
Sekretaris coky di angkat menggunakan tandu keluar dari ruang eksekusi.
Banyak penjaga dan para maid menyaksikan saat tandu sekretaris coky memasuki mansion.
Dengan perlahan tubuh lebam sekretaris coky di letakkan di atas kasur kamar tamu.
"Riza, sudah kau panggil dokter brian?" tanya kakek tama saat memasuki kamar melihat sekretaris coky.
"Sudah tuan besar" jawab kepala maid riza sopan, sembari menunduk hormat.
"Hmm" deheman keluar dari bibir kakek tama.
Tanpa melihat lama, kakek tama langsung membalik kan tubuh nya keluar, berjalan dengan langkah lebar hendak ke ruangan kerja davied.
'Ceklek'
Pintu ruang kerja davied di buka oleh kakek tama.
Bodyguard kakek tama menunggu di luar ruangan.
'Tap tap tap' langkah tegas kakek tama memasuki ruangan, dan duduk di sofa menatap davied yang juga duduk disitu.
Pria tua itu melihat wajah davied yang memerah dan dingin, nampak juga kalau davied tak mau melihat kakek tama.
"Davied, jangan sampai perbuatan mu sekarang membuat mu menyesal nanti nya. Sekretaris coky itu orang yang setia kepada tuan nya, kau salah jika harus mencurigai nya" jelas kakek tama datar.
Davied melirik kakek tama tajam.
"Apa maksud mu tindakan ku sekarang salah?!" tanya davied dingin.
Pandangan menelisik davied sangat lah tajam dan kuat, hingga mampu membuat kakek tama bergetar gugup, namun dengan cepat di netral kan nya kembali.
"Coky sudah bertahun-tahun bekerja untuk mu. Seharus nya kau juga memikirkan hal itu" bujuk kakek tama.
"Aku tak pernah memaafkan seorang penghianat!" sergah davied dengan penekanan. "Walaupun dia sudah mejadi anj!ng peliharaan ku ber tahun-tahun" sambung davied lagi.
Kakek tama mengehembuskan nafas pasrah.
"Cucuku, sebenar nya ada rahasia yang belum kau ketahui" kakek tama menjeddah ucapan nya, sangat nampak wajah dendam terpancar. "Jelita adalah anak dari kakak kandung ayah mu dahulu" sambung kakek tama dingin.
'Duaarr' serasa seperti di sambar petir hati davied tak terimah.
__ADS_1
"Kau akan menyesal jika mempermainkan ku kek!!" Marah davied bangkit dari duduk nya.
"Untuk apa aku mempermainkan cucu ku sendiri" jawab kakek tama serius.
Davied tergelak frustasi, membuang wajah nya tak mau menatap kakek tama.
'Tap.. tap' davied melangkah lebar kearah buffet.
'PRAAANNGGGGG...' david menyingkirkan semua pajangan di atas buffet.
Dadah nya naik turun melampiaskan emosi.
Melihat itu kakek tama segera bangkit berjalan mendekati davied, mengelus pelan pundak sebelah kanan cucu nya itu.
'Grebb' dengan cepat davied menarik jas kakek tama kuat sampai terangkat.
"Kau yang menikah kan ku dengan nya!" ucap davied dingin dan penuh penekanan. "KAU SUDAH MEMPERMAINKAN KU BRENGSEK!!"
'BRUGGG' davied menghempaskan kasar kakek tama sampai terhuyung ke belakang.
Mata davied memerah, tatapan nya bak elang ingin memangsa kakek tama hidup-hidup.
"Brengsek kau! dia istri ku!" bentak davied dingin sampai urat leher nya tampak menonjol.
"Aku tahu. Aku yang membuat nya menjadi istri mu. Tapi tidak ingat kah kau bagaimana tersiksa nya ibu mu dahulu karena keluarga ayah mu" provokasi kakek tama. "Sih aldo sialan itu berselingkuh dan di lindungi oleh keluarga nya. Termasuk ibu nya jelita, dia juga ikut andil dalam melindungi sih brengsek itu" sambung kakek tama lagi.
"Aku hanya mau kau membalaskan dendam anak ku lilie. Aku khawatir dia belum tenang disana karena orang yang membuat nya tiada masih tertawa bahagia disini" jelas kakek tama lagi dengan wajah sedih.
"Aku tidak mungkin menyakiti istri ku! Aku mencintai nya!" sergah davied membuang wajah.
"Lalu bagaimana dengan ibu mu? Bukan kah kau bilang dahulu kalau kau akan membalaskan dendam nya? Kau terlalu naif davied!" ucap kakek tama tajam.
"Kau mengumpan cucu mu sendiri dalam rencana mu!" balas davied tak senang.
"Ini demi ibu mu! Tidak tahu kah kau dia tersiksa selama hidup nya?!" bentak kakek tama tersulut emosi.
'PRAANGGG..' davied mencampakkan asbak rokok ke dinding belakang tempat kakek tama berdiri. Membuat orang tua itu reflek memejamkan mata.
"Aku akan melindungi istri ku! Jadi jangan ku dengar lagi kau mencoba menyakiti nya. Buang semua usaha gila mu itu!" jelas davied dingin.
"Apa kau sudah tak ingat wajah sedih yang di tunjukkan ibu mu dahulu?" tanya kakek berusaha membujuk lagi.
__ADS_1
"Kenapa kau terus membawa ibu ku?! Jangan membuat kesabaran ku habis kek! Sekarang pergi lah!" usir davied.
Membuat kakek tama mengeram marah, namun tak dapat melawan.
"Ku harap kau memikir kan apa yang ku katakan, aku hanya ingin anakku tenang disana" ucap kakek tama dengan wajah datar.
"Aku telah membunuh ayah dan ibu nya, jadi kau tak mempunyai dendam apa pun!" sergah davied.
"Aku akan menghabisi keturunan nya juga!" balas kakek tama.
'Greebb' davied menarik kuat jas kakek tama lagi. Mendekat kan wajah nya pada kakek tama.
"Jika kau berani menyentuh istriku, disitu kau akan melihat betapa gila nya cucu mu ini" ucap davied pelan penuh penakanan, menampakkan smirk psikopat nya.
'BRUGGG' Davied mendorong kuat kakek tama.
Saat ini wajah kakek tama mulai memucat, ia tahu perkataan davied bukan lah main-main.
Kebencian nya pada jelita semakin kuat mengakar di urat-urat nadih nya.
Kakek tama memperbaiki jas nya dan melangkah keluar ruangan davied.
'Tubb' pintu ruangan kerja davied di tutup kuat kakek tama.
Pandangan davied nyalang mulai mengembun, wajah kuat yang di tunjukkan nya tadi seketika menatap nanar arah luar jendela.
Ia masih mengingat dengan jelas bagaimana tersiksa ibu nya dahulu karena ulah ayah nya.
Setiap malam davied mendengar suara tangisan ibu nya yang alang, hari-hari di jalani terasa hambar tanpa kasih sayang.
Tetapi perlahan ingatan itu di ganti oleh kehangatan yang di bawa oleh jelita. Bahkan sekarang pun ia mencurigai perselingkuhan istri nya yang dikatakan kakek dahulu hanya lah permainan untuk memojokkan jelita.
Davied berjalan dan mendudukan tubuh nya kasar di kursi kerja.
Dengan memejam kan mata dan memijat pangkal hidung davied menetralisir kan kepeningan nya yang menyeruak masuk.
Bersambung 🖤🖤🖤🖤🖤
Mohon like dan komentar positif nya yaa teman 😊😊 agar aku lebih semangat lagi berkarya untuk kalian 😘😘😘
Dan terimakasih untuk kalian yang sudah like, coment di novel ku😘😘😍 karena jujur, tanpa kalian para pembaca, aku tidak ada apa-apa nya🤗🤗
__ADS_1