Ikatan Rantai Besi Sang CEO

Ikatan Rantai Besi Sang CEO
episode 35


__ADS_3

~pukul 09.30, di mansion gaozhan- kamar utama bernuansa turkey.


terlihat jelita mulai memakan sup nya dengan pelan dan perlahan.


sementara davied dengan khusyuk melihat jelita tanpa berpaling.


"mas, kau tidak makan ?" tanya jelita pelan.


"tidak" jawab davied acuh tak acuh.


jelita menatap davied tak habis pikir. sesungguhnya jelita tak ingin terus ditatap davied sampai tak berpaling seperti ini.


"mas, aku sudah kenyang" jelita memelas.


"tidak, habiskan!" ucap davied tegas dan dingin.


jelita tak dapat berkata apa-apa, ia memandang davied dengan aneh dan penuh selidik. 'tapi ini hanya sup, apa mungkin dia menaruh racun di sup ini?' monolog jelita dalam hati.


"makan jelita!" bariton davied mulai meninggi.


dengan terpaksa jelita menyuap sup nya lagi, sembari menatap netra davied yang juga menatap nya tajam.


davied bangkit dari duduk nya, ia berjalan ke nakas mengambil i-pad nya, dan kembali duduk lagi didepan jelita.


jelita melirik diam-diam davied yang tengah memainkan i-pad dengan serius.


"mas, aku sudah kenyang" nada suara jelita yang mulai kesal.


davied mengalihakan pandangannya, ia melirik jelita yang sedang cemberut.


"sedikit lagi, habiskan sup nya jelita" ucap davied melembut.


"tap... ____" ucapan jelita terpotong karena ketukan pintu.


'tok.. tok..' suara ketukan pintu kamar utama.


'ceklek' pintu terbuka.


nampaklah kepala maid riza dan satu maid baru.

__ADS_1


"permisi nyonya, tuan" sapa kepala maid sembari menunduk hormat.


kemudian kedua nya melangkah masuk, dan berdiri dihadapan sang tuan dan nyonya.


jelita menatap kepala maid dengan malas.


"maaf mengganggu tuan.. saya hendak memperkenalkan nany baru untuk tuan muda ezeel" jelas kepala maid dengan sopan.


'deg' 'nany baru?' batin jelita.


"kemana nany tika?" tanya jelita tak senang menatap kepala maid.


kepala maid tak menjawab, ia refleks memandang mangkuk sup yang sudah habis setengah diatas meja.


jelita yang masih menunggu jawaban ikut menatap arah pandangan kepala maid.


ia masih tidak paham dengan situasi yang mulai canggung ini.


pandangan jelita beralih ke suaminya, yang dengan santai duduk bersandar dikursi dengan smirk licik.


sekian detik jelita mencoba memproses situasi, tidak ada yang menjawab pertanyaan nya, mereka menyembunyikan sesuatu.


'deg' suami nya tak melepaskan maid ataupun nany dengan begitu saja. diantara mereka mempunyai perjanjian gila. kalau nany tika sudah digantikan, berarti.......____


kelopak mata jelita mulai berembun, ia refleks mengingat kembali perlakuan davied yang memaksa nya untuk menghabiskan sup.


"apakah dia becus? aku tidak butuh orang-orang bodoh" ucap davied dingin dengan pandangan menajam.


saat kepala maid riza hendak memjawab pertanyaan tuan nya, tiba-tiba dipotong oleh jelita.


"riza, ini sup daging apa?" tanya jelita dingin dan tajam. pandangan mata nya kosong, seolah ingin membuktikan bahwa yang dipikirkan nya adalah salah.


davied menatap jelita tanpa ekspresi.


"pergilah" davied mengusir kepala maid riza dan maid baru itu.


kepala maid riza menunduk hormat dan melangkah pergi tanpa menjawab pertanyaan jelita.


setelah berbalik badan, kepala maid riza tersenyum menang melihat nyonya yang amat sangat dibenci nya menahan tangis.

__ADS_1


'ceklek' pintu kamar tertutup, pertanda kepala maid dan maid baru telah pergi.


netra jelita yang memerah menahan tangis, menatap tajam suami nya yang terlihat santai.


"kau apakan nany tika?" tanya jelita dengan suara rendah. tetapi wajah nya menunjukkan bahwa ia sedang menahan emosi yang hendak meledak.


"dia orang bodoh, saya tidak suka orang bodoh" jawab davied santai.


'heekkss..' jelita tergelak mendengar jawaban davied.


"dia orang baik davied.. dia menjaga putra mu dengan tulus" jelas jelita pelan, mencoba mencari simpatik davied.


"dia sudah membuat kesalahan fatal, aku tidak terima kesalahan" sergah davied dingin.


'hikss.. hikss..' jelita terisak pelan.


"sekarang dia dimana?" tanya jelita pasrah.


netra davied teralihkan pada mangkuk sup sarapan jelita diatas meja.


jelita memperkuat dugaannya, reaksi orang-orang biadab saat ditanya sama-sama melihat mangkuk sup.


jelita bangkit dari duduk ingin pergi.


saat beberapa langkah hendak pergi.


"sekarang orang suruhan mu itu sudah bersama mu, sudah didalam perut mu" ucap davied santai.


'deg' jelita terdiam, dugaannya benar.


jelita refleks menutup mulut nya yang mendadak mual.


'tap.. tap.. tap..' jelita bergegas lari ke wastafel kamar mandi.


'ueekkhhh... ueekkhhhhh....' jelita memuntahkan habis sup yang baru saja dimakannya itu.


bola mata nya memerah dan berair, ia sudah sangat muak dengan ketidak normalan hidup nya ini.


'hikss.. hikss.. hikksss...' jelita menangis terduduk pasrah dibawah wastafel kamar mandi.

__ADS_1


'hikss... hikss... hiksss...' tangis jelita meluapkan kesakitan batinnya.


bersambung 🖤🖤🖤🖤


__ADS_2