
Di kamar utama, terlihat jelita yang duduk termenung menatap kosong ke depan. Wajah nya lesuh tak bersemangat, yang ada di pikiran nya hanya lah bagaimana caranya untuk melarikan diri dari neraka sialan ini.
'Krukk.. krukk' cacing di perut jelita memberontak ingin diisi.
Dengan lembut ia mengelus perut lapar nya agar bisa bertahan sedikit lagi, untuk menunggu waktu tengah malam. Karena ia sangat malas bila melihat para manusia penghuni mansion ini.
Lama termenung menahan kantuk dan lapar, tidak terasa sekarang sudah pukul 23.30 waktu setempat. Jelita membangkit kan tubuh nya yang lemah, berjalan pelan kearah pintu.
'Kreeekk' bunyi suara pintu kamar di buka pelan oleh jelita.
Kepala nya menyembul, melihat situasi. Saat di kira aman barulah ia mengeluarkan tubuh nya dan menutup pintu kamar lagi.
Jelita berjalan dengan pelan, tak mau mengeluarkan suara hentakan kaki. Saat sampai di dalam lift, ia menekan lantai 1, karena saat ini yang ada dipikirannya hanya dapur untuk mengisi perut nya yang kosong.
'Ting' pintu lift terbuka di lantai satu.
Jelita menyembulkan tubuh nya lagi, sembari mengedarkan pandangan melihat kanan dan kiri.
'Sunyi' batin jelita.
Dengan hati senang ia melangkah menuju dapur, tak nampak batang hidung kepala maid disitu membuat jelita penasaran namun tak mau ambil pusing.
Jelita membuka lemari makan dengan pelan, melihat masih begitu banyak lauk pauk, membuat air liur nya hampir menetes.
'Seperti tidak makan sebulan saja' batin nya lucu.
Dengan pelan ia mengambil piring, lalu meletakkan isi makanan disitu. Kaki nya melangkah ke meja makan, lalu melahap lauk pauk dengan khusyuk.
Detingan sendok jelita membuat pikiran nya melayang, suasana malam yang sunyi membuat ia hanya fokus dengan makanan.
"Kau kelaparan" bariton davied mengejutkan jelita, membuat ia tersedak.
'Sialan' batin jelita kesal sembari meneguk air putih untuk menghilangkan perih di tenggorokan.
Davied berjalan dan berdiri di belakang jelita, mengelus lembut pipi istri nya.
Wajah jelita begitu tampak kesal, selerah makan nya seketika hilang karena di sentuh psikopat gila ini.
'Cup' davied mengecup puncak kepala jelita.
"Kenapa tidak telpone maid saja, kau harus banyak istirahat" ucap davied lagi.
Jelita menjauhkan jemari davied dari pipi nya pelan, agar srigala di belakang nya tidak mengeluarkan tanduk.
Davied mengerti, ia membuka kursi di samping istri nya dan terduduk menanti jawaban.
"Ini sudah malam, aku tidak mau mengganggu waktu istirahat mereka" jawab jelita pelan.
Davied tak menjawab, ia hanya menatap acuh tak acuh pada jawaban jelita.
Dengan gerakan pelan jelita melanjutkan makan nya, sementara ekor mata nya terus memantau pergerakan davied.
__ADS_1
Dari ujung belakang mansion terdengar suara orang berjalan tergesa. Nampak satu bodyguard menghampiri kearah meja makan.
"Tuan" sapa bodyguard menunduk hormat.
Mata bodyguard menatap bergantian davied dan jelita, ia bingung harus bagaimana mengatakan kepada tuan nya itu.
"Nona tuan,"bodyguard menggantung ucapan nya tetapi mata nya menatap jelita takut.
"Katakan" titah davied yang mengerti kegelisahan bodyguard nya.
"Nona shilla tak sadarkan diri tuan" jelas bodyguard memberanikan diri.
Jelita yang sedari tadi melihat bodyguard, beralih menatap davied. Ia menelisik wajah davied, ingin memastikan apakah ada kegelisahan karena simpanan nya yang tak sadarkan diri.
Namun nihil, wajah davied sangat lah datar saat ini.
"Setelah selesai makan, pergilah masuk ke kamar, nanti aku akan menyusul" jelas davied mengelus pipi jelita.
Tubuh davied tergerak bangkit dan berjalan tegas kearah belakang mansion.
Netra jelita mengikuti punggung davied, membuat alis nya mengkerut bingung. 'Kenapa dia kesana?' batin jelita bertanya-tanya.
Pikiran jelita sekarang di penuhi hal-hal aneh antara shilla dengan suami nya.
'Apa wanita licik itu di hukum? ahh terseralah tidak perlu dipikirkan" monolog jelita acuh.
Jelita yang sudah tak berselerah lagi untuk makan langsung meneguk air putih sampai tandas, dan meletakkan piring nya ke wastafel dapur.
'Bruug' jelita menjatuhkan tubuh telentang di atas kasur, kepala nya menoleh ke kanan, melihat pergelangan tangan kanan yang terluka.
Dalam diam ia mengingat lagi bagaimana kenekatan nya menyayat pergelangan tangan dan melupakan ezeel. Kalau saja ia sekarang tak hidup, bagaimana nasip putra semata wayang nya? ahhh memikirkan itu rasanya jelita hendak merutuki kebodohan di kepala nya itu.
Tidak terasa mata jelita mulai menutup, dengkuran nafas nya pun mulai teratur, pertanda saat ini ia sudah mulai masuk ke alam bawah sadar.
_____________
'Tap.. tap.. tap' langkah davied memasuki mansion dengan menggendong shilla ala bridal styel.
Terlihat shilla yang terkulai lemas dalam gendongan davied.
'Ceklek' pintu kamar shilla di buka bodyguard.
Davied masuk dan meletakka shilla diatas ranjang dengan pelan.
'Eung..' shilla mulai tersadar.
Mata nya yang kabur mulai jelas melihat.
"Tuan" panggil shilla hampir tak terdengar.
Davied berdiri menatap dingin shilla.
__ADS_1
"Maafkan aku tuan" 'hikss.. hikss..' shilla mengibah.
Tangan shilla perlahan menyentuh jemari davied, netra nya menatap lekat wajah dingin pria yang di sukai nya itu.
"Aku mohon tuan, bebaskan juga kepala maid riza, aku mohon" mohon shilla dengan isakan.
"Tidak!" tegas davied.
"Cuma riza orang yang perduli padaku di mansion ini tuan, kalau riza tidak ada lebih baik aku pergi saja" ancam shilla.
"Kau bisa pergi setelah melahirkan anakku" balas davied dingin.
"Apa hanya bayi ini yang tuan pikirkan? apa aku tidak ada sama sekali di hati tuan? baiklah, kalau tuan tidak mau membebaskan riza" shilla bangkit tergesa memecahkan vas bunga.
'Prangg....' beling kaca berserakan di lantai.
Dengan sigap shilla mengambil potongan runcing beling itu dan menodongkan ke leher nya.
"Tuan bebas kan riza, atau aku akan mati" ancam shilla dengan mata memerah.
Davied tergelak, menunjukkan smirk mengerikan. Shilla yang melihat itu langsung gemetar, tubuh nya seakan lemas tak bertenaga.
'Creess..' goresan di leher shilla.
Mata shilla seketika membola, ia tak menyangka davied akan tega menggores leher nya menggunakan beling yang di pegang nya.
"Itu yang kau mau, aku hanya membantu mu saja agar cepat" ucap davied santai. "Kalau kau mau lebih pun aku bisa melakukan nya" sambung nya lagi.
Shilla terdiam, tangan nya terus menadahi darah yang hendak jatuh ke lantai.
"Ambil kotak obat, dan obati dia" titah davied dingin bergegas keluar kamar tanpa memperdulikan shilla.
'Aaaaacch...' 'Praangg..' teriak shilla frustasi sembari membanting barang di atas laci nya.
Dua maid nampak berjalan tergesa hendak mengobati shilla, membawa wanita simpanan tuan nya itu duduk di atas ranjang agar lebih mudah di obati.
______________
'Ceklek' davied masuk kedalam kamar utama.
Netra nya langsung menangkap istri cantik nya yang tidur telentang. Sungguh sangat menggemaskan batin davied.
Dengan perlahan davied menggeser tubuh jelita, membenar kan posisi wanita yang terlelap itu, agar bisa di jadikan bantal guling oleh nya.
'Huffttt..' davied menghembuskan nafas lelah di ceruk leher jelita.
Membuat istri nya itu menggeliat di dalam dekapan davied.
bersambungπ€π€π€π€π€
Mohon like dan komentar positif nya yaa teman ππ agar aku lebih semangat lagi berkarya untuk kalian πππ
__ADS_1
Dan terimakasih untuk kalian yang sudah like, coment di novel kuπππ karena jujur, tanpa kalian para pembaca, aku tidak ada apa-apa nyaπ€π€