Ikatan Rantai Besi Sang CEO

Ikatan Rantai Besi Sang CEO
Episode 47


__ADS_3

Sinar matahari telah menyingsing. Menyeruak masuk melalu celah horden jendela kamar utama.


Membuat jelita terjaga dari tidur pulas nya.


'Ennggg..' jelita mencoba meregangkan tubuh nya namun tak bisa.


Dengan mata kabur jelita mencoba menyesuaikan cahaya.


"Sh!itt.. berat sekali" kesal jelita setelah melihat tubuh nya yang dihimpit davied sampai tak bisa bergerak.


Jelita menyingkirkan kaki davied yang menghimpit perut nya. Satu persatu jelita terus menyingkirkan himpitan davied dari tubuh nya.


'Hhhuuuffffttt...' jelita menghembuskan nafas legah setelah selesai lolos dari jeratan harimau disamping nya.


Jelita memandang suaminya itu, melihat wajah terpulas davied membuat jelita enggan untuk berpaling, kalau begini sungguh suami nya terlihat sangat tampan.


Wajah dan kulit yang putih bersih, hidung mancung dengan alis hitam tebal, body sixpac yang amat digilai para wanita, dan yang terpenting adalah kaya raya dengan harta yang takkan habis tujuh turunan.


Kalau dipikir-pikir andai saja davied bukan iblis gila, psikopat sadis, sifat nya setiap hari bak harimau kelaparan, mungkin saja jelita akan tergila-gila oleh nya. Pembawaan davied yang tegas dan berwibawa, berjalan dengan tegap tanpa cengengesan, membuat ia tampak memang seperti orang yang sangat berkuasa, karena dengan sekali pandang saja orang sudah tau betapa berpengaruh nya davied gaozhan.


Memikirkan itu rasanya jelita amat sangat naif, walaupun bergelimang harta tetapi jiwa nya selalu merasa was-was dan ketakutan, terkekang di mansion yang seluruh penghuni nya tak berpihak kepada nya. Apalagi hidup dan mati nya hanya diatur oleh pria disamping nya ini.

__ADS_1


Jelita mendudukkan tubuh nya dan bersender di kepala kasur dengan selimut menutupi area dadah nya sampai bawah.


Davied tampak mulai bergerak pertanda ia terbangun. Ia menyugar wajah nya dan langsung terduduk tanpa menghiraukan jelita.


"Air putih" ucap davied dengan suara serak khas bangun tidur.


Jelita yang mengerti langsung mengambilkan air putih di nakas samping nya, lalu menyodorkan kepada sang empuh.


Davied dengan sigap mengambil dan meneguk air putih itu sampai tandas. lalu menyodorkannya gelas kosong nya lagi kepada jelita.


"Apa kau akan tetap berdiam disitu?, cepat siapkan air mandiku" titah davied santai.


Wajah jelita berubah menjadi cemberut.


Dengan melilitkan lagi handuk kecilnya yang dilepas davied tadi malam, jelita bergegas masuk ke kamar mandi untuk menyiapkan air mandi hanngat untuk sang empuh.


Saat dirasa air nya sudah cukup, jelita mengambil wewangian dan menuangkannya kedalam bathup. Namun,__


'grebb' davied memeluk jelita lagi dari belakang.


"Mandikan aku sayang" pinta davied di ceruk leher jelita.

__ADS_1


"Davied.." jelita berucap sembari berusaha melepaskan tangan davied yang melingkar diperut nya dengan pelan.


Jelita takut membangunkan kemarahan singa kelaparan ini, ia berusaha dengan lembut untuk menolak.


"Lepaskan davied" pinta jelita pelan.


Davied menghembuskan nafas jengah.


"Apakah ini sebuah penolakan jelita?!" tanya davied tak senang dengan berkecak pinggang.


Jelita berbalik menatap netra davied. Mau tak mau ia harus menuruti sih gila ini.


"t.. tidak mas... t.. t tapi" jelita tergagap begitu melihat kilatan amarah di mata davied.


"lepaskan handuk mu, dan masuklah!" titah davied dengan menunjuk kearah bathup menggunakan dagu nya.


Dengan terpaksa jelita melepas handuknya dan buru-buru masuk kedalam bathup.


Davied yang melihat itu seketika langsung menunjukkan senyum devil nya.


Kalau saja jelita mempunyai keberanian yang hakiki, maka sudah dipastikan bahwa saat ini ia akan menonjok habis wajah tampan suami nya.

__ADS_1


Bersambung 🖤🖤🖤🖤🖤


__ADS_2