
pagi hari, pukul 08.00, meja makan mansion gaozhan.
'ting.. ting.. ting..' hanya terdengar suara detingan sendok beradu di meja makan nan mewah itu.
jelita yang duduk persis disamping kanan davied, ia melihat sekilas shilla yang berada di depan nya. shilla yang tengah asyik dengan makanan nya tak merespon tatapan mengintai dari jelita. tanpa rasa risih ataupun bersalah shilla tetap memasukkan makanannya kedalam mulut dengan polos.
'huufffttt...' jelita bernafas jengah.
'tingg...' batingan sendok jelita.
semua orang menatap nyonya muda itu, termasuk davied.
"ezeel sayang, kau sudah selesai sarapan kan? ayoo kita pergi bermain ditaman belakang" ajak jelita dengan senyuman tanpa memperdulikan tatapan dingin davied dan orang sekitar.
"tapi, momm___" belum sempat ezeel berbicara, jelita sudah menurunkan ezeel dari kursi makan dan pergi dari ruang itu.
tatapan davied benar-benar tak lepas dari setiap gerakan jelita, semua orang sudah faham kalau sekarang mood tuannya tidaklah sedang baik-baik saja.
melihat tubuh jelita yang telah menghilang__
'prraangggggg...' davied menghentakkan tangannya di meja.
membuat shilla terlonjat kaget tak berani bergerak, bahkan untuk bernafas saja terasa amat sangat susah.
davied menatap tajam shilla, dan segera bangkit sembari melonggarkan kasar dasi yang terasa mencekik lehernya itu.
'tap.. tap.. tap..' davied meninggalkan meja makan.
__ADS_1
sesampainya di dalam mobil davied hanya diam saja, sangat terasa suasana mencekam didalam mobil karena mood buruk tuannya.
_______________
sementara di taman belakang terlihat jelita dan ezeel yang sedang asyik bermain ayunan. sungguh pemandangan yang sangat menyejukkan bila di pandang.
"b!tch" maki shilla yang berdiri didalam mansion, tetapi masih bisa melihat dengan jelas jelita dan ezeel yang tengah asyik bermain.
kepala maid riza datang menghampiri dan berdiri disamping shilla, ia juga ikut memperhatikan sang nyonya.
"kau, jangan terlalu maju!, jangan dibawa ke hati!, ingat tujuan dan perjanjian mu!" ucap kepala maid riza tegas namun dengan suara pelan.
shilla melihat kesamping, menatap wajah kepala maid riza dengan tatapan jengah, dan bergegas pergi dengan langkah lebar.
kepala maid riza yang melihat itu hanya bisa memandang shilla dengan tatapan tanpa ekspresi.
shillah berjalan pelan ke kaca hias, ia memegang kedua pipi nya seolah memperhatikan bentuk wajah nya yang bisa dikatakan cantik, tidak kalah dengan istri sang tuan.
tak cukup disitu, shilla juga memutar tubuh nya kesamping kanan dan kiri guna menelisik body goals nya, ia pikir juga tak kalah dengan body jelita. terus kenapa sang tuan amat sangat mencintai nyonya namun tak bisa menerima dirinya dengan utuh.
____________________
sementara di perusahaan raksasa Gaozhan Company, terlihat para staff dan sekretaris berdiri ketakutan diluar ruangan Davied.
mereka berbisik-bisik dengan wajah cemas.
'ceklek..' pintu ruangan terbuka, yang di bukakan oleh coky dari dalam.
__ADS_1
nampaklah sesosok orang yang sejak tadi membuat para staff dan sekretaris sulit bernafas.
Davied melewati mereka begitu saja dengan diikuti oleh coky dibelakang davied.
'ting..' coky memencetkan lift untuk sang tuan.
'tap.. tap.. tap..' davied melangkah masuk lift dengan wajah dingin.
____________________
Di taman belakang mansion, tampaknya jelita dan si buah hati sudah selesai bermain ayunan. kini mereka sedang asyik melihat-lihat kolam yang berisi banyak ikan mas.
"mom, apakah ikan-ikan daddy ini bisa dimakan?" tanya ezeel polos.
jelita yang mendengar itu langsung tertawa, menampilkan deretan gigi putih nya.
"tentu saja sayang.. apakah ezeel ingin mencoba nya?" tanya jelita bercanda.
"aku ingin mom, tetapi apakah daddy tidak marah?" tanya ezeel lagi.
"daddy tidak akan marah kalau anak dan istri nya yang memakan... apakah ezeel masih lapar?" tanya jelita lagi.
"hmmm..." balas ezeel, pertanda ia memang masih lapar.
"maafkan mommy yang sudah menarik saat ezeel belum selesai sarapan tadi" ucap jelita dengan wajah yang dibuat menyedihkan.
bersambung 🖤🖤🖤🖤🖤
__ADS_1