Ikatan Rantai Besi Sang CEO

Ikatan Rantai Besi Sang CEO
episode 43


__ADS_3

Pukul 20.00 waktu setempat, di mansion besar gaozhan.


Detikkan jam begitu terasa cepat, sekarang sudah menunjukkan pukul 20.00 malam, sudah waktu nya sang empuh pemilik mansion pulang.


'tok.. tok.. tok..' ketukan pintu kamar utama oleh kepala maid riza.


"ceklek" pintu dibuka jelita.


kepala maid riza yang melihat sang nyonya menyembul langsung menunduk hormat.


"hanya mengingatkan nyonya, 10 menit lagi tuan akan sampai di pintu utama" jelas kepala maid riza dengan sopan.


jelita yang mendengar itu langsung merubah wajah nya menjadi jengah.


"apakah kau juga sudah mengingatkan simpanan suamiku?" tanya jelita, yang hanya sekedar memberi ejekan.


"nona shilla telah menunggu 10 menit yang lalu di lantai bawah" jawab kepala maid riza dingin.


"wah.. wah.. ternyata dia sudah tidak sabar untuk menyambut suami ku" jelita tersenyum meremehkan. "apakah tidak bisa aku diwakilkan saja oleh nya? lagi pula bukankah tidak lucu jika simpanan bergabung dengan istri sah?" sambung jelita lagi.


"kalau tidak menyambut pun, itu adalah hak nyonya" balas kepala maid riza.


"pergilah!" usir jelita.


kepala maid riza menunduk hormat dan melangkah pergi dari hadapan jelita.


_________________


Dilantai bawah sudah terlihat beberapa maid dan bodyguard berdiri didepan pintu untuk menyambut sang tuan, tidak terkecuali shilla yang sudah amat sangat tidak sabar untuk melihat wajah tampan Davied.


'tap.. tap.. tap..' langkah kaki jelita yang baru saja keluar dari lift.

__ADS_1


jelita berjalan dan mendekat kearah shilla. shilla yang menyadari sang nyonya telah tiba langsung menunduk, ia tak mau melihat tatapan merendahkan dari jelita.


'ciiittttt...' mobil bentley bentayga milik Davied sudah terparkir di teras mansion.


'tap.. tap.. tap..' langkah tegap davied memasuki mansion.


sampai di depan pintu utama davied berhenti, ia menelisik orang yang menyambut nya. terlihat jelita dan shilla berdiri bersampingan untuk menyambut nya. tatapan davied berhenti di jelita, ia melihat wajah istri yang jengah, dan tak mau menatap nya.


davied melanjutkan langkah nya dan mendudukan diri di kursi tunggal.


para maid langsung datang untuk membantu melepaskan stelan jas davied.


setelah selesai maid melepas stelan davied, ia hanya diam, tak bergerak maupun bangkit dari duduk, tetapi mata nya menatap tajam jelita.


jelita yang mengerti ditatap oleh davied langsung membuang nafas jengah.


"pergilah shilla! buka kan sepatu calon suami mu!" titah jelita.


karena tak tahan dengan tatapan jelita, akhirnya shilla pun melangkah mendekat kearah davied.


dengan perlahan shilla berjongkok dihadapan davied. saat tangannya mulai mendekati sepatu, tiba-tiba____


'kkduuugggg...' bunyi tendangan Davied yang mengenai tubuh shilla.


sontak semua terkejut melihat nya. shilla yang sudah terduduk karena tendangan langsung memegang perut nya dan meringis kesakitan.


'auuuuuccchhhh....' ringisan shilla, sembari memegang perut.


Davied yang melihat itu wajah nya langsung berubah pias. ia berjongkok mendekati shilla.


"sakittt masss.....perutku sakitttt.." rengek shilla dengan air mata yang tergenang.

__ADS_1


davied panik, ia gelagapan mendengar rintihan shilla.


"tunggu apalagi coky! cepat panggil dokter!" bentak davied.


"sakiitttt mas..." rengek shilla lagi, sembari terus memegang perut nya.


semua orang didalam mansion mendadak panik. mereka berpencar mengambil tugas masing-masing untuk menolong selingkuhan sang tuan.


"bertahanlah.. sebentar..." jawab davied dengan nada panik.


tanpa pikir panjang Davied langsung menggendong shilla ala bridal style, membawanya ke lift dengan diikuti oleh coky dan 2 pengawal.


sementara jelita hanya termangu menyaksikan cinta romeo dan juliet itu. ia dipandang seperti orang yang paling jahat dan bersalah oleh orang-orang sekitar.


"kenapa kalian masih disini?" tanya jelita angkuh. "cepat sana tolong calon nyonya baru kalian yang penuh drama itu!" bentak jelita kepada maid yang masih berdiri terdiam.


mereka semua memandang jelita seperti orang yang harus disalahkan. karena sudah tidak tahan terus dipandang seperti itu jelita mengambil langkah dan pergi dari situ.


'ceklek..' pintu kamar utama di buka oleh jelita.


'tuubbb..' pintu kamar tertutup.


jelita berjalan dengan tatapan kosong. ia terus terbayang perlakuan davied kepada shilla. ia tak menyangka davied akan sepanik itu melihat simpanan nya kesakitan.


rasanya tak ada lagi alasan untuk ia tetap tinggal disini, karena semua nya tak lagi utuh dan sama.


cinta yang telah terbagi, mansion tempat bernaung yang mempunyai dua nyonya, dan suami juga yang harus dibagi.


dengan menduduki dirinyan perlahan dipinggiran kasur, tak di pungkiri hati nya juga merasakan takut. ia takut kalau davied akan menyalahkan semua kepada dirinya.


bersambung 🖤🖤🖤🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2