
~tiga hari telah berlalu, pukul 5 sore di kediaman doni carolina~
nampak jelita yang sudah berdamai dengan hati nya, kini ia sudah bisa tersenyum manis.
"sayang, istirahat dulu, ajak grandpa juga, mommy ada bawa cemilan untuk kalian" teriak jelita sembari tersenyum ramah menatap anak dan ayah nya yang sedang bermain bola kaki.
"baik mommy" balas ezeel dengan teriakan juga.
ezeel berjalan kearah doni dan memegang jemari tangan kanan doni.
"ayo grandpa, mommy ezeel sudah memanggil" ajak ezeel cedal.
doni terkekeh melihat tingkah ezeel.
"ayo, latsgo" jawab doni, sembari melangkah kearah jelita.
'ttrrriiinnnggg... trriiinnnggggg...' suara ponsel doni pertanda ada yang menelepon.
doni berhenti mengambil ponsel di saku celana, dan melihat nama yang menghubungi nya adalah julio alexander, ia adalah sekretaris pribadi doni carolina. doni mengangkat telepon dari sekretaris julio.
"hallo, tuan doni" suara panik julio dari seberang telepon.
"ada apa julio?" tanya doni, karena mendengar suara kepanikan dari julio di seberang telepon.
"anu, anu tuan.." julio gagap, tak bisa menjelaskan. "saya minta maaf tuan, perusahaan kita kolaps tuan, perusahaan mengalami kerugian besar tuan" sambung doni lagi.
"kenapa kau menjelaskan hal ini di telepon julio? kenapa kau tak datang kehadapanku menjelaskan nya!!" bentak doni tak terima.
"ampun tuan, saya minta maaf tuan, saya panik, ini semua karena perusahaan Gaozhan Company yang meminta hutang-hutang perusahaan kita dan mengambil alih saham nya di perusahaan kita tuan" ucap julio gugup.
jantung doni terasa berhenti berdetak, badannya lemas tak bertenaga. doni mencoba menghirup udara dalam namun tak bisa, ponsel yang di tangan doni jatuh ke tanah, tangan doni tergerak memegang dada yang terasa sakit seperti tertusuk jarum.
'hhhhaaaaaaaaa....' suara nafas doni tersengal.
ezeel yang di samping menatap takut grandpa nya.
"grandpa.." ucap ezeel panik.
"ayaahhh..." panggil jelita juga panik.
jelita berlari kearah doni yang terkulai lemas di tanah.
"maid... maiddd... maid susii...." panggil jelita kuat, air mata nya langsung luruh kepipi, ia tak tahu kenapa ayah nya bisa tiba-tiba seperti ini.
tiga maid dan satu bodyguard datang berlari, termasuk maid susi.
"nona muda.." ucap susi panik. "cepat bawa tuan ke kamar" tunjuk maid susi kepada bodyguard.
bodygyard dan maid membopong tubuh lemas doni kekamar nya dan menggeletakkan tubuh doni diatas kasur king size yang empuk.
jelita duduk disamping ayah nya, melihat wajah pucat yang selama ini menjadi hero di hidupnya.
"ayah.. "
__ADS_1
'hikksss... hikksss.... hikkssss....' tangis jelita.
'tok.. tok..' suara ketukan pintu kamar doni.
"masuk" jawab jelita dari dalam sembari menghapus air mata nya di pipi.
'ceklek..' pintu terbuka.
"nona, dokter liyuang telah datang untuk memeriksa tuan" ucap maid susi sopan.
"persilahkan dokter liyuang masuk" jawab jelita lemas.
"nona, sekretaris julio izin meminta bertemu dengan anda nona" ucap maid susi lagi.
jelita melangkah meninggalkan ayah nya yang sedang diperiksa oleh dokter langganan keluarganya itu, ia pergi ke ruang kerja ayah nya menemui sekretaris julio yang sudah menunggu.
'ceklek' pintu ruang kerja doni terbuka, sontak julio yang sedari tadi duduk di sofa langsung berdiri.
"nona muda" ucap doni sopan sembari menunduk hormat.
"hmmm.. ada kepentingan apa kau ingin bertemu dengan ku julio?" tanya jelita sembari terus berjalan dan mendudukkan dirinya di sofa yang bersebrangan dengan julio.
'hhmmmmm...' suara hembusan nafas julio berat.
"begini nona, sebelumnya saya mohon ampun kepada tuan dan nona muda" julio menjeddah ucapannya. "perusahaan tuan doni koleps nona, semua pemilik saham mengambil saham nya" ucap doni menjelaskan. "dan perusahaan Gaozhan Company juga menagih hutang-hutang perusahaan kita nona" sambung julio lagi.
"apaa..." jelita tersentak. "julio, semua pemilik saham mengambil kembali saham nya, apa menurutmu ini semua ada campur tangan dari tuan davied, julio?" tanya jelita memastikan.
jelita membuang wajah nya kesamping dan menghembuskan nafas jengah. 'sungguh manusia biadab' batin jelita.
"julio, pergilah, lakukan apa yang harus di lakukan agar perusahaan ayah kembali stabil" ucap jelita tegas.
"baik nona" jawab julio bangkit dari duduknya, dan melangkahkan kaki nya keluar.
setelah julio pergi, wajah jelita berubah menjadi memerah, jelita mengepalkan tangan nya sampai kuku-kuku panjangnya menancap ditelapak tangan, sungguh saat ini jelita tampak seperti singa betina yang sedang menahan emosi.
~pukul 11 malam, di kediaman doni carolina~
'tap tap tap tap' suara highheels jelita beradu cepat.
"nona muda, nona muda mau kemana? ini sudah larut malam nona" ucap maid susi tergesa menyeimbangi langkah tegas jelita yang hendak keluar rumah.
jelita tak menghiraukan panggilan dari maid susi, ia terus melangkah dan memacu mobil nya ke club malam alexis, tempat dimana davied sih iblis gila berada. 'semoga langkah ku ini benar' batin jelita dengan pandangan datar.
*flashback on_
jelita menghubungi coky menggunakan ponselnya di rooftop kamar jelita.
"hallo coky" sapa jelita melalaui telepon
"iya nyonya jelita, ada apa gerangan nyonya menghubungi saya?" tanya coky tegas.
"saya mau bertemu dengan tuan mu sekarang" titah jelita.
__ADS_1
"tidak bisa nona" tolak coky tegas. "mari bertemu di club alexis, nanti malam tuan akan berada disana" sambung coky lagi.
"tapi___" ucapan jelita terhenti karena coky memutuskan panggilan sebelah pihak.
jelita menghembuskan nafas jengah melihat sektetaris dan tuan nya yang sama-sama gila.
*flashback off_
'ckkiittt..' suara rem mobil jelita sampai di basement club malam alexis.
kaki jelita melangkah masuk kedalam club, semua mata tertuju kepada nya, menatap minat jelita, ada juga lelaki yang terang-terangan menggoda dan mengikuti jelita, tetapi jelita tak menghiraukan nya, ia terus berjalan cepat dengan elegant, menuju ruangan vvip tempat suaminya bersenag-senang.
sebelum jelita keluar dari rumah ayah nya, sekretaris coky sudah menelepon nya terlebih dahulu, untuk memberitahu ruangan vvip tuan iblis nya.
di depan pintu, jelita termenung sebentar, menetralkan detak jantung yang sedari tadi berdetak dengan kencang.
'hhhuuuuffffff....' jelita menghembuskan nafas nya kasar, memberanikan diri memegang hendle pintu dan membuka nya.
'ceklekk...' suara pintu ruangan vvip itu terbuka.
jelita melangkah kan kaki jenjang nya pelan.
mata jelita terbelalak lebar, waktu seperti berhenti berputar. ia tercengang tidak percaya dengan apa yang di lihat nya di depan.
dengan mata kepala jelita sendiri melihat suami nya bers*tub*h dengan wanita j*l*ng club. 'iblis gila' batin jelita.
davied mendudukkan tubuh nya di sofa, nafas nya ngos-ngosan akibat olahraga panas yang di lakukannya, dan seketika netra davied menangkap seorang wanita berdiri mematung menatap nya.
segera davied berdiri membenarkan pakaian nya yang berantakan, dengan mata tajam yang terus menatap jelita.
"keluar kau" ucap davied tegas kepada wanita bayaran itu.
wanita bayaran itu tak sempat memperbaiki pakaiannya, hanya bisa memunguti pakaiannya yang berserakan dan pergi keluar.
'tap.. tap.. tap.. ' suara langkah kaki tegas davied kearah jelita.
jelita menunduk kala melihat davied berdiri di depan nya, apalagi sekarang jarak mereka hanya beberapa centi.
davied mentap tajam jelita yang sedang menunduk takut.
"mau apa kau kesini?" tanya davied datar.
'ekheem..' jelita berdehem menutupi kegugupannya.
"aku.. aku.. mau berbicara sebentar dengan tuan davied" jawab jelita terbatah menatap sekilas netra davied, dan langsung membuang wajah nya kesamping.
davied hanya memperhatikan jelita, tanpa minat menanggapi jawaban jelita..
sekian dears... ❤❤❤
terimakasih yang sudah support aku💋💋💋
terus pantengin novel ku ya bebss.. 😘😘😘😘😘😘
__ADS_1