
Terlihat helicopter milik davied mendarat di atas atap mansion nya.
Davied turun dengan genggaman tangan yang tak pernah lepas dari pergelangan jelita.
"Lepaaasss!" jelita menghempaskan cekalan davied sampai terlepas.
Buru-buru jelita berlari seperti anak kecil masuk ke dalam mansion.
Ia menekan tombol lift terburu-buru, tak ingin di cekal lagi oleh davied.
'Tingg'
Pintu lift terbuka.
Dengan bergegas jelita masuk dan menekan tombol angka 4.
Tak butuh waktu lama,
'Tingg'
Pintu lift terbuka di lantai 4.
'Tap.. tap.. tap..'
Suara kaki jelita yang berjalan cepat dengan mata tergenang.
Setelah menekan pin pintu, kamar utama terbuka. Dengan wajah panik ia mencari tempat bersembunyi.
Saat ini di pikiran nya tergambar jelas wajah davied gaozhan yang tersenyum bagaikan psikopat gila.
Tatapan panik jelita langsung tertuju ke walk in closet, ia bergegas menuju almari dan masuk ke dalam nya dengan memeluk kedua lutut sangat erat.
Jantung nya berdebar sangat kuat, pikiran nya kacau. Setiap kata yang di ucapkan kakek tama terngiang di telingah. 'Apa tidak puas mereka telah membunuh ibu dan ayah ku.. ibu, ayah aku takut' 'Hikss.. hikss..' raungan tangisan jelita dalam hati.
'KDUAAAGGGGG..'
Suara pintu kamar di banting kuat.
Membuat jelita refleks menutup telinga nya karena takut. Ia tahu, itu sudah pasti davied.
"JELITAAA!!" Teriakan davied menggema di dalam kamar utama.
Tubuh jelita mendadak bergetar, jantung nya tak bisa berhenti berdetak. Ia salah, ia salah telah menghina kakek dari psikopat ini.
'GDUAAGG.. PRAANGG.. GDUAAKKK'
Bunyi bantingan dan pecahan barang terdengar jelas di gendang telingah jelita.
"Periksa CCTV! Dan temui dimana istriku!" titah davied kepada bodyguard yang memantau di luar kamar.
"Baik tuan" jawab satu bodyguard dan dengan cepat melesat pergi.
10 menit davied gaozhan menunggu dengan berkecak pinggang di bibir pintu kamar.
__ADS_1
Sementara jelita sudah basah keringat karena gugup dan lemas hampir kehabisan oksigen.
"Tuan, nyonya jelita__" bodyguard tadi menjelaskan tempat persembunyian jelita.
Dengan langkah tegas dan lebar davied menuju walk in closet.
'KBRUAAK'
Davied gaozhan membuka kasar pintu almari, sampai jelita terjingkat kaget.
'Grebb'
Davied mencengkram lengan jelita dan menarik nya keluar.
'BLAMM'
Tubuh ketakutan jelita di hempaskan di atas kasur.
Wanita cantik itu tak dapat berbicara apa-apa, ia sangat takut melihat ekspresi davied sekarang bak seekor singa yang siap memangsa.
"Davied, tolong maafkan aku" 'Hikss.. hiks..' " Aku gak sengaja berkata kasar pada kakek tama. Aku gak ulangin lagi. Aku janji" 'Hikss.. hikss..' Luluh sudah isakan dan permohonan jelita.
Seperti seekor kelinci yang takut di terkam, ia terus menunjukkan wajah sedih nya.
Davied tak menanggapi permohonan jelita. Ia membuka jas dan melonggarkan dasi yang terasa mencekik. Lengan baju pun di gulung nya sampai atas.
Perlahan kaki davied naik ke atas kasur. Mata nya menatap tajam bak elang wanita di depan nya, yang semakin lama semakin mundur.
"Mas, jangan mendekat! Mas stopp jangan mendekat!!" teriak jelita yang ketakutan melihat tatapan davied.
'Grebb'
Lagi-lagi davied berhasil menangkap tubuh jelita dan mengunci nya dengan cara menghimpit tubuh ringkih itu.
"Lepaskan mas.. lepaskan.." jelita terus saja berontak di bawah himpitan davied.
"Tenang lah sayang. Hukuman ini hanya sebentar" bariton davied bersuara, sembari mengikat kedua tangan jelita dengan dasi yang baru di lepas nya.
"Aku mohon mas, jangan seperti ini. Aku takut" 'Hikss.. hikss..' mohon jelita tak bertenaga.
Davied tersenyum, ia tersenyum sangat tampan di depan jelita.
Setelah selesai mengikat istri nya, tungkai jenjang davied turun dari kasur dan membuka tali pinggang yang masih melilit di tubuh nya.
Jelita yang melihat itu seketika langsung gemetar, orang bodoh saja pasti tahu hukuman apa yang di dapat saat ini.
"Mas, kamu jahat mas.." 'Hikss.. hikss..' "Aku benci kamu! Sampai mati aku benci kamu!" ucap jelita sembari terisak.
"Bukan kah kau memang membenci suami mu ini sayang" balas davied dengan nada penekanan.
'Ctaasss....'
Cambukan pertama di layang kan davied di tubuh jelita yang masih terbaring.
__ADS_1
'Ctaasss...'
Cambukan ke dua.
'Ctaaass....'
Cambukan ke tiga, membuat wanita cantik ini menangis terseduh menahan rasa perih di tubuh nya.
'Ctaasss...'
Cambukan ke empat, membuat jelita benar-benar lemas tak bertenaga.
'Praangg'
Davied mencampakkan tali pinggang nya asal, dan merangkak naik ke atas kasur, memegang erat wajah jelita dengan kedua tangan nya.
Jarak wajah mereka sangat lah dekat, jelita dapat merasakan wangi nafas paper mint menyeruak di indra penciuman nya.
"Apakah sakit? Kau merasa sakit sayang? Lain kali, berfikir lah dulu sebelum bertindak. Aku tidak suka wanita pembangkang seperti tadi!" tekan davied di setiap kalimat.
Mendengar penuturan davied, lagi-lagi air mata jelita menetes. Ia menatap benci kearah davied yang menatap nya penuh nafsu sekarang.
Davied dengan cepat meletakkan kedua tangan terikat jelita ke atas, dan melahap habis bibir ranum istri nya itu yang sedikit terbuka.
"Aku menginginkan nya sayang" bisik davied di telingah jelita pelan dengan nada serak dan berat.
Mata davied tampak sayu, tangan nya tak bisa di kontrol karena sudah mer3m4s dan m3r4b4 di tempat-tempat privasi jelita.
'Hikss.. hikss.. hiksss...'
Isakan pelan jelita membuat davied menghentikan sentuhan nya dengan kesal.
"Berhentilah menangis jelita!" peringat davied tajam.
Membuat jelita mengunci rapat-rapat bibir nya agar tak mengeluarkan suara isakan tangis lagi.
Davied melepas semua baju nya yang melekat di tubuh dan gaun jelita secara paksa.
Nampak jelita bv9il yang berusaha menutupi privasi nya dengan tangan terikat. Membuat davied tertawa devil, menampakkan deretan gigi putih nya yang tersusun rapih sungguh sangat tampan.
"Sayang ku benar-benar seperti kelinci kecil" puji davied di telingah jelita.
Rasanya jelita muak mendengar suara biadab ini. Kebencian yang mengakar membuat nya kadang berfikir untuk mengakhiri hidup karena tak sudi terus menjadi budak psikopat yang mengungkung nya ini.
Setelah habis bagian dad4h jelita di beri tanda kepemilikan, davied memandangi lagi tanda kepemilikan hasil karya nya.
"Kau benar-benar sexy sayang" Suara berat davied membuat suasana semakin panas.
Dengan tanpa pemanasan lagi davied mulai menyatukan milik nya yang sudah meneg4ng. Berusaha memasukkan junior nya ke milik jelita yang sempit.
'Aakkhhh....' erangan davied terdengar.
Membuat jelita berusaha menulikan telingah nya agar tak mendengar lolongan anjin9 yang sedang memompa diatas tubuh nya.
__ADS_1
Bersambung 🖤🖤🖤🖤🖤