
"siapkan air mandi ku" titah davied.
jelita melihat dalam netra biru davied, harus bagaimana jelita menghadapi suami gila nya ini.
"iya" ucap jelita pelan, bangkit dari posisi tidur nya menuju kamar mandi.
davied masih terduduk di atas tempat tidur king size itu melihat istri nya yang berjalan terseok-seok di paksakan menuju kamar mandi. hati nya sudah pasti merasakan sakit melihat istri nya begitu, tetapi kekecewaan dan dendam mengalahkan semua nya.
davied memang tak mampu bila kehilangan jelita, itu sebab nya ia tak melepaskan wanita itu. setiap kali ia ingin berlaku hangat kepada jelita, ia selalu terbayang tentang perselingkuhan yang di lakukan istrinya, begitulah fikir nya.
davied turun dari tempat tidur berjalan menuju kamar mandi, ia melihat jelita sedang mengisi air di bathtup, kaki nya tergerak berjalan mendekati jelita, memeluk istri nya dari belakang sambil memejam kan mata, 'maafkan aku' batin davied. jelita tersentak, wajah nya memutar kesamping melihat davied, sudah tiga tahun lama nya ia tak mendapatkan perlakuan sehangat ini, 'apa dia salah minum obat?' batin jelita bingung, jelita melepaskan pelan tangan davied yang melingkar di perut rata nya dan ber balik menghadap davied.
"mas, air nya sudah siap" ucap jelita pelan.
tetapi davied hanya diam saja, ia terus melihat mata dan b*bir jelita bergantian. jelita faham maksud davied saat ini ia menginginkan hak nya, tetapi jelita belum siap, apalagi atas kejadian semalan, jelita sungguh belum siap. jelita lantas pergi, baru beberapa langkah meninggal kan davied. wajah davied berubah jengah, tatapan nya kembali mengintimidasi.
"kau menolak jelita?" ucap davied memutar tubuh nya menghadap jelita.
mendengar itu jelita langsung berhenti dan menghadap davied, ia melihat tatapan davied yang penuh tekanan seolah mengisyaratkan tak menerima penolakan.
seluruh tubuh jelita merinding melihat tatapan singa kelaparan itu, bahkan jelita tak mampu untuk menelan ludah nya sendiri.
"mas, aku belum siap" ucap jelita pasrah.
mendengar jawaban itu wajah davied langsung memerah, davied murka tak terima. dengan langkah tegas davied mendatangi jelita.
grrreeeebb.. jelita di gendong ke meja wastafel di dekat pintu keluar kamar mandi.
netra davied menatap tajam netra jelita.
jelita tak berani mengangkat wajahnya yang tertunduk, ia tahu saat ini suami gila nya sedang murka.
davied mencengkram dagu jelita kuat, sampai jelita menggigit bibir bawah nya meringis menahan sakit, tetapi davied terlihat sangat menyukai ringisan nya, ia tersenyum miring melihat reaksi itu.
"jangan coba untuk menolak jelita" bisik davied di telinga jelita penuh penekanan.
jelita masih meringis karena tangan davied yang mencengkram dagu nya belum terlepas.
"i.. i ya" jawab jelita terbata.
mata jelita mulai memerah penuh genangan air mata yang sedikit lagi akan tumpah.
__ADS_1
davied yang melihat nya tergelak merasa menang. ia mendekatkan wajah nya dan mencium jelita, namun karena tak di balas oleh jelita, ia menyudahi ciuman itu, davied melihat wajah jelita dengan kesal.
"balas jelita!" bentak davied.
jelita terkejut mendengar bentakan itu, tumpah lah air mata yang sedari tadi tergenang di pelupuk mata.
davied menurun kan jelita dan menghimpit tubuh jelita sampai tak berjarak, lalu memulai aksi nya.
'sssshhhh....' terdengar ringisan jelita.
sampai d*s*han davied dan jelita terdengar jelas dari luar kamar mandi.
sudah tiga kali davied melakukan pelepasan di rahim jelita, baru lah terlihat davied sedikit lunak.
mereka berdua keluar dari kamar mandi, jelita hanya diam berdiri di samping tempat tidur, ia melihat davied pergi ke walk in closet. setelah keluar dari walk in closet terlihat davied sudah tampan dengan baju santai nya, tangan kanan davied menenteng kemeja putih, davied memakai kan kemeja putih itu ke tubuh jelita.
satu persatu davied mengancing kemeja itu, terlihat kebesaran di tubuh jelita namun kesan nya menjadi sexy.
jelita menatap davied kesal, tetapi suami gila nya itu malah menuntun jelita duduk di kaca hias yang mewah penuh dengan ukiran, davied mengeringkan rambut jelita menggunakan hairdryer.
"tidak apa-apa, seharian ini kita hanya di kamar" ucap davied menjawab kekesalan jelita. "yang melihat kan hanya aku" lanjut davied.
"tapi mas__________" ucapan jelita terhenti oleh tatapan kesal davied dari cermin.
"aku tidak sedang memohon jelita" tegas davied.
jelita membuang muka ke samping tak sanggup menatap wajah davied dari pantulan cermin.
davied meletak kan hairdryer kembali ke tempat nya, lalu melangkah ke nakas mengambil ponsel dan menghubungi seseorang. jelita memperhatikan gerak gerik davied dari cermin.
"hallo tuan" ucap coky di seberang telepon.
"sudah beres?" tanya davied.
"sudah tuan, semua nya sesuai dengan yang tuan inginkan" jawab coky lagi.
"hmm.. perintah kan kepala maid baru itu mengantar makanan ku dan istri ku ke kamar" titah davied.
coky ternganga mendengar tuan sultan nya memanggil istri kepada jelita, dari sekian lama panggilan itu sudah tak terdengar lagi, coky terdiam beberapa detik.
"coky!" bentak davied
__ADS_1
coky gelagapan, ponsel di tangan nya hampir terjatuh.
"ehmm... iya, baik tuan" jawab coky.
davied mematikan telepon nya, ia kembali mendekati jelita yang sedari tadi tak bergeming, sudah seperti manekin yang tak bergerak hanya melihat ke depan cermin.
davied menunduk memeluk pinggang ramping jelita posesif, dan mengecup pipi jelita.
tookk tookk tookk.. suara ketukan pintu kamar.
ceklek.. pintu terbuka, masuk lah kepala maid baru dan dua maid di belakang nya membawakan makanan.
davied menoleh ke samping tetapi tidak merubah posisi nya.
para maid menunduk hormat.
"tuan, perkenalkan nama saya aini" ucap nya membungkuk. "saya kepala maid baru di sini" sambung nya lagi.
mendengar itu baru lah davied berdiri tegak, kedua tangan nya di masuk kan ke dalam saku celana sambil memperhatikan kepala maid baru itu.
"hmm" davied hanya membalas dengan deheman.
ke dua maid yang memegang nampan berisi makanan langsung menata makanan-makanan itu ke meja dan balik lagi ke posisi semula.
dari tadi jelita memperhatikan gerak gerik kepala maid baru itu.
'kenapa muda sekali?' tanya jelita dalam hati.
jelita melihat kepala maid baru itu memandang sinis ke arah nya saat davied menggenggam tangan jelita menuntun nya ke meja yang penuh dengan hidangan.
"apa tuan memerlukan sesuatu lagi?" tanya kepala maid baru.
davied menoleh ke sumber suara, terlihat wajah davied yang kesal karena kepala maid itu banyak tanya.
"pergi!" titah davied kesal.
"kami permisi tuan" ucap kepala maid menunduk hormat dan mundur ke belakang lalu pergi.
****** sekian dulu ya momss ******
bagi yang suka cerita nya mohon di vote ya say😘
__ADS_1