Ikatan Rantai Besi Sang CEO

Ikatan Rantai Besi Sang CEO
episode 16


__ADS_3

davied yang sedari tadi hanya memperhatikan jelita, tanpa minat untuk berbicara.


"tuan davied, aku kesini atas suruhan sekretaris mu, aku tidak bermaksud untuk mengganggu kesenangan mu" sarkas jelita berani menatap netra davied.


davied mendengarkan penjelasan jelita, ada kejanggalan atas perkataan itu, davied tidak pernah memerintahkan coky untuk menyuruh jelita datang ke club untuk menemui nya.


"apa yang mau kau bicarakan?" tanya davied sembari menatap tajam jelita.


"aku.. aku.. apakah kita bisa duduk dahulu baru berbicara?" tanya jelita gugup karena di tatap tajam oleh davied.


davied berbalik, berjalan dan mendudukkan tubuh nya di sofa, sementara jelita masih berdiri mematung memperhatikan gerak-gerik davied.


'prookk prookk' suara tepukan davied di paha nya.


"kemarilah jelita" ucap davied santai.


jelita berjalan kearah sofa, mengabaikan perintah davied, dan hendak duduk di sofa yang bersebrangan dengan davied.


"jelita!" panggil davied tak terima melihat jelita.


jelita menatap singa kelaparan itu, mau melawan ia tak berani, yang bisa dilakukannya hanya menurut, ntah kemana pergi nya keberanian ia tadi, menghilang sirnah tak berbekas kala berhadapan dengan iblis gila itu.


jelita melangkah dan mendudukan tubuh nya dipangkuan davied, netra mereka bertemu, saling menatap lama.


jemari kanan davied mengelus pipi jelita lembut, sedangkan tangan kiri nya memeluk pinggang jelita posesif.


kini jemari davied beralih menekan tengkuk jelita, menyatukan bibir mereka, davied terus mensesap bibir manis jelita, menggigit kecil untuk melepas kerinduan.


jelita yang di cium paksa hanya bisa memukul kecil dada bidang davied, mencoba menjauhkan jarak tubuh mereka.


setelah davied melihat jelita hendak kehabisan nafas, barulah ia melepaskan ciuman nya.


'huuffftt... huufffttt...' nafas jelita tersengal.


davied tergelak melihat jelita yang ngos-ngosan, deretan gigi putih nya yang rapih terlihat, sungguh sangat tampan.


jelita menatap jengah davied yang tersenyum.


davied menekan punggung jelita dengan telapak tangan kanan nya, sehingga dadah jelita melengkung kedepan. dan tangan kiri nya mer*mas gund*kan jelita.


tangan davied bergerilya di tubuh jelita, mer*mas dan mencium setiap inci tubuh istri nya.


'ahhhh...' keluar suara d*s*han jelita yang sedari tadi di tahan nya.


"stop, davied" ucap jelita pelan, sembari berusaha menjauhkan tubuh nya dari tubuh davied.


namun tenaga jelita tidaklah sebanding dengan tenaga davied yang memiliki tubuh yang kekar dan body sixpack.


davied mengunci dua pergelangan tangan jelita diatas kepala nya, dan menatap netra jelita penuh minat.


"layani aku jelita" titah davied dengan nafas berat.


sungguh, saat ini mereka hampir tak berjarak, jelita menggelengkan kepalanya cepat.


"tidak, aku kesini bukan untuk melayani mu tuan davied" ucap jelita dengan ringisan, karena pergelangan tangan jelita yang di pegang erat oleh davied.


"kau sudah berani menolak jelita" ucap davied penuh penekanan, sembari mencekik leher jelita pelan, dan mencium paksa bibir pink jelita.


jelita terus menolak dengan menggelengkan kepalanya sembari terisak pelan, karena perilaku kasar davied.

__ADS_1


setelah lama jelita menolak, akhirnya ia pasrah dengan apa yang di lakukan davied, karena sekeras apapun ia membantah pasti davied akan mendapatkan nya juga.


davied terus menghisap dan menggigit kecil lidah jelita.


jemari mungil jelita tergerak memegang kedua pipi davied, sampai akhirnya davied melepas ciuman panas nya.


"davied aku mau berbicara, tolong dengarkan aku"


davied menyatukan kembali kening mereka, memejamkan mata, untuk melepaskan rindu yang teramat sangat. karena terlalu dekat hampir tak berjarak, jelita dapat mencium bau permen mint bercampur alkohol dari nafas davied. ll


"davied, kenapa kau berbuat hal itu kepada perusahaan ayah ku?" ucap jelita pelan sembari terisak. "kau memerintahkan mereka para pemilik saham untuk mengambil alih saham nya pada perusahaan ayahku" sambung jelita lagi.


jarak mereka sudah tidak ada lagi, bahkan saat jelita berbicara saja bibir nya bergesekan pada bibir davied.


davied tidak tahan, dan mensesap gemas bibir jelita.


sekian detik tautan bibir itu akhirnya terlepas, davied menatap netra jelita dalam, dan tergelak menampilkan deretan gigi putih nya lagi.


"aku tidak ada menyuruh mereka, mungkin coky yang menyuruh nya" balas davied meremehkan dan membelai geraian rambut gelombang jelita.


jelita menatap tajam jawaban bodoh davied.


"itu sama saja tuan davied yang terhormat, karena sekretaris coky itu adalah suruhan mu" ucap jelita tak terima, dengan bibir yang di kerucutkan karena kesal.


'hahahahhh..' suara tawa davied, yang melihat gemas tingkah jelita.


davied menangkup kembali tubuh jelita, memeluk tubuh mungil itu erat, sembari mencium gemas puncak kepala jelita.


jelita mendungakkan kepala nya menatap netra kehijauan davied dalam.


"davied, aku mohon, perintahkan kembali mereka untuk tidak mengambil saham nya di perusahaan ayah" jelita menjeddah ucapan nya. "apa kau tahu, karena hal ini ayah menjadi drop dan sekarang ia terbaring lemah di kasur" ucap jelita lagi pelan, dan menundukkan kepala nya sedih.


"kau yang membuat ayah mu seperti itu jelita, seandainya kau tidak meminta pergi dariku, ayahmu pasti tidak mengalami hal sulit nya sekarang" ucap davied datar, sembari menatap netra jelita.


"tetapi davied, kau terlalu kejam membuat ayah ku seperti itu" rengek jelita hampir menangis. "apa kau sama sekali tak mempertimbangkan pelayananku selama tiga tahun ini? lagi pula, aku juga sudah berjanji akan melunasi hutang-hutang ayah ku kepada mu" sambung jelita pelan.


"pelayanan?" tanya davied dengan nada meremehkan. "kau menagih pelayanan mu?" ulang nya lagi, sembari tergelak.


davied menjauhkan tubuh nya dari jelita, dan bersender dipunggung sofa, menatap tajam netra jelita yang juga menatapnya.


"tunjukkan pelayanan mu sekarang, agar aku bisa mengingat pelayanan mu yang dahulu" ucap davied lagi, sembari bersedekap dadah. "aku mendapatkan mu memang masih virgine, dan sekarang pun aku tahu milik mu masih sempit jelita" sambung davied merendahkan lagi.


"davied stop!, jangan jadikan aku seperti ****** mu yang tadi!" balas jelita tak terima, ia tak sudi melayani iblis gila didepannya ini. "sabarku pun memiliki batas nya davied!" sambung jelita lagi dengan nada parau.


jelita hendak bangkit dari pangkuan iblis gila itu, namun davied dengan cepat duduk tegak dan memeluk pinggang jelita posesif lagi, meremas dagu jelita dan menatap tajam netra jelita.


"kau sekarang sudah pandai melawan kepadaku jelita!" ucap davied berbisik di telingah jelita, penuh penekanan.


davied kembali mencium paksa bibir jelita dengan kasar, dan juga melepaskan kasar ciuman nya. davied menghempaskan dagu jelita, dan membuka pelukan tangannya sembari menyenderkan punggunya di sofa lagi.


"pergilah!" titah davied, menatap datar jelita.


segera jelita bangkit dari pangkuan davied dengan wajah frustasi, berdiri menghadap iblis gila itu. jelita tak mau pergi sebelum mendapatkan jawaban memuaskan dari davied perihal masalah yang menimpa perusahaan ayah nya.


"davied, please kembalikan perusahaan ayah ku, jangan buat dia mengalami hal buruk di hari tua nya" ucap jelita kekeh.


"tidak, pergilah, dan persiapkan uang quntuk membayar semua hutang-hutang ayah mu besok, kalau tidak..." davied menjeddah ucapannya, dan memandang tajam jelita. "perusahaan ayah mu hanya akan tinggal nama" sarkas davied lagi.


mendengar kalimat davied, jelita mengepalkan tangannya kuat, hinggak kuku-kuku nya menancap di telapak tangan. dada jelita naik turun menahan emosi yang serasa mau meledak.

__ADS_1


"baiklah tuan davied, aku akan melunasih hutang-hutang ayah ku besok, walaupun harus menjual tubuhku" ucap jelita parau. "dan aku yakin banyak lelaki kaya yang akan membayar mahal bekas istri davied gaozhan ini" sambung jelita lagi.


'kkddduuuggg... prrraaannnnggggg..' suara davied menendang meja yang penuh dengan botol bir dan gelas di depannya.


pandangan netra davied begitu tajam menatap jelita.


"coba kau ulangi jelita!" ucap davied penuh penekanan. "coba kau ulangi!!" bentak davied lagi.


jelita yang di tatap seperti hendak di telan hidup-hidup oleh davied, langsung gemetar, tak berani menatap iblis gila itu lagi.


"jangan terlalu sering memancing emosiku jelita, kau tak akan sanggup menerima konsekuensi nya" ucap davied lagi.


"terserah, aku akan segera melunasi hutang-hutang ayahku, agar cepat terlepas dari iblis seperti mu" tantang jelita dengan suara parau.


davied bangkit dari duduk nyaman nya dan berdiri tegak di depan jelita.


'ctaassssss....' suara tamparan di pipi kanan jelita.


"aku memang iblis, dan kau menentang iblis" ucap davied penuh penekanan.


jelita memegang pipi nya yang berdenyut nyeri, dan menatap davied dengan mata merah menahan tangis.


"coky....!" teriak davied.


'ceklek..' pintu ruangan terbuka, nampaklah coky yang sedang menunduk hormat.


"antar sampah ini pulang kerumah nya" titah davied, sembari terus menatap tajam jelita.


jelita tergelak menahan tangis mendengar ucapan davied.


"tidak perlu mengantarkan sampah sepertiku, itu hanya membuang-buang waktu berharga sekretaris mu" sarkas jelita parau. "lagi pula aku masih mau disini untuk menjual tubuhku, untuk membayar hutangku kepadamu, hanya itu yang bisa ku lakukan untuk mendapatkan uang yang banyak dan cepat" sarkas jelita. "setelah itu, aku akan melalukan sesuatu yang sedari dulu hendak aku lakukan, yaitu bercerai dari mu, menjauh dari kehidupan mu, dan berharap agar kita takkan pernah bertemu, selamanya" jelas jelita lagi.


mendengar itu davied mengepalkan tangan nya kuat, urat tangan dan lehernya menonjol kelihatan, dan wajah davied berubah memerah menahan emosi yang memuncak.


davied menjambak rambut jelita kuat, dan menyeret nya keluar dari ruangan vvip club itu.


sekretaris coky yang faham akan tuannya, langsung menyiapkan jalan keluar lewat pintu belakang agar tidak ada orang yang memperhatikan.


davied berjalan tegas dengan terus menyeret jelita keluar dari club.


setelah sampai di basemant, salah satu bodyguard membukakan pintu mobil.


'kkdduuggg..' suara tubuh jelita yang dihempaskan kasar oleh davied di kursi mobil.


'ktuubbb..' suara pintu mobil ditutup lagi oleh bodyguard yang sama.


davied memutar kearah pintu mobil sebelahnya, dan di bukakan lagi oleh bodyguard nya.


'ktuubb..' suara pintu mobil sebelah davied ditutup.


'kkddaaaggg..' davied menendang bangku kemudi coky kuat.


"jalan kerumah sampah ini" ucap davied menunjuk jelita sinis, dengan dagunya.


"baik tuan" jawab coky cepat.


hai.. hai bebsss...😘😘😘


jangan lupa jejak nya ya bebss❤❤❤ agar aku makin semangat up nya.. 😍😍😍

__ADS_1


bye.. bye... 😘😘😘😘


__ADS_2