
kini davied sudah meredam amarah nya kepada jelita. saat ini ia baru saja selesai mandi, dan memakai kemeja putih bergaris abu-abu dengan celana jeans hitam panjang.
'tap.. tap.. tap.. tap..' langkah tegas davied, menuju kamar jelita.
setelah sampai depan pintu, davied terdiam sebentar, kemudian...
'tok.. tok.. tok..' davied mengetuk pintu kamar jelita.
"jelita" panggil davied dengan suara baritonnya.
jelita yang sejak tadi terduduk di balik pintu, kini sudah berpindah ke kasur, termenung memikirkan betapa menyedihkan nya dirinya, tubuh jelita meringkuk, airmata nya jatuh menetes kepipi.
dengan kasar jelita mengusap air matanya kala mendengar panggilan dari davied.
tak ada jawaban dari jelita membuat davied seketika kesal.
'tok.. tok.. tok..' davied mengetuk pintu kamar jelita lebih kuat. sungguh davied tak pernah sesabar ini.
"buka jelita!" teriak davied kesal.
masih untung sang raja empuh davied gaozhan tak marah karena tamparan yang dilayangkan jelita tadi.
kepala maid yang melihat tuannya seperti mengamuk, langsung bergegas memanggil bodyguard untuk membantu sang tuan.
sementara dikamar, jelita membangkitkan tubuhnya dari kasur dan berjalan santai ke almari untuk mengambil cardigan guna menutupi baju tidur tipisnya. setelah memakai cardigannya barulah jelita berjalan kearah pintu dan membukanya.
'ceklek..' jelita membuka pintu kamar nya.
seketika jelita termenung didepan pintu, menatap tak habis pikir dengan para pengikut davied, ada 6 bodyguard berdiri di belakang tuannya dan belasan bodyguard juga berdiri di sepanjang lorong kamar jelita, termasuk kepala maid riza yang juga sudah didepan pintu kamar jelita, 'hanya karena tak di buka kan pintu, semua pengikut nya datang seperti mau berdemo' jelita bermonolog dalam hati, dan berdecih kesal.
mata jelita beralih menatap manik mata davied yang sudah memerah.
ia tahu, tak sekarang waktunya untuk menunjukkan kekesalannya, lebih baik sedikit melembut agar iblis gila ini tak mengamuk seperti singa kelaparan.
tangan jelita terulur kepinggang davied, ia memeluk hangat badan tegap itu, dan menempelkan kepalanya di dada bidang davied.
'deg' davied tersentak. ia tak menyangka jelita akan memeluk nya.
dengan menghembuskan nafas berat davied membuang kekesalannya tadi, dan tangan nya tergerak membalas pelukan jelita erat.
davied menoleh menatap kepala maid riza.
"pergilah" titah davied.
kepala maid riza dan bodyguard menunduk hormat, dan bergegas pergi, meninggal kan dua insan yang masih setia berpelukan itu.
mata jelita melirik malas dadah yang sedang di sandarkan nya, sesungguh nya ruang di hati jelita sudah tak lagi tentang suami nya, semuanya hanya kepalsuan, melakukan perintah davied untuk perlindungan diri dan anak sematawayang nya.
ia tak mau membuat masalah, apalagi sekarang ia hanya tinggal sebatangkara, dan tak ada tempat lain untuk mengadu.
__ADS_1
davied melonggarkan pelukannya, menatap lekat kedua netra jelita.
"ayo sarapan" ajak davied, dengan menautkan jemari mereka, berjalan melewati lorong yang super mewah dan memasuki lift, turun ke lantai bawah.
sampai dimeja makan, dua maid membuka masing-masing bangku untuk majikannya.
"dimana ezeel?" tanya jelita sembari meletakkan nasi dan lauk pauk di piring davied, tanpa melihat maid lawannya bicara.
"tuan muda sedang bermain di taman belakang nyonya" jawab maid sopan.
jelita tak menjawab, ia melanjutkan mengambil nasik dan lauk pauk nya sembari makan dengan khusyuk, begitu juga dengan davied.
setelah davied selesai makan, nampak sekretaris coky berjalan kearahnya, dan berdiri di samping sang tuan.
"selamat pagi tuan" sapa coky sembari menunduk hormat.
'hhmm..' davied hanya berdehem.
"saya membawakan berkas untuk keberangkatan ke las vegas besok tuan" ucap coky lagi.
davied melirik sekilas berkas yang di tenteng coky, dan berdiri, berjalan dengan langkah tegas menuju lift keruang kerja yang berada di lantai dua.
coky mengikuti sang empu tuannya, dan memencetkan tombol lift.
jelita yang masih dikursi meja makan menatap jengah 2 makhluk biadab yang sedang berjalan itu.
setelah selesai mengisi perut, jelita mengelap bibir nya dengan tissue, kaki jenjang nya mulai bergerak melangkah pergi meninggal kan meja makan.
melihat lama langit-langit kamar, memikirkan bagaimana caranya ia bertahan hidup di mansion terkutuk ini.
'huufffftt..' jelita menghembuskan nafas berat.
tiba-tiba jelita mengingat akan hal yang sudah lama seharus nya ia cari tahu, yaitu kak regar balwie, bagaimana pun juga ia harus mengetahui semua yang dilakukan suaminya, agar ia tidak salah langkah untuk mencari jalan keluar dari kehidupan raja gila itu. 'aku harus mengetahui semuanya' batin jelita.
jelita sudah bertekad untuk mulai mendekati davied dan melembut kepadanya, sembari menyusun rencana untuk keluar dari kehidupan raja gila bersama dengan anaknya.
jelita membangkitkan tubuh nya dan berjalan santai ke kamar mandi, karena emang ia belum mandi pagi.
hampir satu jam jelita melakukan ritual mandi nya, dan sekarang ia sudah siap memakai baju kaos oblong putih yang kebesaran sampai pangkal paha, menghias tipis wajah nya agar tetap terlihat cantik dan fresh walaupun banyak pikiran, wkwkwkkπ
setelah melihat dirinya yang sempurnah dari pantulan kaca, jelita langsung bergegas hendak melihat anak semata wayang nya sebentar, untuk mengisi tenaga, sebelum ia bertemu suami psikopat nya.
*di taman belakang, tempat bermain ezeel.
"ezeel.." panggil jelita berdiri di teras belakang mansion, sembari merentangkan keduan tangannya.
ezeel yang sedang main ayunan, dengan diawasi oleh nany tika yang berdiri di sampingnya pun menoleh kesumber suara.
"mommy.." teriak ezeel juga dengan senyuman hangat nya.
__ADS_1
ezeel turun dari ayunan dengan hati-hati dan berlari kearah mommy nya, memeluk tubuh jelita dengan kedua tangan kecil nya.
"mommy ayo main ayunan bersama ezeel" ajak ezeel cedal dan tersenyum senang.
jelita membalas senyuman ezeel dan mengelus lembut rambut ezeel.
"mommy sebenarnya pengen sekali bermain dengan ezeel, tetapi daddy sedang memerlukan mommy" ucap jelita dengan wajah sedih yang dibuat-buat. "jadi bagaimana dong?" tanya jelita, dengan wajah yang dibuat seimut mungkin.
"yasudah mommy jangan sedih, temani daddy saja dulu, nanti baru bermain lagi dengan ezeel" ucap ezeel lembut, sembari mengelus rambut jelita.
'sok dewasa' batin jelita melihat anaknya.
"yasudah, mommy temenin daddy dulu ya sayang" balas jelita tersenyum dan mengecup singkat kening anaknya.
"yes momm" jawab ezeel.
jelita menoleh kearah nany tika, yang juga memunduk hormat karena ditatap nyonya nya.
"tolong jaga ezeel dengan baik, jangan sampai terluka, mengerti tika" ucap jelita tegas.
"mengerti nyonya" jawab tika sopan.
jelita melihat ezeel yang sudah berlari kearah ayunan nya lagi dan melanjutkan bermain.
jelita pun melangkah masuk, berjalan kearah dapur.
"kepala maid" panggil jelita datar.
kepala maid yang sedang mengaduk teh tersentak kaget, dan memutar tubuhnya kesumber suara.
"nyonya" sapa kepala maid sembari menunduk hormat.
"teh dan buah suamiku sudah kau antarkan?" tanya jelita.
"teh dan buah untuk tuan sudah siap nyonya, saya akan memanggil maid untuk mengantarkan nya" jawab kepala maid riza sopan.
"tidak perlu, saya akan mengantarkannya"
ucap jelita cepat.
kepala maid tersentak, seperti tidak percaya dengan apa yang dikatakan nyonya nya itu.
dengan ragu kepala maid memberikan nampan yang berisi teh dan buah itu kepada jelita.
setelah menerima nampan nya, jelita bergegas pergi dari dapur dengan ditemani satu maid yang akan memencetkan lift dan membuka kan pintu untuk jelita.
hai.. hai.. dear... πππππ
aku up lagi nih.. ππ semoga kalian syuka ya dearπππ
__ADS_1
ohya, jangan lupa terus dukung aku ya dear.. dengan cara komen dan like novelku πππ supaya aku terus semangat buat up nyaππππππ