
"Ini sebuah kesalahan....." Lirihnya.
"Tidak mungkin !" Ujar Kaysha bermonolog
"Nggak mungkin, Aku harus bagaimana
Aa,,,Bang Ray? Lirihnya.
"Ray...! Ah Ibu berharap Kamu menjadi
Mantu Kami ...Bukan sebagai pengganti
Bang Ray..." Sambungnya.
"Yaa Rabb ...Ini salah, Bantu Aku memberi
tahunya tanpa membuatnya terluka,
Aku tidak ingin menyakiti hati siapapun,
Berikan Aku jalanmu" Pinta Kaysha dalam
Do'anya.
Dan Pagi harinya Kaysha mampir ke suatu
Tempat sebelum Dirinya ke kafe.
"Assalamualaikum A?" Sapanya, Walau Ia
tahu tidak akan ada yang menjawab salam
nya.
Ia membersihkan sisa bunga yang bebera
pa hari kemarin ketika Ia datang, Perlahan
bunga itu mulai mengering, Mengusap
Perlahan helm baja disana, Seakan Ia
mengusap pucuk rambut Gio seperti dulu,
Setelah selesai menguntai do'a Ia menabur
bunga yang baru.
Rasa sakit itu selalu menyeruak dalam
Dadanya, Walaupun berpuluh tahun telah
Berlalu Sakit ....Dan meninggalkan bekas
dihati dan Hidupnya.
Ia duduk terpekur, Dalam hidupnya Ia
akan lebih leluasa bercerita pada Gio
Seperti dulu, Tentang keluh kesahnya
Tentang keputus asaan saat suaminya
Yang tidak kunjung Pulang, Tentang putra
- putrinya, Tentang banyak hal Sering
Bercerita disini, Walaupun yakin Akhirnya
Dirinya sendiri yang menjawab namun
Seakan dirinya lepas berbicara disini,
Bukan tanpa alasan, Dia bisa saja menja
dikan Rangga tempat Dirinya curhat,
Namun Ia tidak ingin Rangga salah persepsi,
Ia takut membuat Rangga salah faham,
Dan akan membuat hatinya terluka,
Karena Ia tahu Rangga telah terluka
Sebanyak dua kali dalam hidupnya, Ia
Tidak ingin jika nanti saat Suaminya
Kembali ada hati yang terluka Karenanya.
Ia terdiam merasakan semilir angin ber
hembus dingin menyapu wajahnya,.
Musim hujan seperti ini selalu mengingat
kan Aku Padamu ...Lirihnya menatap langit
Yang mulai menghitam,.
Perlahan air hujan turun rintik - rintik,
Ia tidak juga ingin beranjak, Ia masih ingin
Bersama - lama disini, Menikmati hujan
Sama dengan merasakan kehadiran Gio.
Disisinya.
Taklama wajah Kaysha menengadah saat
Sebuah payung menaungi Dirinya.
Mungkinkah Rangga atau anak - anaknya
Jika Mereka akan mengikuti Dirinya,
Namun hari ini Mereka sibuk dengan
Acara masing - masing.
"Rayhan...." Lirih Kaysha.
"Ayo Kita pergi dari sini Bu,...
Sebentar lagi hujan lebat" Ajaknya.
Ia hendak membantu berdiri, Namun
Ditolak halus Oleh Kaysha.
Setelah itu Mereka naik mobil Kaysha
Karena Rayhan sendiri tidak membawa
Kendaraan, Ia baru pindah beberapa hari
Ke kota ini.
"Biar Saya yang nyetir Bu...Ibu kedinginan"
Pinta Rayhan.
Taklama terdengar suara dering hp dalam
tas Kaysha, Ia meraih telfon itu,
"Ya...Mas Saya akan kesana" Ujar Kaysha.
Diujung percakapan.
"Mas Ray tolong antarkan Ibu Kerumah
Sakit!" Pinta Kaysha.
"Lho bukannya ke Kafe Bu..?" Tanya Rayhan.
"Ibu ada perlu sebentar, Mas Seandra me
minta Ibu untuk kesana " Ujar Kaysha.
Kening Rayhan bertaut.
"Mereka adalah Kakak sekaligus Orang tua
bagi Ibu" Jawab Kaysha memberi penje
lasan.
Rayhan mengangguk.
Taklama Mereka sampai di RS, Dan taklama
pula Mereka menuju lantai atas dimana
Kayla dirawat.
Terlihat Seandra baru saja menyuapi
Kayla,
"Assalamualaikum teh,...Mas Sean ?"
Salam Kaysha.
Wanita parubaya itu tersenyum kearahnya,
"Waalaikum sallam"
"Sayang ...Kamu baru datang?" Tanya
Kayla.
"Iya ...Maafkan Al teh..." Jawab Kaysha
merasa bersalah.
"Sudahlah Sayang,...Al juga punya kesibuk
kan sendiri Dia harus ngurus kafe dan keluar
ganya, Kan Gio sering kemari sepulang
Sekolah...." Ujar Seandra.
"Gio sering kemari ?" Tanya Kaysha.
"Lho Ia tidak bilang Padamu Al ?" Tanya
Seandra balik.
Kaysha menggeleng.
"Eh ada tamu ?" Tanya Kayla melihat
Pria muda yang bersama Kaysha.
Taklama Rayhan menyodorkan tangannya
"Perkenalkan nama Saya Rayhan.."
Kening Mereka bertaut.
"Rayhan dulu pernah tinggal bersamaku
Dan Bang Ray ketika anak - anak masih
__ADS_1
kecil, Rayhan muridku waktu Aku menga
jar Dipondok teh..." Papar Kaysha menerang
kan, Ada sorot kelegaan disana.
"Calon mantumu Al.." Tanya Seandra.
"Insyaallah...Mudah - mudahan, Mas"
Jawab Kaysha,
Terlihat Raut wajah Rayhan yang berubah,
"Sayang kita ke kamar mandi, ...Waktu
nya ganti..... mungkin sudah penuh "
Ujar Seandra mengingatkan.
"Al bantu ya teh..." Tawar Kaysha
.
Kayla menggeleng, Begitu juga dengan
Seandra.
Ia membawa Istrinya ke kamar mandi,
Rayhan terpana melihat sepasang parubaya
Tersebut, Kaysha tersenyum penuh arti,
Setelah selesai Seandra melihat waktunya
Shalat Perlahan Ia membimbing Kaysha
Untuk shalat diatas ranjangnya.
Terasa teduh dan menenangkan,
Kaysha dan Rayhan pun menuju mushala
Rumah Sakit dan Shalat disana.
Saat Mereka kembali, Mereka melihat
Pemandangan indah lagi, Saat Seandra
Mengecup kening Istrinya lembut,
Seraya menutup Al Qur'an kecil ditangan
Kayla,
Sebening embun jatuh dipelupuk mata
Kaysha, Ia merindukan Orang tersayang
Disampingnya memperlakukannya
Demikian,
Tanpa sadar Rayhan menggenggam
Tangan Kaysha, Namun perlahan Kaysha
Melepasnya ...
"Maaf..." Lirihnya.
Buru - buru Kaysha masuk, Setelah itu
Mereka berbincang.
"Teteh harap Kamu bisa memikirkan
Tawaran Kami, Bagaimanapun Kalian
Bagian Keluarga dari Gunawan maupun
Wijaya, Jangan Kamu lupa itu, Biarlah
Gio dan Lisa mendapatkan haknya,
Dan Ajari Mereka cara mengelolanya "
Pinta Kayla.
"Kami sudah tua, ...Aku harap Kamu
Bisa memikirkan hasil meeting kemarin"
Pinta Seandra.
Sesaat Kaysha menghela nafas.
"Baiklah ...Akan Al bicarakan pada Anak
- anak, Semua keputusan ada ditangan
Mereka, Al nggak ingin merusak mimpi
Mereka" Lirih Kaysha.
Seandra dan Kayla mengangguk tanda
mengerti.
Taklama Seorang berjas putih masuk,
Laki - laki Parubaya yang terlihat ganteng
Warisan Seorang Kevin Adrian Wijaya
Masuk tanpa Aba - aba Ia memeluk Kaysha.
Abang kangen !" Lirihnya memeluk erat
Kaysha.
Tangan Rayhan kembali mengepal,
Ada rasa tidak biasa didadanya, Sesak...
"Ekheeem,. ..Kalo peluk tuh liat - liat,
Entar orang salah paham gimana"
Ujar Seandra.
"Lho Memangnya kenapa, Yang dipeluk
Kan.adik Sendiri, Ada yang keberatan"
Tanya Kenzo.
"Sudah..Kalian ini kapan akurnya sih ?"
Cebik Kayla.
Kaysha hanya tersenyum seraya mengurai
Pelukan Kenzo.
"Maafin Abang nggak pernah nengokin
Kalian, Abang Sibuk " Terang Kenzo.
"It's Ok Bang Ken, Kan ada Mbak Shafa
Dan anak - anak yang selalu ke rumah"
Jawab Kaysha,
Setelah itu Kenzo memeriksa keadaan
Kayla, Dan tak lama keluar menuju ke
ruangannya kembali.
"Nah sekarang waktunya Kamu tidur
Siang " Ucap Seandra.
"Tapi Mas takkan pergi kan?"Tanya Kayla
Seandra tersenyum, Ia menggenggam
Erat tangan Istrinya.
"Mas takkan kemana - mana, Sayang ..
Tidurlah " Pintanya seraya mengelus
Pipi putih Kayla.
Kaysha meminta Izin pulang,
Dadanya sesak, Ia rindu Suaminya,
Dan disebuah taman Mereka duduk.
"Ibu lelah ...Bisa Kita duduk sebentar?"
Pinta Kaysha.
"Boleh Bu..." Jawab Rayhan
Mereka duduk di taman.
"Mas Ray ...Sudah punya pacar ?" Tanya
Kaysha hati - hati, Setelah Mereka me
ngobrol banyak.
"Enggak Bu..!" Jawab Rayhan seraya
tersenyum.
"Kenapa? Mas Ray sudah dewasa bahkan
Sudah cocok berumah tangga, Nunggu
Apa lagi ? Mas Ray ganteng punya kerjaan
Tetap ...Apalagi kurangnya, Ibu yakin banyak
Gadis yang ngantri buat jadi Istri Mas Ray "
Ucap Kaysha lembut.
Sesaat wajah tampan itu tertegun,
Kemudian Ia memandang lekat wajah
Kaysha, Ada pengharapan disana...
"Aku ingin Ibu yang akan bersamaku sam
Pai akhir hidupku " Ucap Rayhan.
Sesaat Kaysha menutup mata, Ia menghela
nafas panjang.
"Kamu yakiin ?" Tanya Kaysha.
__ADS_1
Rayhan dengan mantap mengangguk,
Kaysha tersenyum kecut.
"Aku mengenal Ibu dari dulu, Dan hatiku
mengatakan ingin menjadi bahu sandaran
Ibu " Jawab Rayhan.
Kembali Kaysha menghela nafas panjang.
"Sayang ...Dengar Ibu, ...Mau dengar mimpi
Ibu selama ini?" Tanya Kaysha lembut.
Ia menjaga hati Orang disampingngnya.
Rayhan mengangguk,
" Mimpi Ibu ...Sama seperti orang kebanya
kan, Bersama sampai akhir bersama
Orang yang Ibu Cintai" Lirih Kaysha.
"Jika terasa berat, Ibu boleh bersandar
Dibahuku Bu, .....Aku minta " Harap Rayhan..
"Tapii ..Nak...." Tolak Kaysha.
"Kali ini saja Bu...!" Pintanya memohon
"Tidak sayang....ini tidak benar"
Tolaknya lagi, Namun melihat wajah sedih
Rayhan Ia tidak tega, Ia menyandarkan wa
jahnya di bahu Rayhan.
"Ada dua pria yang berarti dalam hidup
Ibu, Seseorang yang selalu bersama
Dengan Ibu sedari kecil, Dan yang
Kedua adalah Suami Ibu, Namun Sayang
Mereka telah pergi dengan caranya,
Dan itu tidak bisa membuat Ibu bisa
Move on dari Mereka, .... Karena apa ?
Mereka baik ...Dan Mereka mencintai
Ibu sepenuh hati begitu juga Ibu sebaliknya
Sayang..." Kaysha menjeda kata - katanya.
Sesaat Ia memandang wajah disamping
nya.
"Bu ...Aku juga mencintai Ibu, Bu "
Ucap Rayhan kekeuh.
"Sayang.... Perasaan Cinta dan Ambisi
itu berbeda, Mungkin untuk saat Ini
Mas Ray bisa menerima keadaan Ibu,
Karena Ibu masih terlihat baik - baik
Saja, Namun seiring berjalannya waktu,
Apa Mas Ray mau menerima, Ibu yang
Sudah lanjut Usia, Tubuh Ibu nggak
Segar bugar kayak gini, Rambut Ibu
Yang berubah warna, Gigi Ibu yang mulai
Ompong, Itu baru dari segi fisik " Ucap
Kaysha.
Rayhan terdiam mencerna perkataan
Kaysha.
"Dan yang lebih parah, Ibu akan pikun,
Ingatan Ibu akan melambat, Ibu akan
Pipis mungkin dimana saja karena
Tidak terasa atau tidak ingat, Belum
Lagi nanti Ibu akan menjadi Beban
Kalian dan akan menyita waktu Kalian,
Dan Ibu tidak sanggup untuk itu, "
Sambung Kaysha.
"Dan lagi Mas Ray punya keluarga
besar, Apa Mereka akan menerima
Ibu, Mereka mempunyai mimpi
Walaupun Orang tuamu telah tiada,
Tapi pikirkan Keluarga besar yang
Telah mendukungmu Sayang, Dalam
Hal ini Kamu jangan egois, Dan
Satu hal Kamu pun butuh penerus
Nantinya, Apa mau Kamu mendampingi
Ibu - Ibu tua yang akan melahirkan,
Sekalipun itu Istri dan Anakmu sendiri,
Ibu tidak mau jika Nantinya Mas Ray
Jadi bahan gunjingan Orang - Orang "
Ucap Kaysha lembut, Rayhan hanya
Tertegun.
"Ibu tidak ingin merusak kebahagiaan
mu dan masa depanmu, Hiduplah
Dengan Orang yang tepat, Dan itu
Bukan Ibu...Mas Ray tetap anak Ibu,
Mas Ray akan mendampingi Ibu dan
Menerima kasih sayang Ibu dalam
Bentuk yang lain bukan sebagai pasangan
Sayang ....' Lirih Kaysha.
Terlihat gurat sendu disana,
"Andai didunia ini Ibu diharuskan memilih
Antara Aku dan Papa Rangga, Mana yang
Akan Ibu pilih ?" Tanya Rayhan.
Kaysha tertegun, Bukan tidak mungkin
Rayhan bertanya demikian, Ia tahu
Dari interaksi Rangga didepannya.
"Aku mohon,..Supaya tidak mengganjal
Dihati Bu " Ucap Rayhan serius.
Kembali Kaysha menghela nafas panjang.
"Tentu saja Ibu ingin Ayah kembali...
Hanya saja jika ada dua pilihan..Maafkan
Ibu Nak...Ibu akan pilih Papa Rangga "
Jawab Kaysha.
Rayhan menutup mata.
"Why,...? Apa kekuranganku Bu ?"
Tanyanya.
"Nak ... Papa Rangga umurnya pun
Tidak terlalu jauh, Kami sama - sama
Dewasa, Mereka akan mengerti
Lagipula Kami telah mempunyai buah
hati masing - masing jadi tidak ada tun
tutan untuk penerus keluarga, Kami
Mungkin lebih bijak menerima kekurangan
Diri masing - masing Sayang...Maafkan
Ibu Sayang ...Ibu tidak bisa membalas
Perasaanmu, ...Karena Kamu tetap Anak
Ibu dan Selamanya akan menjadi anak
Ibu, Ibu minta jangan pernah ada yang
Berubah ..Karena rasa Sayang Ibupun
Tidak akan pernah berubah untuk Kamu "
Pinta Kaysha.
Rayhan hanya bisa tertegun tanpa kata,
Mendengar jawaban Kaysha.
**Nah...Udah tahu jawabannya kan ?
********************************************
__ADS_1
**Bersambung
**Jejakmu please,....🙏😘