Ikatan Rantai Besi Sang CEO

Ikatan Rantai Besi Sang CEO
episode 37


__ADS_3

~rooftop kamar utama, mansion gaozhan, pukul 10.45__


davied gaozhan berdiri tegak dirooftop kamar.


"dimana?" tanya davied singkat kepada orang diujung telepone.


"saya sedang menjalankan perintah tuan" jawab coky dari seberang telepon.


"hmm.. jangan sisahkan sedikitpun ruang diwajah nya!" peringat davied dingin.


"saya mengerti tuan" balas coky sopan.


"kalau sudah selesai cepat kemari" ucap davied tegas.


"baik tuan" *jawab coky sopan.


'tuuutttt....' panggilan terputus*.


dengan memasukkan ponsel dan kedua tangannya disaku celana joger, davied terus memandang kedepan. ia seperti tengah mengingat ataupun memikirkan sesuatu.


setelah 15 menit davied berada di rooftop akhir nya ia memasuki kamar dengan melangkah pelan.


saat berbalik, netra nya tertuju pada sesosok yang berdiri didepan pintu pembatas rooftop.


yaa... itu istri nya, jelita.


"siapa lagi davied ?" tanya jelita dingin. "siapa lagi yang akan kau habisi..! " teriak jelita sembari menatap netra davied dengan mata berair.


davied yang dibentak dan ditatap hanya tersenyum santai, deretan gigi putih nya terlihat, sungguh tampan.

__ADS_1


tetapi tidak untuk jelita, justru wajah tampan yang terlihat itu bak seperti iblis gila yang sedang tersenyum puas.


davied melangkah kan kaki nya dan berdiri tepat dihadapan jelita.


"sayang, kau sungguh ingin tahu ? " tanya davied sembari mengulurkan tangannya untuk mengelus rambut jelita.


'hmmm..' jelita menghembuskan nafas nya berat dan menunduk. ia tak sanggup melihat wajah psikopat suami gila nya.


"wait.. wait.." davied mengeluarkan ponsel dari saku celana joger nya.


'tuuttt.. tuutt...' suara ponsel davied yang tengah menghubungi seseorang.


"selamat siang tuan" sapa coky.


jelita mendungakkan wajah nya, ia mengetahui siapa yang di vidiocall davied, tentu saja sekertaris gila itu.


"mana dia?" tanya davied menatap tajam layar ponsel nya.


davied tersenyum melihat nya, ia bergegas kesamping jelita dan merangkul pundak jelita. hendak memperlihatkan adegan yang akan membuat istri nya itu histeris.


benar saja, mata jelita membola melihat regar balwie yang dihajar habis oleh bodyguard davied.


jelita tercekat, ia tak bisa berkata apa-apa. ia tak habis pikir dengan kedua manusia biadab itu.


jelita menghempaskan rangkulan davied di pundak nya. ia menatap tajam davied seperti sudah kehabisan kesabaran.


"kau brengsek! kau gila..!" maki jelita kuat.


davied melihat jelita dengan tajam, dadah nya naik turun menahan emosi.

__ADS_1


"bukankah sudah ku peringatkan untuk tidak melewati batasan mu" ucap davied tegas.


"apa salah dia davied ?" tanya jelita dengan nada bergetar, ia tak habis pikir dengan suami gila nya. "dia orang baik" sambung jelita lagi.


mendengar perkataan jelita urat-urat leher davied menonjol, gigi nya saling bergesekan, netra davied menatap tajam jelita seperti ingin memangsa nya hidup-hidup.


"kau selalu menguji kesabaran ku jelita!" sarkas davied yang tak terima istri nya memuja pria lain.


'hekk..' jelita tergelak dengan mata merah berair.


"aku, menguji kesabaran mu ?.. kau yang berlebihan!.. kau suami gila yang over posesif.. aku benci kau! aku tidak suka kau! " ucap jelita dengan menggebu, sembari menggenggam erat jemari nya sampai membuat buku-buku jari nya memutih.


'ctaasss.....' tamparan kuat di pipi kanan jelita.


"kau bilang apa tadi ?" tanya davied dingin.


mata davied bak elang terus menatap mata sayu jelita, apalagi sekarang ujung bibir wanita malang itu kini mengeluarkan darah akibat tamparan keras yang dilayangkan davied.


"aku benci kau davied" sarkas jelita pelan, namun netra nya menatap davied tajam seolah-olah membuat dinding permusuhan antara kedua nya.


"jangan memancing emosi ku terlalu dalam jelita! " peringat davied yang sudah hampir lepas kontrol.


davied mendekat kearah jelita, dan...


'greeb..' davied menjambak rambut jelita kuat dengan tangan kiri nya, sampai membuat wajah jelita mendungak. sedangakan tangan kanan nya mencengkram dagu jelita.


"jangan mengatakan hal yang ku benci jelita..." davied menghentikan ucapannya, tetapi ibu jari tangannya mengusap lembut bibir pink jelita. "bibir ini milikku, jadi ia hanya harus memujaku.. begitu pun tubuh mu" jelas davied dengan tersenyum devil.


jelita meneguk saliva nya dengan susah payah, mendengar ucapan davied.

__ADS_1


bersambung🖤🖤🖤🖤


__ADS_2