
'Gddduuuukkk.... ppraaakkkk....' suara tendangan pintu kamar utama.
Jelita yang sedang duduk termenung seketika terkejut, akibat ulah suaminya. Ia melihat wajah dan mata memerah dari davied. Sungguh saat ini davied benar-benar menunjukkan wajah iblis nya kepada jelita.
Jelita dengan cepat bangkit dari duduk. Seluruh tubuh terasa gemetar melihat iblis gila didepannya.
"Ada apa ini mas!?" tanya jelita memberanikan diri.
"Kau!" davied emosi.
'Tap.. tap.. tap..' davied berjalan cepat kearah jelita dengan wajah memerah menahan emosi.
Jelita yang melihat itu spontan langsung mundur berangsur sedikit demi sedikit. Rasanya kaki ini keluh untuk berjalan begitu melihat tatapan membunuh dari Davied.
'Grreebbb....' Davied menjambak rambut Jelita kuat sampai wanita itu mendungak menatap nya.
'Aacchh.. sakiitt.. Davied" rengek jelita dengan mata yang mulai berair.
Kedua tangan Jelita mencoba melepaskan tangan Davied yang menjambak rambut nya.
"Lepaskaaannn.." pinta Jelita lagi dengan menangis.
Davied tak menghiraukan rengekan Jelita. ia tetap mencengkram rambut istri nya dengan kuat, dan menatap nya nyalang.
"Kau! kau sudah terlalu berani! kau harus dihukum Jelita!" ucap Davied dengan emosi dan penekanan.
__ADS_1
"Ampun Davied... ampun" 'hikksss... hikksss.. hikksss....' tangisan Jelita mulai pecah. seluruh tubuh nya gemetar ketakutan.
Davied menyeret Jelita dengan paksa ke dalam kamar mandi walaupun Jelita terus meronta-ronta meminta ampun untuk dilepaskan.
"Kau harus dihukum b!tch!" maki Davied.
'Praakkkkk......' suara pintu kamar mandi yang di tendang kuat oleh davied.
'Kdduukk...' suara lutut Jelita yang mengenai lantai karena dipaksa berjongkok di samping bathup.
Melihat air di bathup yang masih penuh Jelita sudah menyadari hal apa yang dilakukan iblis gila ini.
Dengan kuat tangan Davied menekan kepala Jelita kedalam air di bathup.
'Mmmmm.... mmmmmm....' jelita yang mencoba melepaskan diri dengan menggeleng-gelengkan kepala nya didalam air.
Tetapi, jangan tanya iblis yang tega menenggelamkan istri nya, sedikitpun tak nampak penyesalan ataupun ampun diwajah nya.
Setelah mengangkat dan memberi jelita peluang untuk bernafas sebentar, kembali davied mencemplungkan kepala jelita lagi. Begitu terus dilakukannya sampai beberapa kali.
Sampai wanita itu menjadi lemas tak bertenaga.
"Bangun b!tch!" maki davied sembari menepuk-nepuk pipi kanan jelita.
Jelita menatap davied dengan mata sayup. Sekarang ia amat ketakutan melihat suaminya yang menunjukkan sifat psikopat nya.
__ADS_1
'Srreekkk...' davied menghempaskan jambakannya dengan kasar.
Dengan kokoh ia berdiri sembari membuka tali pinggang celana nya.
Jelita yang melihat itu seketika memundurkan tubuh perlahan dengan sedikit tenaga yang tersisa. Ia sudah tau apalagi yang akan dilakukan iblis di depannya.
"Tidak.. tidak.. ampun.." ucap jelita lemah tak berdaya, sembari terus menggelengkan kepala.
'Cttaaassss.....' cambukan pertama yang dilayangkan davied di tubuh jelita.
'Aaacccchhhh... hiksss... hiksss....' jeritan dan tangisan jelita.
Dengan nafas memburu dan dada naik turun melampiaskan emosi, davied terus mencambuk istrinya dengan menggila. Seolah ia tak puas sudah melukai batin, dan sekarang tubuh wanitanya pun ikut ia lukai.
'Ctasss.... ctaassss.....' cambukan davied yang semakin nyaring terdengar ditelinga.
'Aaccchhhhhh..... hikksss.... hikksss.....' jeritan dan tangisan jelita pun berubah menjadi pilu. Membuat siapa pun yang mendengar akan merasa ibah.
"Ampun.... ampunn...." rancau jelita dengan tubuh yang semakin lemah.
Pandangan jelita terasa semakin mengabur, dan tiba-tiba semua menjadi gelap.
Davied yang melihat jelita tergeletak meringkuk tak sadarkan diri barulah merasa puas.
'Pranggg...' davied mencampakkan tali pinggang nya kasar.
__ADS_1
bersambung 🖤🖤🖤🖤🖤