Ikatan Rantai Besi Sang CEO

Ikatan Rantai Besi Sang CEO
episode 17


__ADS_3

'chhhiiittttttt...' bunyi rem mobil mewah bentley bentayga, yang dikendarain coky, membawah sang empuh tuan nya yang sedari tadi sedang menahan emosi.


dan diikuti 6 mobil bermerk jaguar xj, milik para bodyguard davied.


semua bodyguard turun mengambil posisi, dan dua diantara nya berlari untuk membukakan pintu tuan dan nyonya nya.


setelah keluar dari mobil, davied kembali menyeret tangan jelita kuat, ke depan teras rumah jelita.


sementara 8 bodyguard davied sibuk menendang pintu rumah jelita kasar, para maid dirumah jelita kelimpungan begitu mendengar suara gaduh di depan, dan pintu rumah majikannya yang di dobrak paksa.


maid susi segera berlari kearah pintu rumah dan membukanya.


'krrreeettt..... duuuuggggg...' bunyi suara pintu terbuka dan di tendang, bersamaan dengan maid susi yang terjungkal di lantai.


jelita berlari memeluk maid susi erat yang terduduk di lantai, seolah meluapkan kecemasannya.


wajah maid susi amat sangat memucat, ia tahu yang sekarang berada di depan nya ini adalah davied, suami nona muda nya, sih iblis gila yang berpengaruh di dunia.


"seret doni kemari" titah davied dengan mata merah.


"jangan tuan, tuan doni sedang sakit, ia sedang terbaring lemah di kasur, saya mohon tuan jangan.." ucap maid susi mengibah, sembari mengelus punggung jelita yang sedang menangis.


maid dan bodyguard doni dirumah itu hanya bisa diam mematung, karena di todong pistol oleh bodyguard davied.


'brreeekkk...' doni yang sedang lemah di campakkan ke lantai marmer itu.


jelita melihat ayah yang menatap nya sendu.


"ayah.." ucap jelita, hendak mendatangi ayah nya, namun tangannya di cekal oleh coky.


"lepaskan brengsek" ucap jelita penuh penekanan, menatap tajam netra coky. "lepaskan sekretaris gilaa!" teriak jelita.


namun coky tampak tak peduli dengan kemarahan nyonya nya, ia hanya menatap datar jelita.


"doni, kau telah gagal mendidik anakmu, sehingga membuat dia menjadi pembangkang terhadap suami nya" davied membuka suara, menatap tajam dan mengintimidasi ayah mertua nya itu. "kira-kira, hukuman apa yang pantas untukmu, katakanlah" sambung davied lagi.


doni menatap tajam davied yang sedari tadi berbicara, dan membangkitkan tubuh nya seorang diri.


"tuan davied yang terhormat, saya mendidik putri saya dengan kasih sayang dan penuh kelembutan, dan sekarang dia juga tumbuh dengan penuh kelembutan dan keibuan" doni menjeddah kalimat nya. "saya bangga dengan nya, diusianya yang masih sangat mudah ia melahirkan anakmu, dan mengajarkan anakmu penuh kelembutan dan kasih sayang, agar anakmu kelak tak menjadi psikopat gila seperti mu, karena buah jatuh tak jauh dari pohon nya" sarkas doni lagi.


mendengar kalimat doni, nampak kilatan amarah dinetra davied, dadah nya naik turun dan giginya menggeretak, serasa tak sabar ingin memangsa doni sampai mati.


coky melepaskan cekalan tangannya pada jelita, melihat itu jelita tak membuang waktu, ia langsung berlari memeluk ayah nya, dan menangis sesegukan di dadah bidang doni.


doni membalas pelukan putri nya, mengelus lembut punggung jelita untuk menenangkan putri kesayangannya.

__ADS_1


"coky" ucap davied datar menengadahkan tangannya (seperti meminta sesuatu) pada coky yang setia berdiri disamping nya, dengan terus melihat dua manusia yang sedang berpelukan itu.


coky merogoh jas nya dan memberikan pistol desert eagle milik tuan nya.


davied dengan amarah langsung membidik kepala doni.


'ddooorrrrrrrrr...' suara tembakan yang nyaring dan kuat di indra pendengaran seluruh manusia di rumah itu.


jelita reflek melepas pelukannya dan menoleh ke belakang, terlihat davied yang belum menurunkan tangan dari bidikannya di kepala doni.


jelita tercengang, netra nya kembali menatap ayah nya yang perlahan terkulai lemas, tangan yang sedari tadi memeluk putri nya pun luruh tak bertenaga, kening doni di banjiri darah yang terus mengalir sampai ke wajah.


'brruuuukkkk...' suara tubuh doni ambruk kelantai.


"ayah" ucap jelita pelan, waktu seketika berhenti, dengan pikiran buntu belum memproses situasi.


'degg' jelita seketika sadar akan hal gila yang dilakukan suami nya.


"ayyyaaahhh...." jerit jelita pilu.


davied menangkap pergelangan tangan jelita dan menyeret nya menjauh dari doni.


jelita memberontak, ia menangis meraung pilu, melihat ayah nya yang bersimbah darah, tak bernyawa.


"ayaaahhh.." 'hiksss... hiksss...'


berbeda dengan davied, ia malah tersenyum sinis menatap tubuh doni tergeletak, sembari terus mencekal pergelangan tangan jelita kuat.


para maid dan bodyguard doni menitikkan air mata, termasuk maid susi yang sudah puluhan tahun bekerja disitu, mereka menatap iba kepada tuan dan nona muda yang selama ini dilayani nya.


"lepaskan tanganku brengsek...!" maki jelita dengan tangisan pilu. "kau kejam, psikopat gila, kau iblis gila!" teriak jelita meraung-raung di depan wajah davied, sembari terus memukul dada bidang davied.


'hikksss.... hikkssss.... hikksss....' jelita menangis pilu.


"lepaskan aku davied, lepaskan.." rengek jelita tak bertenaga.


'hikksss... hikksss... hiksssss...' suara tangisan pilu jelita membuat iba siapa saja yang mendengar nya.


jelita memegang dada nya lemah, ia merasa jantungnya berdetak dengan kencang dan tubuh nya mendadak lemas tak bertenaga.


'brrruuukk...' jelita ambruk tak sadarkan diri di lantai.


"nona mudaaa...." teriak maid susi berlari hendak medatangi jelita.


'dooorrr...' suara tembakan menggema lagi dirumah itu.

__ADS_1


bodyguard davied melepas tembakan nya, dikepala bagian belakang maid susi.


semua bodyguard dan maid doni menangis histeris melihat maid susi ambruk di tembak mati.


davied hanya memandang datar semua pengikut doni yang meraung histeris, lantas ia berjongkok dan menggendong jelita ala bridal style, keluar dari rumah doni.


~keesokan pagi nya~


jelita membuka mata nya pelan, ia mencoba mencerna sembari memegang kepalanya yang terasa pening. melihat sekeliling, dan mendudukkan tubuhnya dikepala ranjang.


jelita menghembuskan nafas nya kasar, kala menyadari dimana ia sekarang. 'brengsek' batin jelita.


"ayah.." ucap jelita pelan, lagi-lagi airmata nya luruh tak berbendung, kala mengingat ayah nya yang di tembak mati oleh suaminya.


'aaahhhhhhhhhhh.....' suara jeritan pilu jelita menggema dikamar bergaya turkey itu.


jelita mencakar dan *******-***** badcover kasur frustasi.


'hikksss... hikksss... hikksss...' tangisan jelita.


'deg'. terlintas wajah anak nya. ia takut anak nya juga mengalami hal buruk oleh iblis gila itu.


"ezeel" gumam jelita pelan.


lantas ia langsung bergegas turun dari ranjang, berlari memencet lift turun kelantai tiga kamar ezeel, dengan tak memperhatikan penampilannya yang hanya memakai gaun putih tipis.


setelah menekan pin pintu kamar ezeel, jelita langsung membuka nya.


'ceklekk' pintu kamar ezeel terbuka.


ezeel yang sedang bercerita dengan nany tika langsung menoleh kearah pintu.


"mommyy....." teriak ezeel kesenangan, berlari mendatangi jelita, dan memeluk pinggang jelita erat.


jelita tersenyum lega, sembari mengelus rambut ezeel lembut, kemudian berjongkok menyamai tinggi nya dengan ezeel.


"sayang mommy" ucap jelita, mencium pipi kanan dan kiri ezeel gemas.


dan ezeel tertawa geli karena ciuman mommy nya..


happy reading guyss.... ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


terimakasih untuk yang selalu dukung akuโคโคโค dan selalu setia dengan novelku๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹


novelku memang banyak mengandung emosi ya guys, jadi bagi kalian yang syuka cerita yang begitu-begitu aja tidak banyak konflik, berarti novelku bukan lapak kalian guysss๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

__ADS_1


aku hanya ingin memberikan yang terbaik untuk penggemar novelku๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ supaya tidak bosan dengan cerita yang lurus2 saja ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹


__ADS_2