
jelita yang jongkok didepan pintu, akhirnya menggendong ezeel ala bayi koala, dan meletakkan ezeel pelan keatas kasur. ibu dan anak itu melanjutkan senda gurau nya tanpa memperdulikan nany tika dan 2 maid lainnya yang berdiri diam di samping kasur memperhatikan mereka. jelita memeluk dan mencium ezeel gemas, membuat anaknya itu menggelinjang kegelian karena ulah mommy nya.
jelita masih belum menyadari kalau ia masih memakai gaun tidur tipis.
~di halaman samping mansion gaozhan~
nampak davied tengah berolahraga, dengan berlari kecil mengitari lapangan golf nya, dengan t-shirt putih dan training pendek, ditambah handuk kecil putih yang melilit di leher nya. sungguh sangat tampan, mampu membuat kaum hawa berdecak kagum melihatnya.
8 bodyguard berbadan tegap berpencar berdiri memantau sang empuh davied, dan 5 maid yang masih mudah menunggu davied di tengah lapangan dengan menggunakan payung, dua maid diatara nya membawa nampan yang berisi handuk ganti dan air minum lemon khusus untuk davied.
'hhuuuffffsss...' suara hembusan nafas davied ngos-ngosan.
davied berhenti didekat para maid, menyerahkan handuk basah dileher nya kepada salah satu maid, maid itu mengambil nya dengan hormat, dan menyerahkan handuk baru kepada davied. satu maid lagi memberikan minuman air lemon kepada tuannya itu, davied meneguk tandas air lemon, dan bergegas melangkah dengan tegas masuk kedalam mansion. semua bodyguard dan maid yang menemani nya tadi pun ikut masuk berjalan dibelakang davied.
saat sampai di dalam mansion davied disambut oleh kepala maid baru yang bernama riza. bodyguard dan maid yang mengikuti nya pun berpencar melanjutkan tugas yang lain.
kepala maid riza mengikuti langkah davied dibelakang, melewati ruangan-ruangan berdekorasi mewah dengan pajangan-pajangan berharga fantastis menghiasi seisi rumah.
"jelita sudah bangun?" tanya davied datar, dengan terus memandang kedepan dan terus melangkah tegas.
"nyonya sudah bangun sejak tadi tuan, sekarang nyonya sedang berada dikamar tuan muda" ucap kepala maid hormat.
davied tak menjawab, ia terus melangkah menuju lift.
kepala maid memencetkan lift untuk tuannya.
'ttiinngg..' pintu lift terbuka.
davied masuk dengan masih ditemani kepala maid riza.
'tiingg..' suara pintu lift terbuka di lantai 3.
davied melangkah keluar, dengan setia kepala maid riza mengikuti sang empuh nya.
kepala maid riza memencetkan pin pintu kamar ezeel.
'ceklek..' pintu kamar ezeel terbuka.
__ADS_1
masuklah davied dengan wajah datar, berdiri dengan memasukkan kedua tangannya disaku celana training, sembari memeperhatikan jelita.
nany tika dan dua maid yang menyadari kedatangan davied, menatap intens tuan nya itu, mereka memandang takjub ketampanan tuan gila nya yang memakai stelan santai. ditambah rambut yang agak sedikit berantakan, sungguh terlihat maskulin.
sepersekian detik mereka menyadarkan diri dari lamunan, dan segera menunduk hormat, sembari mundur kebelakang memberi tuan nya ruang.
jelita yang memperhatikan nany dan maid nya mundur menjauh langsung menoleh kearah pintu. ia menghembuskan nafas jengah melihat orang yang baru saja datang itu. 'iblis gila ternyata' batin jelita, menatap malas davied.
berbeda dengan ezeel, ia begitu happy melihat kedatangan daddy nya. ia bergegas turun dari atas kasur dan berlari kearah daddy nya.
"daddy...." teriak ezeel kesenangan, sembari merentangkan tangannya.
davied menyambut rentangan itu kedalam pelukannya dan tersenyum kecil kepada ezeel.
"daddy habis lari pagi?" tanya ezeel cedal.
"ya, daddy belum mandi, daddy mau pinjam mommy dulu untuk memandikan daddy, apakah boleh tuan muda?" tanya davied gemas, sembari mencubit sedikit pangkal hidung ezeel.
"tentu boleh tuan besar" jawab ezeel terkekeh.
tak dapat dipungkiri, sebenarnya davied menaruh hati kepada malaikat kecil didepan nya ini sedari dulu, tetapi kemarahan yang tak berkesudahan membuat nya buta akan fakta sesungguhnya, membuat ia selalu menganggap ezeel adalah anak dari hasil perselingkuhan jelita dengan regar balwie, orang yang telah lama dihancurkannya dan menghilang ntah kemana.
"jelita" suara bariton davied membuyarkan lamunan jelita.
jelita mengerucutkan bibir nya kesal, karena dikejutkan oleh suara davied.
jelita merangkak turun dari ranjang, dan melangkah berdiri didepan davied.
davied memandangi jelita dari bawah keatas, membuat nya menatap sinis jelita.
"ambilkan selimut untuk menutupi tubuh nyonya kalian" titak davied, memandang kesal kearah jelita.
"baik tuan" serempak maid dan nany.
jelita menoleh kebawah melihat tubuh nya yang hanya menggunakan baju tidur tipis berwarnah putih, dengan lekuk tubuh dan pakaian dalam yang menerawang.
jelita reflek menyilangkan kedua tangan nya di dada, dan memandang takut davied, yang juga menatap nya kesal.
__ADS_1
nany tika melilitkan selimut di tubuh jelita, melihat itu davied bergegas keluar tanpa bicara, jelita dan kepala maid riza mengikuti sang empuh sampai kedalam kamar yang bernuansa turkey itu.
sampai dikamar jelita langsung melepas selimut tadi kelantai dan bergegas kearah kamar mandi untuk mempersiapkan air mandi suaminya.
sementara davied sedang duduk diatas kasur memainkan tablet, mengecek grafik saham nya yang terus melonjak drastis.
tangan davied tergerak mengambil ponsel nya diatas nakas, dan menghubungi sekretaris coky.
"ada yang tuan perlukan?" tanya coky diseberang telepone.
"akuisisi perusahaan doni carolina, secepat nya" titah davied datar, sembari jemari tangan kanan nya terus menscrol tablet nya.
"baik tuan" jawab coky sopan.
'ttuuuttt...' davied memutus sambungan sepihak.
davied meletakkan kembali ponselnya di nakas, namun samar ia melihat orang yang berdiri di depan kamar mandi, ia menoleh kearah kamar mandi, dan benar saja ada jelita yang sedari tadi berdiri mendengar percakapan davied di telepone.
dengan mengepalkan tangannya kuat, jelita melangkah kearah suaminya.
'ctttaaaassss...' suara tamparan di pipi kiri davied.
jelita menatap geram davied dengan mata merah hampir menangis.
setelah itu jelita pergi dengan langkah panjang keluar dari kamar.
'tttuuuubbbb...' suara pintu kamar davied yang di tutup jelita dengan bantingan kuat.
wajah davied pun memerah, tangannya terkepal kuat sampai urat-urat nya menonjol, ia mencoba untuk menahan amarah nya yang memuncak.
sementara jelita terus berjalan cepat kekamar nya yang dahulu sempat di tempati nya sewaktu davied mengusir nya dari kamar utama.
'ttuuubbbbb...' suara pintu kamar yang ditutup jelita kuat.
jelita bersender dan luruh di pintu kamar itu, menangis mengeluarkan kekesalannya atas kelakuan davied yang seenaknya mempermainkan hidup nya.
'dia mengambil ibu, lalu ayah, aku hanya sebatang kara sekarang' batin jelita sembari terus menangis.
__ADS_1
"dasar pria iblis kejam!" maki nya karena tak terima perusahaan ayah nya diakuisisi davied sih iblis gila.
happy reading guyssss.... ππππππ dukung aku terus ya dengab cara tinggalkan jejak kalian di novelkuππππ supaya aku lebih semangat lagi untuk up nyaππππ thanks dearππππ