Hujan September

Hujan September
*Episode 64


__ADS_3

Waktu terus berjalan, Entah kenapa


Hari ini Kaysha berat untuk melangkah,


Ia hanya diam ditempat duduknya,


Ia menutup laptopnya, Menjeda Sebentar


Pekerjaannya, Ada rasa sesak diarea


Dadanya, Ia mencoba menarik nafas


Dalam, ....Namun terasa agak berat,


Sebenarnya pusing dari kemarin mendera


Dirinya, Lemas namun Ia tidak terlalu


Merasakannya, Dari kemarin Ia merasakan


Sakit flu hanya saja Ia sudah minum obat,


Dan enggan untuk sekedar memeriksakan


Kesehatan Dirinya.


Apalagi kini sedang musimnya penyakit


Yang melanda dunia, Dan beberapa negara


Didunia menerapkan lockdown untuk Negara


nya,


"Padahal tiap hari Aku minum vitamin,


Kenapa kok Rasanya nggak enak banget"


Lirih Kaysha.


Ia berdiri kenapa kepalanya makin pusing,


Ia meraih gelas di nakas,...Namun sayang


Baru juga selesai minum dan hendak


menaruhnya, Gelas itu terjatuh ....


"Praang ....!"


Terdengar suara gelas jatuh yang beradu


Dengan lantai, Rangga yang sedang merapikan


Sejadah sesudah shalat Ashar sedikit kaget,


Lisa sedang ada keperluan kesekolah Ia


Akan melaksanakan cap tiga jari untuk Ija


zahnya, Kali ini tidak bisa Online atau lewat


Virtual,


"Al...Ada apa ?" Tanya Rangga


Seraya Dirinya mengetuk pintu.


Dirasa tidak ada jawaban, Ia membuka


Pintu, Dan masuk, Betapa terkejutnya Dirinya


Melihat Kaysha yang tergeletak dilantai,


Tangannya berdarah terkena pecahan gelas,


"Ada Apa Pa,..Ibu kenapa?" Tanya Gio


Khawatir,


"Sebentar A...tolong panggilkan Bik


Siti, Biar Dia bersihkan pecahan gelasnya "


Ucap Rangga, Seraya menidurkan Kaysha


Ditempat tidur, Dan mengobati luka


Ditangannya.


"Ibu demam tinggi rupanya, A ...jangan


masuk kemari, Dan Bik Siti juga taruh


Alatnya didepan pintu, Biar Papa yang


bersihin " Ujar Rangga.


" Kenapa Pa...Ada apa dengan Ibu ?"


Tanya Gio khawatir,


"Nggak ..Papa hanya takut jika Ibu


Kena..." Ujar Rangga.


Taklama Gio turun kelantai satu Rumah


nya, Dan kembali membawa sapu


Dan Rangga dengan perlahan membersih


kannya, Terlihat Bik Siti tergopoh - gopoh


Menghampiri Gio.


"Ada apa Den ? " Tanya Bik Siti,


"Ibu Sakit Bi, Kata Papa Kita nggak boleh


masuk " Ucap Gio.


Terlihat Kaysha meraih tangan Rangga,


"Ini hanya pusing saja, ...Cuma flu dan


Batuk, Jangan bawa Aku ke RS ....


Aku takut..." Lirihnya terbata, Matanya


Sayu terlihat.


"Al ...Abang hanya takuut,..." Ucap Rangga


Kaysha tetap menggeleng, Setelah kejadian


Dulu saat Gio meninggal di RS, Hanya seka


li Dirinya dirawat saat Ia baru sadar ingatan


nya, Setelah itu sebisa mungkin Dirinya


Sakit, Ia selalu menolak dirawat di RS,


Taklama pihak Emergency dari RS milik


Keluarganya datang, Kaysha menolak di


bawa ke RS, Lagipula RS dalam keadaan


Penuh, Ia ternyata positif dan dirujuk ke


RS khusus, Namun Ia menolak, Kenzo

__ADS_1


Yang memakai APD lengkap tidak dapat


Membujuk sang Adik untuk dirawat,


"Al...Kalau dirumah siapa yang rawat,


Untung hanya Kamu yang positif, Kalau


Kamu sendiri disini, ...Abang hanya takut"


Ucap Kenzo,


"Aku disini sampai akhir, ...Aku akan


nunggu Bang Ray pulang " Lirih Kaysha.


"Al ...Jangan begitu sayangi Dirimu


Al " Ucap Kenzo, Ia menyesalkan keras


kepalanya sang Adik.


"Biar Al ...Aku yang jaga Bang ." Ujar


Rangga.


Kaysha menggeleng,


"Tapi ...." Potong Kenzo.


"Kamu bisa tertular....Ini juga Kamu kontak


Fisik dengan pasien hanya menggunakan


masker" Ucap Kenzo.


"Tidak Apa ...Saya ikhlas Bang, Ini untuk


menjaga Amanah menjaga keluarga adik


Saya " Ucap Rangga.


"Tapi...Kamu perempuan dan laki - laki


hanya berdua, Dirumah...." Kembali


Kenzo khawatir.


"Abang jangan khawatir, Saya orang


Dewasa Saya tahu apa yang harus Saya


lakukan, Kalaupun sesuatu yang terjadi


Diantara Kami,..Saya akan bertanggung


Jawab " Ucap Rangga.


Lisa hanya menangis dipelukan Azzam,


Seraya mendekap adiknya Gio.


"Papa.. Ibu .." Ucap Mereka, Ketika mobil


Yang membawa Mereka Ke mansion


Kevin, Karena ada bagian rumah khusus


Serta ada yang menjaga jika terjadi se


suatu.


Sedangkan Untuk Kaysha ada tim yang


memantau walau tidak satu rumah


Dengan Mereka, Yang khusus akan me


nangani jika terjadi sesuatu dengan


"Sudah.. Istirahatlah, Jangan banyak


Pikiran, Ada Abang disini, Anak - anak


Dan Bik Siti sudah dibawa ke rumah


besar, Mereka aman " Ujar Rangga.


"Makan ya...Abang suapin!" Pinta Rangga.


"Pahit Bang ...Mual lagi " Tolak Kaysha.


"Ayolah ..Sedikit saja ..." Pinta Rangga.


Seeaya membetulkan selang infus di


tangan Kaysha.


Karena tidak tega, Iapun makan walau


beberapa suap, Namun Ia menutup


Mulutnya dengan tangannya, Dan


Dengan sigap Rangga menyerahkan


Sebuah wadah tempat muntahan Kaysha,


Karena tidak kuat untuk ke kamar mandi.


"Maaf.." Ujar Kaysha.


"Sudah ...Jangan dipikirkan, Ayo tidurlah"


Titah Rangga, Seraya membetulkan letak


Bantal Kaysha supaya tertidur.


"Abang disini...Abang takkan pergi"


Ujar Rangga, Seraya mengganti kerudung


Kaysha yang tadi terkena muntahan.


"Maaf ...." Ujar Rangga.


Terdengar bel berbunyi, Terdengar nyaring


Karena Kaysha berada dikamar tamu di


lantai satu rumahnya.


"Abang lihat dulu !" Izin Rangga.


Terlihat Seseorang mengantarkan


makanan, Dan menggantungkannya


Di pagar Rumah Kaysha, Ia melihat


Dari kejauhan, Setelah Rangga keluar


Dan mengambilnya, Petugas itu pergi


Seraya membalas anggukan dari Rangga.


Rangga masuk kedalam Rumah,


Ia masuk kedalam kamar Kaysha.


Adzan berkumandang,


Rangga menunaikan shalatnya dikamar

__ADS_1


Bersama Kaysha, Dan Kaysha shalat di


atas tempat tidurnya,


Ada rasa sedih menggelayut diwajahnya,


Ini ujung rindunya pada sang Suami


Yang entah dimana,


Beberapa hari keadaan Kaysha menurun,


Saturasi Oksigen nya melambat.


Hari ketujuh demamnya sudah membaik


Ia merasakan sesak didadanya, Mungkin


Dari sisa batuknya yang masih tersisa.


Rangga sangat khawatir, Untungnya


Kondisi Rangga baik - baik saja,


Walaupun tiap hari Ia merawat Kaysha.


"Bang Ray ....Kamu datang?" Racau


Kaysha.


"Bang...Aku rindu ....!" Lirihnya sendu,


"Al ...Ke Rumah sakit Ya.." Pinta Rangga.


Ia menepuk pipi Kaysha lembut.


Akhirnya mata itu terbuka.


Kembali Ia menggeleng, Selang Oksigen


Telah terpasang dihidungnya.


"Aku akan baik ,- baik saja ..." Lirih Kaysha.


Ia memegang erat tangan Rangga.


Rangga mengusap kening Kaysha,


Dan mengelap keringatnya,


"Al ...Buka ya..!" Pinta Rangga, Mau tidak


mau Rangga membuka kerudungnya Kaysha.


Kaysha pasrah,


"Bang....Jika sampai pada waktuku nanti,


Aku ..titip Anak ...Anak, Dan salam baktiku


Pada...Bang Ray ..jika Dia pulang "


Setetes bening kembali jatuh disudut


matanya.


Rangga mengusap lembut air mata


Dipipi Kaysha, Ia merasakan Rayhan


Sangat beruntung, Mendapatkan cinta


Yang teramat besar dari Kaysha..


Menyurai lembut rambut yang basah


Karena keringat, Sesekali Rangga mem


bimbing Kaysha mengucap Asmanya,


Bibirnya bergetar Dzikir terucap pelan


Ia mengikuti petunjuk dokter yang me


meriksa tadi.


Seandra melihat dari layar cctv, Melihat


Interaksi Keduanya, Apalagi ruangan


Kaysha telah diubah seperti ruangan


Dirumah sakit lengkap dengan monitor


Pengawasan.


Kenzo dan Zain hanya bisa terdiam,


Ia menunggu perkembangan kesehatan


Sang Adik.


"Kamu akan sembuh Al,...


Kamu akan lihat Anak - anak sampai


Dewasa, Walau Rayhan tidak kembali


Kita akan menua bersama, melihat


Anak - anak dan berada disisi Mereka "


Ucapan Rangga terdengar lirih,


Hatinya sakit, Melihat wajah pucat itu


Menanggung rindu yang tak berujung,


Helaan nafas berat terasa, Kaysha


Merasakan pandangannya yang kian


Mengabur.


"Aku sangat merindukan ....Bang Ray..


Bisakah memelukmu sekali saja ...


Aku sangat merindukannya...."


Lirih Kaysha pilu,


Rangga naik ketempat tidur, Ia berbaring


Disisi Kaysha,


"Sudah jangan bergerak, ...Biar Abang yang


Memelukmu sebagai pengganti Rayhan "


Bisik Rangga, Ia memeluk Kaysha dengan


hati - hati.


Kaysha terdiam membayangkan pelukan


Hangat Suaminya Rayhan, Hingga mata


Sembab itu terpejam dalam pelukan


Rangga.


***********************************************

__ADS_1


**Bersambung


**Tinggalkan jejakmu please 🙏😘


__ADS_2