
'ceklek..' pintu kamar davied terbuka.
nampaklah sosok perempuan yang sudah lengkap dengan pakaian ditubuh nya termenung menatap wajah coky yang berdiri didepan pintu.
'tubb..' pintu kamar ditutup shilla sih wanita bayaran coky.
"tuan.." sapa shilla pelan dan menunduk.
"hmm.. pergilah kerumah sakit, saya sudah membereskan administrasi ibu mu.. dan sisa nya sudah masuk ke rekening mu" ucap coky datar.
shilla menatap wajah coky sebentar.
"terimakasih tuan" jawab shilla pelan, dan bergegas melangkahkan kaki nya keluar dari panthouse mewah itu.
melihat langkah wanita bayaran nya pergi, coky tersenyum samar sebentar dan dengan sigap membuat wajah nya dengan mode datar kembali.
'ceklek' pintu kamar davied terbuka lagi.
keluarlah sang empuh yang sedari tadi di tunggu oleh coky.
"tuan.." sapa coky sembari menunduk hormat.
'hmm..' hanya deheman yang keluar dari bibir davied.
davied yang melangkah tegas dan cepat, diikuti oleh sekretaris coky melangkah keluar menuju lift ke basement.
'tubb' suara pintu mobil davied ditutup oleh bodyguard saat sang empuh davied telah duduk nyaman didalam mobil.
begitu juga dengan coky, ia menancap gas membawa tuan nya menuju perusahaan multimas global, pertemuan bisnis untuk membicarakan kesepakatan kerjasama dengan perusaan gaozhan company.
~35 menit, coky mengendarai mobil sang tuan dalam diam, tidak ada sepatah kata pun keluar dari mulut davied, ia hanya memandang kedepan dengan dingin.
~ckkiittt.... suara rem mobil BMW series hight security milik davied terpakir indah didepan gedung pencakar langit. yang diikuti oleh 3 rombongan mobil bodyguard davied berada tepat dibelakang mobil nya.
semua bodyguard keluar dari mobil, mengambil posisi, dan satu bodyguard lari membukakan pintu mobil sang tuannya.
davied turun dari mobil dengan wibawa, penuh karismatik.
"welcome to multimas global company Mr Davied" sapa erick gama, pemilik perusahaan multimas global.
dengan penuh senyuman erick gama merentangkan kedua tangannya menunggu sambutan pelukan dari davied. davied melihat itu tersenyum dengan samar sembari membalas pelukan erick gama.
dan kedua nya melangkah tegas masuk kedalam gedung perusahaan, dengan diikuti bodyguard davied gaozhan dan erick gama.
waktu terus berjalan, tidak terasa sudah pukul 09.15 wib jelita masih setia dengan selimut tebal nan lembut nya.
__ADS_1
~tok.. tok.. tok.. ~ ketukan pintu dari kepala maid riza.
"nyonya.." panggil kepala maid.
jelita yang mendengar samar panggilan dan ketukan pintu hanya bisa mendiamkan nya saja, rasa nya ia sangat malas melihat wajah kepala maid riza yang sudah terlalu berani mengancam nya itu.
"nyonya" panggil kepala maid riza lagi.
'ssshhhhhttttttt....' jelita mendengus kesal sembari mengusap wajah nya kasar.
"nyonya.. " dengar jeliat lagi panggilan kepala maid dari dalam kamar.
mata jelita mulai terbuka, menyesuaikan cahaya yang masuk dari pinggiran tirai jendela.
'tiitt' jelita memencet remot pembuka tirai jendela.
sembari mendudukkan tubuh di kepala ranjang, wajah jelita melihat kearah sinar matahari yang masuk, walaupun hati dan perasaan nya terluka tetapi setidaknya ia harus tetap semangat demi ezeel putra sematawayang nya.
kaki jelita melangkah menuruni kasur king size menuju pintu tempat kepala maid yang tiada henti nya memanggil.
'ceklekk..' pintu kamar dibuka jelita.
nampaklah sesosok kepala maid berdiri dan membungkuk hormat kepada jelita.
"selamat pagi nyonya" sapa kepala maid.
"maaf kalau kedatangan saya mengganggu waktu nyonya" ucap kepala maid sopan. "saya hanya mau memberikan ponsel nyonya yang baru.. tuan yang memerintahkan saya" sambung nya lagi.
"ini nyonya" kepala maid menyerahkan ponsel baru dihadapan jelita.
jelita mengambil ponsel nya dengan malas.
"apakah anakku sudah sarapan riza?" tanya jelita dengan angkuh bersidekap dadah didepan kepala maid riza.
kepala maid menatap biasa jelita, seolah tidak takut apapun.
"tentu sudah nyonya.. nany tika dan para maid mengurus tuan mudah dengan baik" jawab kepala maid.
jelita menatap menelisik netra kepala maid tika yang juga menatap nya.
"pergilah" titah jelita sudah muak melihat wajah kepala maid.
"saya permisi nyonya" balas kepala maid membungkuk hormat dan melangkah pergi.
'tuubb..' bantingan pintu kamar jelita yang ditutup dengan sedikit bantingan karena kekesalan nya.
__ADS_1
'tidak tahu diri' batin jelita.
jelita mengangkat ponsel baru yang ditangannya, membolak balikkan ponsel tersebut.
'tring.. tring.. tring..' notifikasi berturut-turut masuk diponsel itu.
jelita mengerutkan kening heran dan penasaran. jemari jelita menggeser untuk membuka pesan w*tshap yang masuk. 'baru sampai ditangan sudah ada pesan dari sih gila' batin jelita.
jelita menatap layar ponsel tidak percaya, jantung nya langsung berdegup kencang, dengan mata membola merah ia menggenggam erat sembari menggeretakkan gigi nya kuat, menahan emosi yang langsung memuncak.
'dddaaaarrrrrggghhg' batingan ponsel yang baru saja diberikan kepala maid.
dengan dadah naik turun jelita menggusar rambutnya keatas dengan tangan berkecak pinggang.
semua foto dan vidio p@nas davied sih gila itu terpotret dan terekam jelas di ponsel itu.
ntah siapa yang mengirim, jelita tak mengetahui nya.
'siapa yang mengirim nya? kotak... pesan... apa ini memang ulah si davied gila itu?' batin jelita berfikir. 'tidak.. tidak.. tidak mungkin dengan bodoh nya sih gila itu membuat ini semua... seperti orang tidak memiliki pekerjaan... teruss, siapa? dan untuk apa?...' jelita terus bermonolog dalam hati.
"apa kepala maid riza?!" ceplos jelita dengan tatapan menajam. "brengsek!" maki jelita.
netra jelita menatap ponsel yang teronggok berderai di lantai, baru saja semalam ia membanting ponsel, dan sekarang bantingan ponsel itupun terjadi lagi.
'huufftt...' hembusan nafas jelita pusing.
jelita melangkah kan kaki nya ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuh dan fikiran.
kini tubuh jelita sudah tenggelam ditutupi busa sabun yang wangi semerbak, hanya memunculkan kepala dengan mata tertutup.
wajah jelita nampak tenang, namun fikirannya berkelana ntah kemana. ingin sekali rasanya ia merasakan hidup normal, mempunyai keluarga kecil yang bahagia tanpa ada rasa was was dalam hati, namun sekarang keinginan itu hanyalah sebuah mimpi yang tak mungkin terwujud. yang bisa dilakukan jelita hanyalah bisa pasrah menerima semua tekanan-tekanan yang bergejolak didalam dada.
tidak terasa air mata mengalir setetes kepipi tirus jelita, walau hanya setetes namun dapat mewakilkan seluruh kesedihan didalam hati.
'bahkan airmata ku pun sudah kering tak bisa keluar' batin jelita menangis.
hikkksss..... hiikkssss.....
hiikkkssss......... aarrrggghhhhh....
tangis bercampur jeritan yang sangat pilu terdengar dari balik pintu kamar mandi.
setelah 2 jam lama nya menghabisi waktu didalam kamar mandi, kini jelita keluar dengan menggunakan kimono dengan wajah pucat, berjalan kearah walk in closet.
hy.. hy.. dears... happy reading...
__ADS_1
aku kembali lagi.. jangan kesel ya man teman.. im sorry karena sempat libur panjang ngenulis... cuman mau ngerefresh sebntar ehh.. tau2 keterusan 😁😁😄😄😃😃
terimakasih ya manteman udah setia baca di novel fantasi ku😘😘😘😘😍😍😍😍🤗🤗🤗🤗💓💓💓💓💓💓