Ibu Untuk Keponakanku

Ibu Untuk Keponakanku
72. Resepsi Pernikahan.


__ADS_3

Resepsi pernikahan Toriq dan Annisa dimulai pukul sebelas siang. Ada yang berbeda dari resepsi pernikahan Toriq dan Annisa, yaitu foto prewedding Toriq dan Annisa. Foto prewedding yang mereka pakai adalah ketika mereka sedang mencium pipi Rafa di ulang tahun Rafa, foto ketika mereka makan malam bertiga di hotel dan ketika Annisa dilamar. Foto prewedding Toriq dan Annisa lebih mirip dengan foto keluarga kecil yang bahagia.


Resepsi pernikahan Toriq dan Annisa berlangsung dengan meriah. Banyak rekan sejawat Toriq yang datang jauh dari Jakarta hanya untuk mengucapkan selamat kepada Annisa dan Toriq. Seperti dokter Candra, dokter spesialis anak ketika Rafa di rawat di rumah sakit.


“Ternyata Mamahnya Rafa lebih memilih dokter Toriq yang sudah tua daripada saya yang masih muda,” kata dokter Candra ketika memberikan selamat kepda Toriq dan Annisa.


“Sialan loh. Tua-tua juga banyak santennya,” ujar Toriq.


“Dokter Toriq tua-tua keladi, semakin tua semakin menjadi,” kata dokter Candra.


Toriq melotot mendengar perkataan dokter Candra.


“Becanda, Bu. Dokter Toriq orangnya baik kok dan setia,” kata dokter Candra.


“Selamat, ya. Semoga Rafa cepat punya adik,” ucap dokter Candra kepada Annisa.


“Terima kasih, dok,” ucap Annisa.


Kemudian datang juga dokter Adi.


“Curang loh. Elo bilang dia udah punya anak. Eh… malah elo embat,” kata dokter Adi datang-datang protes.


Toriq cuma ketawa melihat temannya yang kesal karena merasa dibohongin.


“Ha…ha…ha….bapak anaknya kan gue, jadi nikahnya sama gue,” jawab Toriq.


“Bisa aja elo ngeles,” ujar dokter Adi.


“Selamat ya, Bu. Kalau dokter Toriq nakal inget saya ya, Bu. Yang selalu setia menunggu Ibu,” ucap dokter Adi.


“Sialan, lu,” ujar Toriq.


Diantara para tamu yang mengucapkan selamat ada Poppy yang datang bersama suaminya Budi dan anaknya Firas.


“Selamat ya, dok semoga menjadi keluarga sakinah, mawadah dan warohmah,” ucap Poppy.


“Terima kasih,” kata Toriq.


“Selamat ya, dok,” ucap Budi.


“Terima kasih, Pak Budi,” kata Toriq.


“Baby boynya sudah besar,” kata Toriq mengusap punggung Firas yang tertidur di dekapan Budi.


“Iya,” jawab Budi.


Sementara itu Poppy mengucapkan selamat kepada Annisa.


“Selamat ya, Teh. Semoga Rafa bisa cepat bisa punya adik,” ucap Poppy.


“Aamin Ya robi alamin. Terima kasih, Mbak,” ucap Annisa.


Hadir juga dokter Reno beserta dengan istri Rima dan anak sambungnya Odie.


“Selamat dokter Toriq. Inget bini llu masih kecil jangan dipaksa ngelayanini tiap malam,” kata dokter Reno.


“Abang, nggak boleh begitu!!” tegur Rima kepada dokter Reno.

__ADS_1


“Memang bener, kok. Istrinya masih muda masih delapan belas tahun,” ujar dokter Reno.


Toriq hanya tertawa mendengar ocehan temannya.


Arya juga datang dan mengucapkan selamat.


“Selamat, ya Bang. Tolong jaga Annisa dengan baik, Bang,” ujar Arya.


“Terima kasih. Sudah pasti saya menjaganya dengan baik. Diakan istri saya,” jawab Toriq.


Lalu Arya beralih ke Annisa.


“Selamat Annisa, semoga Annisa bahagia,” kata Arya sambil menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dada.


“Terima kasih, A,” ucap Annisa.


Setelah Arya mengucapkan selamat kepada Toriq dan Annisa, Arya menyanyikan sebuah lagu Cinta Dalam Hati (Ungu). Kemudian Arya menyanyikan lagi lagu Melewatkanmu (Adera).


“Aa Arya mantannya Teteh Annisa, ya? Nyanyinya kok sangat dihayati. Berasa seperti ke pernikahan mantan,” kata MC.


Untung saja Toriq dan Annisa tidak mendengar omongan MC karena mereka fokus menerima ucapan selamat dari teman-teman Toriq.


Rafa datang menghampiri Annisa dengan mulutnya belepotan.


“Rafa sudah makan belum?” tanya Annisa sambil membersihkan mulut Rafa dengan tissue basah.


“Udah, dicuapin cama Enin,” jawab Rafa.


Setelah mulutnya bersih Rafa pergi lagi entah mau kemana lagi.


Tak terasa sudah pukul dua siang dan acara resepsi Toriq dan Annisa akan berakhir.


I’ve been thingking lately


‘bout the time you spend with me


and I’ve been wondering


if you really knew


Everybody needs someone


To help them through the maze


Did you realize my someone’s you


I’ve been down and out and you’ve been there


I’ve been less then kind sometimes I know


I don’t have to see your face to know you care


 And you’ve been a friend to me


Thank you, for being mine forever girl


For being by my side

__ADS_1


You know I love you


And I need you too.. Thank you


Sometimes when it’s late at noght


And everything is cold


I think about you and I feel warm inside


Maybe I’ve neglected you


And so its time you told


You have helped me make it through my life


Let me say the words that you should hear


Let me say them till I made it clear


You’re my lady


I believed that love is more than just a kiss


And you have shown me this


( Thank You :The Commodores )


Toriq mendengarkan lagu yang ia request sambil memeluk pinggang Annisa sambil sesekali mencium pipi istrinya. Dengan berakhirnya lagu Thank You  berakhirlah acara resepsi Annisa dan Toriq. Sekarang waktunya Toriq dan Annisa beserta dengan orang tua mereka makan siang.


“Bang mau bulan madu kemana?” tanya Elsa setelah Annisa dan Toriq selesai makan.


“Nggak kemana-mana, El. Abang sibuk banyak pasien,” jawab Toriq.


“Booking kamar nggak buat malam pengantin?” tanya Elsa.


“Nggak, El,” jawab Toriq.


“Kok nggak? Nggak asyik dong malam pengantin di rumah,” celetuk Elsa.


“Annisa nggak tega kalau ninggalin Rafa,” jawab Toriq.


“Susah ya, kalau nikah sama emak-emak, berat sama anak,” ujar Elsa.


“Eh….bagus kalau ingat sama anak. Emangnya Teteh kerjanya jalan-jalan terus. Alasan ikut suami dinas, padahal memang pengen jalan-jalan,” sahut Roland.


“Kan sekali-sekali Land, nggak keseringan,” jawab Elsa.


“Udah kalian malam pengantinnya di hotel aja. Ua sudah booking kamar untuk kalian,” kata Ibu Elly.


“Tapi Rafa bagaimana? Kasihan kalau ditinggalin,” kata Annisa yang kebingungan.


“Rafa sama Mamah. Lagipula selama ada Umar, Rafa anteng kok,” kata Ibu Titien.


Annisa menoleh ke Toriq seolah minta pendapat Toriq. Toriq menggenggam tangan Annisa.


“Nggak apa-apa, sekali-sekali Rafa di tinggal. Lagipula hotelnya nggak jauh di Padalarang juga,” kata Toriq.

__ADS_1


“Bagaimana Annisa?” tanya Ibu Elly.


“Ya, Ua. Kami akan menginap di hotel,” jawab Annisa.


__ADS_2