Hujan September

Hujan September
*Episode 49


__ADS_3

"Semoga ini jalan tebaik, Melahirkan anak


pertama membuat ingatannya menghilang,


Ia menolak kenyataan, Mungkin Depresi yang


Diderita, Akibat dari rasa penyesalannya


Mengakibatkan Dirinya hidup dalam ilusi,


Serta hidup dibawah bayang - bayang


Seseorang, Namun seiring waktu, Dengan


Keadaan yang tenang, Apalagi ini kehamilan


Kedua Bu Adipraja mungkin bisa membawa


Ingatan Ibu kembali " Ujar Dokter Desi,


Ia dokter kejiwaan yang menangani Kaysha.


"Terimakasih Bapak mau bekerja sama


Selama ini, Tentu Pak Ray sangat sulit


Hidup menjadi Orang lain, ...Dan


Subhanallah Bapak bisa bertahan selama


ini, Sekarang Bu Adipraja hanya perlu


waktu, Perlahan semua memori yang menya


kitkan baginya akan hadir kembali dalam


Ingatannya, Saya minta Bapak dampingi


Lagi untuk menghadapi kondisi terburuk"


Ucap Sang Dokter.


Rayhan mengangguk,


"Pasti Dok...Saya akan berada disisinya,


Dan apapun akan saya lakukan demi


Istri saya " Ucap Rayhan mantap.


Dokter Desi tersenyum.


"Saya salut pada Bapak, Kesabaran Bapak


begitu tinggi dan cinta Bapak untuk Ibu,


Besar sekali, Saya salut sekali " Puji


Dokter Desi.


"Karena Al istri saya, Dan separuh jiwa


Saya Bu dokter, Itu yang membuat Saya


Kuat bertahan selama ini" Ucap Rayhan.


"Waah ...Saya iri semoga Saya pun men


dapat cinta seperti Bapak dari Suami


Saya " Seloroh Dokter Desi.


"Cinta itu kuat atau tidak, Semua akan


terbukti saat Allah menguji Kita, Dan


Saya merasakan hal itu " Mata jernih


Rayhan memancarkan sinar kasih


Sayang untuk.sang Istri.


Dokter Desi kembali tersenyum.


"Biarkan Dia istirahat, Dosis obatnya saya


Sesuaikan karena Bu Al sedang mengan


dung, Kalau ada apa - apa jangan sungkan


Walaupun saya sudah pulang ke rumah "


Pesan dokter Desi, Setelah selesai me


meriksa Ia dan suster pamit keluar.


Taklama Rangga masuk.


"Gimana sekarang?" Tanyanya khawatir.


"Allhamdulillah menuju sembuh Bang "


Ucap Rayhan.


Ia mengusap pelan bahu adiknya.


"Bersabarlah,..Abang tahu Kamu Pria


kuat, Kasihan istrimu kalau bukan Kita


Yang merawat dan menjaganya lantas


Siapa lagi" Ucap Rangga.


"Abang salut Padamu, Kamu bisa bertahan


Selama ini " Ucap Rangga.


Rayhan mengusap wajah cantik istrinya


Yang tertidur, Wajah pucat itu terlelap


karena Obat.


"Karena Aku mencintainya Bang,...


Perasaan itu yang sanggup membuatku


bertahan " Ucap Rayhan.


"Oh ya Bang mana Azzam.dan Lisa,


mungkin Mereka sangat shock " Tanya


Rayhan


"Jangan pikirkan anak - anak, Mereka ber


sama Rania dan Sifa dirumah, Rafa dan Istri


Menginap dirumah karena khawatir keadaan


Keluargamu" Ucap Rangga.


"Maaf Bang selalu merepotkan, Dan terima

__ADS_1


kasih !" Lirih Rayhan.


"Kita sebagai keluarga sudah sepantasnya,


Dulu Kamu dan Rafa beserta Ibu ada disaat


Terpurukku sudah sepantasnya Kami disam


pingmu disaat Kalian terpuruk, Ingat ...


Kita ini satu keluarga Ray ..." Ucapan itu


Terdengar dari Rangga sang kepala


Keluarga,


Rayhan beruntung Keluarganya tidak


Pernah Meninggalkan Mereka disaat terburuk


Yang mereka alami.


"Terima kasih Bang !" Ucap Rayhan.


"Abang pulang dulu, Kamu juga istirahat


Disini, Berdo'a Supaya Istrimu cepat pulih "


Ucap Rangga pamit, Memberi ruang pada


Keduanya.


"Kalau ada apa - apa nanti kabari Kami,


Abang dan Rafa kembali besok "Sambung


Rangga.


Raffa yang sudah mengobrol dengan dokter


Ia pun pamit ikut pulang bersama Rangga.


Memberi ruang pada sepasang Suami


Istri itu untuk bersama.


"Iya ...Terima kasih, Titip Lisa " Ucap Rayhan


"Pasti ...Ray, Kami akan menjaganya"


Ujar Rangga sebelum pergi.


Raffa mengusap bahu sang kakak.


"Semangat !" Ucapnya seraya Salim dan


Pamit pulang.


Rayhan memandang wajah pucat Istrinya,


Tangannya terulur mengusap pipi putih


Itu perlahan, Ia membuka kerudung Istrinya


Supaya sang istri nyaman terlelap, Menyurai


lembut rambut panjang Kaysha.


Hari sudah malam, Ia pun terlalu lelah


Dengan hari ini, Ia tidak ingin tidur disofa


Malam ini, Ia naik keatas tempat tidur,


Ia ingin ikut terlelap damai disana,


Ia mendekap tubuh Kaysha lembut,


Sesungguhnya hatinya sangat takut,


Jika Dirinya kehilangan untuk yang


Kedua kalinya.


"Apa bisa Abang bertahan ...Jika Kamu


pergi sayang " Ucapnya sendu setengah


berbisik ditelinga Istrinya.


Harum lembut dari wangi shampo yang


Digunakan Kaysha menguar dalam indra


Penciumannya, Terasa menenangkan


Dirinya, Ia ingat saat Ia bertemu Kaysha


Untuk yang pertama kali,


Sosok wanita kuat dan tegar, Dengan


Rambut panjangnya muncul dibalik


Helm yang digunakan, Sosok acuh


Yang tidak sadar tengah diperhatikan


Olehnya, Saat itu Ia belum menyadari


Bahwa Ia jatuh cinta pada Pandangan


Pertama, Walau sempat ragu karena


Sebuah dendam, Namun akhirnya rasa


Cinta itu membuatnya kembali dan


Bertahan disisinya, Sekian lama baru


Dirinya bisa terlelap.


Rayhan terbangun disaat subuh tadi,


Kaysha haus, Dan Ia terjaga Ia hanya


mengingat sedikit demi sedikit dari


Memorinya,


"Bang Ray....Maaf !" Satu kata terucap


Dari bibirnya terdengar lirih.


"Sudah ....Jangan banyak pikiran,


Ingat buah hati Kita yang berada dalam


Perutmu, Sekarang Kamu Istirahat,..Ya,


Kita bisa bicara setelah Kamu sembuh "


Ucap Rayhan lembut.


"Jangan pergi...Jangan tinggalkan Aku

__ADS_1


Bang...Aku sangat takut " Lirihnya.


"Tenanglah Abang takkan pergi, Abang


takkan pernah ninggalin Kamu " Bisiknya.


Kaysha mengangguk, Ia terlelap kembali


Usapan lembut dan kecupan hangat


Ia daratkan dikening Istrinya.


Ia tersenyum,


Perasaan cinta mengalahkan segalanya,


Cinta membuat Ia lupa dan buta,


Cinta membuat Ia sanggup bertahan


Hidup dalam bayang - bayang Gio


Selama ini, Ia rela asal Dirinya tidak


Kehilangan Istrinya.


Rasa bersalah dan sangat kehilangan


Disertai tekanan dari keluarganya ditambah


Masalalu yang pahit membuat Seorang


Kaysha depresi, Beberapa kali Dirinya


Berniat Pergi meninggalkan hidupnya,


Sampai Rahyan dan keluarga membawa


Kaysha ke pondok Abi dan Umi, Disana


Untuk terapi dan menenangkan diri,


Kebetulan Rayhan pindah tugas kesana,


Berdekatan dengan Pondok dimana


Kaysha berada, Dan disana tahap sulit


Awal mereka lalui, Kaysha perlahan mulai


Menerima takdir, Dan Ia mulai mengajar


Karena memang Kaysha lulusan luar


Negeri dan fasih berbahasa Inggris,


Kebetulan staf pengajar Untuk SMP


Di pondok pesantren mengundurkan diri,


Karena ikut pindah tugas Suaminya ke


Daerah lain.


Perlahan Kaysha kembali seperti dulu


Namun sayang Ia memutar balikkan


Fakta, Dirinnya dianggap Gio, Dan Rayhan


Sudah meninggal dalam ingatan Kaysha.


Miris memang ...Sesaat ketika rasa sakit


Menyerang hatinya, Ia ingin menyerah


Namun perasaan Cintanya yang teramat


Besar untuk Kaysha membuat Ia bisa


Bertahan sampai kini.


"Gio pun bisa memendam cinta yang


begitu besar Padamu, Akupun sama Al


....Aku mencintaimu lebih dari apapun.


Aku minta kembalilah kesisiku dan anggap


Aku sebagai Diriku sendiri, karena Aku


Suamimu" Lirih Rayhan dalam hati, Ia


memandang sayu wajah Istrinya,


Perlahan mata itu terbuka, Menatap


Penuh kasih untuk dirinya, Rayhan


Memajukan tempat duduknya lebih


Merapat dekat wajah istrinya, Ia mencon


dongkan wajahnya, Mengusap pelan pipi


putihnya, Dan dengan perlahan memagut


lembut bibir yang terlihat pucat itu,


Perlahan rasa itu terbalas, Pelan dan lembut,


Ungkapan kasih sayang dan sejuta rindu


Disana,


"Bang Ray....!!" Lirih Kaysha.


Perlahan Rayhan menjeda, Ia tersadar Ia


mengecup kening Kaysha lembut.


"Maaf Sayang ....!" Ujarnya.


"Aku selalu lepas kendali jika bersamanya "


Rayhan merutuk dalam hati,


"Cepat sembuh honey,...Abang selalu rindu"


Bisiknya ditelinga Kaysha.


***************************************************


**Bersambung


**Yuhuu.....Tahan sebentar ya Bang ....!


Sedikit demi sedikit baru terjawab, Maaf


Membuat Readers pusiiing....Nanti juga


Terjawab....kok.


Wilujeng enjing dan selamat ngopi,

__ADS_1


Jangan lupa readers tersayang tolong ting


galkan jejak seperti biasanya ..Ya 🙏😘


__ADS_2