Ikatan Rantai Besi Sang CEO

Ikatan Rantai Besi Sang CEO
episode 12


__ADS_3

satu jam telah berlalu, saat nya kepala maid tina memantau apa yang di lakukan nyonya nya. kepala maid tina berjalan cepat menuju taman bunga.


tap.. tap.. tap.. tap.. suara langkah kaki kepala maid tina terburu-buru.


langkah kepala maid tina terhenti, dari dalam mansion yang dilapisi kaca, kepala maid tina melihat nyonya nya masih setia berdiri memandang hamparan tanaman bunga yang bermekaran, sama seperti tadi.


kepala maid tina menghembuskan nafas nya lega, ia lantas mengambil ponsel dari saku celana untuk menghubungi seseorang.


"hallo sekretaris coky, nyonya jelita tidak melakukan hal yang mencurigakan, saat ini ia masih setia melihat-lihat taman bunga nya" ucap kepala maid tina berbicara di telepon.


"awasi terus dan selalu kasih kabar, pastikan nyonya jelita tidak melakukan hal nekat yang akan merugikan kau juga nantinya, dan ingat bahwa nyawa mu sudah di belik oleh tuan jadi lakukan yang terbaik". balas sekeretaris coky di seberang telepon.


"itu pasti sekretaris coky" ucap kepala maid tina.


telepon terputus, kepala maid tina menggenggam ponsel nya di dada, kala mengingat pertama kali ia memasuki mansion gaozhan, ia menandatangani surat perjanjian pembelian nyawa yang di lakukan semua para maid dan bodyguard, itu artinya hidup mereka sudah benar-benar milik tuan nya davied gaozhan.


'hhhhmmmm...' hembusan nafas kepala maid tina berat, dan berbalik melangkah kan kaki nya pergi.


mata jelita memerah, dada nya naik turun menahan emosi, ia mengintip kepala maid tina yang sudah pergi melalui ekor matanya. untung saja jelita masih mempunyai tenaga untuk keluar cepat dari tempat terkutuk itu, dan kembali ke taman bunga dengan posisi sama seperti semula.


tubuh jelita luruh ke tanah, ia menangis tak berdaya sembari menepuk-nepuk dada nya melampias kan emosi.


'hikss... hikss... hikss... hikss...'


"aku sudah tidak tahan, mengapa engkau memberikan takdir seperi ini kepada ku tuhan, aku tidak sanggup" lirih jelita terisak.


sementara di perusahaan raksasa gaozhan company, sekretaris coky baru saja masuk ke ruangan tuan nya sembari menunduk hormat.


"tuan, saya hendak menyampaikan kalau nyonya jelita tidak melakukan apa-apa, sedari tadi hanya melihat taman bunga nya tuan" ucap coky sopan.


davied menghentikan pergerakan tangan nya yang sedang menandatangani berkas.


"taman? sudah berapa lama?" tanya davied menatap tajam coky.


"kurang lebih satu jam nyonya jelita memandangi taman bunga nya tuan" jawab coky sopan.


'hhemmmm...' davied menghela nafas jengah, melihat sekretaris coky dengan pandangan rendah.


"kau memang benar-benar bodoh" davied bangkit dari kursi kebesaran nya, melangkah kan kaki kehadapan coky.


'ctaaasssss...' tamparan di pipi coky.


"tidak mungkin dia betah diam saja di taman itu selama 1 jam!, apa otak mu sudah hilang coky!." bentak davied di depan wajah coky yang menunduk.


"m.. maaf kan saya tuan, saya mengerti" ucap coky mengakui kesalahan nya.


"periksa cctv" titah davied emosi.


"baik tuan" coky menunduk hormat dan pergi melangkah keluar melakukan titah tuan nya.


Davied mendudukkan tubuh nya kasar di kursi kebesaran nya. mata nya menoleh kearah jendela yang terkena pantulan sinar matahari, ia ter ingat waktu pertama kali sang kakek tama gaozhan mengajari nya cara melampiaskan emosi dengan benar. 'lampiaskan emosi mu dengan benar' kata-kata sang kakek terngiang di telinga davied hingga saat ini.


*flashback on_


di mansion besar tama gaozhan, pada saat itu mommy davied mengalami gangguan mental akibat ulah daddy nya yang hobi berselingkuh, davied yang saat itu sedang di luar negeri meneruskan study nya hanya bisa memendam rasa kekesalan yang teramat sangat kepada sang daddy, kakek tama yang mengerti mulai membangkit kan semangat davied, membangun jati diri yang baru, mengajari nya cara melampiaskan emosi, menghukum setiap orang yang bersalah dengan cara tragis, dan membeli setiap nyawa para bawahan nya.


*di ruangan eksekusi milik tama gaozhan.


"davied cucu ku, mari lihat lah" memanggil davied yang masih mematung berdiri di belakang, tama gaozhan yang sedang duduk bersandar di kursi tunggal bak seorang raja iblis yang paling di takuti.


davied mendekat, dan tama berdiri dari kursi nya, berjalan mendekat kearah alat-alat eksekusi.


tama gaozhan memilih alat mainannya yg hendak di pakai, sentuhan tangan tama berhenti di kapak yang tajam, ia mengambil nya dan mendekat ke arah korbanya.


posisi si korban tidur terlentang di meja yang pas-pasan sebesar tubuh nya, dengan kedua tangan dan kaki korban di ikat di masing-masing sisi.


kedua tangan tama terangkat tinggi memegang kapak.


'cttaaaasssss....' kapak yang di layangkan mencatuk tangan kanan korban


'cttaaaaasssss...' di layangkan lagi kapak mencatuk kaki kanak korban.


terdengar isakan dan ringisan korban memohon ampun, namun tama malah tersenyum puas melihat korban nya.


'hahahahahahhh....' tawa tama menggelegar.

__ADS_1


mendengar tawa kakek nya davied pun ikut tersenyum puas, ia melangkah mendekat kearah kakek, mengambil kapak dari tangan si kakek, dan melanjut kan kesenangan yang tertunda itu.


'cttaaaasssss... cttaaaasssssss...' suara kapak davied yang mencatuk tangan dan kaki sebelah kiri korban. davied tersenyum miring melihat korban sudah tak ber nyawa di hadapan nya.


*flashback off.


"tuan... tuan... " suara sekeretaris coky membuyar kan lamunan davied.


davied menoleh ke sumber suara, nampak sekretaris coky menunduk hormat.


"tuan" sapa sekretaris coky lagi. sekretaris coky melangkah mendatangi tuan nya, dan meletakkan ipad di meja kebesaran tuan nya. "rekaman cctv yang tuan minta" sambung coky lagi.


tangan davied tergerak mengambil dan membuka ipad, mata nya melihat tajam layar ipad yang menunjukkan istri nya sedang menangis histeris di dekat jeruji besi.


dada davied naik turun menahan amarah, tangan nya terkepal kuat di atas meja.


'ddttttaaaaasssss...' suara kaca meja kebesaran nya retak karena hentakan kuat dari tangan davied, mata nya tajam bak elang.


jam menunjukkan pukul 08 malam, kepala maid tina nampak berlari tergesa mendatangi kamar nyonya nya.


'tok.. tok.. tok..' suara ketukan pintu kamar jelita.


"nyonya, 5 menit lagi tuan sampai di gerbang utama" ucap kepala maid tina memperingati jelita.


sementara jelita yang sudah seperti mayat hidup berendam di bathtup, menenangkan hati dan fikiran yang sedang kacau.


ia tahu ini adalah waktu iblis jahanam itu sampai mansion, tetapi ia tak memperdulikan nya, ia sudah letih, hati nya sudah hambar.


mata jelita yang terpejam, menitik kan setetes air mata, 'sungguh sakit rasa nya' batin jelita.


davied menginjakkan kaki nya di mansion, seluruh bodyguard dan maid menunduk hormat.


raja jahanam itu mendudukan diri di sofa tunggal yang empuk, satu maid datang berlutut membukakan sepatu nya.


"dimana jelita?" tanya davied menoleh kesamping kearah kepala maid tina.


"saya sudah memanggil nya tuan, tetapi tidak ada sautan dari dalam, saya fikir nyonya sedang beristirahat" jawab maid tina sopan.


"coky" panggil davied datar.


'krrreetteekk' suara leher kepala maid tina yang di patah kan.


coky mematahkan leher kepala maid tina sampai bengkok, seketika itu juga kepala maid tina luruh ke lantai.


davied berjalan menuju lift, diikuti coky di belakang.


'ttiiiinnnggg..' suara lift terbuka.


masuk lah dua manusia terkutuk itu.


melihat tuan dan sekretaris nya sudah masuk lift, barulah para maid berlari mendekati kepala maid tina, dan 2 bodyguard maju mambawa tubuh kepala maid tina ke ruang eksekusi.


davied masuk ke kamar nya, mengedarkan pandangan mencari keberadaan jelita.


'cekleekk..' suara pintu kamar mandi terbuka.


mata davied langsung beralih ke sumber suara, nampaklah jelita yang keluar dari kamar mandi yang hanya mengenakan lilitan handuk di dada, handuk kecil yang menutupi dada sampai pangkal paha nya.


mata davied terus melihat tubuh jelita, kulit yang putih bersih, wajah yang cantik walau tak memakai make-up, kaki dan leher yang jenjang, sungguh davied sangat mencintai semua yang ada pada tubuh jelita.


melihat davied yang menatap tanpa kedip, jelita membuang wajah nya kesamping dan melanjutkan langkah nya menuju walkin closet.


'grreebb' davied menangkap tubuh jelita, menatap lama mata dan bibir pink istri nya, membelai lembut pipi istri nya itu, menatap wajah jelita penuh minat.


jelita menghentikan jari davied yang membelai pipi nya.


"davied, aku ingin bertemu mamah ku" nada suara jelita bergetar menahan tangis.


davied menatap tajam netra jelita.


"kau tak perlu bertemu siapa pun, cukup disini disisi ku" ucap davied lembut.


"tidak!" bantah jelita, dada nya naik turun memendam rasa sakit yang teramat sangat. "aku mau bertemu mamah ku" sambung jelita lagi.


mendengar nada suara jelita yang meninggi davied menjambak rambut jelita, sampai wajah jelita mendungak keatas.

__ADS_1


"bukan kah kau sudah tahu kalau wanita tua itu sudah mati" ucap davied penuh penekanan.


'hikkss.. hikss...' suara tangisan jelita.


"sakit davied.." rengek jelita, tangan nya mencoba melepaskan tangan davied yang mencekram kuat rambut nya.


davied melepaskan cengkraman tangan nya dari rambut jelita.


'hmmmm...' suara hembusan nafas davied kuat.


"jangan meminta di luar batasan mu jelita" ucap davied tegas, matanya menatap netra jelita tajam.


jelita menangkup wajah nya dengan kedua tangan kecil nya, menangis sesegukan di hadapan davied.


davied melihat dengan wajah datar, sungguh istri kecil nya adalah wanita yang terlihat rapuh sekarang.


tangan davied terulur memeluk tubuh jelita, mengecup puncak kepala jelita sembari mengerat kan pelukan nya.


jelita mengangkat kepala nya, menatap wajah davied.


"mas, aku mohon, lepaskan aku dan ezeel, biar kan kami pergi" ucap jelita dengan wajah memohon.


"itu tidak akan jelita, tidak akan pernah!" balas davied tegas. "jangan berfikir untuk lari dari ku, karena kau tak akan sanggup menanggung akibat nya" sambung davied lagi.


dadah jelita terasa sesak, air mata nya luruh tak terbendung, jelita melepaskan tubuh nya dari pelukan davied.


"kau brengsek! kau gila!.." teriak jelita.


davied tersenyum miring, ia memeluk tubuh jelita lagi, melingkar kan kedua tangan nya dipinggang jelita posesif.


tidak ada jarak di antara keduanya, davied menyatukan kening nya dengan kening jelita, lalu mengecup singkat bibir pink istri nya itu.


"kau tidak penasaran sayang, mengapa aku membunuh ibu mu?, dia sangat lah cerewet, sama seperti mu sekarang" ucap davied pelan, sembari mengelus pipi jelita.


"kalau begitu, bunuh lah aku" balas jelita menantang.


"oh no no no, percaya lah aku tidak akan membunuh mu, aku bisa melampiaskan emosi ku pada putra mu" ucap davied santai.


'deegg' mata jelita membola tidak percaya, 'dia benar-benar gila, dia iblis gila' batin jelita.


"dia anak mu juga mas" balas jelita sembari memukul dada bidang davied, "kenapa kau tega!.." teriak jelita frustasi.


'hikss.. hikss.. hikss..'


tubuh jelita luruh ke lantai, rasa nya ia tak mempunyai tenaga untuk berdiri.


tangan jelita tergerak memegang kaki davied, jelita bersujud pada iblis gila itu.


"davied, aku mohon lepas kan aku dan ezeel, aku berjanji akan melunasi semua pinjaman ayah ku, aku berjanji davied, tolong lepaskan aku dan anakku.."


'hikss... hiksss... hikss... hikss...' suara tangisan jelita yang terdengar pilu, sangat melukai hati setiap orang yang mendengar nya, termasuk davied si iblis gila itu.


"berdiri lah jelita!" bentak davied, sesungguh nya ia tidak tahan melihat istri nya berlutut dan menangis seperti orang gila. "ku perintahkan kau berdiri!" bentak davied lagi.


"tidak, ampun, aku mohon davied lepaskan aku dan anakku, aku mohon" ucap jelita sembari menangis pilu.


dada davied naik turun menahan emosi, wajah nya berubah menjadi merah.


"berhenti jelitaa!!.." teriak davied frustasi.


davied melihat jelita yang menangis pilu, sungguh hati davied saat ini sangat lah hancur, melihat wanita yang amat sangat di cintai memohon seperti seorang budak yang tak mempunyai harga diri.


"baik lah, kalau itu mau mu, pergi lah" ucap davied pasrah.


sebenar nya hati davied tak rela, sungguh benar-benar tak rela. 'kau hanya miliku jelita' batin davied.


tanpa di sadari jelita, mengalir setetes air mata di pipi suami nya..


*sekian dulu ya dear😘


jangan lupa like supaya othor semangat terus utk up..


oh ya, terimakasih ya untuk yang sudah komen di episode 11 😘😘😘😘😘😘


tunggu kelanjutan nya lagi besok ya dear.. 😍😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2