Ikatan Rantai Besi Sang CEO

Ikatan Rantai Besi Sang CEO
Episode 59


__ADS_3

'Blaammmm' jelita di hempaskan di atas kasur.


'Auucchhh..' pekik jelita menatap davied sinis.


"Buatkan air mandiku" titah davied datar.


Dengan kesal jelita turun dari kasur dan berjalan kearah kamar mandi sembari menghentak-hentakkan kaki nya.


Sorot mata davied melihat tingkah jelita seperti anak kecil yang sedang merajuk, membuat davied semakin menyukai istri cantik nya itu.


______________


"Cepat maid, letakkan sandwicht nya disini" tunjuk shilla dimeja makan nan mewah itu.


Dua maid dengan cekatan menyusun makanan untuk sarapan pagi.


Saat salah satu maid meletakkan piring, shilla mendelik.


"Ini, kenapa disini?" tunjuk shilla tak senang pada piring makan ezeel. "Ini sekarang tempat duduk ku! pindahin piringnya sebelah sana!" lanjut shilla dengan sinis menunjuk dengan dagu.


"Tapi ini tempat duduk nyonya jelita nona" jawab maid berani.


"Tidak, sekarang yang duduk disini adalah aku!" sergah shilla.


"Kami tak berani pada nyonya jelita" jawab maid lagi.


"Tidak usah banyak bicara, cepat pindah kan piring makan anak itu!" bentak shilla sinis.


Maid melihat shilla tak habis pikir, bertemu dengan nyonya saja selalu menunduk tak berani menatap, tetapi ini sok berani mengatur nyonya.


Dengan kesal maid memindahkan piring makan sesuai urutan shilla, dan pergi kedapur menjauh tak mau kena sembur nanti oleh jelita.


____________


Davied berjalan keluar dari walk in closet, melihat jelita yang sedang duduk anggun di samping kasur sembari memainkan ponsel tersenyum.


"Kenapa kau senyum-senyum?" davied membuka suarah, membuat jelita menoleh.


"Tidak ada, tidak apa-apa" jawab jelita santai.


Davied berjalan mendekati istri nya.


"Sini" davied menengadahkan tangan.


"Apa?" jelita bingung.


"Sini jelita!" suara davied mulai meninggi.


Dengan berat hati jelita berdiri menyodorkan ponsel nya, dan di ambil kasar oleh davied.


Davied beralih menelisik penampilan jelita dari atas ke bawah.


"Lain kali, jangan pakai pakaian seperti ini lagi! seperti perempuan penggoda" ucap davied sinis.

__ADS_1


Jelita reflek menunduk melihat pakaiannya.


"Aku bukan penggoda!" balas jelita kesal.


"Kau itu pakai baju yang cocok untuk anak SD, celana pendek seperti kurang bahan, apa bukan menggoda itu namanya!" sergah davied tak senang.


'Pria BRENGSEK, SIALAN, PSIKOPAT GILA, IBLIS JAHANNAM!" maki jelita dalam hati.


"Kau dengar itu jelita!" peringat davied lagi dengan arogant.


"Tidak!" balas jelita kesal.


Mendengar jawaban jelita membuat darah davied mendidih, dengan kuat ia mencengkram lengan istri nya dan menyeret ke arah kamar mandi.


'Auucchh' "Sakit, ampun davied, lepaskan.." jelita meronta berusahan melepaskan cengkraman davied. "Aku tidak mau, ampun..iya aku dengar mas.." mohon jelita lagi dengan menjatuhkan tubuh nya agar davied kesusahan untuk menyeret.


Davied menghentikan langkah, ia memandang jelita sinis.


"Kau jangan terlalu sering memancing emosi ku!, jadilah istri yang menuruti perkataan suami!" ucap davied kesal.


Jelita juga memandang davied kesal, mata nya memerah menahan tangis.


"Aku benci padamu!" balas jelita membangkitkan diri dan langsung pergi keluar kamar meninggalkan davied.


'Tub' pintu kamar utama di tutup kuat oleh jelita.


Davied terdiam, netra nya menatap tajam kepergian istri nya.


'Tap.. tap.. tap..' jelita berjalan pelan mendekat kearah meja makan.


Ia terdiam, sudah di lihat nya disitu shilla yang terduduk manis menghadap hidangan.


"Kau, kenapa disitu?" suara jelita kesal.


Shilla menoleh, melihat jelita yang berdiri di belakang nya.


"Aku mau makan nyonya jelita" jawab shilla memberanikan diri.


"Maksudku, kenapa kau duduk di tempatku!" sergah jelita mulai tak senang.


"Bukan kah tuan sudah mengizinkan saya duduk disini" balas shilla pelan.


Jelita menarik nafas dan membuang nya kasar, 'sungguh hidup di dalam mansion sialan ini membuat ia selalu merasakan darah tinggi'.


"Benarkah? aku tanya padamu, kau disini sebagai apa? lalu status mu disini apa? apa sebegitu tinggi nya mimpi mu untuk menjadi diriku!" bentak jelita diakhir kalimat dengan mata memerah, menata tajam shilla yang berdiri di depan nya.


"A.. a ku.._" shilla gugup hendak menjawab apa, tubuh nya gemetar takut melihat jelita yang mulai menunjukkan taring nya.


"Ada apa ini?" tanya davied.


Davied berjalan mendekat kearah jelita dan shilla.


"Ada apa ini!" ulang davied lagi tegas.

__ADS_1


Davied melihat jelita yang membuang wajah, dan shilla menunduk takut.


"Shilla, duduklah di tempat mu, dan tahu posisi mu" tegas davied. "Dan jelita, duduklah dikursi mu" titah davied tak terbantahkan.


Dua wanita itu pun beralih duduk di tempat nya, dengan kesal shilla pindah ketempat duduk nya yang dahulu.


"Dimana ezeel?" davied membuka suara lagi.


"Tuan muda sedang dikamar, ia tidak enak badan karena sedari tadi terus menangis" jawab salah satu maid sopan.


Jelita yang mendengar itu seketika membeku.


"Tadi baik-baik saja, kenapa menangis?" tanya davied dengan wajah pias.


"Maaf tuan, saat tuan dan nyonya bertengkar tadi, tuan muda melihat dan langsung menangis, jadi nany sindi membawa nya ke kamar" jawab maid lagi dengan sopan.


Jelita menghembuskan nafas nya berat, ada rasa penyesalan di dalam hati jelita.


Saat ini rasanya ia sungguh tak berselera untuk sarapan. Pada saat tubuh nya tergerak hendak bangkit,


"Mau kemana?" tanya davied tajam. "Duduklah makan dulu sarapan mu" sambung davied tegas.


Jelita yang melihat tatapan tajam davied, tak berani melawan, walau hati nya sangat jijik mendengar titah suami gila nya itu.


Dengan wajah kesal jelita mendudukkan kembali tubuh ramping nya.


"Riza" panggil davied kepada kepala maid yang berdiri di belakang nya.


"Ya tuan" jawab riza sopan, sembari menunduk hormat.


"Panggil dokter brian, periksa anak ku" titah davied yang di angguki oleh kepala maid riza.


Kepala maid riza langsung memundurkan tubuh dan melangkah pergi dari situ.


Di ruangan makan semua nya hening, tak ada yang berani berbicara.


Terlihat shilla yang sedari tadi memperhatikan davied dengan kepala menunduk.


Karena tak ada pergerakan dari jelita untuk mengambil makanan davied, tubuh shilla tergerak bangkit menuangkan nasi di piring dengan lembut.


Davied menatap tajam shilla, membuat tubuh nya seketika membeku.


"Mana makanan ku jelita!" davied beralih menatap wajah jelita yang hanya terdiam.


Dengan perlahan shilla mundur dan mendudukkan lagi tubuh nya, ia mengerti penolakan davied. Saat ini sangat ketara sekali kalau wajah nya berubah pias.


Melihat tatapan kesal davied, jelita langsung menaruh lauk pauk dipiring davied yang sudah terisi nasi itu.


bersambungπŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€


Mohon like dan komentar positif nya yaa teman 😊😊 agar aku lebih semangat lagi berkarya untuk kalian 😘😘😘


Dan terimakasih untuk kalian yang sudah like, coment di novel ku😘😘😍 karena jujur, tanpa kalian para pembaca, aku tidak ada apa-apa nyaπŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2