
Jelita yang masih menapaki diri nya di ruang tamu lantai bawah berjalan hendak kearah lift namun mendadak langkah nya melambat pelan. Melihat sekretaris coky yang di seret seperti seorang tahanan oleh dua orang bodyguard yang baru keluar dari lift.
'Ada apa ini?' tanya jelita dalam hati.
Wajah jelita beralih memandang bingung kearah banyak bodyguard yang berjalan cepat menuju mansion belakang.
Gerombolan bodyguard itu mengikuti langkah bodyguard yang membawa sekretaris coky.
Suasana mansion mendadak sibuk dengan lalu lalang penjaga, membuat wanita cantik ini penasaran.
"Sindi, bawa ezeel ke kamar" titah jelita menatap nany sindi di samping nya yang menggendong ezeel tengah tidur.
"Baik nyonya" jawab nany sindi sopan, dan melangkah masuk kedalam lift.
Sementara jelita memutar balik tubuh nya untuk mencari tahu apa yang terjadi, kenapa bisa tiba-tiba begini.
'Tap.. tap.. tap' langkah jelita ke halaman belakang mansion.
"Nyonya jelita" sapa shilla yang menghentikan langkah jelita.
Jelita tak menjawab, ia menatap datar wajah wanita di depan nya.
"Nyonya sudah kembali, apa nyonya tidak lelah? lebih baik beristirahat lah di kamar" ucap shilla sopan dan tersenyum.
'Ctaass' tamparan di pipi kiri shilla.
Membuat wanita simpanan davied itu menggeretakkan gigi dan menatap jelita dengan mata merah.
"Kau tak berhak mengaturku! Bahkan berbicara padaku pun kau tak pantas! Apa di kamar mu tidak ada cermin?!" tanya jelita dengan nada penekanan di ujung kalimat.
"Nyonya, selama ini saya selalu diam. Kau terlalu merendahkan ku!" bentak shilla tak terima.
"Memang kau wanita rendahan! Kau tidak pernah sebanding denganku! Jadi jangan terlalu banyak bermimpi!" sergah jelita sinis.
"Aku akan merebut tuan davied dari mu! Saat anak ini lahir, aku akan menggantikan posisi mu" balas shilla dengan senyum mengejek.
'Hahahahh' jelita tertawa lepas. "Aku akan sangat menunggu hari itu" jawab jelita meremehkan.
Tangan shilla terkepal kuat, setiap kata yang keluar dari bibir jelita dianggap nya adalah sebuah ejekan. Membuat buku-buku jari nya memerah karena itu.
Jelita pergi begitu saja meninggal kan shilla yang kepanasan karena kata-kata nya.
Wanita cantik itu mendudukkan diri nya di kursi taman belakang, namun pandangan nya memantau keadaan bodyguard davied yang berlalu lalang keluar masuk pintu rahasia.
__ADS_1
'Kesalahan apa yang dilakukan sekretaris gila itu?' tanya jelita penasaran dalam hati.
Namun seketika, pandangan jelita menangkap sesosok wanita paruh baya yang sedang gemetar ketakutan di balik pohon, ia berbicara pada seseorang di balik telepon. Ia adalah kepala maid riza, wajah dan gerakan tubuh nya sangat ketara menampakkan ketakutan.
Jelita menelisik tubuh gemetar kepala maid itu, 'Ada apa ini?' batin jelita menyipit kan mata.
Dengan percaya diri jelita bangkit dan berjalan kearah kepala maid riza yang sedang berbicara di telepon.
'Ekhem' jelita sengaja berdehem.
Jantung kepala maid riza mendadak berhenti berdetak, suhu tubuh yang tadi nya hangat menjadi dingin seketika, sekujur tubuh terasa membeku. Dengan perlahan wanita paruh bayah itu membalikkan tubuh, mata nya membulat setelah mengetahui siapa yang ada di depan nya sekarang. Tenggorokan kepala maid riza juga terasa kering hingga membuat nya tercekat untuk berkata, otak nya tak bisa memproses seketika buntuh seperti orang bodoh.
"N.. n-ny nyonya" kepala maid riza tergagap.
Jelita memandang kepala maid riza dengan bersidekap dadah angkuh, mata nya menelisik seperti meminta jawaban.
Kepala maid riza yang di pandang seperti itu dengan cepat memasukkan ponsel nya ke dalam saku baju, dan menatap nyonya di depan dengan berusaha menutupi kegugupan.
"Ada apa nyonya kemari?" tanya kepala maid riza memberanikan diri.
"Apa? ada apa?" tanya jelita mengulang kalimat kepala maid riza. "Seharus nya aku yang bertanya, ngapain kau telponan sembunyi-sembunyi disini?!" tanya jelita kesal.
"Saya sedang menghubungi keluarga saya di kampung nyonya, tidak privasi jika saya menelepon keluarga di hadapan orang lain" jawab kepala maid riza datar.
"Oh ya, kau sangat pandai berkilah" balas jelita sinis.
Jelita pun ikut tersenyum manis menerima ejekan wanita paruh bayah itu. Namun,
'Ctaass' dengan cepat tangan mungil itu mendarat di pipi kepala maid riza.
Membuat kepala maid riza menatap jelita dengan mata memerah menahan amarah.
"Jangan pernah kau sebut namaku di masalah mu!" sergah jelita sinis. "Aku tahu kau mempunyai rahasia besar. Dan di saat misi mu itu bukan lagi menjadi rahasia, maka aku akan menjadi orang pertama yang mendukung tuan iblis mu untuk menghabisi mu" sambung jelita sinis.
"Tolong jaga ucapan mu nyonya! saya setia pada tuan davied!" jawab kepala maid riza tak terimah.
Dengan mengedikkan bahu acuh jelita pergi meninggalkan kepala maid riza yang berusaha menahan amarah nya.
Sementara di ruang eksekusi sudah terlihat coky dengan wajah lebam banyak mengeluarkan darah dari mulut, kedua tangan di ikat menggantung keatas.
"KATAKAN COKY!!" 'Ctass.. Ctass..'
Sekretaris coky terus di cambuk kasar oleh davied.
__ADS_1
Melihat kondisi sekretaris coky sekarang sangat lah memprihatin kan, tubuh lemas tak bertenaga, bahkan hanya untuk membuka mata saja rasa nya ia sudah tak bisa.
"DASAR MANUSIA BODOH!!" 'Cuihh'
Davied meludahi tubuh coky yang sudah tak sadarkan diri.
'Praagg' alat cambukan di buang kasar oleh davied.
"Mana revolver ku?" davied menengadahkan tangan nya ke belakang arah bodyguard.
Dengan sigap bodyguard memberikan senjata kesayangan tuan nya itu.
Dengan menaikkan kedua tangan nya mantap, hendak membidik pas di kepala, jemari telunjuk davied perlahan hendak melepas tembakan, namun tiba-tiba
"DAVIED!" suarah kakek tama yang berjalan tegas kearah davied.
"Turunkan senjata mu!" titah kakek tama dengan emosi yang menggebu.
Davied tergelak devil kemudian membalik tubuh nya menatap kakek tama.
"Waow, sungguh kejutan" davied tersenyum iblis.
"Kakek mohon davied, lepaskan coky!" titah kakek tama serius.
Davied mengepal kan tangan kuat, urat-urat leher nya menonjol, matanya berubah memerah. Dengan sigap tangan nya membidik ingin menembak kepala kakek tama.
"Aku yang mengajari mu menembak, aku yang mengajari mu menghabisi setiap musuh yang menentang, hingga kau kuat seperti sekarang. Tetapi ini balasan mu!" ucap kakek tama dengan penekanan.
Davied mengeram marah, rasanya kalau yang di depan nya ini bukan kakek kandung nya, sudah sedari tadi ia mengahabisi sampai mati.
'Greebbb' dengan sekali hentakan davied beralih menarik kuat jas yang di kenakan tama sampai terangkat.
"Kau! Pria tua brengsek!" maki davied, mendekat kan wajah nya dengan kakek tama.
'Sreggg' davied menghempas kan kasar genggaman nya.
Dan melangkah pergi meninggal kan kakek tama dengan membawa aurah dingin.
Setelah davied menghilang di balik tembok bersama bodyguard,
"Lepaskan ikatan nya!" titah kakek tama.
Membuat dua bodyguard bawaan nya berjalan dan melepas ikatan coky.
__ADS_1
'Bruuggg' tubuh coky terjatuh kelantai. Karena memang sedari tadi coky sudah pingsan akibat siksaan yang di layangkan davied.
Bersambung🖤🖤🖤🖤🖤