Ikatan Rantai Besi Sang CEO

Ikatan Rantai Besi Sang CEO
episode 39


__ADS_3

pukul 19.00, dikamar utama-mansion gaozhan.


terlihat dua insan yang saling m3m49ut. berciuman lembut, persis seperti sepasang kekasih normal.


setelah pertukaran saliva yang cukup lama, jelita dengan inisiatif menyudahi pagut4n itu.


dengan nafas tersengal jelita menatap davied agak kesal.


melihat jelita yang menatap nya kesal, davied pun tersenyum menang. ia sungguh senang melihat jelita yang hampir kehabisan nafas karena ulah nya.


'tok.. tok.. tok..' ketukan pintu kamar utama.


refleks davied dan jelita menoleh kesumber suara.


"masuk" ucap davied tegas.


'ceklek' pintu terbuka.


kepala maid riza masuk mendekat kearah davied dan jelita.


kepala maid riza melihat datar jelita yang sedang duduk dipangkuan davied, dengan tangan davied yang masih melilit di pinggang istri nya itu.


kepala maid riza menunduk hormat.


"maaf mengganggu waktu tuan dan nyonya.. saya mau menyampaikan, ada tamu yang ingin bertemu tuan dibawah" jelas kepala maid sopan.


davied menatap kepala maid riza penuh selidik.


"siapa?" tanya davied dingin.


kepala maid riza meneguk saliva nya karena gugup ditatap dingin oleh sang tuan.


"saya sudah mengusir nya tuan, tetapi dia memaksa untuk tetap bertemu tuan__" kepala maid riza menjeddah ucapannya. "dia juga mengatakan, kalau dia sangat akrab dengan tuan" jawab kepala maid sopan.


dengan wajah datar davied menatap kepala maid.


"pergilah" usir davied.


kepala maid berjalan keluar setelah menunduk hormat.

__ADS_1


jelita yang menyadari davied hendak pergi, ia langsung bangkit dan berdiri dengan terus menatap davied.


davied mengetahui di tatap oleh jelita namun ia mengabaikan, dengan langkah tegas berjalan keluar kamar.


mata jelita menyipit, sesungguh nya ia sangat penasaran, siapa gerangan yang ingin menemui suami nya, siapa juga yang berani masuk ke kandang iblis ini dengan sukarela.


dengan wajah penasaran jelita segera menyusul suami nya kelantai bawah.


'tingg..' pintu lift terbuka dilantai dasar.


davied menatap serius kedepan.


nampaklah wajah wanita yang masih berdiri ketakutan dikelilingi 6 bodyguard davied yang masing-masing memegang pistol di tangannya.


dengan netra yang terus menatap wanita didepannya, davied melangkah kearah shilla. yaaa namanya adalah shilla, ia adalah wanita yang baru-baru ini tidur dengan davied saat di Las vegas.


para bodyguard yang menyadari tuannya sudah tiba, mereka segera menunduk hormat, dan memberi ruang kepada sang tuan.


davied berdiri dengan memasukkan kedua tangan kedalam saku celana joger nya.


"tuan.." shilla memanggil dengan nada pelan dan lemah. seolah-olah menunjukkan betapa lemah nya ia sekarang.


'brruukk...' shilla menjatuhkan tubuhnya dibawah kaki davied, ia bersujud dengan menggunakan lutut sebagai tumpuhan.


"maafkan lah saya yang telah lancang kepada tuan" 'hikksss.. hiksss...' tangisan shilla yang tak bisa ditahan. "ibu saya telah meninggal dunia, saya tak punya tempat lagi tuan.. hati saya hancur, saya tak tahu harus kemana dan bagaimana tuan.." 'hikksss... hikkss...' "tak bisa dipungkiri, saya merasa nyaman kepada tuan.. maafkan saya atas keberanian ini untuk menemui tuan.. maafkan saya tuan.." ' hikss...hiksss...' jelas shilla panjang lebar dengan tangis dan kepala menunduk, ia tak berani menatap netra davied yang terus mengintimidasi nya.


shilla memberanikan diri mengulur kedua tangannya untuk memegang kaki davied.


"saya hamil tuan... saya hamil anak tuan" ucap shilla berani, dengan mendungakkan wajah nya menatap dalam netra davied.


'duaaarrrr.........' bak disambar petir, ucapan shilla mampu membuat tubuh ramping jelita yang sedari tadi berada menyaksikan pemandangan ironis itu terkejut sampai terhuyung.


suasana hening seketika. takada yang berani bersuara.


'duaaarrrrrrrrr....' jelita menghempaskan kuat vas bunga yang berada diatas bufet samping tempat ia berdiri.


davied membalikkan tubuh nya ke sumber suara, termasuk juga semua orang yang berada diruangan itu.


mendapat tatapan dari semua orang, jelita mengeluarkan smirk angkuh nya.

__ADS_1


'ctaass.. ctass.. ctasss...' jelita berjalan sambil bertepuk tangan menghampiri davied dan shilla lebih dekat.


dengan mata sembab dan wajah menyedihkan shilla menatap jelita.


"masuklah kekamar mu jelita!" bariton davied membuat suasana mendadak memanas.


namun jelita tak gentar, ia terlalu bodoh kalau harus terus-menerus mengikuti perintah iblis gila didepannya.


"kenapa?.. apa aku tak boleh menyaksikan pemandangan yang langkah ini?" tanya shilla menantang davied dengan angkuh.


davied mengepalkan tangannya, sampai urat-urat dileher nya menonjol.


"kau.. biar ku akui, kau adalah wanita yang hebat.." puji jelita dengan senyuman nya. "kau telah menaklukan hati iblis suamiku, untuk meletakkan sp3rma nya dirahim mu" sambung jelita dengan wajah yang hampir menangis namun pura-pura tetap tegar. "aku ucapkan selamat atas kehamilan mu" ucap jelita lagi.


"maafkan aku nyonya.. maafkan aku.. aku tak bermaksud.." sambung shilla dengan air mata yang terus mengalir menatap jelita sendu.


"tak perlu minta maaf, ini lah yang sedari dulu diinginkan suamiku.. anak yang benar-benar dari benih nya" jelita terdiam sebentar, sembari netra nya terus menatap netra davied. kebencian begejolak sangat jelas terlihat. "dan sejujur nya aku juga senang, akhirnya ada yang menggantikan aku di neraka ini.. akhirnya aku bisa bebas.. iya kan mas..?" tanya jelita penuh harap kepada davied.


"CUKUP!" bentak davied dengan dadah naik turun menahan emosi menatap jelita.


jelita refleks memejamkan mata nya mendengar bentakan davied, hatinya terasa perih dan sakit.


"coky!" panggil davied.


"yaa tuan" jawab coky.


"bawa jelita ke kamar" titah davied dengan tegas.


saat ini jangan kan manusia, jangkrik pun bergidik ngeri untuk berbicara dan bersuara.


"mari nyonya" ajak coky dengan mengulurkan tangannya mempersilahkan jelita untuk meninggalkan lantai bawah.


jelita hanya bisa memendam rasa sakit nya dihati, walau sekuat apapun ia mencoba, tetap saja ia hanya seorang yang tak memiliki kekuatan apa-apa dimata davied.


"tak perlu kau antar! aku tak sudi lagi menatap wajah mu dan tuan mu!" ucap jelita monohok, membuat hati davied sedikit seperti tertusuk.


mata davied yang terus menatap jelita, sangat jelas terlihat sekarang wanita lemah itu sangatlah hancur.


dengan mantap jelita membalikkan tubuh nya dan pergi dari suasana mengerikan itu.

__ADS_1


bersambung 🖤🖤🖤🖤


__ADS_2