Ikatan Rantai Besi Sang CEO

Ikatan Rantai Besi Sang CEO
episode14


__ADS_3

~pada pukul 10 malam, di club malam alexis, sebuah club ternama, yang tak sembarang orang bisa masuk ke tempat itu.


terlihat davied sedang duduk dengan 3 wanita cantik, yang kecantikan dan tubuh nya hampir mirip dengan istri nya.


para wanita bayaran itu sibuk memuaskan davied, menyentuh setiap bagian tubuh terlarang davied.


'aahhhhhh....' suara erangan davied.


"faster baby.. faster.." ucap davied penuh hasrat.


davied terus menekan kepala wanita yang sedang menghis*p kepemilikan nya.


~ sementara di kediaman doni carolina~~


di kamar ezeel, jelita tengah berbaring memeluk ezeel, menidurkan anak kesayangan nya, menepuk-nepuk punggung ezeel dengan lembut.


setelah memastikan ezeel sudah tidur dengan nyenyak, jelita melangkah kan kaki nya keluar dari kamar.


jelita berjalan kedapur hendak mengambil air minum, tetapi di ruang keluarga jelita melihat ayah nya sedang duduk di sofa, termenung dengan televisi yang masih menyala, seperti orang yang sedang menonton televisi tetapi pikiran nya berkelana ntah kemana.


"ayah" panggil jelita pelan.


jelita berjalan pelan kearah ayah nya, dan mendudukkan tubuh nya di samping ayah nya.


"jelita, kau belum tidur sayang" tanya doni sembari mengelus rambut anak nya.


"hmm.... ayah seperti sedang banyak pikiran" jelita balik bertanya.


"tidak, ayah hanya mengingat masa dahulu, di ruangan ini kita sering menghabiskan waktu, saat kau masih di dalam kandungan mamah sampai kau besar dan di pinang oleh tuan davied" jawab doni tersenyum sendu menatap jelita.


"ayah merindukan mamah?" tanya jelita prihatin. "ayah, mamah, bagaimana bisa davied melakukan hal keji itu terhadap mamah?" tanya jelita menunduk, air mata nya tergenang di pelupuk mata.


"sayang, maafkan ayah, ini semua salah ayah" jawab doni sembari merengkuh tubuh rapuh jelita. "ayah menyesal nak, ayah sungguh menyesal" ucap doni menangis terisak.


jelita melepaskan pelan pelukan doni.


"ayah, jelita hanya ingin tahu, bagaimana bisa davied tega membunuh mamah jelita?" tanya jelita kekeh menatap netra ayah nya.


'hhmmmm.....' suara nafas doni berat.


"sudahlah nak, jelita tidak_____"


jawab doni terpotong.


"please ayah, please.." mohon jelita, menatap sendu doni.

__ADS_1


"tetapi nak___"


"jelita mohon ayah" ucap jelita pelan, keluar setetes air mata yang sedari tadi di tahan.


doni bimbang, ia takut jelita tak dapat menerima kenyataan mamah nya yang di seret paksa dan di eksekusi davied karena telah berani menentang iblis sialan itu.


"baiklah, ayah akan cerita, tapi ayah minta kamu untuk terus kuat" doni menjeddah ucapannya, sembari mengelus lembut pipi jelita. "ayah janji, akan membebaskan kalian dari jeratan iblis itu, ayah janji jelita" sambung doni lagi sambil meneteskan air mata.


*flashback on_


~di ruangan presdir, perusahaan Gaozhan Company.


davied sedang duduk di kursi kebesarannya bak seorang raja, mamah jelita yang juga di ruangan itu berlutut di depan meja kebesaran davied.


"saya memohon kepada tuan, izinkan saya bertemu dengan putri saya, saya sangat rindu dengan nya tuan" ucap mamah jelita pelan dan takut.


"tidak" jawab davied tegas.


'hikksss... hikksss...'


"saya mohon tuan, hanya sebentar" mohon mamah jelita lagi.


"pergi kau!" usir davied.


coky yang sedari tadi berdiri di belakang tuannya hanya melihat perdebatan itu, sembari memperhatikan mamah jelita tajam.


mamah jelita memandang takut iblis gila itu yang semakin mendekat.


"tuan__" ucap mamah jelita pelan, dengan tubuh gemetar.


'kkddduuuukkkk...' suara tendangan kaki davied di pundak mamah jelita, membuat mamah jelita tersungkur di lantai marmer itu.


"aku paling tidak suka di bantah!" bentak davied. "jelita milikku, kau tidak berhak memendam rasa rindu kepadanya, segera kubur rasa rindumu, sebelum kau menyesali nya" ucap davied lagi penuh penekanan.


mata davied memandang jijik kearah mamah jelita.


"tetapi tuan jelita itu anakku" sarkas mamah jelita sambil terisak.


"dia milikku!!" bentak davied. urat lehernya menonjol, wajah davied berubah menjadi merah menahan emosi, sembari menginjak-injak tubuh mamah jelita kuat.


mamah jelita menangis kesakitan, terkulai lemas di lantai.


'hikksss... hikksss... hiikkksss..' suara tangisan mamah jelita pilu.


"kau iblis, kau benar-benar iblis" ucap mamah jelita penuh penekanan.

__ADS_1


davied tersenyum devil mendengar ucapan mertua nya itu.


"coky" panggil davied, dengan terus menatap mamah jelita sinis.


coky yang mengerti maksud tuan nya, menunduk hormat dan langsung menyeret mamah jelita kasar. memasukkan mamah jelita ke dalam karung besar dan dibawah pakai troli kaluar menuju basement, dan pergi dengan mobil menuju ruang eksekusi.


di ruang eksekusi itu davied berubah menjadi iblis gila yang tega mencincang tangan dan kaki mertua nya, dan mengeluarkan isi perut mertua nya.


semua perbuatan davied direkam sendiri oleh nya dan dikirim langsung kepada doni carolina ayah jelita.


doni carolina yang melihat itu menangis histeris seperti orang gila, sejak kepergian istri nya dengan tragis itu hidup nya seperti di hantui rasa penyesalan yang teramat sangat dalam.


*flashback off__


jelita memandang kosong wajah ayah nya, air mata terus mengalir membasahi pipi nya.


"tidak ayah, tidak, iblis itu kejam, kejam!..." teriak histeris jelita menggelengkan kepala nya sembari menjambak rambut nya.


'hikksss.... hikkssss... hikksss....' suara tangisan jelita frustasi.


jelita terjatuh, terduduk dilantai, dengan terus menangis mengeluarkan kepedihan di hati nya. doni menatap ibah putri nya yang menangis dan menjerit histeris, ia mencoba menenangkan jelita dengan pelukan hangat nya dan membelai rambut panjang jelita lembut.


"tenang lah nak, ayah tahu ini sangat menyakitkan, ayah menyesal sudah melibatkan kalian dengan iblis gila itu" ucap doni bergetar menahan tangis.


"dengar, dengar kan ayah, kau dan ezeel harus pergi menjauh dari tuan davied, biar ayah yang menanggung semua nya disini" ucap davied menangkup kedua pipi jelita, menatap dalam netra kehijauan jelita. "kau dengar ayah kan jelita?" sambung doni lagi.


mata jelita yang memerah akibat menangis menatap tajam mata ayah nya.


"tidak akan ayah, aku tidak sudi membiarkan dia hidup, aku akan membunuh nya ayah, aku akan membunuh nya!..." teriak jelita frustasi.


'hikkssss... hiksss.... hiksss..... ' suara tangisan jelita pilu.


"aku akan membunuh nya...." rancau jelita lagi.


doni yang mendengar rancauan jelita langsung terduduk lesu di lantai, menghapus kasar air mata yang membasahi pipi nya.


"kita tidak bisa berbuat apa-apa nak, kita ini hanya sampah bagi iblis itu" ucap doni lemah. "bahkan pemimpin negara ini pun tunduk dengan nya" sambung doni lagi. 'ini semua salahku' batin doni menangis. __


hai hai bebbss....


hari ini aku up lagi😊😊😊😘😘😘😘


terus pantengin novel ku ya bebss..


jangan lupa tinggalkan jejak nya agar aku lebih semangat lagi up nya dear.. πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹

__ADS_1


bye... bye... happy reanding bebbsss❀❀


__ADS_2