Ikatan Rantai Besi Sang CEO

Ikatan Rantai Besi Sang CEO
episode 33


__ADS_3

'krreeeaakkk....' suara pintu kamar utama yang dibuka pelan oleh jelita.


dengan perlahan tungkai nya melangkah masuk kedalam kamar yang bernuansa turkey itu.


terasa saat ini degupan jantung jelita yang semakin kencang, kaki nya lemas seperti kelinci yang seakan mau dimangsa oleh harimau.


setelah pandangan jelita yang clingak-clinguk seperti maling dikamar sendiri, barulah ia merasa legah karena tak ada tanda-tanda suami gila nya disini.


'huufffttt....' hembusan nafas lega jelita, sembari mengelus dada.


jelita bergegas menuju kamar mandi, ia hendak membersihkan diri dan membuang penat setelah seharian berkeliling kota. suatu hal yang tidak pernah ia lakukan semenjak ia menikah dengan davied gaozhan.


karena davied selalu mengurung nya di mansion. tak membiarkan jelita keluar, apalagi bermain berkeliling kota seperti sekarang yang ia dapatkan dari regar balwie.


senyum dibibir jelita seakan tak ingin luntur, sampai pada saat ia melangkah ke kamar mandi pun, ia terus tersenyum. suatu pengalaman yang mungkin tak terlupakan oleh jelita.


regar balwie orang yang dewasa dan hangat, ia penuh dengan kelembutan. tidak bisa dipungkiri saat jelita bersamanya selalu merasa aman dan nyaman.


'krreeakk' suara pintu kamar mandi dibuka jelita.


jelita mengisi air hangat di bathup. dengan hati yang gembira ia menuangkan wewangian dan sabun di bathup.


jelita yang saat ini duduk di pinggiran bathup, sambil memainkan busa-busq air di bathup.

__ADS_1


setelah cukup jelita mematikan air nya. menanggalkan stelan pakaian yang digunakan, dan langsung masuk kedalam bathup.


dengan hati yang masih berbunga-bunga ia berendam sambil memejamkan mata nya.


~setelah 25 menit di kamar mandi.


setelah hampir setengah jam jelita melakukan ritual mandi nya, dengan menggunakan handuk kecil ia keluar dari kamar mandi.


'krreeaakk' pintu kamar mandi dibuka jelita.


dengan lembut tungkai jelita melangkah hendak ke walk in closet, sembari tangan terus menggosok-gosok rambut nya yang basah menggunakan handuk.


setelah beberapa langkah.


ia melihat sepasang sepatu yang amat sangat ia kenal, berdiri tepat didepan nya.


netra jelita terus menelisik perlahan sampai keatas.


yaaa, itu suaminya. suami gilanya yang sedang memandang nya tajam bak burung elang.


sangking terkejut dan takut nya, jelita hampir lupa untuk bernafas. ia meneguk saliva nya dengan susah payah karena takut.


kepala jelita kembali menunduk, dengan kedua tangan yang menggenggam erat ikatan handuk di dadah nya. jelita sekarang sudah seperti murid yang siap untuk menerima hukuman.

__ADS_1


davied mengepalkan tangannya kuat membuat buku-buku jari nya memutih, urat-urat leher yang menonjol dan gigi gemeretak, davied mencoba menahan emosi nya. ia menatap jelita dalam, menelisik tubuh mungil istri pembangkang nya itu.


'heeuuummm...' hembusan nafas davied dalam.


'tap.. tap.. tap..' langkah tegas davied yang melewati jelita begitu saja.


wajah jelita menoleh kesamping, ia heran mengapa suami nya tidak menegur.


jelita mencoba berbalik dan melihat punggung davied dengan heran.


'merah.. darah...' batin jelita.


'degg.' jelita tersentak, ia tahu apa yang sudah dilakukan suami nya.


fikiran jelita yang menerawang jauh, ia mengetahui bagaimana suami nya melampiaskan amarah.


dengan tubuh yang lemas ia berjalan ke walk in closet, memakai baju tidur tipis berwarnah abu-abu.


setelah selesai memakai baju dan mengeringkan rambut, ia pun merebahkan tubuh lelah nya di kasur king size bernuansa turkey itu.


bersambung


🖤🖤🖤

__ADS_1


🖤🖤🖤


__ADS_2