Ibu Untuk Keponakanku

Ibu Untuk Keponakanku
69. Menghilangnya Toriq Dan Roland


__ADS_3

Setelah semua tamu sudah pulang, Annisa beserta keluarganya dan di bantu oleh para tetangga membereskan rumah. Sisa makanan yang masih banyak dibagikan ke tetangga. Aisyah diberi tugas untuk membagikan makanan ke tetangga. Namun Annisa merasa ada yang janggal ia tidak melihat Roland dan Toriq.


Apa lagi sholat di masjid? Tanya Annisa dalam hati.


Tapi semua pria yang sholat dzuhur di masjid sudah pulang dari tadi, bisik Annsa dalam hati.


Mungkin mereka sedang asyik mengobrol di luar kata Annisa di dalam hati.


Namun sampai menjelang sore belum juga terlihat. Akhirnya ketika Ibu Elly hendak kembali ke hotel ribut mencari Roland karena kunci mobilnya dibawa Roland.


“Annisa lihat Roland nggak?” tanya Ibu Elly.


“Annisa tidak lihat Ua. Abang Toriq juga tidak kelihatan setelah sholat dzuhur,” jawab Annisa.


“Haduh kemana lagi tuh anak?” gerutu Ibu Elly.


Annisa menghampiri Rafa yang sedang menonton sambil makan kue.


“Rafa lihat Papa dan Om tidak?” tanya Annisa.


“Lihat. Tapi sssttt jangan belicik,” Rafa menempel jari telunjuknya di depan bibir mungil yang dimajukan


“Dimana?” tanya Annisa sambil berbisik.


Rafa beranjak dari duduknya.


“Mamah cini,” kata Rafa menyuruh Annisa mengikutinya.


Rafa masuk ke dalam kamar Annisa, mata Annisa langsung membelalak ketika melihat dua orang pria sedang tidur dengan lelap di atas tempat tidurnya.


Annisa menghela nafasnya.


“Pantesan dicari tidak ketemu, rupanya pada tidur di sini,” kata Annisa.


“Ssstttt Mamah ndak boleh belicik,” bisilk Rafa sambil menempelkan jari telunjuknya di bibir mungilnya.


“Ya sudah, ayo kita keluar,” Annisa mengajak Rafa keluar dari kamar.


Di depan kamar Annisa bertemu dengan Ibu Elly.


“Annisa, udah ketemu belum Rolandnya?” tanya Ibu Elly.


“Itu Ua, Aa Roland tidur di kamar Annisa sama Abang Toriq,” jawab Annisa dengan ragu-ragu.


“Astagfirullahalazim!!!” seru Ibu Elly.

__ADS_1


Mendengar suara Ibu Elly yang agak kencang semua orang menoleh kepada Annisa dan Ibu Elly.


“Sssttt Enin ndak boleh belicik,” tegur Rafa.


“Kenapa Ceu Elly?” tanya Ibu Titien.


“Roland dicari kemana-mana nggak taunya lagi tidur di kamar Annisa berdua dengan Toriq,” jawab Ibu Elly.


“Loh kok bisa, Ceu?” tanya ibu Titien bingung.


“Ceu Elly juga nggak tau kenapa Roland dan Toriq bisa tidur di kamar Annisa? Ceu Elly juga tau dari Annisa,” jawab Ibu Elly.


“Annisa juga dikasih tau Rafa,” kata Annisa.


Mbok Sarmi mendekati Annisa.


“Tadi Den Rafa ngantuk tapi mau bobo sama Papah katanya. Terus dibawa sama Den Toriq ke kamar Non Annisa. Sepertinya Den Rafa tidak jadi tidur tapi Den Toriq malah ketiduran,” sahut Mbok Sarmi.


“Terus Roland kenapa tidur di situ?” tanya Ibu Elly.


“Mbok nggak tau kalau Den Roland tidur di kamar Annisa,” jawab Mbok Sarmi.


“Om Lolang cali Papah. Rafa bilang Papah bobo di kamal Mamah,” jawab Rafa.


“Jadi lihat Toriq tidur di kamar Annisa, Roland juga ikutan tidur di situ? Hadeuh itu anak bener-bener keterlaluan! Mamahnya cari dia malah enak-enakan tidur,” seru Ibu Elly.


“Tapi Ceu Elly tidak bisa ke hotel, kunci mobilnya ada sama Roland,” jawab Ibu Elly.


“Annisa lihat ada kunci mobil di atas meja,” ujar Annisa.


“Rafa ambilkan kunci mobil di atas meja di kamar Mamah," kata Annisa pada Rafa.


Rafa masuk ke dalam kamar Annisa, tak lama kemudian keluar kamar sambil membawa dua buah kunci mobil lalu diberikan kepada Annisa.


“Ini Ua, yang mana punya Ua?” tanya Annisa sambil menunjukkan dua buah kunci mobil.


Ibu Elly mengambil kunci mobil miliknya.


“Rafa ini simpan lagi kunci mobil Papah,” kata Annisa lalu memberikan kunci mobil milik Toriq kepada Rafa.


Rafa kembali masuk ke kamar Annisa dan menyimpan kunci mobil Toriq di atas meja.


“Tien, Ceu Elly ke hotel dulu, ya?! Nanti malam kembali lagi ke sini,” Ibu Elly pamit ke Ibu Titien.


“Ya, Ceu,” jawab  Ibu Titien.

__ADS_1


“Assalamualaikum,” ucap Ibu Elly.


“Waalaikumsalam,” jawab Ibu Titien.


Kemudian Ibu Elly dan Pak Supardi meninggalkan rumah Annisa menuju ke hotel tempat mereka menginap.


Pukul setengah lima Roland dan Toriq baru bangun tidur. Mereka keluar dari kamar Annisa. Roland mencari kedua orang tuanya.


Roland menghampiri Umar dan Rafa yang sedang menonton tv.


“Umar, Ua Elly kemana?” tanya Roland.


“Sudah pulang ke hotel. Ua mau istirahat dulu,” jawab Umar.


“Yah. Aa ditinggalin dong,” ujar Roland,


“Tadi Enin cali-cali Om, tapi Om ajih bobo di kamal Mamah,” sahut Rafa.


“Kenapa nggak Rafa bangunin?” tanya Roland.


“Cama Enin Titin ndak oyeh dibangunin,” jawab Rafa.


“Terus Om naik apa ke hotelnya?” tanya Roland bingung.


Roland menghampiri Toriq yang sedang duduk di kursi makan.


“Bang, pinjam mobil dong. Abang kan nggak kemana-mana?” tanya Roland.


“Iya, boleh. Abang nggak kemana lagi,” jawab Toriq.


“Ayo sekalian, Abang juga mau ambil barang-barang di mobil,” kata Toriq lalu beranjak dari kursi.


Kemudian Toriq dan Roland keluar dari rumah menuju mobil Toriq yang numpang pakir di rumah tetangga Annisa.


.


.


ntar sore dilanjutkan lagi.


ini sudah hari senin jangan lupa vote dan hadiahnya.


jangan lupa like dan komentarnya.


habis libur Natal dan tahun baru pembacanya kabur semua.

__ADS_1


yang masih setia pada Ibu Untuk Keponakanku, tetaplah setia.


__ADS_2