
Segurat senyum terpancar dibibir malaikat kecil yang dipanggil tuan muda itu.
Pagi yang masih menampakkan kabut dan gelembung cair embun yang menempel indah di dedaunan.
Disini tuan muda kecil itu tengah asyik melihat ikan-ikan peliharaan sang daddy.
Dengan polos tuan muda bercerita panjang lebar kepada sang nany.
Nany yang merawat ezeel sekarang sifat nya tak jauh bedah dengan tika, ia juga wanita singgel parent yang penyayang dan sabar.
"Nanny, kata mommy aku boleh memakan ikan-ikan lucu ini, tetapi aku merasa kasihan padanya, jadi aku tidak mau memakannya" cerita ezeel.
Nany yang melihat ezeel bercerita terlihat begitu menggemaskan. Ingin rasanya ia mencubit sedikit pipi gembul yang berbicara itu.
"Benarkah? kalau ezeel tidak mau memakannya, biar nany saja yang memakannya" 'hihihi...' jawab nany desi diakhiri dengan gelak tawa yang manis.
"Apakah, nany tidak kasihan melihat ikan-ikan ini ?" tanya ezeel lagi.
'Hahahahhhh...' tawa nany desi pecah seketika.
Membuat sesosok wanita anggun, berjalan ke arah mereka.
"Wah.. wah.. wah... sedang apa ini?" tanya shilla dengan santai.
Mendengar itu nany tika langsung berdiri dari duduk nya dan menunduk hormat kepada shilla.
Berbeda dengan ezeel, ia malah tampak tak bergerak, hanya melihat sekilas kemudian kembali lagi memandang ikan-ikan.
"Ezeel, kau tau tidak, mommy mu sekarang sedang sekarat karena dipukuli oleh daddy.. Apakah kau tidak mau melihat mommy mu?"
"Apa? mommy sakit di pukul daddy? apakah tante bercanda ?" tanya ezeel mulai panik.
"Untuk apa aku bercanda, sungguh tidak penting" jawab shilla ketus.
__ADS_1
Ezeel terdiam, jelas terlihat gurat kesedihan diwajah nya.
"Nona shilla, tolong jaga omongan anda" peringat desi.
"Apa ? kau berani padaku!" tantang shilla.
"Tugas saya adalah menjaga dan melindungi tuan muda, jadi jangan bertanya berani atau tidak. Tentu saja saya berani" jawab desi dengan tegas.
"Kau!" shilla tidak bisa berkata apa-apa lagi, wajahnya sekarang sangatlah merah padam menahan emosi yang sudah mendidih.
"Tuan muda, mari kita masuk kedalam, sebentar lagi akan sarapan" ajak nany desi lembut, sembari memegang jemari ezeel.
Langkah nany desi dan ezeel hanya bisa di pandang sinis oleh shilla, dengan wajah mengeram ia menghentakkan kaki nya.
___________
Di meja makan, pukul 08.15
Ezeel dengan takut-takut hendak bertanya, bayangan shilla yang mengatakan bahwa mommy nya sedang sakit selalu timbul di ingatan.
Yang bisa dilakukan ezeel hanya melirik sang daddy yang sedang memakan sandwich.
Shilla yang menyadari kegundahan ezeel merasa senang, ia tersenyum menang melihat anak kecil itu.
"Daddy, dimana mommy ?" tanya ezeel dengan suara berani. "Mengapa mommy tidak sarapan dengan kita ?" sambung nya lagi.
Davied membeku, ia kembali mengingat sifat tidak patuh jelita tadi malam.
#Flashback on_
Dengan keras kepalanya, jelita terus memberontak tak ingin disentuh davied, bahkan dia rela menyayat tangannya sendiri dengan pisau buah agar davied mengalah untuk tidak menyentuh nya. Namun, bukan iblis gila namanya kalau ia menyerah begitu saja. Davied tetap memaksa jelita untuk melayani nya, walaupun ia harus merelakan punggung belakang nya dicakar habis oleh jelita sebagai bentuk penyaluran kemarahan karena terus di rudap paksa oleh davied.
Mereka melakukan hampir sampai dua jam. Pada saat davied telah selesai melampiaskan h4srat, ia turun dari ranjang dan memakai cel4na nya lagi.
__ADS_1
"Apa kau tidak kasihan, selalu menempelkan kotoran mu ke tubuh ku ?" jelita bersuara dengan air mata tergenang.
"Apa maksud mu kotoran?" tanya davied dengan nada tidak senang.
"Kau! milikmu, cairan benih mu, adalah kotoran" jawab jelita memberanikan diri.
Davied mengepalkan tangannya kuat, perkataan jelita membuat nya benar-benar naik pitam. Ia segera pergi ke almari untuk mengambil sesuatu yang nanti nya akan membuat jelita menyesal akan perkataan nya.
Jelita yang melihat davied datang lagi dan berjalan kearah nya dengan wajah merah menenteng dua borgol, membuatnya seketika memucat.
Dengan gerakan cepat david mengunci kedua tangan jelita dan memborgol tangan wanita itu dengan wajah dingin.
Tubuh davied beralih kearah kaki jelita, walaupun jelita terus memberontak tetapi davied tetap berhasil memborgol nya. Dengan senyum devil davied berdiri berkecak pinggang.
#Flashback off_
'"Mommy sedang tidur, ia kecapekan karena berolah raga tadi malam" jawab davied asal.
"Tapi, tante itu bilang kalau daddy memukul mommy sampai mommy sakit" ucap ezeel dengan menunjuk kearah shilla.
Wajah shilla seketika menegang, jantung nya berdegup kencang. Ia tidak menyangka bahwa anak kecil di depannya ini akan mengadu pada davied.
Shilla yang melihat pandangan tajam yang dilayangkan davied padanya membuat ia bergidik ngeri.
"A.. a aku.. bukan begitu mas.. A.. a ku.." shilla terbatah-batah tidak tahu pakai alasan apa.
"Selesai sarapan temui aku di ruang kerja" titah davied dingin.
Mendengar suara dingin davied, shilla meneguk saliva nya dengan susah. Tak bisa dibayangkan bagaimana nasip nya nanti.
"B.. b baik.." jawab shilla ketakutan.
bersambung 🖤🖤🖤🖤🖤
__ADS_1