
pukul 01.00 malam, di mansion besar gaozhan kini sudah sunyi, para maid sudah ter tidur pulas, hanya para bodyguard malam saja yang berjaga, ber lalu-lalang memantau keadaan mansion.
maid aini tersentak saat mendengar ada orang yang berusaha membobol pintu kamar nya, dengan wajah yang masih mengantuk ia mendudukan tubuh nya.
"siapa?" teriak maid aini dari dalam.
kreeetttt dduuuuggggg...... suara pintu kamar maid aini terbuka dan di banting.
masuk lah sekretaris coky dan 2 orang bodyguard, berjalan tegas ke arah maid aini.
maid aini yang melihat itu langsung bingung dan takut.
"ada apa ini?" tanya kepala maid aini takut.
"bawa dia" titah sekretaris coky menunjuk maid aini dengan dagu nya.
2 bodyguard maju langsung memegang kuat tangan maid aini, menyeret maid aini turun dari ranjang. mulut maid aini di bekap dengan saputangan dan lakban,
para bodyguard terus menyeret maid aini ke belakang mansion, maid aini terus bergerak dan memberontak.
tubuh maid aini seketika membeku kala melihat bangunan seperti rumah yang lumayan besar dengan pintu lebar bersimbol samurai dan ada ukiran kepala yang di penggal.
bodyguard yang berjaga di depan pintu langsung membuka kan pintu untuk sekretaris coky dan 2 bodyguard yang terus menyeret maid aini.
maid aini terus di seret melewati lorong yang penuh dengan tangan dan kaki manusia tergantung di dinding menjadi pajangan.
maid aini keringat dingin, tubuh nya sudah terkulai lemas, ia yakin kalau ajal nya sudah di depan mata.
sampai di tempat penyiksaan, bodyguard mengikat kedua tangan maid aini menggantung ke atas.
walaupun tenaga maid aini sudah lemas ia terus memberontak.
sementara di tempat lain, di kamar nan mewah bergaya kerajaan turkey, jelita tidur dengan gelisah karena kehausan.
jelita terbangun, tenggorokan nya seret.
"aauucchhh.. hauss.." rengek jelita memegang leher nya.
ia bangkit melihat ceret air nya kosong.
"haaiiisssshhh.. habis.." kesal jelita.
jelita turun dari ranjang, menelepon ke telepon dapur tetapi tidak ada yang merespon.
'bbrreeekkk..' suara telepon di letakkan kasar jelita karena kesal.
mau tidak mau jelita harus turun ke bawah mengambil minum nya sendiri.
tetapi, jelita baru sadar suami nya tidak ada, 'dimana si raja gila itu?' tanya jelita dalam hati. ahh yasudahlah pikir nya.
jelita turun ke lantai bawah menggunakan lift. saat sudah sampai lift terbuka, baru jalan beberapa langkah jelita mendengar bodyguard berbicara berbisik.
"semuanya aman, tidak akan ada yang mengetahui nya, termasuk nyonya jelita" ucap bodyguard A.
__ADS_1
"kau memang bodyguard yang handal" ucap bodyguard B merangkul dan menepuk pundak bodyguard A.
"kau tidak melihat tuan meng-eksekusi nya?, manatau kau nanti menjadi seperti tuan" sambung bodyguard B lagi terkekeh.
"aku tidak bisa, tidak sampai hati, apalagi maid aini kan cantik, masih muda lagi" balas bodyguard A tergelak
"tapi aku mau melihat nya, ayoo" ajak bodyguard B. dua bodyguard itu berjalan menuju ruang eksekusi tersebut.
jelita yang sedari tadi menguping pun mengikuti langkah kaki bodyguard itu, 'apa maksud mereka aku tidak boleh tahu, dan maid aini kenapa?' tanya jelita bingung dalam hati.
jelita terus mengikuti diam-diam, sampai di belakang mansion, jelita melihat bodyguard tadi menekan tombol kata sandi yang ada di dinding pagar.
'krrreeeeeekkkk...' pintu bergeser terbuka otomatis.
jelita terkejut, ternyata dinding batu pagar itu bisa terbuka. 'pintu rahasia' batin jelita.
melihat para bodyguard sudah masuk, jelita berlari cepat sebelum pintu rahasia nya tertutup. belum sampai jelita disitu pintu rahasia nya sudah tertutup, jelita berhenti dari lari nya, nafas nya tersengal karena berlari.
"****" umpat jelita kesal.
saat kaki jelita hendak melangkah lagi ke arah pintu rahasia tiba-tiba terdengar suara bariton yang familiar memanggil nya dari belakang.
"jelita!" bentak davied dengan dada naik turun.
jelita berbalik ke sumber suara, ia terkejut melihat davied sudah berdiri tegak di belakang nya. pandangan mata jelita beralih ke samping davied, juga ada sekretaris coky disana.
jelita gugup sudah seperti maling yang ketahuan di rumah sendiri. kaki jelita gemetar tetapi tetap di paksa kan melangkah mendatangi si raja gila itu.
"mau kemana kau?" tanya davied sambil berkecak pinggang.
"a.. aku... aku.." jelita bingung mau menjawab apa, otak nya seketika berhenti kala melihat tatapan membunuh dari davied.
"masuk!!" bentak davied kuat.
jelita reflek menutup mata dan telinga nya, karena bentakan davied yang begitu kuat.
jelita berlari masuk ke dalam mansion, mata nya berkaca-kaca hendak menangis.
"dasar gila, arogan" maki jelita sambil mengusap air mata nya yang sudah tumpah di pipi. "aku benci, aku benci dia" ucap nya lagi.
sampai di kamar, jelita membanting pintu kamar nya dengan kuat, melampias kan kekesalan nya.
jelita berjalan ke kasur, menduduk kan dirinya di pinggir kasur.
setelah sedih dan kesal jelita sudah hilang, ia kembali memikir kan tentang perkataan dua bodyguard tadi. 'apa maksud mereka ya?' jelita bertanya-tanya dalam hati. sungguh, rasa ingin tahu jelita sangat besar sekarang, 'seperti ada rahasia besar yang di sembunyikan para manusia terkutuk itu' batin nya lagi.
perlahan jelita berjalan ke arah pintu kamar, hati nya bimbang antara cari tahu atau tidak.
jelita mulai mengetik pin pintu kamar nya tetapi salah, di ketik lagi dan salah lagi, jelita masih bingung, di ketik lagi tapi masih salah juga.
jelita berdiri mematung di depan pintu, iya yakin pasti ada rahasia besar yang di sembunyikan para biadab itu kepada jelita, makanya pin pintu kamar nya di ganti supaya jelita tidak nekat keluar lagi.
sementara di ruangan eksekusi milik davied, ia sedang duduk bak seorang raja jahanam, mamandang mangsa nya penuh minat.
__ADS_1
davied berdiri berjalan ke arah dinding yang dipenuhi banyak senjata tajam dari yang besar sampai yang paling kecil berjejer tersusun rapi disitu.
tangan davied bergerak menyentuh senjata tajam nya yang disebut mainan oleh davied, sampai pilihan nya terhenti di pisau kecil dan runcing.
davied berjalan ke arah maid aini yang sudah menggigil ketakutan, memainkan pisau kecil nya di tangan.
"kau, mau mati dengan cara apa?, pakai mainan ku yang ini atau mainan ku yang lainnya disana?" tunjuk davied pakai dagu kearah banyak nya benda tajam lain nya.
"ampun tuan.. ampun" ucap maid aini menangis sesegukan.
davied hanya melihat tanpa minat maid aini.
"kenapa menangis? mana mata mu yang menantang istriku itu?" ucap davied jengah.
"ampun tuan... ampun.." hanya itu yang keluar dari mulut maid aini.
davied membuang nafas nya jengah, dan mulai melangkah ke arah maid aini. 'ccrrrraaasssss' suara darah menciprat mengenai wajah davied.
'ccrrrraaassss' suara darah menciprat lagi.
kini kedua bola mata maid aini sudah keluar dari tempat nya, maid aini menangis dan menjerit histeris.
"suara mu terlalu berisik" ucap davied datar tanpa rasa bersalah.
kemudian davied menukar pisau kecil nya dengan pisau yang besar, ia kembali mendekat ke arah maid aini yang sedang histeris, davied menjambak rambut maid aini sampai maid aini mendongak ke atas.
'sssssscrrrraaaaaasssss' davied menggorok leher maid aini seperti ayam potong.
sekarang maid aini sudah hanya tinggal nama, siapa yang berani melawan raja jahanam davied gaozhan.
kembali ke kamar yang bernuasa turkey itu, setelah satu jam jelita terdiam duduk mematung di pinggir kasur, terdengar suara seseorang yang sedang memencet pin pintu kamar.
reflek jelita langsung loncat ke atas kasur membaring kan tubuh nya dan menutup seluruh tubuh nya dengan selimut.
'ceklekkk...' suara pintu terbuka.
davied berjalan dengan langkah tegas, berhenti sebentar melihat jelita yang membungkus seluruh tubuh nya dengan selimut, lalu kembali melanjut kan lagi langkah nya menuju kamar mandi.
'tuuubbbbbbb....' suara pintu kamar mandi tertutup.
mendengar suara pintu kamar mandi tertutup jelita membuka sedikit selimut nya untuk mengintip, 'untung saja gerakan ku cepat' batin jelita sambil menghela nafas nya lega. jantung jelita yang sedari tadi berdetak kencang jadi mulai normal kembali. 'dasar singa kelaparan' maki jelita dalam hati. dan menutup selimut nya lagi.
davied di kamar mandi sedang asyik membasuh tubuh nya di bawah guyuran syower, terlihat perut kotak-kotak yang banyak di idamkan para wanita. selesai ritual mandi davied melilitkan handuk di pinggang nya.
'cekleekkk..' suara pintu kamar mandi terbuka.
mata davied langsung tertuju ke arah kasur king size nya, melihat jelita yang tertidur masih menutupi seluruh tubuh dengan selimut.
davied berjalan ke walk in closet untuk memakai baju, setelah selesai ia langsung menyandarkan tubuh nya di punggung kasur, davied membuka selimut yang menutupi kepala jelita dan mengelus lembut pipi jelita, terlihat mata davied yang tak lepas dari wajah jelita.
'hhhmmmm...' suara hembusan nafas davied berat, ntah pertanda ia menyesali perbuatan nya tadi kepada jelita atau hanya kelelahan.
davied membaringkan tubuh nya dan merengkuh tubuh jelita dalam pelukan nya, dan ia pun mulai memejam kan mata, melewati cakrawala mimpi.
__ADS_1