
Ibu Elly menuruh Annisa untuk segara istirahat, Annisa pasti sangat cape setelah menemani Rafa. Mumpung Rafa masih tidur Annisa mengganti bajunya dengan baju rumah yang santai setelah itu ia melaksanakan sholat Isya.
Selesai sholat Isya, tiba-tiba ponsel Annisa berdering. Cepat-cepat Annisa menjawab teleponnya takut Rafa bangun karena suara ringtone ponselnya. Tertulis Mamah di layar ponselnya.
“Assalamualaikum.”
“Waalaikumsalam. Annisa bagaimana keadaan Annisa? Sehat?”
“Alhamdullilah Annisa sehat, Mah. Bagaimana keadaan Mamah, Bapak dan adik-adik?”
“Alhamdullilah Mamah sehat. Bapak dan adik-adik juga sehat.”
“Syukurlah kalau semuanya sehat.”
“Bagaimana dengan kuliah Annisa?”
“Kemarin Annisa baru mendaftar. Baru lusa test ujian masuknya.”
“Mamah doakan semoga Annisa di berikan yang terbaik.”
“Aamiin ya robi alamin.”
“Annisa sudah makan?’
“Sudah Mah, tadi sore di ulang tahun Rafa,”
“Rafa cucunya Ua Elly?”
“Iya, Mah.”
“Sudah berapa tahun usia Rafa?’
“Sudah 2 tahun.”
“Sudah besar sekarang, ya?”
“Iya, lucu anaknya. Bikin Annisa gemes,”
“Sudah dulu, ya Nis. Mamah sudah mengantuk. Salam sama Ua Elly dan Ua Pardi. Assalamualaikum.”
“Waalaikumsalam.”
__ADS_1
Annisa menutup teleponnya.
Ketika Annisa melihat ke tempat tidur terlihat Rafa sudah bangun, Rafa sedang memperhatikan sekelilingnya. Mungkin Rafa terbangun karena suara percakapan di telepon tadi.
“Anak sholeh sudah bangun?” Annisa menghampiri Rafa.
“Mamah,” panggil Rafa.
“Iya anak sholeh,” jawab Annisa.
”Rafa bobo cama Mamah,” kata Rafa.
“Iya, Rafa bobo sama Mamah. Sekarang Rafa pipis dulu, sikat gigi lalu ganti baju, ya,” kata Annisa.
Rafa mengangguk. Annisa membuka mukenahnya lalu dilipat dengan rapih. Setelah itu Annisa membuka pakaian Rafa dan mengajaknya ke kamar mandi.
Selesai memyekakan dan mengganti baju Rafa, Annisa mengajak Rafa turun ke lantai bawah. Tadi sewaktu di kamar mandi Rafa minta susu. Annisa tidak tahu susu Rafa di simpan dimana. Annisa harus tanya Bi Minah yang biasa menyimpan keperluan Rafa.
Ketika Annisa melewati ruang makan terlihat Roland sedang makan malam. Padahal tadi di ulang tahun Rafa, Annisa melihat Roland makan dan sekarang ia makan lagi. Kakak sepupu Annisa yang satu ini memang kuat makannya, namun badannya tetap saja atletis.
Annisa menghampiri Roland.
“Aa, tahu nggak susu Rafa di simpan dimana?” tanya Annisa.
“Coba cari di lemari dapur yang paling atas. Biasanya Bi Minah menyimpan susu di situ,” jawab Roland.
“Rafa duduk sini sama Om. Mamah cari susu Rafa dulu,” kata Annisa sambil mengangkat Rafa agar bisa duduk di bangku di sebelah Roland. Lalu ia ke dapur mencari susu Rafa. Ketika sedang mencari susu di dapur, Bi Minah masuk ke dapur.
“Cari apa, Non?” tanya Bi Minah.
“Susu Rafa, Bi. Rafa minta susu,” kata Annisa yang sedang membuka lemari di dapur satu persatu.
“Susu Den Rafa sudah dibuang, Non. Den Rafa jarang ke sini, susunya kelamaan tidak diminum. Jadi Bibi buang,” kata Bi Minah.
“Yah, terus gimana dong? Rafa minta susu.”
“Harus beli dulu di minimarket,” kata Bi Minah.
Annisa kembali ke ruang makan.
“Rafa susunya udah dibuang sama Bi Minah. Jadi harus beli dulu,” kata Annisa.
__ADS_1
Tiba- tiba terlihat Ua Elly keluar dari kamarnya.
“Rafa sudah bangun?” tanya Ibu Elly ketika melihat Rafa sedang duduk di meja makan.
“Iya Ua. Rafa minta susu. Tapi susunya nggak ada, udah di buang Bi Minah,” jawab Annisa.
“Beli lagi aja. Sebentar Ua ambilkan uangnya,” lalu Ibu Elly kembali ke kamarnya. Tak lama kemudian Ibu Elly keluar dengan membawa uang beberapa lembar ratusan ribu.
“Beli susu …….. untuk usia anak dibawah 3 tahun,” kata Ibu Elly dan memberikan uang kepada Roland.
“Annisa temani Aa,” Roland mengajak Annisa.
“Rafa mau ikut cama Mamah,” Rafa mengangkat ke dua tangannya minta di gendong.
“Bawa saja, Nis. Pakaikan jaket,” kata Ibu Elly.
“Rafa tunggu di sini. Mamah ambil jaket Rafa dulu.”
“Jaket Rafa ada di kamar Rilandi. Di lemari itu hanya ada baju-baju Rafa, baju-baju milik Rilandi sudah Ua kasihkan ke yang membutuhkan,” kata Ibu Elly.
“Sekalian ambilin jaket Aa di kamar. Aa gantung di kursi,” kata Roland.
Annisa naik ke atas menuju ke kamar Rilandi. Perlahan Annisa membuka pintu dan menyalakan lampu kamar. Di kamar itu hanya ada tempat tidur King size, box bayi dan sebuah lemari pakaian. Di dinding kamar itu ada foto pernikahan Rilandi dan Meisya, Rilandi dan Meisya bersama bayi mereka dan foto Rafa ketika masih bayi. Annisa merasa sedih melihat foto-foto tersebut. Kasihan Rafa diusianya masih kecil sudah ditinggal kedua orang tuanya. Cepat-cepat Annisa mengusir rasa sedihnya. Lalu Annisa mencari jaket Rafa, karena malam sudah semakin larut minimarketnya nanti keburu tutup. Setelah mengambil jaket Rafa, Annisa segera keluar dari kamar Rilandi. Kemudian ke kamarnya mengambil jaket miliknya dan ke kamar Roland mengambil jaket milik Roland. Lalu Annisa kembali turun ke lantai bawah. Ketika kembali ke ruang makan telihat Roland sudah selesai
makan. Annisa memberikan Roland jaket. Lalu memakaikan Rafa jacket. Setelah Annisa dan Rafa memakai jaket, Annisa menggendong Rafa keluar rumah. Di luar Roland sudah menunggu Annisa di atas motor sportnya. Annisa menaikkan Rafa ke atas motor Roland, barulah Annisa naik ke motor Roland yang lumayan tinggi.
“Sudah?” tanya Roland untuk memastikan Annisa dan Rafa sudah duduk dengan baik.
“Sudah, A,” kata Annisa.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
nanti malam diterusin lagi.
yang bosen kenapa begitu-begitu aja, sabar nanti ada waktunya yang adegan menyebalkan dan menyedihkan.