
Tapi nyata nya kau sudah menjadi milikku!, apa yang sudah menjadi milikku akan tetap menjadi milikku!" sergah davied dingin.
Wajah nya seketika berubah, membuat suasana disitu menjadi menakutkan.
Jelita tidak sadar akibat perkataannya, ia telah membangunkan amarah psikopat di depannya ini.
"Lepaskan coky!" bentak jelita dengan berusaha menghempaskan cekalan tangannya agar terlepas.
Saat ini rasanya jantung jelita seperti mau copot, wajah davied yang berubah seperti hendak menghabisi jelita sampai mati.
Tak disangka saat davied mulai mendekat, sekretaris coky melepaskan cekalannya.
Dengan sigap jelita langsung melangkah hendak kabur, namun.
'Greeb' davied berhasil meraih pergelangan tangan jelita.
Mata jelita membulat sempurnah, nafas nya memburuh karena takut.
"Mau kemana kau!" sergah davied.
"Lepaskan aku davied.." pinta jelita dengan suara terisak dan terus memberontak.
Davied menyeret jelita dengan kasar dan langsung menghempaskannya di dekat potongan-potongan tubuh regar balwie.
"Ini kan yang kau mau? berada di dekat pria kesayangan mu!" ucap davied dingin. "Aku izinkan kau berada di dekat nya sekarang" sambung nya lagi.
Jelita tak sanggup berbicara karena syok, ia hanya bisa menangis dan menggelengkan kepala tanda tak mau.
Davied tak memperdulikan, ia membalikkan tubuh nya dan melangkah pergi, diikuti oleh coky dan pengawal lainnya.
"Mas, aku mohon.. aku gak mau disini.. aku takut mas.." mohon jelita.
__ADS_1
"Itu kemauan kau sendiri jelita" sergah davied sembari berjalan menjauh.
Jelita membangkitkan tubuh nya yang terasa lemas dan mengejar davied.
"Kau tidak berhak sekejam ini padaku mas!" bentak jelita.
Davied menghentikan langkah nya, ia terdiam dan membalikkan tubuh memandang jelita dingin.
"Aku mau kita cerai!" sambung jelita lagi.
Nafas davied memburuh, dadah nya naik turun karena emosi. Mata bak elang yang siap memangsa jelita hidup-hidup.
'Tap.. tap.. tap..' davied melangkah lebar dan cepat.
'Srreegg..' 'Kduugg... kduugg...' suara davied yang menjambak kuat rambut jelita dan menghantam kepala wanita ringkih itu ke dinding.
'Sreegg..' davied menekan kembali jambakannya sampai wanita itu terdungak.
"Jangan kau ulangi kata-kata itu, kalau kau masih ingin hidup!" peringat davied dengan penekanan.
"Aku.. lebih.. baik.. mati.." jelita mengambil nafas dan berusaha tetap kuat walau rasanya tubuh nya tak mampu. "Dari.. pada.. hidup.. dengan.. iblis!." sambung nya lagi.
Davied yang mendengar itu semakin geram. Tanpa belas kasihan ia menyeret jelita keluar menuju mansion.
Bak seekor binatang jelita terus diseret sampai kedalam mansion. Banyak maid dan bodyguar yang melihat, mereka terbelalak dan bergidik ngeri melihat sang tuan kalau sudah mengamuk.
'Bruukk..' tubuh lemas jelita di hempaskan begitu saja di sofa ruang tamu.
Mata jelita sempat terbuka, sampai ia benar-benar merasa gelap dan kehilangan kesadarannya.
Melihat jelita yang tergeletak tak sadarkan diri, hati davied mendadak kacau.
__ADS_1
'Bruuggg...' praaanggg... praannggg...' davied menggila dengan membanting meja dan membuang barang-barang pajangan yang ada di dekat nya.
______________
2 jam berlalu, dengan gerakan lemah jelita terbangun dari tidur nya.
Saat ia hendak mendudukkan tubuh, tetapi tulang-tulang nya terasa seperti patah.
'Aauuuucchhhh...' ringisan jelita.
'Ceklek' pintu kamar utama terbuka.
Masuk lah sesosok orang yang tak ingin di lihat jelita. Jelita yang melihat itu langsung membuang wajah.
Davied berjalan dan terduduk disamping jelita. Tangannya mengelus lembut rambut dan pipi jelita.
"Kau sudah bangun" davied bersuara.
Jelita tak menjawab, ia terus memandang kedepan.
Davied mengangkat jemari jelita dan menc!um nya lembut.
Jelita dengan sigap menarik tangannya.
"Aku tidak sudi di sentuh iblis seperti mu!" ucap jelita pelan tetapi penuh penekanan.
Dengan pandangan dingin davied mengunci kedua tangan jelita diatas kepala, bib!r nya langsung melahap bibir manis istrinya.
Seolah tidak terima dengan perkataan jelita, davied menjadi gila menelusuri setiap incih tubuh jelita. Menghisap, menjilat, membuat tanda penuh di leher dan dada jelita.
"Dari dulu hingga sekarang, kau tetap milikku jelita!" bisik davied di telinga jelita.
__ADS_1
bersambung🖤🖤🖤🖤🖤