Hujan September

Hujan September
*Episode 63


__ADS_3

"Ini sebuah kesalahan....." Lirihnya.


"Tidak mungkin !" Ujar Kaysha bermonolog


"Nggak mungkin, Aku harus bagaimana


Aa,,,Bang Ray? Lirihnya.


"Ray...! Ah Ibu berharap Kamu menjadi


Mantu Kami ...Bukan sebagai pengganti


Bang Ray..." Sambungnya.


"Yaa Rabb ...Ini salah, Bantu Aku memberi


tahunya tanpa membuatnya terluka,


Aku tidak ingin menyakiti hati siapapun,


Berikan Aku jalanmu" Pinta Kaysha dalam


Do'anya.


Dan Pagi harinya Kaysha mampir ke suatu


Tempat sebelum Dirinya ke kafe.


"Assalamualaikum A?" Sapanya, Walau Ia


tahu tidak akan ada yang menjawab salam


nya.


Ia membersihkan sisa bunga yang bebera


pa hari kemarin ketika Ia datang, Perlahan


bunga itu mulai mengering, Mengusap


Perlahan helm baja disana, Seakan Ia


mengusap pucuk rambut Gio seperti dulu,


Setelah selesai menguntai do'a Ia menabur


bunga yang baru.


Rasa sakit itu selalu menyeruak dalam


Dadanya, Walaupun berpuluh tahun telah


Berlalu Sakit ....Dan meninggalkan bekas


dihati dan Hidupnya.


Ia duduk terpekur, Dalam hidupnya Ia


akan lebih leluasa bercerita pada Gio


Seperti dulu, Tentang keluh kesahnya


Tentang keputus asaan saat suaminya


Yang tidak kunjung Pulang, Tentang putra


- putrinya, Tentang banyak hal Sering


Bercerita disini, Walaupun yakin Akhirnya


Dirinya sendiri yang menjawab namun


Seakan dirinya lepas berbicara disini,


Bukan tanpa alasan, Dia bisa saja menja


dikan Rangga tempat Dirinya curhat,


Namun Ia tidak ingin Rangga salah persepsi,


Ia takut membuat Rangga salah faham,


Dan akan membuat hatinya terluka,


Karena Ia tahu Rangga telah terluka


Sebanyak dua kali dalam hidupnya, Ia


Tidak ingin jika nanti saat Suaminya


Kembali ada hati yang terluka Karenanya.


Ia terdiam merasakan semilir angin ber


hembus dingin menyapu wajahnya,.


Musim hujan seperti ini selalu mengingat


kan Aku Padamu ...Lirihnya menatap langit


Yang mulai menghitam,.


Perlahan air hujan turun rintik - rintik,


Ia tidak juga ingin beranjak, Ia masih ingin


Bersama - lama disini, Menikmati hujan


Sama dengan merasakan kehadiran Gio.


Disisinya.


Taklama wajah Kaysha menengadah saat


Sebuah payung menaungi Dirinya.


Mungkinkah Rangga atau anak - anaknya


Jika Mereka akan mengikuti Dirinya,


Namun hari ini Mereka sibuk dengan


Acara masing - masing.


"Rayhan...." Lirih Kaysha.


"Ayo Kita pergi dari sini Bu,...


Sebentar lagi hujan lebat" Ajaknya.


Ia hendak membantu berdiri, Namun


Ditolak halus Oleh Kaysha.


Setelah itu Mereka naik mobil Kaysha


Karena Rayhan sendiri tidak membawa


Kendaraan, Ia baru pindah beberapa hari


Ke kota ini.


"Biar Saya yang nyetir Bu...Ibu kedinginan"


Pinta Rayhan.


Taklama terdengar suara dering hp dalam


tas Kaysha, Ia meraih telfon itu,


"Ya...Mas Saya akan kesana" Ujar Kaysha.


Diujung percakapan.


"Mas Ray tolong antarkan Ibu Kerumah


Sakit!" Pinta Kaysha.


"Lho bukannya ke Kafe Bu..?" Tanya Rayhan.


"Ibu ada perlu sebentar, Mas Seandra me


minta Ibu untuk kesana " Ujar Kaysha.


Kening Rayhan bertaut.


"Mereka adalah Kakak sekaligus Orang tua


bagi Ibu" Jawab Kaysha memberi penje


lasan.


Rayhan mengangguk.


Taklama Mereka sampai di RS, Dan taklama


pula Mereka menuju lantai atas dimana


Kayla dirawat.


Terlihat Seandra baru saja menyuapi


Kayla,


"Assalamualaikum teh,...Mas Sean ?"


Salam Kaysha.


Wanita parubaya itu tersenyum kearahnya,


"Waalaikum sallam"


"Sayang ...Kamu baru datang?" Tanya


Kayla.


"Iya ...Maafkan Al teh..." Jawab Kaysha


merasa bersalah.


"Sudahlah Sayang,...Al juga punya kesibuk


kan sendiri Dia harus ngurus kafe dan keluar


ganya, Kan Gio sering kemari sepulang


Sekolah...." Ujar Seandra.


"Gio sering kemari ?" Tanya Kaysha.


"Lho Ia tidak bilang Padamu Al ?" Tanya


Seandra balik.


Kaysha menggeleng.


"Eh ada tamu ?" Tanya Kayla melihat


Pria muda yang bersama Kaysha.


Taklama Rayhan menyodorkan tangannya


"Perkenalkan nama Saya Rayhan.."


Kening Mereka bertaut.


"Rayhan dulu pernah tinggal bersamaku


Dan Bang Ray ketika anak - anak masih

__ADS_1


kecil, Rayhan muridku waktu Aku menga


jar Dipondok teh..." Papar Kaysha menerang


kan, Ada sorot kelegaan disana.


"Calon mantumu Al.." Tanya Seandra.


"Insyaallah...Mudah - mudahan, Mas"


Jawab Kaysha,


Terlihat Raut wajah Rayhan yang berubah,


"Sayang kita ke kamar mandi, ...Waktu


nya ganti..... mungkin sudah penuh "


Ujar Seandra mengingatkan.


"Al bantu ya teh..." Tawar Kaysha


.


Kayla menggeleng, Begitu juga dengan


Seandra.


Ia membawa Istrinya ke kamar mandi,


Rayhan terpana melihat sepasang parubaya


Tersebut, Kaysha tersenyum penuh arti,


Setelah selesai Seandra melihat waktunya


Shalat Perlahan Ia membimbing Kaysha


Untuk shalat diatas ranjangnya.


Terasa teduh dan menenangkan,


Kaysha dan Rayhan pun menuju mushala


Rumah Sakit dan Shalat disana.


Saat Mereka kembali, Mereka melihat


Pemandangan indah lagi, Saat Seandra


Mengecup kening Istrinya lembut,


Seraya menutup Al Qur'an kecil ditangan


Kayla,


Sebening embun jatuh dipelupuk mata


Kaysha, Ia merindukan Orang tersayang


Disampingnya memperlakukannya


Demikian,


Tanpa sadar Rayhan menggenggam


Tangan Kaysha, Namun perlahan Kaysha


Melepasnya ...


"Maaf..." Lirihnya.


Buru - buru Kaysha masuk, Setelah itu


Mereka berbincang.


"Teteh harap Kamu bisa memikirkan


Tawaran Kami, Bagaimanapun Kalian


Bagian Keluarga dari Gunawan maupun


Wijaya, Jangan Kamu lupa itu, Biarlah


Gio dan Lisa mendapatkan haknya,


Dan Ajari Mereka cara mengelolanya "


Pinta Kayla.


"Kami sudah tua, ...Aku harap Kamu


Bisa memikirkan hasil meeting kemarin"


Pinta Seandra.


Sesaat Kaysha menghela nafas.


"Baiklah ...Akan Al bicarakan pada Anak


- anak, Semua keputusan ada ditangan


Mereka, Al nggak ingin merusak mimpi


Mereka" Lirih Kaysha.


Seandra dan Kayla mengangguk tanda


mengerti.


Taklama Seorang berjas putih masuk,


Laki - laki Parubaya yang terlihat ganteng


Warisan Seorang Kevin Adrian Wijaya


Masuk tanpa Aba - aba Ia memeluk Kaysha.


Abang kangen !" Lirihnya memeluk erat


Kaysha.


Tangan Rayhan kembali mengepal,


Ada rasa tidak biasa didadanya, Sesak...


"Ekheeem,. ..Kalo peluk tuh liat - liat,


Entar orang salah paham gimana"


Ujar Seandra.


"Lho Memangnya kenapa, Yang dipeluk


Kan.adik Sendiri, Ada yang keberatan"


Tanya Kenzo.


"Sudah..Kalian ini kapan akurnya sih ?"


Cebik Kayla.


Kaysha hanya tersenyum seraya mengurai


Pelukan Kenzo.


"Maafin Abang nggak pernah nengokin


Kalian, Abang Sibuk " Terang Kenzo.


"It's Ok Bang Ken, Kan ada Mbak Shafa


Dan anak - anak yang selalu ke rumah"


Jawab Kaysha,


Setelah itu Kenzo memeriksa keadaan


Kayla, Dan tak lama keluar menuju ke


ruangannya kembali.


"Nah sekarang waktunya Kamu tidur


Siang " Ucap Seandra.


"Tapi Mas takkan pergi kan?"Tanya Kayla


Seandra tersenyum, Ia menggenggam


Erat tangan Istrinya.


"Mas takkan kemana - mana, Sayang ..


Tidurlah " Pintanya seraya mengelus


Pipi putih Kayla.


Kaysha meminta Izin pulang,


Dadanya sesak, Ia rindu Suaminya,


Dan disebuah taman Mereka duduk.


"Ibu lelah ...Bisa Kita duduk sebentar?"


Pinta Kaysha.


"Boleh Bu..." Jawab Rayhan


Mereka duduk di taman.


"Mas Ray ...Sudah punya pacar ?" Tanya


Kaysha hati - hati, Setelah Mereka me


ngobrol banyak.


"Enggak Bu..!" Jawab Rayhan seraya


tersenyum.


"Kenapa? Mas Ray sudah dewasa bahkan


Sudah cocok berumah tangga, Nunggu


Apa lagi ? Mas Ray ganteng punya kerjaan


Tetap ...Apalagi kurangnya, Ibu yakin banyak


Gadis yang ngantri buat jadi Istri Mas Ray "


Ucap Kaysha lembut.


Sesaat wajah tampan itu tertegun,


Kemudian Ia memandang lekat wajah


Kaysha, Ada pengharapan disana...


"Aku ingin Ibu yang akan bersamaku sam


Pai akhir hidupku " Ucap Rayhan.


Sesaat Kaysha menutup mata, Ia menghela


nafas panjang.


"Kamu yakiin ?" Tanya Kaysha.

__ADS_1


Rayhan dengan mantap mengangguk,


Kaysha tersenyum kecut.


"Aku mengenal Ibu dari dulu, Dan hatiku


mengatakan ingin menjadi bahu sandaran


Ibu " Jawab Rayhan.


Kembali Kaysha menghela nafas panjang.


"Sayang ...Dengar Ibu, ...Mau dengar mimpi


Ibu selama ini?" Tanya Kaysha lembut.


Ia menjaga hati Orang disampingngnya.


Rayhan mengangguk,


" Mimpi Ibu ...Sama seperti orang kebanya


kan, Bersama sampai akhir bersama


Orang yang Ibu Cintai" Lirih Kaysha.


"Jika terasa berat, Ibu boleh bersandar


Dibahuku Bu, .....Aku minta " Harap Rayhan..


"Tapii ..Nak...." Tolak Kaysha.


"Kali ini saja Bu...!" Pintanya memohon


"Tidak sayang....ini tidak benar"


Tolaknya lagi, Namun melihat wajah sedih


Rayhan Ia tidak tega, Ia menyandarkan wa


jahnya di bahu Rayhan.


"Ada dua pria yang berarti dalam hidup


Ibu, Seseorang yang selalu bersama


Dengan Ibu sedari kecil, Dan yang


Kedua adalah Suami Ibu, Namun Sayang


Mereka telah pergi dengan caranya,


Dan itu tidak bisa membuat Ibu bisa


Move on dari Mereka, .... Karena apa ?


Mereka baik ...Dan Mereka mencintai


Ibu sepenuh hati begitu juga Ibu sebaliknya


Sayang..." Kaysha menjeda kata - katanya.


Sesaat Ia memandang wajah disamping


nya.


"Bu ...Aku juga mencintai Ibu, Bu "


Ucap Rayhan kekeuh.


"Sayang.... Perasaan Cinta dan Ambisi


itu berbeda, Mungkin untuk saat Ini


Mas Ray bisa menerima keadaan Ibu,


Karena Ibu masih terlihat baik - baik


Saja, Namun seiring berjalannya waktu,


Apa Mas Ray mau menerima, Ibu yang


Sudah lanjut Usia, Tubuh Ibu nggak


Segar bugar kayak gini, Rambut Ibu


Yang berubah warna, Gigi Ibu yang mulai


Ompong, Itu baru dari segi fisik " Ucap


Kaysha.


Rayhan terdiam mencerna perkataan


Kaysha.


"Dan yang lebih parah, Ibu akan pikun,


Ingatan Ibu akan melambat, Ibu akan


Pipis mungkin dimana saja karena


Tidak terasa atau tidak ingat, Belum


Lagi nanti Ibu akan menjadi Beban


Kalian dan akan menyita waktu Kalian,


Dan Ibu tidak sanggup untuk itu, "


Sambung Kaysha.


"Dan lagi Mas Ray punya keluarga


besar, Apa Mereka akan menerima


Ibu, Mereka mempunyai mimpi


Walaupun Orang tuamu telah tiada,


Tapi pikirkan Keluarga besar yang


Telah mendukungmu Sayang, Dalam


Hal ini Kamu jangan egois, Dan


Satu hal Kamu pun butuh penerus


Nantinya, Apa mau Kamu mendampingi


Ibu - Ibu tua yang akan melahirkan,


Sekalipun itu Istri dan Anakmu sendiri,


Ibu tidak mau jika Nantinya Mas Ray


Jadi bahan gunjingan Orang - Orang "


Ucap Kaysha lembut, Rayhan hanya


Tertegun.


"Ibu tidak ingin merusak kebahagiaan


mu dan masa depanmu, Hiduplah


Dengan Orang yang tepat, Dan itu


Bukan Ibu...Mas Ray tetap anak Ibu,


Mas Ray akan mendampingi Ibu dan


Menerima kasih sayang Ibu dalam


Bentuk yang lain bukan sebagai pasangan


Sayang ....' Lirih Kaysha.


Terlihat gurat sendu disana,


"Andai didunia ini Ibu diharuskan memilih


Antara Aku dan Papa Rangga, Mana yang


Akan Ibu pilih ?" Tanya Rayhan.


Kaysha tertegun, Bukan tidak mungkin


Rayhan bertanya demikian, Ia tahu


Dari interaksi Rangga didepannya.


"Aku mohon,..Supaya tidak mengganjal


Dihati Bu " Ucap Rayhan serius.


Kembali Kaysha menghela nafas panjang.


"Tentu saja Ibu ingin Ayah kembali...


Hanya saja jika ada dua pilihan..Maafkan


Ibu Nak...Ibu akan pilih Papa Rangga "


Jawab Kaysha.


Rayhan menutup mata.


"Why,...? Apa kekuranganku Bu ?"


Tanyanya.


"Nak ... Papa Rangga umurnya pun


Tidak terlalu jauh, Kami sama - sama


Dewasa, Mereka akan mengerti


Lagipula Kami telah mempunyai buah


hati masing - masing jadi tidak ada tun


tutan untuk penerus keluarga, Kami


Mungkin lebih bijak menerima kekurangan


Diri masing - masing Sayang...Maafkan


Ibu Sayang ...Ibu tidak bisa membalas


Perasaanmu, ...Karena Kamu tetap Anak


Ibu dan Selamanya akan menjadi anak


Ibu, Ibu minta jangan pernah ada yang


Berubah ..Karena rasa Sayang Ibupun


Tidak akan pernah berubah untuk Kamu "


Pinta Kaysha.


Rayhan hanya bisa tertegun tanpa kata,


Mendengar jawaban Kaysha.


**Nah...Udah tahu jawabannya kan ?


********************************************

__ADS_1


**Bersambung


**Jejakmu please,....🙏😘


__ADS_2