Ikatan Rantai Besi Sang CEO

Ikatan Rantai Besi Sang CEO
episode 6


__ADS_3

Pintu besar mansion berwarnah gold itu terbuka lebar, nampak lah jelita yang berjalan ke teras mansion. para bodyguard berlarian mendatangkan nyonya nya.


"mohon izin nyonya, ada yang nyonya perlukan?" tanya salah satu bodyguard yang berbaris di samping jelita sambil menunduk hormat.


"siapkan mobil" balas jelita angkuh


semua bodyguard saling lihat, seperti tak yakin dengan yang ia dengar. melihat itu jelita menjadi jengah, menghembus kan nafas nya berat. "kalian tuli?" sambung jelita.


para bodyguard gelagapan melihat tatapan nyonya nya itu.


"baik nyonya" ucap bodyguard yang tadi menunduk dan langsung berlari menyiapkan mobil, sedangkan yang lain tetap menunggu di dekat jelita.


mobil tiba di depan teras mansion, langkah tegak dengan dagu sedikit keatas benar-benar memperlihatkan betapa berkuasa nya jelita, dengan ke angkuhan nya membuat orang-orang disekitar merasa amat sangat kecil tidak sebanding, sungguh sangat elegant.


jelita mengulurkan tangan kepada sang supir yang tengah membuka kan pintu belakang untuk sang nyonya, dan seketika sang supir merasa bingung melihat majikan nya.


"cepat!" bentak jelita.


si supir kaget dan langsung sadar dari kebingungan nya, 'sungguh, tak ada beda nya tuan dan nyonya' dalam hati supir.


"kunci nyonya?" supir bertanya gugup


"ya" jawab jelita singkat


"tapi____" belum sempat supir berbicara sudah dipotong oleh jelita.


"saya tidak sedang bernegosiasi bodoh" ucap jelita.


mendengar itu sang supir langsung memberikan kunci mobil kepada jelita.


"maaf kan saya nyonya" ucap supir dengan kepala menunduk hormat, dan menutup kembali pintu belakang, beralih membuka pintu depan, setelah jelita masuk ke dalam mobil sang supir menutup pintu nya dengan pelan.


"hati-hati di jalan nyonya" sambung nya lagi.


setelah kepergian jelita semua bodyguard bernafas lega tetapi seperti masih ada yang mengganjal, 'ntahlah' dalam hati para bodyguard..


di dalan mobil jelita mengingat sifat yang selama ini ia tunjukkan kepada orang-orang sekitar, sungguh jelita seperti tak ada beda nya dengan davied gaozhan suami gila nya itu. jelita selalu menunjuk kan sifat dingin dan tegar nya, hal itu semata-mata hanya untuk agar orang-orang di sekitar nya agar tak ikut merendah kan nya seperti yang di lakukan davied. walaupun status nya sebagai istri tetapi kebenaran nya dia tetaplah seorang budak jaminan hutang. mengingat itu sungguh membuat nya sakit.


setelah 30 menit berkelana dengan fikiran, akhir nya jelita sampai juga di restaurant tempat janjian reuni SMA nya.

__ADS_1


jelita berjalan memasuki restaurant tersebut, seluruh mata tertuju pada nya tapi jelita tak menghirau kan. dan seorang pelayan menghampiri nya.


"permisi nona, apakah sudah booking?" tanya pelayan ramah.


"privat room 05" ucap jelita


"atas nama nona jelita?" tanya pelayan lagi.


"ya" jawab jelita seadanya.


"mari ikut saya nona" balas pelayan dengan senyuman. setelah sampai "silahkan masuk nona" sambung pelayan sambil membuka kan pintu.


begitu jelita masuk teman-teman nya langsung menyerbu bak ikan yang akan di kasih makan.


"jelitaaaa.. " sorak mereka gembira. "ayo ayo ikut sini duduk" ucap tara yang menggandeng dan membawa jelita ke kursi.


"aduuhhh... kenapa sih kalian" ucap jelita risih, yang sudah seperti artis saja penyambutan nya. tetapi pada moment ini jelita mulai merasa seperti jelita yang dulu lagi, hangat humble tidak mudah emosi dan yang penting tidak sok kuat.


"kami merindukan mu" balas tara manja sambil memeluk jelita hangat.


"aku juga merindukan kalian" jelita membalas pelukan teman-teman nya. "oh ya, dimana putri?" tanya jelita yang baru sadar dari tadi ia tak melihat putri.


"1 bulan yang lalu aku sedang berlibur ke rumah nenek ku yang di surabaya, pada saat itu aku dan keluarga ku sedang makan di restaurant, tidak sengaja aku melihat orang yang benar-benar mirip dengan putri" cerita tara, semua orang di ruangan itu mendengar dengan khusyuk. "tetapi pada saat aku memanggil nama nya dia malah kabur, aku tidak tau kenapa tetapi aku yakin itu dia" sambung tara kekeh.


"kalau memang itu dia kenapa dia mesti kabur?" lanjut delina.


"sudahlah kita tidak usah fikir kan hal yang aneh-aneh yang penting kita sekarang happyyy.... " ucap ririn berdiri sambil mengambil gelas. "chirs..."


"chirs...... " semua kompak bersulang, semua tampak bersorak happy.


berbeda dengan jelita, ia ke fikiran dengan apa yang dikatakan oleh teman-teman nya. 'apa putri sedang ada masalah? apa putri sedang kesusahan sekarang? tapi itu tidak mungkin, jelita terlahir dari keluarga kaya raya, perusahaan orang tua nya yang juga lumayan besar, tidak mungkin putri sedang ke susahan' itu lah semua yang ada di fikiran putri.


sudah pukul 19.00 wib, acara reuni telah berakhir, sekarang jelita sedang bingung di dalam mobil, antara mau melihat kondisi putri atau pulang. kalau ia tidak pulang sekarang pasti davied si raja gila itu bakal ngamuk seperti singa kelaparan. di satu sisi ia ingin sekali melihat kondisi putri. 'bagaimana ini' ucap jelita dalam hati.


akhir nya jelita memutus kan untuk menemui putri, ia tak perduli jika harus di marahi davied, toh ia juga sering di marahi tanpa ada kesalahan.


sampai di rumah putri semua nya tampak berbeda.


"mau cari siapa nona?" tanya sekuriti mendatangi mobil jelita.

__ADS_1


"saya teman pemilik rumah, boleh saya masuk?"


melihat penampilan jelita yang cantik dan elegant membuat sekuriti langsung membuka kan pagar besi, ia fikir kalau jelita memang betul teman majikan nya.


sampai depan rumah jelita memarkirkan mobil nya, dan keluar.


ting toonggg.... bunyi bel di pencet jelita.


keluar lah sosok paru baya.


"dengan siapa nona?" tanya nya


"ada putri nya buk?" tanya jelita balik


"putri siapa nona? disini tidak ada yang nama nya putri" balas maid paruh baya itu.


jelita mengerut kan alis nya tidak percaya


"ini rumah nya tuan atonso balwie?" tanya jelita sekali lagi.


maid itu bingung, 'apa mungkin nona ini penipu yang menyamar, tapi di lihat dari penampilan nya seperti orang kaya' batin maid.


jelita melihat maid itu sedang menilai nya dari bawah ke atas berulang-ulang.


"bisakah saya bertemu dengan pemilik rumah ini?" pinta jelita mulai dingin.


maid paruh baya itu gelagapan melihat tatapan jelita.


"tentu saja nona, siapa nama nona?" tanya maid dengan gugup.


"bilang saja saya istri dari tuan davied gaozhan, pemilik perusahaan gaozhan company" balas jelita dengan angkuh menggunakan nama suami nya. 'bukan kah memang seperti itu kenyataan nya' batin jelita.


"baik nona, tunggu sebentar disini" ucap maid langsung masuk menemui majikan nya.


2 menit jelita menunggu di luar, baru lah keluar sang empu pemilik rumah.


"nyonya jelita" sapa perempuan berkisar 35 tahunan ngos-ngos an seperti sedang habis berlari.


jelita hanya tersenyum.

__ADS_1


"maaf kan kelakuan maid saya nyonya, mari masuklah ke gubuk kami ini" sambung nya lagi dengan menuntun jelita ke sofa ruang tamu.


__ADS_2