
Malam harinya Ibu Elly sekeluarga berkumpul di rumah Pak Ernawan untuk membicarakan rencana pernikahan Annisa dengan Toriq.
“Toriq persiapan pernikahan kalian sudah sampai mana?” tanya Ibu Elly.
“Gedung sudah dibooking dan dibayar. Semuanya diserahkan ke event organizer. Jadi Annisa tidak usah cape-cape mengurus semuanya. Untuk undangan dikirim pakai jasa perusahaan ekspedisi. Hanya saja tidak ada yang mengantar Annisa kalau taste makanan, fitting baju atau ke salon untuk perawatan,” jawab Toriq.
“Annisa bisa naik taksi online,” kata Annisa.
“Kalau soal akomodasi, biar Roland saja yang mengantar Annisa kemana-mana. Nanti seminggu sebelum hari H Roland balik lagi ke Padalarang,” sahut Roland.
“Memang kamu nggak ada kegiatan di kampus?” tanya Toriq.
“Nggak ada Bang, Roland kan masuk kuliahnya nanti bareng dengan Annisa,” jawab Roland.
“Soal akomodasi sudah beres. Roland mau mengantar Annisa,” kata Ibu Elly.
“Land, Abang titip Annisa,” kata Toriq kepada Roland.
“Siap, Bang,” jawab Roland.
“Terutama dari tetangga sebelah,” ujar Toriq.
“Abang!!!” seru Annisa sambil berbisik.
“Yah Bang. Arya bukan saingan Abang. Dia nggak ada apa-apanya. Abang mesti waspada kalau Annisa sudah masuk kuliah. Saingan Abang banyak dan berat semua,” jawab Roland.
“Aa!!!” seru Annisa sambil melotot.
“Roland! Jangan jadi provokator!!!” seru Ibu Elly begitu mendengar omongan Roland.
“Yah Mamah nggak percaya. Dijamin Abang Toriq nggak bakalan kerja tapi kerjanya nungguin Annisa di kampus,” kata Roland dengan tenang.
“Ntar Roland tulis di depan rumah “AWAS CALON SUAMINYA GALAK”. Biar nggak ada yang berani dekati Annisa,” kata Roland lagi.
“Nggak usah sampai begitunya kali, Land,” sahut Toriq.
“Kan biar tidak ada yang mendekati Annisa,” kata Roland.
“Udah ah…., bercanda terus,” kata Ibu Titien.
__ADS_1
“Terus apa lagi yang belum?” tanya Ibu Elly untuk mengalihkan perhatian Toriq dari omongan Roland.
“Nak Toriq surat untuk ke KUA sudah diurus, belum?” tanya Pak Ernawan.
“Sudah Om. Toriq bawa surat-suratnya,” jawab Toriq lalu beranjak dari tempat duduknya menuju kamar Umar.
Tak lama kemudian Toriq memberikan surat pengantar iizin menikah kepada Pak Ernawan.
“Alhamdullilah, senin Bapak urus ke KUA,” ucap Pak Ernawan.
“Iya, Om.”
Ibu Titien datang menghampiri.
“Ayo makan malam dulu. Rapatnya diteruskan nanti lagi,” kata Ibu Titien.
Lalu mereka menghentikan rapat keluarga dan dilanjutkan dengan makan malam.
******
Hari terus berlalu, tak terasa pernikahan Toriq dan Annisa semakin dekat. Seperti yang sudah direncanakan Roland yang menemani Annisa kemana-mana.
Sekarang sudah H-1 di rumah Annisa tidak diadakan siraman hanya mengadakan pengajian. Diam-diam Toriq menyuruh Roland untuk merekam ketika Annisa sedang mengaji lalu mengirimkan kepada Toriq.
“Assalamualaikum Land.”
“Waalaikumsalam, Bang.”
“Itu bener Annisa?” tanya Toriq dengan tidak yakin.
“Ya benerlah, Bang. Emang sewaktu Abang melamar nggak ditanya dulu. Annisa bukan?” jawab Roland dengan kesal.
“Bukan begitu Land. Ini cantik sekali kalau pakai kerudung, bidadari dari surga,” kata Toriq.
“Pokoknya nanti pas akad nikah bakalan ada kejutan untuk Abang,” kata Roland.
“Kejutan apa, Land?” tanya Toriq penasaran.
“Kalau dikasih tau bukan kejutan namanya,” jawab Roland.
__ADS_1
“Ah lo kakak ipar nggak bisa diajak cs,” seru Toriq.
“Sorry Bang, kalau gue bocorin ntar Abang nggak bisa kaget,” jawab Roland.
“Ya sudah. Thanks ya, rekamannya,” ucap Toriq.
“Sama-sama, Bang.”
“Assalamualaikum.’
“Waalaikumsalam.”
Roland menutup ponselnya.
“Lagi bicara dengan siapa, A?” tiba-tiba Annisa sudah berada di samping Roland.
“Lagi nelepon teman,” jawab Roland dengan kikuk karena kepergok oleh Annisa.
“Annisa cari Aa?’ tanya Roland.
“Mau kopi nggak? Kalau mau kopi nanti dibuatkan,” tanya Annisa.
“Eh….mau banget. Kopi Aa yang biasa, ya!” jawab Roland.
“Iya, A,” kata Annisa lalu masuk ke dalam rumah.
Dan Roland mengikutinya dari belakang.
Tanpa Annisa dan Roland sadari ada seseorang yang sedang memperhatikan Annisa.
“Kamu cantik sekali Annisa,” puji orang itu.
*****
Keesokan harinya dini hari Annisa sudah bangun langsung mandi bersiap-siap untuk di rias. MUA akan datang sebelum adzan subuh. Tapi sebelum dirias Annisa berwudhu dulu agar bisa sholat subuh walaupun sudah dirias. Ternyata MUA datang tepat waktu sebelum adzan subuh. Annisa telah siap untuk dirias.
Pukul delapan pagi Annisa beserta keluarganya berangkat ke gedung tempat Annisa menikah. Annisa beserta orang tuanya menggunakan mobil pengantin yang disediakan event organizer. Sedangkan Adik-adik Annisa, Rafa dan Mbok Sarmi menggunakan mobil Roland. Pak Supardi dan Ibu Titien menggunakan mobil sendiri yang dikemudikan oleh Pak Maman. Akhirnya mereka sampai di gedung. Lalu mereka duduk di tempat duduk yang disediakan untuk akad nikah. Sedangkan Annisa berada di ruang tempat rias.
.
__ADS_1
.
besok akad nikahnya, ya!! jangan lupa bawa kado untuk pasangan yang berbahagia Annisa dan Toriq.