Pa...di sana !" tunjuk
Lisa.
Kemudian Gio memetik buah tomat
Seperti yang ditunjukkan Lisa.
"Makasih Pah..!" Ujar Azzam seraya
__ADS_1
berlalu ke lantai bawah menuju dapur
Tempat Kaysha sedang memasak.
Taklama Azzam udah muncul lagi,
"Papa Ama Lisa makan dulu suruh
Ibu, Semuanya udah siap!" Ajak
Azzam.
"Siaap Boskuh..!" Jawab Mereka
hampir bersamaan.
Setelah Mereka mencuci tangannya
Mereka mengikuti Azzam untuk
Kedapur dimana Kaysha telah siap
Dengan masakannya,
Oseng kangkung, goreng tempe plus
tahu, Goreng Ayam, Ikan asin ditambah
Sambel sama lalapan,
Kaysha memandang haru Gio dan kedua
Anaknya makan dengan lahap hasil
Dari masakan dirinya, Walaupun seder
hana bukan dari masakan koki dengan
Makanan seperti restauran mewah
Yang selalu tersedia di mansion keluar
ga Wijaya.
"Gimana Pa ? Enak ?" Tanya Kaysha
Setelah Gio selesai dan meminum air
teh hangat.
"Alhamdulillah selalu nikmat, Terima
kasih Sayang !" Ucapnya.
"Bu...Ayam gorengnya lagi!" Pinta
Azzam.
"Aku juga .!" Pinta Lisa.
"Boleh Nih...!" Ucap Kaysha memberi
kan ayam goreng pada Azzam dan
Lisa.
Mereka memandang hangat dua
Anak kecil didepannya, Azzam baru
kelas dua Sekolah Dasar sekarang
"Papa ..Lisa pengen ikut ke kebun
Bareng Ibu bareng Umi sama
Orang Pondok boleh ya...!" Pinta Lisa.
"Kapan ?" Tanya Gio.
"Besok Papa ...!" Jawab Azzam.
"Sekalian botram kata Umi, Itupun
Kalau nggak hujan mumpung Sekolah
lagi libur" Sambung Kaysha.
"Boleh ...Papa juga ikut mumpung masa
Cuti Papa belum habis" Ujar Gio.
"Asik ...Papa ikut!" Teriak Lisa.
"Ceritanya lagi liburan Kita nih ?"
Tukas Kaysha.
"Iya Sayang... Liburan nggak perlu
mahal, Justru Orang kota banyak
Yang kemari buat liburan...!" Ujar
Gio.
"Iya deh.... Papa selalu menang !"
Ujar Kaysha,
"Tapi Aku juga bahagia A..." sambung
Kaysha.
"Maaf hanya ini yang Aku punya,
Kita belum bisa berlibur ketempat
mewah ataupun keluar Negeri " Ucap
Gio terlihat raut mukanya sedih.
"Kami bahagia A,... Karena Aku sadar
Kebahagiaan tidak melulu identik
Dengan kemewahan" Ucap Kaysha.
Gio meraih tangan Kaysha dan men
Ciuminya, Namun hidungnya mene
mukan bau yang aneh namun
familiar di dapur.
"Kok baunya aneh sih Al?" Tanya Gio
"Lha iyalah A, Bekas sambel terasi
Kan Aku belum cuci tangan !"
Ucap Kaysha terkikik
"Aseeem.....!" Sontak Gio.
"Bhuaaaa...ha..ha!" Azzam dan Lisa
tertawa lebih keras kali ini.
"Ada yang sama nggak ?
******************************************
**Bersambung
**Please like or comment, Bagi reader' s
yang tetep stay Author ucapkan banyak
Terimakasih, Love you full untuk Kalian.
*Wilujeng enjing dan Selamat pagi,
Wilujeng ngopi kasadayana ....
__ADS_1
( Selamat ngopi semuanya....)