
Waktu terus berjalan, Entah kenapa
Hari ini Kaysha berat untuk melangkah,
Ia hanya diam ditempat duduknya,
Ia menutup laptopnya, Menjeda Sebentar
Pekerjaannya, Ada rasa sesak diarea
Dadanya, Ia mencoba menarik nafas
Dalam, ....Namun terasa agak berat,
Sebenarnya pusing dari kemarin mendera
Dirinya, Lemas namun Ia tidak terlalu
Merasakannya, Dari kemarin Ia merasakan
Sakit flu hanya saja Ia sudah minum obat,
Dan enggan untuk sekedar memeriksakan
Kesehatan Dirinya.
Apalagi kini sedang musimnya penyakit
Yang melanda dunia, Dan beberapa negara
Didunia menerapkan lockdown untuk Negara
nya,
"Padahal tiap hari Aku minum vitamin,
Kenapa kok Rasanya nggak enak banget"
Lirih Kaysha.
Ia berdiri kenapa kepalanya makin pusing,
Ia meraih gelas di nakas,...Namun sayang
Baru juga selesai minum dan hendak
menaruhnya, Gelas itu terjatuh ....
"Praang ....!"
Terdengar suara gelas jatuh yang beradu
Dengan lantai, Rangga yang sedang merapikan
Sejadah sesudah shalat Ashar sedikit kaget,
Lisa sedang ada keperluan kesekolah Ia
Akan melaksanakan cap tiga jari untuk Ija
zahnya, Kali ini tidak bisa Online atau lewat
Virtual,
"Al...Ada apa ?" Tanya Rangga
Seraya Dirinya mengetuk pintu.
Dirasa tidak ada jawaban, Ia membuka
Pintu, Dan masuk, Betapa terkejutnya Dirinya
Melihat Kaysha yang tergeletak dilantai,
Tangannya berdarah terkena pecahan gelas,
"Ada Apa Pa,..Ibu kenapa?" Tanya Gio
Khawatir,
"Sebentar A...tolong panggilkan Bik
Siti, Biar Dia bersihkan pecahan gelasnya "
Ucap Rangga, Seraya menidurkan Kaysha
Ditempat tidur, Dan mengobati luka
Ditangannya.
"Ibu demam tinggi rupanya, A ...jangan
masuk kemari, Dan Bik Siti juga taruh
Alatnya didepan pintu, Biar Papa yang
bersihin " Ujar Rangga.
" Kenapa Pa...Ada apa dengan Ibu ?"
Tanya Gio khawatir,
"Nggak ..Papa hanya takut jika Ibu
Kena..." Ujar Rangga.
Taklama Gio turun kelantai satu Rumah
nya, Dan kembali membawa sapu
Dan Rangga dengan perlahan membersih
kannya, Terlihat Bik Siti tergopoh - gopoh
Menghampiri Gio.
"Ada apa Den ? " Tanya Bik Siti,
"Ibu Sakit Bi, Kata Papa Kita nggak boleh
masuk " Ucap Gio.
Terlihat Kaysha meraih tangan Rangga,
"Ini hanya pusing saja, ...Cuma flu dan
Batuk, Jangan bawa Aku ke RS ....
Aku takut..." Lirihnya terbata, Matanya
Sayu terlihat.
"Al ...Abang hanya takuut,..." Ucap Rangga
Kaysha tetap menggeleng, Setelah kejadian
Dulu saat Gio meninggal di RS, Hanya seka
li Dirinya dirawat saat Ia baru sadar ingatan
nya, Setelah itu sebisa mungkin Dirinya
Sakit, Ia selalu menolak dirawat di RS,
Taklama pihak Emergency dari RS milik
Keluarganya datang, Kaysha menolak di
bawa ke RS, Lagipula RS dalam keadaan
Penuh, Ia ternyata positif dan dirujuk ke
RS khusus, Namun Ia menolak, Kenzo
__ADS_1
Yang memakai APD lengkap tidak dapat
Membujuk sang Adik untuk dirawat,
"Al...Kalau dirumah siapa yang rawat,
Untung hanya Kamu yang positif, Kalau
Kamu sendiri disini, ...Abang hanya takut"
Ucap Kenzo,
"Aku disini sampai akhir, ...Aku akan
nunggu Bang Ray pulang " Lirih Kaysha.
"Al ...Jangan begitu sayangi Dirimu
Al " Ucap Kenzo, Ia menyesalkan keras
kepalanya sang Adik.
"Biar Al ...Aku yang jaga Bang ." Ujar
Rangga.
Kaysha menggeleng,
"Tapi ...." Potong Kenzo.
"Kamu bisa tertular....Ini juga Kamu kontak
Fisik dengan pasien hanya menggunakan
masker" Ucap Kenzo.
"Tidak Apa ...Saya ikhlas Bang, Ini untuk
menjaga Amanah menjaga keluarga adik
Saya " Ucap Rangga.
"Tapi...Kamu perempuan dan laki - laki
hanya berdua, Dirumah...." Kembali
Kenzo khawatir.
"Abang jangan khawatir, Saya orang
Dewasa Saya tahu apa yang harus Saya
lakukan, Kalaupun sesuatu yang terjadi
Diantara Kami,..Saya akan bertanggung
Jawab " Ucap Rangga.
Lisa hanya menangis dipelukan Azzam,
Seraya mendekap adiknya Gio.
"Papa.. Ibu .." Ucap Mereka, Ketika mobil
Yang membawa Mereka Ke mansion
Kevin, Karena ada bagian rumah khusus
Serta ada yang menjaga jika terjadi se
suatu.
Sedangkan Untuk Kaysha ada tim yang
memantau walau tidak satu rumah
Dengan Mereka, Yang khusus akan me
nangani jika terjadi sesuatu dengan
"Sudah.. Istirahatlah, Jangan banyak
Pikiran, Ada Abang disini, Anak - anak
Dan Bik Siti sudah dibawa ke rumah
besar, Mereka aman " Ujar Rangga.
"Makan ya...Abang suapin!" Pinta Rangga.
"Pahit Bang ...Mual lagi " Tolak Kaysha.
"Ayolah ..Sedikit saja ..." Pinta Rangga.
Seeaya membetulkan selang infus di
tangan Kaysha.
Karena tidak tega, Iapun makan walau
beberapa suap, Namun Ia menutup
Mulutnya dengan tangannya, Dan
Dengan sigap Rangga menyerahkan
Sebuah wadah tempat muntahan Kaysha,
Karena tidak kuat untuk ke kamar mandi.
"Maaf.." Ujar Kaysha.
"Sudah ...Jangan dipikirkan, Ayo tidurlah"
Titah Rangga, Seraya membetulkan letak
Bantal Kaysha supaya tertidur.
"Abang disini...Abang takkan pergi"
Ujar Rangga, Seraya mengganti kerudung
Kaysha yang tadi terkena muntahan.
"Maaf ...." Ujar Rangga.
Terdengar bel berbunyi, Terdengar nyaring
Karena Kaysha berada dikamar tamu di
lantai satu rumahnya.
"Abang lihat dulu !" Izin Rangga.
Terlihat Seseorang mengantarkan
makanan, Dan menggantungkannya
Di pagar Rumah Kaysha, Ia melihat
Dari kejauhan, Setelah Rangga keluar
Dan mengambilnya, Petugas itu pergi
Seraya membalas anggukan dari Rangga.
Rangga masuk kedalam Rumah,
Ia masuk kedalam kamar Kaysha.
Adzan berkumandang,
Rangga menunaikan shalatnya dikamar
__ADS_1
Bersama Kaysha, Dan Kaysha shalat di
atas tempat tidurnya,
Ada rasa sedih menggelayut diwajahnya,
Ini ujung rindunya pada sang Suami
Yang entah dimana,
Beberapa hari keadaan Kaysha menurun,
Saturasi Oksigen nya melambat.
Hari ketujuh demamnya sudah membaik
Ia merasakan sesak didadanya, Mungkin
Dari sisa batuknya yang masih tersisa.
Rangga sangat khawatir, Untungnya
Kondisi Rangga baik - baik saja,
Walaupun tiap hari Ia merawat Kaysha.
"Bang Ray ....Kamu datang?" Racau
Kaysha.
"Bang...Aku rindu ....!" Lirihnya sendu,
"Al ...Ke Rumah sakit Ya.." Pinta Rangga.
Ia menepuk pipi Kaysha lembut.
Akhirnya mata itu terbuka.
Kembali Ia menggeleng, Selang Oksigen
Telah terpasang dihidungnya.
"Aku akan baik ,- baik saja ..." Lirih Kaysha.
Ia memegang erat tangan Rangga.
Rangga mengusap kening Kaysha,
Dan mengelap keringatnya,
"Al ...Buka ya..!" Pinta Rangga, Mau tidak
mau Rangga membuka kerudungnya Kaysha.
Kaysha pasrah,
"Bang....Jika sampai pada waktuku nanti,
Aku ..titip Anak ...Anak, Dan salam baktiku
Pada...Bang Ray ..jika Dia pulang "
Setetes bening kembali jatuh disudut
matanya.
Rangga mengusap lembut air mata
Dipipi Kaysha, Ia merasakan Rayhan
Sangat beruntung, Mendapatkan cinta
Yang teramat besar dari Kaysha..
Menyurai lembut rambut yang basah
Karena keringat, Sesekali Rangga mem
bimbing Kaysha mengucap Asmanya,
Bibirnya bergetar Dzikir terucap pelan
Ia mengikuti petunjuk dokter yang me
meriksa tadi.
Seandra melihat dari layar cctv, Melihat
Interaksi Keduanya, Apalagi ruangan
Kaysha telah diubah seperti ruangan
Dirumah sakit lengkap dengan monitor
Pengawasan.
Kenzo dan Zain hanya bisa terdiam,
Ia menunggu perkembangan kesehatan
Sang Adik.
"Kamu akan sembuh Al,...
Kamu akan lihat Anak - anak sampai
Dewasa, Walau Rayhan tidak kembali
Kita akan menua bersama, melihat
Anak - anak dan berada disisi Mereka "
Ucapan Rangga terdengar lirih,
Hatinya sakit, Melihat wajah pucat itu
Menanggung rindu yang tak berujung,
Helaan nafas berat terasa, Kaysha
Merasakan pandangannya yang kian
Mengabur.
"Aku sangat merindukan ....Bang Ray..
Bisakah memelukmu sekali saja ...
Aku sangat merindukannya...."
Lirih Kaysha pilu,
Rangga naik ketempat tidur, Ia berbaring
Disisi Kaysha,
"Sudah jangan bergerak, ...Biar Abang yang
Memelukmu sebagai pengganti Rayhan "
Bisik Rangga, Ia memeluk Kaysha dengan
hati - hati.
Kaysha terdiam membayangkan pelukan
Hangat Suaminya Rayhan, Hingga mata
Sembab itu terpejam dalam pelukan
Rangga.
***********************************************
__ADS_1
**Bersambung
**Tinggalkan jejakmu please 🙏😘