Ikatan Rantai Besi Sang CEO

Ikatan Rantai Besi Sang CEO
Episode 48


__ADS_3

Selama satu jam sepasang sejoli itu menghabiskan waktu berdua dikamar mandi. Ntah apa yang dilakukan, tetapi bisa dipastikan penuh dengan drama-drama yang membuat jelita cemberut saja sampai saat ini.


Terlihat jelita tengah memasangkan dasi davied dengan telaten. Membuat davied begitu menatap gemas wajah istri nya yang cemberut namun serius.


Belaian lembut jemari davied dirasakan jelita di pipi kiri nya, membuat ia melirik sekilas suami di depannya ini.


"Tidak perlu cemberut" davied membuka suara, jemari nya terus saja mengelus pipi jelita lembut. "Pergilah berjalan-jalan ke mall atau kemana kau suka.. aku mengizinkan tetapi, hanya satu jam" jelas davied.


Mendengar perkataan davied jelita seketika lansung tersenyum senang. Ia hampir tak percaya dengan penuturan sang empuh di depannya ini.


"benarkah?" tanya jelita memastikan. "aku akan sudah sampai, sebelum mas tiba di mansion" nego jelita dengan lembut. Tak bisa ditutupi bibirnya yang terus senyum.


"hanya satu jam jelita!" balas davied tegas.


"hmmm.. baik lah" jawab jelita pasrah.


Siapa sangkah dibalik kepasrahan jelita tersirat keinginan untuk tidak menuruti. Ia akan keluar mansion dari sekian lama dan menghabiskan waktu setidak nya setengah hari saja tak berada didalam neraka ini.


"Sudah mas" ucap jelita lagi sembari menepuk-nepuk pelan jas davied.


"hmm.." balas davied.


Davied menggenggam jemari jelita dan membawa nya keluar dari kamar.


Jelita hanya menuruti, sebisa mungkin ia tak merusak mood suami gila nya ini.


'Tap.. tap.. tap..' langkah tegas davied keluar kamar dan masuk ke lift.


Sepanjang di dalam lift jelita terus menebar senyum nya, ia sungguh sudah tidak sabar untuk melihat dunia luar. Dan kalau menuruti pikiran singkat nya, ingin rasanya ia tak kembali lagi ke neraka ini, menghabiskan waktu sisa hidupnya sampai tua bersama ezeel anak semata wayang.


Melihat gelagat jelita yang aneh, davied menoleh kesamping untuk menatapnya.


"Nanti kau akan diikuti oleh pengawal.. jadi, jangan membuat ulah" tegas davied.


Jelita menoleh, ia bungkam tak bisa menjawab, mendengar penuturan davied membuatnya membuyarkan semua angan-angan.


'Ting..' pintu lift dilantai bawah terbuka.


Coky yang sudah menunggu di depan pintu lift seketika termangu.


Sepasang suami istri yang ada bulan-bulanan nya. Kadang sudah seperti kucing dengan tikus, kadang akan mesra bak ABG yang sedang kasmaran.

__ADS_1


Davied berjalan keluar lift melewati sekretaris coky yang sedang termangu begitu saja. tetapi dengan cepat sekretaris coky tersadar dan mengikuti tuannya yang berjalan ke meja makan.


'Tap.. tap.. tap..' langkah kaki yang beradu.


Membuat shilla yang sudah lama menunggu di meja makan menjadi bersemangat, sudah dipastikan kalau itu adalah davied. Ia segera membenarkan posisi duduk nya dengan anggun. Namun saat begitu melihat tubuh davied yang berjalan dan mendekat_


'Deg' shilla pun ikut termangu seperti coky tadi. Hatinya seperti teriris-iris saat melihat sepasang suami istri itu begitu akur sampai saling menautkan jemari.


Namun dengan sekejab ia merubah wajah keterkejutan nya lagi dengan wajah normal dan menunjukkan sikap polos dan lembut.


'Dasar manusia rubah' dalam hati jelita yang sudah melihat gerak-gerik shilla.


Para maid bergegas sigap membukakan kursi makan untuk sang tuan dan nyonya nya.


Dengan lembut jelita duduk disamping davied dan tersenyum menang di depan shilla. Ia sengaja menjahili shilla untuk membuat wanita di depannya ini panas.


Dan benar saja, disitu shilla nampak cemberut dan menundukkan pandangannya.


Melihat itu jelita tersenyum puas.


"Dimana ezeel maid?" tanya jelita kepada maid yang saat itu tengah menghidangkan makanan di meja makan.


'Tap.. tap.. tap.. tap..' suara langkah berlari mendekat.


"Mommy........." teriak ezeel dengan nyaring menggema diruangan itu.


Jelita menoleh, ia tersenyum senang melihat tingkah menggemaskan anaknya. ntah kenapa hari ini mood nya sangatlah baik.


"Sayang.. jangan lari-lari.." teriak jelita.


Davied yang saat itu tengah memainkan ipad nya menatap sekilas kearah ezeel.


"Daddy.." sapa ezeel saat sudah sampai di meja makan, dan memeluk pinggang daddy nya.


"Ada apa ini tuan muda?.." tanya davied lembut, dan segera memberikan ipad ditangannya kepada coky.


Dengan sayang davied mengangkat tubuh ezeel untuk duduk di pangkuannya.


Di dalam hati jelita terkejut. Karena hal seperti ini belum pernah dilakukan davied sebelum nya.


Sementara shilla yang melihat drama-drama di pagi hari ini sangat merasa mual.

__ADS_1


'Uueeekkk... uueeekkkk...' shilla hendak muntah, dan bergegas lari kearah dapur.


Semua pandangan seketika tertujuh ke shilla yang sedang berlari kearah dapur.


"Lihat dia coky" titah davied kepada coky.


"baik tuan" jawab coky dengan menunduk hormat dan pergi menyusul shilla.


Setelah 5 menit, terlihat shilla yang keluar dengan wajah pucat dan coky di belakang nya. Shilla menundukkan pandangannya dan terduduk lagi dengan pelan.


"Kenapa tante itu dadd?" tanya ezeel kepada davied.


Davied menatap anaknya sekilas, namun kembali menatap shilla yang sedang menunduk.


"Kau tidak apa-apa?" davied membuka suara.


Shilla menatap davied sebentar lalu menundukkan pandangannya lagi.


"saya baik-baik saja tuan" jawab shilla dengan nada yang dibuat lemas.


"Sudahlah, mari kita makan" ucap jelita mengalihkan perhatian, sembari mengambil ezeel dari pangkuan davied.


"Momm, itu kenapa momm?" tanya ezeel dengan menunjuk tanda kemerahan di dadah dan leher jelita.


'Haaa...' jelita termangu dan refleks menutupi leher dan dadah nya menggunakan tangan.


"Aa..... i ini digigit seranggah sayang" jawab jelita kikuk.


Davied yang melihat tingkah anak dan istri nya tak tahan untuk menyembunyikan senyum.


Lain hal dengan shilla, ia terus menelisik tanda kemerahan itu. Makian dan sumpah serapah dilayang shilla di dalam hati nya. Ia sungguh tidak terima melihat tanda percintaan di leher dan dadah jelita.


Jelita yang menyadari di tatap, berusaha untuk tidak memperdulikan, ia dengan sigap meletakkan sandwich ke piring davied dan ezeel.


"Makanlah" ucap jelita lembut.


Davied mulai terfokus memakan sandwich, diikuti dengan yang lainnya. hanya detingan sendok yang terdengar diruangan itu.


Jangan di tanya coky, ia hanya berdiri disamping sang tuan, bak robot yang dengan siaga menjaga sang tuan.


bersambung 🖤🖤🖤🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2