Ibu Untuk Keponakanku

Ibu Untuk Keponakanku
14. Naci Oleng Rafa


__ADS_3

Maaf kemarin Deche sakit kepala jadi nggak bisa up. 🤕


Mudah-mudahan nanti sore sakit kepalanya bisa diajak kompromi, jadi malam bisa up lagi.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Ibu Elly  meninggalkan dapur dan naik lantai atas menuju kamar Annisa.Tak lama kemudian Ibu Elly kembali ke dapur sambil menggendong Rafa.


“Rafa mau pipis sama Mamah,” kata Ibu Elly.


Annisa yang sedang berkutat membuat sarapan, menoleh ke arah Ibu Elly dan Rafa.


“Rafa pipis sama Enin, ya. Mamah sedang masak untuk Rafa,” kata Annisa.


“Mau pipis cama Mamah,” Rafa merengek.


“Udah, Nis. Biar itu diterusin sama Bi Minah. Annisa urus Rafa dulu,” kata Ibu Elly.


Annisa menghentikan memasaknya.


“Titip, ya Bi,” kata Annisa lalu menghampiri Rafa dan mengambil Rafa dari gendongan Ibu Elly.


“Yuk, kita pipis dulu,” ajak Annisa.


Dengan cepat Rafa berpindah gendongan ke Annisa, lalu Annisa membawa Rafa ke kamar Annisa.


Sesampainya di kamar Annisa, Annisa membuka pospak Rafa dan membawa Rafa ke kamar mandi untuk pipis. Selesai Rafa pipis, Annisa menggantikan pospak Rafa dengan yang baru.


“Mamah lagi buatkan nasi goreng special untuk Rafa, nanti Rafa makan, ya,” kata Annisa sambil memakaikan Rafa celana.


“Dicuapin sama Mamah,” kata Rafa.


“Iya disuapin Mamah,” jawab Annisa.


“Sekarang Mamah masak dulu untuk Rafa, Rafa main sama Enin, ya,” kata Annisa.


“Iya Mamah,” jawab Rafa.


“Ayo kita sekarang ke bawah lagi. Mamah mau terusin masaknya,” kata Annisa.


“Gendong,” Rafa mengangkat kedua tangannya minta digendong.


Annisa memngangkat tubuh Rafa lalu menggendongnya dan membawanya turun ke dapur.


Di dapur ada Ibu Elly yang meneruskan pekerjaan Annisa. Annisa membawa kursi ke dapur.


“Rafa duduk dulu di kursi, ya. Mamah mau masak dulu,” kata Annisa sambil menduduki Rafa di kursi.


Annisa mendekati Ibu Elly.


“Ua, biar Annisa teruskan lagi memasaknya. Ua ajak Rafa main aja,” kata Annisa.

__ADS_1


Ibu Elly menoleh ke belakang melihat cucunya sedang duduk di dapur.


“Nanti nangis, mau sama Annisa,” kata Ibu Elly.


“Nggak akan Ua, tadi Annisa sudah suruh Rafa main sama Ua,” jawab Annisa.


Ibu Elly menghampiri cucunya.


“Ayo Rafa main sama Enin. Mamahnya mau masak dulu,” Ibu Elly menggendong Rafa dan membawanya ke ruang keluarga.


“Annisa, sarapan Aa sudah siap belum?” tanya Roland yang tiba-tiba sudah ada di dapur mengambil minum.


“Sabar ya A sebentar lagi matang,” jawab Annisa sambil masak.


“Oke, Aa tunggu ya, Nis,” Roland meninggalkan dapur.


Akhirnya sarapan sudah siap di atas meja. Sekarang waktunya seluruh anggota keluarga sarapan.


Rafa duduk manis di sebelas Annisa.


“Rafa makan dulu, ya,” kata Annisa sambil menyuapi Rafa sesendok kecil nasi goreng.


Rafa membuka mulutnya dan memakan makanan yang disuapi Annisa.


Semua orang menunggu reaksi Rafa ketika memakan nasi goreng buatan Annisa. Terlihat batita itu mengunyah makannya sampai habis.


“Enak Mamah, a lagi,” kata Rafa sambil membuka mulutnya.


Annisa menyuapi lagi Rafa dengan sesendok nasi goreng.


“Haduh pintar cucu Enin makannya banyak,” puji Ibu Elly.


“Masakan Mamah enak, Nin,” kata Rafa sambil mengacungkan jempolnya.


Roland penasaran dengan rasa nasi goreng milik Rafa. Ia mengambil seujung sendok nasi goreng milik Rafa.


“Om lolang jangan ambil naci oleng Rafa,” kata Rafa dengan marah melihat Roland mengambil sedikit nasi goreng miliknya.


“Dikit aja, Om mau coba,” kata Roland sambil menyuap nasi goreng Rafa yang tadi dia ambil.


“Mamah, Om nakal tuh. Ambil naci oleng Rafa,” rengek Rafa.


“Aa, jangan ganggu makanan Rafa,” tegur Annisa.


“Nyicipin dikit aja, pelit,” Roland protes.


“Nggak boleh, itu punya Rafa,” seru Rafa dengan marah.


“Iya deh, nggak lagi ambil makanan Rafa,” kata Roland dengan mengalah.


“Mamah, a,” kata Rafa sambil membuka mulutnya minta diisi kembali.

__ADS_1


Ibu Elly dan Pak Supardi hanya memperhatikan interaksi Rafa, Annisa dan Roland.


Mereka tersenyum karena suasana sarapan pagi mereka jadi berwarna dengan kehadiran Annisa.


Setelah selesai sarapan, mereka kembali ke aktifitas masing-masing.


Pak Supardi menonton berita sebelum berangkat ke kantor, Roland kembali ke


kamarnya, Inu Elly menemani Pak Supardi sedangkan Annisa membawa Rafa ke kamarnya. Annisa merebahkan diri di atas tempat tidur, sedangkan Rafa asyik memainkan mainannya yang Annisa ambil dari kamar Rilandi. Tanpa terasa Annisa tertidur, namun ia terbangun kembali karena Rafa membanguninya.


“Mamah, ee,” kata Rafa dengan wadjah yang sedang mengeden.


Dengan wajah yang mengantuk Annisa bangun dari tidurnya.


“Heh..Rafa ee? Sekali mandi, ya?” kata Annisa lalu mengangkat Rafa ke kamar mandi.


Setelah selesai membersihkan dan memandikan Rafa, Annisa menitipkan Rafa ke Ibu Elly.


“Rafa sama Enin dulu, Mamah mau mandi,” kata Annisa sambil mendudukkan Rafa di sebelah Ibu Elly.


“Nanti cama Mamah lagi?” tanya Rafa.


“Iya, nanti sama Mamah lagi,” jawab Annisa lalu kembali ke kamarnya.


Tak lama kemudian Annisa selesai mandi lalu bergabung dengan Ibu Elly dan Rafa di ruang keluarga. Sedangkan Pak Supardi sudah berangkat ke kantor.


“Hari ini kita mau kemana, Nis?” tanya Ibu Elly.


“Nggak kemana-mana Ua. Annisa mau istirahat, besok test ujian masuk perguruan tinggi,” jawab Annisa.


“Annisa nggak belajar?” tanya Ibu Elly.


“Nggak bawa buku, Ua,” jawab Annisa.


“Ya sudah, mendingan istirahat saja,” kata Ibu Elly sambil memperhatikan cucunya sedang bermain dengan mainanya.


“Mamah mau cucu,” kata Rafa sambil mengucek-ngucek matanya, sepertinya Rafa sudah ngantuk.


“Ya, Mamah buatkan. Rafa di sini dulu sama Enin,” kata Annisa.


Annisa pergi ke dapur membuatkan susu untuk Rafa. Setelah selesai Annisa memberikan susu itu ke Rafa. Seperti biasa batita itu meminumnya dengan cepat.


“Mamah ngantuk, gendong,” kata Rafa sambil mengangkat kedua tangannya minta untuk digendong.


Annisa menggendong Rafa.


“Ua, Annisa tidurin Rafa dulu,” pamit Annisa.


“Ya, Nis,” jawab Ibu Elly.


Annisa membawa Rafa ke kamar Annisa.

__ADS_1


__ADS_2