
"Semoga ini jalan tebaik, Melahirkan anak
pertama membuat ingatannya menghilang,
Ia menolak kenyataan, Mungkin Depresi yang
Diderita, Akibat dari rasa penyesalannya
Mengakibatkan Dirinya hidup dalam ilusi,
Serta hidup dibawah bayang - bayang
Seseorang, Namun seiring waktu, Dengan
Keadaan yang tenang, Apalagi ini kehamilan
Kedua Bu Adipraja mungkin bisa membawa
Ingatan Ibu kembali " Ujar Dokter Desi,
Ia dokter kejiwaan yang menangani Kaysha.
"Terimakasih Bapak mau bekerja sama
Selama ini, Tentu Pak Ray sangat sulit
Hidup menjadi Orang lain, ...Dan
Subhanallah Bapak bisa bertahan selama
ini, Sekarang Bu Adipraja hanya perlu
waktu, Perlahan semua memori yang menya
kitkan baginya akan hadir kembali dalam
Ingatannya, Saya minta Bapak dampingi
Lagi untuk menghadapi kondisi terburuk"
Ucap Sang Dokter.
Rayhan mengangguk,
"Pasti Dok...Saya akan berada disisinya,
Dan apapun akan saya lakukan demi
Istri saya " Ucap Rayhan mantap.
Dokter Desi tersenyum.
"Saya salut pada Bapak, Kesabaran Bapak
begitu tinggi dan cinta Bapak untuk Ibu,
Besar sekali, Saya salut sekali " Puji
Dokter Desi.
"Karena Al istri saya, Dan separuh jiwa
Saya Bu dokter, Itu yang membuat Saya
Kuat bertahan selama ini" Ucap Rayhan.
"Waah ...Saya iri semoga Saya pun men
dapat cinta seperti Bapak dari Suami
Saya " Seloroh Dokter Desi.
"Cinta itu kuat atau tidak, Semua akan
terbukti saat Allah menguji Kita, Dan
Saya merasakan hal itu " Mata jernih
Rayhan memancarkan sinar kasih
Sayang untuk.sang Istri.
Dokter Desi kembali tersenyum.
"Biarkan Dia istirahat, Dosis obatnya saya
Sesuaikan karena Bu Al sedang mengan
dung, Kalau ada apa - apa jangan sungkan
Walaupun saya sudah pulang ke rumah "
Pesan dokter Desi, Setelah selesai me
meriksa Ia dan suster pamit keluar.
Taklama Rangga masuk.
"Gimana sekarang?" Tanyanya khawatir.
"Allhamdulillah menuju sembuh Bang "
Ucap Rayhan.
Ia mengusap pelan bahu adiknya.
"Bersabarlah,..Abang tahu Kamu Pria
kuat, Kasihan istrimu kalau bukan Kita
Yang merawat dan menjaganya lantas
Siapa lagi" Ucap Rangga.
"Abang salut Padamu, Kamu bisa bertahan
Selama ini " Ucap Rangga.
Rayhan mengusap wajah cantik istrinya
Yang tertidur, Wajah pucat itu terlelap
karena Obat.
"Karena Aku mencintainya Bang,...
Perasaan itu yang sanggup membuatku
bertahan " Ucap Rayhan.
"Oh ya Bang mana Azzam.dan Lisa,
mungkin Mereka sangat shock " Tanya
Rayhan
"Jangan pikirkan anak - anak, Mereka ber
sama Rania dan Sifa dirumah, Rafa dan Istri
Menginap dirumah karena khawatir keadaan
Keluargamu" Ucap Rangga.
"Maaf Bang selalu merepotkan, Dan terima
__ADS_1
kasih !" Lirih Rayhan.
"Kita sebagai keluarga sudah sepantasnya,
Dulu Kamu dan Rafa beserta Ibu ada disaat
Terpurukku sudah sepantasnya Kami disam
pingmu disaat Kalian terpuruk, Ingat ...
Kita ini satu keluarga Ray ..." Ucapan itu
Terdengar dari Rangga sang kepala
Keluarga,
Rayhan beruntung Keluarganya tidak
Pernah Meninggalkan Mereka disaat terburuk
Yang mereka alami.
"Terima kasih Bang !" Ucap Rayhan.
"Abang pulang dulu, Kamu juga istirahat
Disini, Berdo'a Supaya Istrimu cepat pulih "
Ucap Rangga pamit, Memberi ruang pada
Keduanya.
"Kalau ada apa - apa nanti kabari Kami,
Abang dan Rafa kembali besok "Sambung
Rangga.
Raffa yang sudah mengobrol dengan dokter
Ia pun pamit ikut pulang bersama Rangga.
Memberi ruang pada sepasang Suami
Istri itu untuk bersama.
"Iya ...Terima kasih, Titip Lisa " Ucap Rayhan
"Pasti ...Ray, Kami akan menjaganya"
Ujar Rangga sebelum pergi.
Raffa mengusap bahu sang kakak.
"Semangat !" Ucapnya seraya Salim dan
Pamit pulang.
Rayhan memandang wajah pucat Istrinya,
Tangannya terulur mengusap pipi putih
Itu perlahan, Ia membuka kerudung Istrinya
Supaya sang istri nyaman terlelap, Menyurai
lembut rambut panjang Kaysha.
Hari sudah malam, Ia pun terlalu lelah
Dengan hari ini, Ia tidak ingin tidur disofa
Malam ini, Ia naik keatas tempat tidur,
Ia ingin ikut terlelap damai disana,
Ia mendekap tubuh Kaysha lembut,
Sesungguhnya hatinya sangat takut,
Jika Dirinya kehilangan untuk yang
Kedua kalinya.
"Apa bisa Abang bertahan ...Jika Kamu
pergi sayang " Ucapnya sendu setengah
berbisik ditelinga Istrinya.
Harum lembut dari wangi shampo yang
Digunakan Kaysha menguar dalam indra
Penciumannya, Terasa menenangkan
Dirinya, Ia ingat saat Ia bertemu Kaysha
Untuk yang pertama kali,
Sosok wanita kuat dan tegar, Dengan
Rambut panjangnya muncul dibalik
Helm yang digunakan, Sosok acuh
Yang tidak sadar tengah diperhatikan
Olehnya, Saat itu Ia belum menyadari
Bahwa Ia jatuh cinta pada Pandangan
Pertama, Walau sempat ragu karena
Sebuah dendam, Namun akhirnya rasa
Cinta itu membuatnya kembali dan
Bertahan disisinya, Sekian lama baru
Dirinya bisa terlelap.
Rayhan terbangun disaat subuh tadi,
Kaysha haus, Dan Ia terjaga Ia hanya
mengingat sedikit demi sedikit dari
Memorinya,
"Bang Ray....Maaf !" Satu kata terucap
Dari bibirnya terdengar lirih.
"Sudah ....Jangan banyak pikiran,
Ingat buah hati Kita yang berada dalam
Perutmu, Sekarang Kamu Istirahat,..Ya,
Kita bisa bicara setelah Kamu sembuh "
Ucap Rayhan lembut.
"Jangan pergi...Jangan tinggalkan Aku
__ADS_1
Bang...Aku sangat takut " Lirihnya.
"Tenanglah Abang takkan pergi, Abang
takkan pernah ninggalin Kamu " Bisiknya.
Kaysha mengangguk, Ia terlelap kembali
Usapan lembut dan kecupan hangat
Ia daratkan dikening Istrinya.
Ia tersenyum,
Perasaan cinta mengalahkan segalanya,
Cinta membuat Ia lupa dan buta,
Cinta membuat Ia sanggup bertahan
Hidup dalam bayang - bayang Gio
Selama ini, Ia rela asal Dirinya tidak
Kehilangan Istrinya.
Rasa bersalah dan sangat kehilangan
Disertai tekanan dari keluarganya ditambah
Masalalu yang pahit membuat Seorang
Kaysha depresi, Beberapa kali Dirinya
Berniat Pergi meninggalkan hidupnya,
Sampai Rahyan dan keluarga membawa
Kaysha ke pondok Abi dan Umi, Disana
Untuk terapi dan menenangkan diri,
Kebetulan Rayhan pindah tugas kesana,
Berdekatan dengan Pondok dimana
Kaysha berada, Dan disana tahap sulit
Awal mereka lalui, Kaysha perlahan mulai
Menerima takdir, Dan Ia mulai mengajar
Karena memang Kaysha lulusan luar
Negeri dan fasih berbahasa Inggris,
Kebetulan staf pengajar Untuk SMP
Di pondok pesantren mengundurkan diri,
Karena ikut pindah tugas Suaminya ke
Daerah lain.
Perlahan Kaysha kembali seperti dulu
Namun sayang Ia memutar balikkan
Fakta, Dirinnya dianggap Gio, Dan Rayhan
Sudah meninggal dalam ingatan Kaysha.
Miris memang ...Sesaat ketika rasa sakit
Menyerang hatinya, Ia ingin menyerah
Namun perasaan Cintanya yang teramat
Besar untuk Kaysha membuat Ia bisa
Bertahan sampai kini.
"Gio pun bisa memendam cinta yang
begitu besar Padamu, Akupun sama Al
....Aku mencintaimu lebih dari apapun.
Aku minta kembalilah kesisiku dan anggap
Aku sebagai Diriku sendiri, karena Aku
Suamimu" Lirih Rayhan dalam hati, Ia
memandang sayu wajah Istrinya,
Perlahan mata itu terbuka, Menatap
Penuh kasih untuk dirinya, Rayhan
Memajukan tempat duduknya lebih
Merapat dekat wajah istrinya, Ia mencon
dongkan wajahnya, Mengusap pelan pipi
putihnya, Dan dengan perlahan memagut
lembut bibir yang terlihat pucat itu,
Perlahan rasa itu terbalas, Pelan dan lembut,
Ungkapan kasih sayang dan sejuta rindu
Disana,
"Bang Ray....!!" Lirih Kaysha.
Perlahan Rayhan menjeda, Ia tersadar Ia
mengecup kening Kaysha lembut.
"Maaf Sayang ....!" Ujarnya.
"Aku selalu lepas kendali jika bersamanya "
Rayhan merutuk dalam hati,
"Cepat sembuh honey,...Abang selalu rindu"
Bisiknya ditelinga Kaysha.
***************************************************
**Bersambung
**Yuhuu.....Tahan sebentar ya Bang ....!
Sedikit demi sedikit baru terjawab, Maaf
Membuat Readers pusiiing....Nanti juga
Terjawab....kok.
Wilujeng enjing dan selamat ngopi,
__ADS_1
Jangan lupa readers tersayang tolong ting
galkan jejak seperti biasanya ..Ya 🙏😘