Ikatan Rantai Besi Sang CEO

Ikatan Rantai Besi Sang CEO
Episode 55


__ADS_3

Sekarang sudah pukul 20.00 malam. Waktu nya sang raja jahannam sampai di mansion.


'Tap.. tap.. tap..' Langkah kaki davied berjalan dan langsung terduduk di kursi tunggal.


Shilla yang mengetahui tak ada jelita disitu bergegas langsung berjongkok membukakan sepatu davied.


Shilla melirik davied sekilas, tak ada reaksi apa-apa, lantas ia mencoba memberanikan diri bangkit dan membuka jas davied, juga tak mendapat penolakan.


Bibir tipis shilla tersenyum samar, hati nya berbunga-bunga merasa bahwa keberadaan nya kini telah di akui.


Davied berdiri dengan sigap dan langsung berjalan kearah lift tanpa sepatah kata pun meninggalkan shilla.


'Tidak apa-apa shilla, perlahan saja, lama kelamaan juga dia melihat mu' monolog shilla tersenyum dalam hati, sembari terus melihat punggung davied yang semakin menjauh.


'Ceklek' pintu kamar utama terbuka.


Davied mengedarkan pandangan, terlihat jelita termenung dengan tubuh lemas. Ia berjalan mendekat dan terduduk di kasur samping jelita, jemari nya mengelus lembut pipi istri nya.


Tak ada penolakan dari jelita, pandangan nya pun tak melihat kearah davied, ia membuang wajah seolah davied tak ada.


"Kau belum makan?" tanya davied lembut.


"Bagaimana mau makan, kalau tanganku di borgol begini" ketus jelita.


"Aku sudah memerintahkan para maid untuk mengurus segala yang kau butuhkan" jelas davied.

__ADS_1


"Aku tak perlu bantuan mereka, aku tak suka jika mereka masuk kedalam privasi ku" sergah jelita lagi.


"Privasi bagaimana? apa sekarang kau sudah memiliki privasi?" tanya davied sembari tergelak meremehkan.


"Mereka menyentuh tubuh ku! dan aku tidak suka itu" bentak jelita dengan mengerucut.


'Hahahahhh..' davied tergelak melihat wajah menggemaskan jelita.


"Lihat lah tubuh mu yang kecil ini, seperti anak SD saja" ejek davied dengan tersenyum menampakkan deretan gigi putih nya.


"Aku kan memang masih mudah, kau saja yang sudah tua" balas jelita nyolot.


"Benarkah? apa sekarang aku bisa di bilang pedovil?" tanya davied mengejek.


Jelita menatap tajam davied yang terus-terusan mengejek nya.


"Lain kali jangan melihatku dengan pandangan seperti itu" peringat davied sembari beranjak, melangkah ke kamar mandi.


"Sialan! bukannya melepaskan malah di tinggal" maki jelita dengan wajah mengerucut.


________________


Di dapur, nampak shilla yang begitu cekatan meletakkan makanan diatas meja nan mewah itu.


Hati nya sekarang sedang berbunga, ia merasa bahwa kehadirannya kini mulai diakui oleh davied.

__ADS_1


"Maid, tolong ambilkan buah anggur yang di dalam kulkas, dan letak disini" titah shilla.


Maid yang di perintah hanya bisa pasrah mengikuti keinginan shilla.


Sampai terdengar samar suara langkah kaki tegap semakin mendekat, dan shilla tahu kalau itu pasti davied.


Dengan cepat shilla mengambil posisi duduk nya di samping davied, tempat duduk jelita yang biasa nya. Membenarkan posisi duduk agar terlihat anggun.


'Kreeekk' kursi makan ditarik maid mempersilahkan davied duduk.


Shilla yang menatap davied tak mampu mengalihkan pandangannya. Ia terus menatap memuja ciptaan tuhan yang begitu tampan sempurnah ini.


'Ekhem..' deheman seorang wanita di belakang shilla.


Seketika membuat shilla tersadar dari lamunan dan reflek melihat kebelakang.


"Ny.. nyonya.." ucap shilla gugup.


"Baru sehari aku tak memperlihatkan batang hidungku, kau sudah berani mengambil tempat ku" sindir jelita dengan tatapan jijik.


"A.. a ku.." shilla bingung harus berkata apa.


"Sudahlah jelita, kemarilah.." ajak davied dengan menepuk pelan meja yang disamping kanan nya lagi.


Dengan kesal jelita menuruti perkataan davied. Mata nya menyorot tajam kearah shilla yang menunduk tak berani menatap.

__ADS_1


bersambung 🖤🖤🖤🖤🖤


__ADS_2