
Setengah jam kemudian Toriq datang beserta dengan keluarganya. Mereka di sambut oleh Ibu Elly dan Pak Supardi sebagai wakil dari keluarga. Toriq nampak gagah dengan menggunakan jas hitam dan celana hitam serta kopeyah hitam. Mereka dipersilahkan duduk di tempat yang di sediakan. Sedangkan Toriq duduk di meja akad nikah beserta dengan penghulu, Pak Ernawan dan para saksi.
Sebelum akad nikah dimulai Annisa dibawa ke tempat akad nikah didampingi oleh Elsa anak kedua Ibu Elly. Elsa beserta suami dan anak-anaknya datang jauh-jauh dari Malaysia untuk menghadiri pernikahan Annisa dan Toriq.
Annisa duduk di sebelah Toriq. Ketika Annisa duduk di sebelahnya dada Toriq berdetak hebat. Ia ingin melihat wajah perempuan yang duduk di sebelahnya. Namun dari wanginya dan bentuk jari-jemari yang selalu ingin ia genggam Toriq tahu kalau perempuan itu adalah Annisa.
“Sebelum akad nikah dimulai, Nak Toriq coba dilihat dulu apakah benar yang ini calon pengantin wanitanya?” kata Pak Rosid yang bertugas sebagai penghulu.
Toriq menoleh ke samping, Toriq kaget melihatnya.
Masya Allah, cantik sekali dia. Ini benar-benar bidadari, bisik Toriq dalam hati.
Bagaimana Toriq tidak kaget. Annisa menggunakan gaun muslim yang berwarna putih dan rambut yang tertutup kerudung yang ditata rapih sehingga membuat Annisa bertambah cantik.
Toriq tidak berkedip memandangnya dan terus memandangnya.
“Bagaimana Nak Toriq apakah benar yang ini calon mempelai wanitanya?” tanya Pak Rosid sekali lagi.
Namun Toriq masih betah memandangi Annisa. Ia tidak menjawab pertanyaan penghulu.
Merasa ada yang salah Annisa menoleh ke arah Toriq. Toriq sedang memandangnya dengan terpanah.
“Abang!!!” bisik Annisa memanggil Toriq.
“Kenapa?” tanya Toriq yang baru sadar dari keasyikannya memandangi pujaan hatinya.
__ADS_1
“Itu dipanggil Pak Penghulu,” jawab Annisa dengan gemas.
Langsung Toriq menghadap ke depan.
“Benar yang itu calon mempelai wanitanya?” tanya Pak Rosid selaku penghulu sekali lagi.
“Benar Pak,” jawab Toriq dengan tidak yakin.
“Kok Nak Toriq tidak yakin?” tanya Pak Rosid bingung.
“Soalnya tambah cantik, Pak,” jawab Toriq dengan polosnya.
Pak Rosid tersenyum sambil geleng-geleng kepala.
“Kita mulai saja akad nikah,” kata Pak Rosid.
Dengan lantang Pak Ernawan mengucapkan ijab,
“Saya nikahkan dan kawinkan engkau Ananda Toriq Farrel bin Syamsul Barli dengan anak saya yang bernama Annisa Humairah binti Ernawan dengan mas kawin berupa uang sebesar lima puluh juta rupiah dan perhiasan emas seberat 10 gram dibayar tunai,”
Dan dalam satu tarikan Toriq mengucapkan qobul,
“Saya terima nikah dan kawinnya Annisa Humairah binti Ernawan dengan mas kawinnya yang tersebut dibayar tunai.”
“Bagaimana para saksi?” tanya penghulu.
__ADS_1
“SAH…….,” jawab semua orang yang menghadiri akad nikah.
“Alhamdullilah,” ucap penghulu.
Setelah akad nikah Toriq dan Annisa saling memasangkan cincin nikah dan diakhiri dengan Annisa mencium tangan Toriq dan Toriq mengecup kening Annisa dengan begitu dalam dan lama.
“Nak Toriq sudah jangan lama-lama mencium keningnya. Nanti bisa di teruskan di kamar,” kata penghulu.
Toriq langsung mengakhiri mengecup kening Annisa dan Annisa langsung menunduk malu mendengar perkataan penghulu. Setelah itu penghulu meninggalkan tempat karena masih harus menikahkan pasangan lain.
Sekarang acara saweran. Toriq dan Annisa duduk menghadap ke pelaminan sedangkan Ibu Titien dan Ibu Delima berdiri di atas pelaminan untuk menyawer pengantin. Toriq dan Annisa dihalangi oleh payung agar tidak terkena lemparan saweran.
Mulailah sinden menyanyikan lagu sawer pengantin hingga selesai, setelah itu Ibu Delima dan Ibu Titien menyawer. Uang logam seribu rupiah, uang kertas yang dilipat terdiri dari dua ribu rupiah sebanyak lima puluh buah, lima ribu rupiah sebanyak dua puluh, sepuluh ribu rupiah sebanyak dua puluh, duapuluh ribu rupiah sebanyak dua puluh, lima puluh ribu rupiah sebanyak sepuluh dan seratus ribu rupiah sebanyak lima serta ditambah sekitar seratus bungkus permen semuanya uang itu di lemparkan ke pengantin dan dipungut oleh semua tamu.
Semua orang dengan penuh suka cita memungut uang saweran dan permen yang dilemparkan oleh Ibu Delima dan Ibu Titien. Termasuk Rafa, batita itu sibuk memungut permen dan uang logam yang berada di lantai dengan dijaga oleh Roland. Sedangkan Umar dan Aisyah juga ikut memungut uang dan permen yang berserakan dilantai.
Setelah acara sawer pengantin selesai semua dipersilahkan untuk sarapan pagi. Sedangkan Toriq dan Annisa masuk ke dalam ruangan yang disediakan untuk pengantin ganti baju.
Seorang petugas catering datang membawakan makan untuk Annisa dan Toriq.
“Aa dan Tetehnya makan dulu sebelum ganti baju,” kata seorang perias.
Annisa dan Toriq memakan makanan yang dibawakan untuk mereka, agar mereka kuat berdiri lama di pelaminan untuk menyambut para tamu.
.
__ADS_1
.
malam dilanjutkan lagi.